APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Affair

Affair

Dinginnya hubungan pernikahan saat ini membuat kenangan manis bersama Hany, sang mantan kekasih, kembali membayangi hari-hariku. Nostalgia masa lalu itu terus hadir hingga menjadi beban berat yang mengancam keutuhan rumah tangga yang sedang kujalani. Di tengah godaan memori indah yang tak kunjung sirna, mampukah pernikahan ini bertahan dari kehancuran?
Bab
Bagikan

Bab 3

Ya sudah kalau begitu kamu pulang bareng aku saja." Kataku.

" Oke. Nggak masalah. Nanti mobilku biar di bawa temen dulu." Kata Hany.

Kami pun beranjak dari duduk, dan Hany tampak berjalan keluar gedung sembari mengandeng tanganku. Ia pun mendekati temannya.

"Wan, nitip mobil di rumah loe ya." Kata Hany.

"Oke deh." Jawab Iwan sembari mengambil alih kontak mobil yang Hany berikan.

"Ayo, kita jalan. Mau ke mana kita?" Tanya Hany.

Aku masih diam membisu, aku tak tahu harus bagaimana. Yang jelas, aku bahagia bertemu dengan Hany.

"Kita ke taman saja ya." Kata Hany.

"Jangan. Kalau bisa kita ke suatu tempat yang nggak banyak orang tahu." Pintaku.

"Apa kamu memberikan klu? Untuk sebuah hotel?" Goda hany.

Tanpa sadar, wajahku sudah sangat merona. Sungguh Hany sangat tahu isi otakku. Bahkan kini masa-masa aku bercinta dengannya sangatlah terlihat jelas di depan mata. "Bagaimana bisa?" Batinku.

Hany pun melajukan mobilku, sedangkan aku sudah gelisah sedari tadi. Tiba-tiba, Hany mengenggam tanganku. Aku reflek memandang manik matanya, dan ia tampak tersenyum.

"Kenapa kamu gelisah?" Tanya Hany dengan lembut.

Sedangkan aku hanya diam membisu. Menikmati setiap sentuhan yang Hany berikan. Dan kini aku hanya menutup mata, Saat di lampu merah, Hany langsung melumat bibirku. Awalnya aku benar-bener terkejut. Namun karena ia sangat pandai memainkan lidahnya pun membuatku seakan melayang dan menuntut lebih.

Aaaaah, desahanku lolos begitu saja. Namun seketika, ia melepas ciuman panas kami. Dan aku langsung membuka mata.

"Sabar sayang, lampunya sudah hijau." Kata Hany sembari ia mengusap sisa Saliva kami yang ada di pinggir mulut menggunakan ibu jarinya, kemudian menjilati jemarinya.

Aku masih terdiam. Melihat apa yang Hany lakukan.

"Kamu masih sama seperti dulu sayang. Selalu membuatku ketagihan." Pujinya.

Sedangkan aku masih terdiam dan tersipu malu.

"Apa kamu nggak mengingat masa-masa indah kita?" goda Hany sembari mengusap pipiku.

"Sudahlah Han. Jangan membuatku malu." Kataku.

"Kita ketempat biasa saja, oke." Kata Hany sembari ia menambah kecepatan mobilnya. Sedangkan aku hany diam membisu.

Walaupun aku tahu, kalau tujuannya adalah rumahnya yang ada di puncak. Hanya saja, aku tak percaya kalau Hany masih mengingat tempat itu. Karena tempat itu adalah tempat dimana kami akan menua nanti.

Matahari merangkak semakin naik. Namun suasana di puncak sangat sejuk dan berkabut. Sedangkan saat ini aku hanya mengenakan dress yang bisa di katakan terbuka. Aku pun mulai menggosokkan tangan di lenganku, karena hawa dingin di puncak sudah sangat menusuk tulang.

"Dingin ya sayang?" Tanya Hany sembari ia menepikan mobilnya.

Aku hanya diam membisu. Sedangkan Hany langsung melepas jasnya dan ia memakaikan di pundak ku.

"Tunggulah sebentar. Nanti aku akan membuatmu semakin panas." Goda Hany sembari meremas kedua daging kenyal yang sedikit terekspos.

Aku sangat terkejut, namun aku juga sangat menikmatinya. Sungguh, setiap sentuhan yang Hany lakukan selalu membuat candu bagiku.

