APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ADA DARAH DI DALAM AIR

ADA DARAH DI DALAM AIR

Demi membalas dendam atas kematian tragis sang ibu, seorang pemuda bertekad menghabisi pembunuhnya, yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Namun, misinya sangat mustahil karena targetnya merupakan bos tertinggi MBR, sindikat mafia terkuat dan paling ditakuti di Asia. Di bawah bayang-bayang kekuasaan sang ayah yang begitu besar, mampukah ia menuntaskan dendamnya? Ataukah perlawanan nekat ini justru akan berbalik menghancurkan hidupnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Mengeri..."Toni merinding sendiri melihat berita di televisi yang terdapat di ruang khusus OSIS.

Berita itu berisi tentang mayat wanita yang terambang di sungai dengan kepalanya yang tak ada.Tapi polisi menemukan kartu KTP di dekat TKPnya,dan korban tersebut bernama Sindi Puspa Wati.

"Ih kok makin mengadi-ngadi sih,gue kan jadi takut sendiri,"ucap Safira sang wakil ketua OSIS.

Di ruangan itu memang dikhususkan untuk siswa-siswi yang memiliki pangkat Ketua,Wakil ketua, Sekertaris,dan juga bendahara OSIS.Dan Toni sendiri menjadi bendahara di sana.

"Awas aja sampai psikopat nya ketemu sama gue,pasti bakalan gue ajak main Remi."Anggara Sang Ketos langsung memukul mulut sialan milik Toni,bisa-bisanya bicara sembarang seperti itu.

"Nanti ketemu beneran nangis"ledek Anggara mendapat kekehan kecil dari ketiga human yang ada disana,terkecuali Toni.

"Tau tuh,padahal sama kecoa aja takut apalagi sama psikopat yang levelnya bukan main...mungkin Lo udah terbirit-birit,"sahut Tasya membuat Toni menatapnya tajam,enak banget ngomongin aib orang ya?

"Apa gak terima emang bener kan Lo itu penakut plus pengecut,"tekan Tasya membalas tatapan tajam Toni.

"Iya-iya hari ini gue bakalan ngalah sama cewe jelek kayak Lo,tapi lain kali jangan harap Lo bisa lolos dari beberapa hantaman sayang dari Mas Toni."Tasya menirukan ucapan Toni dengan nada dan mulut yang mengejek,untungnya Toni mampu menahan kemarahan yang akan membludak.

"Eh btw kenapa setiap korbannya kepalanya nggak ada sih?di kemanain ya?"tanya Safira masih menatap TV yang menggantung di dinding.

"Iya juga ya emangnya kepala dari korbannya itu diapain sih?di buat sovenir?"timpal Toni terheran-heran.

"Kalau dibuat sovenir emangnya nggak bau ya?apalagi itu kepala yang udah mati pasti busuk kan?"kata Anggara mendapat anggukan dari ketiga temannya.

"Pokoknya kita harus hati-hati kalau bisa tuh keluar jangan sendirian,mending minta di temani biar pembunuh itu nggak jadiin kita salah satu target nya,"ujar Tasya yang ada benarnya.Mungkin kalau keluar rumah barengan dengan orang tua ataupun teman masih bisa aman.

"Mending-mending pindah kota aja,kalau perlu ke luar negeri sekalian,"ucap Toni berpendapat lain.

Seketika suasananya menjadi hening.Tak ada dari mereka yang mengucapkan kata,entahlah mungkin sedang asik dengan pikiran sendiri-sendiri.

"Bakso Pak Yanto kayaknya enak,"ujar Toni memecah keheningan dengan mengganti topiknya.

"Mau coba?"sahut Safira.

"Boleh sih tapi jangan malam,kalau bisa nanti sepulang sekolah aja,"jawab Tasya.Safira menyenggol lengan Anggara yang otomatis membuat pria itu menatap kearah Safira.

"Gue ngikut aja,"kata Anggara seperti biasanya.

Deal mereka akan makan bakso sepulang sekolah di tempatnya Pak Yanto.Katanya di sana sangat enak dan murah, kebanyakan sih para remaja yang ngajak pacarnya makan di sana.

***

Fitri tengah gelisah sembari merogoh-rogoh saku di seragam sekolahnya.Sedangkan kasir sudah jengah menunggu uang pembayaran dari Fitri.

"Sudah ketemu?"tanya wanita cantik yang menjaga kasir.Fitri menggeleng pelan.

"Biar saya saja yang bayar,"ujar Safira menyodorkan kartu kredit,membuat penjaga kasir itupun tersenyum.

Penjaga kasir juga mentotal belanjaan Safira yang kalau di lihat sangat banyak sekali.

"Datang lagi ya Fira,"kata mbak-mbak kasir itu tersenyum ramah melambai kearah Safira yang keluar dari minimarket milik Stride Highschool.

"Makasih kak Safira,"ujar Fitri setelah berhasil bersejajar jalan di samping Safira.

"Sama-sama lagian kenapa banyak banget beli makanannya?emangnya kuat makan segitu banyaknya?"tanya Safira diiringi kekehan kecil.

"Kuat kok,"kilah gadis itu yang sejujurnya makananya adalah untuk para kakak kelas yang selalu merundungnya.

"Gue cabut dulu ya,"pamit Safira mendapat anggukan dari Fitri.

Fitri seketika tersentak begitu kedua kresek di ambil paksa oleh seseorang.Mereka adalah Ega,Nabila dan Ratna kakak kelas yang sering merundung Fitri.

"Lama banget sih beli ginian doang,"ketus Ega sang ketua geng.

"Tau tuh Lo mau buat kita kelaparan?"kesal Nabila ikut-ikutan memarahi Fitri.

"Ma-maaf kak,tadi Fitri sempat kehilangan uangnya untung kak Safira datang,"jelas Fitri sembari menunduk menatap kebawah.

"Emang gue peduli,"balas Ratna ikut mencomot makanan yang sudah dibeli oleh Fitri,meski uangnya adalah milik Safira.

Fitri hanya mampu menelan ludah nya sendiri,ia juga kepengen banget makan makanan itu.Tapi apakah diberi jika dia memintanya.Perutnya juga tak di isi sejak tadi pagi,seharusnya dia mengisinya meski hanya sepotong roti.

"Lo...mau?"tawar Ega sedari tadi curi-curi pandang ke Fitri.

Fitri mengangguk senang.

Ega mengambil satu roti yang harganya sekitaran 1.000 an

"Udah pergi sana,"usirnya memberikan roti itu pada Fitri.

"Terimakasih kak,"Kata Fitri berlalu pergi bersama dengan sebungkus roti.

***

Setelah membeli camilan di minimarket sekolah Safira berjalan menuju ke ruang kumpul khusus OSIS yang memiliki jabatan tinggi(KJT OSIS)

Ia menangkap seorang remaja pria yang tengah berjongkok membelakanginya lebih tepatnya remaja itu menghadap kesebuah pohon.

"Sepertinya dia sedang melakukan sesuatu,"batin Safira.

Safira yang penasaran dengan apa yang dilakukan remaja itu langsung saja menghampirinya.

"Kau sedang apa?"tanyanya membuat remaja bertag namakan Dafa itu sedikit terkejut,tapi detik selanjutnya kembali melanjutkan aktivitas nya.

Mata Safira melotot begitu mengetahui hal yang dilakukan Dafa adalah membunuh burung.

"Kenapa Lo bunuh tuh burung?"tanya Safira heran.

"Tadi gue lihat nih burung nggak bisa terbang,"jawab Dafa datar.

"Jadi kenapa Lo harus bunuh tuh burung nya,kan kasihan,"ujar Safira lagi.

"Burung yang nggak bisa terbang untuk apa dibuat hidup,jadi beban aja mendingan mati aja kan,"jawab enteng Dafa kembali menggeprek burungnya dengan batu besar.Bahkan tubuh tuh burung sudah benar-benar hancur lebur karena ulahnya.