"Sebentar, sayang. Sudah dekat kok." Katanya sembari tersenyum.

Kemudian ia pun melajukan kembali mobilnya. Kemudian, gawaiku berdering di dalam tas. Aku pun langsung membuka tas dan melihat nama yang terpampang di layar. Ternyata suamiku mas Adam.

"Bentar han, suamiku telpon." Kataku.

Hany hanya menganggukkan kepala.

"Iya mas, ada apa?" Tanyaku.

"Sayang, maaf mas mendadak ada acara survey lokasi ke Surabaya. Mas ini sudah di airport." Terangnya.

"Kok mendadak sekali?" Protesku.

"Iya sayang. Tadi, setelah rapat langsung dapat kabar ada masalah di sana. Dan mas harus langsung ke sana. Maaf ya sayang." Terangnya lagi.

"Berapa hari mas?" Tanyaku.

"Tiga hari sayang. Sudah ya sepertinya mas akan segera masuk." Katanya.

"Iya. Hati-hati." Kataku. Kemudian panggilan terputus.

Aku pun kembali memasukkan ponselku ke dalam tas.

"Suami kamu ke luar kota?" Tanya Hany dengan binar bahagia.

"Iya. Kenapa kamu keliatan bahagia?" Godaku.

"Berarti aku bisa puas bernostalgia dengan mantan pacarku." Kata Hany.

Aku hanya terdiam. Dan tak berniat menjawab ucapannya. Tak berapa lama, sampailah kami di kediamannya. Hany pun langsung turun dari mobil dan langsung membukakan pintu untukku.

"Silahkan sayang," katanya.

Aku pun tersenyum.

Kami berjalan memasuki rumah sembari mengandeng tangan ku.

"Silahkan duduk." Kata Hany.

"Han, apa aku bisa ke kamar mandi?" Tanyaku.

" Tentu, silahkan. Apa perlu aku antar?" Goda Hany.

"Sudahlah Han. Jangan terus menggodaku." Kataku sembari berjalan ke arah kamar mandi.

Aku pun langsung pipis. Sudah menjadi kebiasaan ku, kalau aku sedang di hawa dingin pasti aku lebih sering ke kamar mandi. Saat aku selesai, dan hendak keluar tiba-tiba Hany sudah berada di belakangku. Dia pun langsung memelukku.

"Han," panggilku.

"Biarkan seperti ini, RI. Aku sangat merindukanmu selama tiga tahun ini." Katanya.

Aku pun diam dan mendengarkan detak jantungnya yang sangat kencang. 'hany, taukah. Aku juga sangat merindukanmu' batinku. Aku pun mendongakkan kepala memandang wajah Hany dari bawah.

"Kau masih sama menggodanya bagiku." Kata Hany.

Kemudian ia pun langsung mencium ku. Dia semakin menghisap lidahku, dan lidahnya pun terus menari di dalam mulutku. Membuat aku semakin terhanyut. Kini kedua tanganku sudah aku kalungkan di lehernya, sedangkan tangan Hany serasa di pinggangku. Walaupun aku berjinjit, namun sungguh ini sangat nikmat.

Aku pun sudah terlalu capek ketika berjinjit. Hany pun memandangku dengan heran.

"Tengkukku sakit " terangku.

"Tunggu. Aku akan memasukkan mobilmu di garasi lebih dulu. Biar nggak ada yang tahu kalau kita di sini." Kata Hany sembari ia beranjak dari kamar mandi. ¹

Ia pun memasukkan mobil ke garasi. Sedangkan aku kini menyusuri ruangan. Dan aku berjalan ke lantai atas, dimana di sana terdapat kamar yang sering kami gunakan bercinta dulu. Aku pun melepaskan jas milik Hany, dan meletakkannya di atas ranjang. Aku pun berjalan ke arah jendela. Hany kini sudah berada di belakangku. Dia pun melingkarkan keduanya di dalam perut dan meletakkan dagunya di pundak ku.

"Aku sangat merindukanmu, sayang." Kata Hany.

"Kenapa? Apa karena istrimu nggak di sini jadi kamu merindukanku? Kemana saja selama ini? Kenapa dulu kamu memilih menikah dengannya?" Tanyaku.

"Semua itu karena terpaksa. Itu semua tak seperti yang kamu bayangkan, sayang." Terangnya.