"Hei!!"tegur Safira tak tahan lagi yang justru membuat Dafa berdiri dan menatap kearah Safira.

"Gue pamit dulu,"ujar Dafa hendak pergi yang langsung dicegah oleh Safira.

"Lo nggak ngerasa dosa sedikitpun ngeliat burung yang Lo bunuh ini?"Safira menunjuk kearah burung yang sudah tak bernyawa itu."Bagaimana kalau dia kepala keluarga?atau bagaimana kalau dia ibu dari anak burungnya"

Dafa nampak tak peduli sama sekali,pria itu justru pergi tanpa rasa berdosa dalam dirinya.

"Hei!!!"teriak Safira tak dipedulikan oleh Dafa,bahkan menoleh pun tidak.Dafa tetap melanjutkan jalannya.

"Nona Safira ada apa teriak-teriak?"tanya Pak Bejo,pria tua yang sudah sejak lama bekerja menjadi tukang bersih-bersih halaman di sekolah Stride Highschool Ini.

Safira kembali menunjuk kearah burung itu."Itu burungnya sudah mati."Pak Bejo terkejut melihatnya.

"Tadi ada murid sini yang membunuhnya dengan seenak jidat,terus nggak mau ngubur lagi,"jelas Safira mendapat anggukan paham dari pria tua itu.

"Biar pak Bejo saja yang beresin ini burung,non Safira pergi aja dari pada jam istirahat nya habis dibuat beresin kekacauan ini"kata pak Bejo tersenyum.

"Benernih pak?nggak mau Safira bantuin dulu?"Pak Bejo menggeleng cepat.

"Sana pergi,biar ini jadi urusan Pak bejo.lagian ini sudah pastinya menjadi pekerjaan pak Bejo,"jawab Pak Bejo masih kekeh tak mau mendapat bantuan dari Safira.

"Safira pergi dulu ya Pak,"pamitnya berlari menuju KJT OSIS.

"Astaga kok sampai segitunya sih, burung juga kan pengen hidup"Pak Bejo menggeleng-gelengkan kepalanya,tak tau dengan isi hati dan pikiran anak jaman sekarang.

(KTJ OSIS)

"Abis dikejar hantu?"tanya Toni begitu melihat Safira yang terengah-engah saat baru sampai.

Safira mengatur nafasnya sejenak.

"Ini lebih parah lagi bos,"katanya sembari mendudukkan bokong pada kursi yang lagi-lagi bersebelahan dengan Anggara.

"Apa?ada apa?gak usah bikin gue penasaran deh,cepat ceritain,"ucap Toni sambil mengambil makanan di dalam kresek milik Safira.

"Pokoknya ini bikin gue merinding takut."Toni menatap datar kearah Safira,kenapa sangat senang membuat orang bertambah penasaran?memang ini kebiasaan nya ya?

"Tadi pas gue kesini,behhhh ada sesuatu yang nggak bisa dijelasin dengan nalar manusia,"kata Safira membesar-besarkan cerita,alhasil membuat Toni,Anggara,dan juga Tasya semakin penasaran.

"Korbannya mati mengenaskan,"ucap Safira membuat ketiganya melotot.Mati?

"Psikopatnya disini kah?"tanya Tasya.

"Eh gue belum siap mati,gue belum ngerasain rasanya malam pertama,gue belum ngerasain nikmatnya belaian lembut seorang wanita,gue juga belum tau gimana rasanya jadi seorang ayah muda,"racau Anggara panik sendiri.

"Emak cepat jemput Toni,"teriak Toni.

"Iya korbannya sampai mati,wowww tulang-tulang nya patah,kepalanya ancur sudah,"ucap Safira semakin senang membuat teman-teman nya takut dan panik.

"Kasihan loh tadi burungnya,padahal nggak salah apa-apa cuman karena nggak bisa terbang sampai di bunuh oleh anak siswa sini."Toni,Anggara dan juga Tasya menatap datar kearah Safira.