"Kalau begitu. Katakan." Kataku.

"Saat itu, Amina sedang hamil tiga bulan. Dan papanya memintaku untuk menikahinya. Dan karena aku berhutang Budi dengannya. Maka aku menyetujuinya. Tapi selama kami menikah, aku tak pernah menyentuhnya. Karena dia Memang tak mencintaiku. Begitu sebaliknya," Terangnya.

"Kenapa dia menolakmu? Mungkin karena belum merasakan permainanmu saja." Kataku sembari tertawa.

"Apa kau merindukanku?" Tanya hany.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dinikahi Kakaknya
9.3
Keisha didera nestapa saat Rafael, sang kekasih selama lima tahun, absen di hari pernikahan mereka. Demi menyelamatkan kehormatan keluarga Keisha dari kehancuran, Dion yang merupakan kakak kandung Rafael maju menggantikan posisi sang adik. Tanpa ada landasan cinta dan hampir tidak saling mengenal, Keisha terpaksa menyetujui pernikahan darurat ini. Kini, ia harus mengarungi bahtera rumah tangga yang tak pernah diduga. Akankah pernikahan tanpa rasa ini sanggup bertahan?
Sampul Novel Aroma Godaan dan Perselingkuhan
9.6
Sebuah sentuhan tak terduga mampu mengubah segalanya. Dalam novel modern Aroma Godaan dan Perselingkuhan, momen relaksasi di atas sofa berubah total saat pijatan lembut dari seorang terapis mulai mengalirkan sensasi panas ke seluruh tubuh. Kehangatan yang menjalar membuat pertahanan fisik runtuh seketika dalam kondisi lemas tak berdaya. Ketegangan semakin memuncak ketika embusan napas hangat menerpa telinga, memicu getaran hebat yang membangkitkan hasrat tersembunyi.
Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Demi mengatasi masalah keuangan, Gavin memboyong istrinya, Aura, untuk menetap di kediaman sang kakak. Namun, keputusan ini justru menjerumuskan Aura ke dalam pusaran obsesi Adrian Mahendra. Sebagai konglomerat berhati dingin yang sangat berpengaruh, Adrian diam-diam mendamba adik iparnya tersebut. Lewat pengaruh dan taktik liciknya, Adrian mulai menyudutkan Aura, memaksanya goyah di antara komitmen pernikahan dan jerat pesona sang ipar yang kian sulit dihindari.
Sampul Novel Gadis buta Milik CEO
8.8
Kehidupan ceria Laras sirna sejak sebuah tragedi merenggut penglihatannya. Kini, mantan mahasiswi ini harus bertahan di tengah siksaan perundungan dari para penggemar fanatik Damar, CEO yang pernah mengisi hatinya. Dulu, Damar memilih pergi demi melindunginya, namun langkah itu justru menghancurkan hidup Laras. Dihantui rasa bersalah yang besar, sang CEO kini kembali. Ia bertekad menebus semua dosa masa lalunya dan berharap Laras bisa merasakan ketulusan cintanya.
Sampul Novel Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya
8.2
Demi melunasi biaya medis sang tante, Selena Hart bersedia menjadi pengantin pengganti untuk Damian Jorch dengan imbalan satu juta dolar. Wajah Selena yang sangat serupa dengan Elsie Sonata, tunangan Damian yang hilang, membuat rencana ini tampak mudah. Selena hanya perlu berpura-pura di altar pernikahan. Namun, segalanya berubah rumit saat Damian kehilangan kendali dalam kondisi mabuk dan menyentuhnya. Kesepakatan bisnis mereka kini berubah menjadi hubungan penuh gairah yang tak terduga.
Sampul Novel Hello Wife The Tyran CEO!
8.5
Ellina meregang nyawa secara tragis akibat dikhianati keluarganya dan kekejaman sang suami. Saat terbangun, ia mendapati dirinya kembali ke masa lalu sebelum pertunangan terjadi. Bertekad mengubah nasib, Ellina memutuskan hubungan dengan keluarga angkatnya dan berusaha menjauhi pria kejam tersebut. Namun, sang CEO tirani justru menjadi sangat terobsesi padanya. Meski Ellina mencoba kabur, pria itu siap melakukan apa pun untuk mengurung dan mengikatnya selamanya.