"Maksud Lo korbannya itu burung?"tanya Toni mendapat anggukan kecil dari Safira.

"Kenapa?"tanya Safira tak merasa berdosa membuat temannya ketakutan.

"SAFIRA...."teriak ketiganya serempak.Sedangkan sang empu yang memiliki namanya hanya tersenyum polos.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Jebakan Utang Mafia
8.8
Evelyn Rossi harus menanggung utang peninggalan sang kakek kepada bos Kartel La Sanguina yang kejam, Riccardo Valentini. Saat bekerja di kedai pizza kedok mafia, Evelyn justru memicu obsesi gelap Riccardo. Ia sempat melarikan diri dan dilindungi oleh kepala mafia Rusia, Nikolai Volkov, selama empat tahun. Namun, Riccardo berhasil menculiknya kembali. Kini, Evelyn terjebak di tengah perseteruan maut antara obsesi posesif Riccardo dan ketulusan cinta Nikolai.
Sampul Novel Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore
8.4
Felix Salvatore didera dendam kesumat kepada Veronica Reager. Ia menuduh putri musuhnya itu sebagai dalang atas tewasnya sang ibu. Lewat ancaman mati, Felix memaksa Veronica untuk menikahinya. Meski berniat menyiksa sang istri, pertahanan Felix goyah saat perasaan cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Akankah kebenaran tentang kesalahpahaman masa lalu terungkap sebelum amarah Felix telanjur menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Jeritan Nakal Wanita Tawanan Kamar
9.6
Pengkhianatan sang ayah terhadap Limson, sindikat mafia terkuat, menyeret Arabella ke dalam pilihan hidup mati. Kini, keselamatannya terancam hebat. Ia dihadapkan pada dua opsi mutlak: mengurung diri sebagai tawanan pribadi di kamar pemimpin mafia yang kejam, Tuan Stanley, atau kabur ke luar dan menjadi buruan anggota Limson yang siap menghabisinya. Arabella pun terpaksa menjalani takdir kelam demi bertahan hidup.
Sampul Novel Kini Ku Hilang Selamanya
9.6
Merayakan tujuh tahun pernikahan dengan Lionel, sang bos mafia, sang istri awalnya berniat membagikan kabar kehamilannya. Namun, kemesraan mereka hancur saat ia mendengar obrolan rahasia Lionel dan anak buahnya dalam bahasa Iltan mengenai wanita lain bernama Sofia. Tanpa mereka sadari, sang istri memahami bahasa tersebut karena asal-usul neneknya. Menahan rasa sakit hati dan amarah di balik senyum palsunya, ia diam-diam mengambil keputusan besar. Melalui ponselnya, ia menerima tawaran proyek riset medis internasional, bersiap untuk pergi dan melenyapkan dirinya dari kehidupan sang suami dalam waktu tiga hari.
Sampul Novel Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa
9.8
Amara mengira pernikahannya yang megah adalah sebuah penyelamatan indah. Namun, kenyataan pahit terungkap saat ia mendengar rahasia suaminya dalam bahasa Italia yang ia kuasai diam-diam. Pernikahan itu rupanya hanya kedok untuk melindungi wanita lain bernama Liora. Bahkan, obat depresi yang rutin dikonsumsi Amara ternyata adalah pil KB untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan sang suami. Menyadari cinta dan perhatian suaminya hanyalah kebohongan terencana, Amara memutuskan untuk merelakan hubungan penuh kepalsuan ini.
Sampul Novel Tuan Muda Jenius
8.5
Demi melindunginya dari pembunuh, Hanz diasingkan sejak kecil. Kini, sang Tuan Muda Jenius kembali saat bisnis ayahnya terancam oleh peretas dan gangster. Ia berjuang menyelamatkan Fadeyka Energy di Rusia dengan meruntuhkan BlackCarbon. Misi berlanjut ke Tiongkok demi Four-H, lalu menghadapi Yakuza Kuroi Kumo di Jepang. Kini, babak baru penuh drama dan bahaya yang lebih menegangkan telah menantinya di Korea.