APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Accidentally Fall For You

Accidentally Fall For You

Arsenio Orlando Lazcano, CEO Lazcano's Corps yang bergelimang harta dan karisma, menyimpan rahasia kelam sebagai sosok yang tak ragu menghabisi nyawa. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang gadis lugu nan berhati mulia dalam sebuah insiden tak terduga. Kontrasnya sifat mereka justru memicu rasa penasaran Arsenio. Perlahan, ketertarikan itu berubah menjadi obsesi mendalam terhadap kepolosan sang gadis yang kini mulai menjungkirbalikkan sisi gelap hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Di mana acara kantor akan dimulai. Semua karyawan perusahaan Lazcano's Corps sudah berkumpul di ballroom hotel.

Acara ini hanya pembukaan saja, setelah itu para karyawan bisa menghabiskan waktu dengan acara masing-masing. Menjelajah dan bermain di resort milik perusahaan sesuka hati.

Lily kini menduduki sebuah kursi yang terletak di deretan belakang. Ia sedari tadi berusaha untuk mencari temannya, namun sama sekali ia tidak menemukan sosok Anna.

Bahkan laki-laki brengsek itu. Ah, sudahlah! Ia tidak akan ambil pusing lagi urusan itu. Ia akan berusaha melupakannya dan semua kejadian tadi pagi yang menimpanya.

Namun, kini ia bingung dengan nasibnya. Apa yang akan terjadi dengan hidupnya saat Arsen menawarkan sebuah perjanjian?

Dan, Lily juga tidak bisa menebak sama sekali isi perjanjian yang ditawarkan oleh bosnya tersebut.

Di tengah lamunannya, ia menangkap sosok yang dikenalnya. Matanya kini terpaku ke arah depan ballroom, di sana Arsen sedang memberikan sambutannya.

Lily masih tak bisa membayangkan. Ternyata laki-laki yang bersamanya semalam adalah orang yang berdiri di depannya. Sungguh ia sangat bodoh.

Ia berharap semua ini hanya mimpi. Tetapi, sisa rasa sakit di tubuhnya mengatakan jika ini bukanlah mimpi. Ia hanya melamun selama acara itu berlangsung. Hingga semua orang meninggalkan ballroom tersebut. Ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan sambil mencari Ana, sahabatnya.

Di sudut lain, Arsen tampak mengamati setiap gerak-gerik dari gadis tersebut.

Sementara itu, saat ini Lily tampak fokus memandang lautan yang terhampar di hadapannya. Sungguh luas, biru dan begitu indah, sedikit menghibur hatinya.

"Mom, Dad ... aku lelah," gumamnya lirih.

Mengingat perlakuan ibu tirinya, ditambah kejadian yang menimpanya sungguh membuat dirinya hancur. Ia ingin menangis. Namun air matanya sudah habis.

Ia masih tidak menyangka jika Ken akan berbuat sekejam itu padanya. Bahkan ia berencana akan memberikan sesuatu yang berharga untuknya. Dan bodohnya ia menyerahkan itu kepada bosnya.

Lily kembali menarik nafas dalam, entah hal buruk apa lagi yang akan menantinya. Lamunan Lily terhenti ketika ia mendengar beberapa pria sedang berdebat.

"Ok! Deal aku akui aku kalah! Brengsek, dasar wanita tak berguna!"

Terdengar pekikan kesal seorang pria tidak jauh dari tempat Lily berada.

'Tunggu ini seperti suara..." Lily membatin.

Lily bisa mendengarnya, tetapi tidak dapat memastikan dengan jelas, karena pandangan mereka terhalang oleh beberapa pohon.

"Sudah kukatakan kau akan kalah, haha!" Terdengar sebuah suara pria diiringi dengan tawanya.

Lily kini berhati-hati untuk menguping, ia tak ingin ketahuan. Gadis itu segera beringsut sedikit menjauh dari tempatnya tetapi, ia masih bisa mendengar semua dengan jelas.

"Sial! Jalang pembawa sial, si brengsek Lily!"

Mendengar namanya disebut, ia membulatkan matanya. Astaga, apa maksudnya?

"Cepat bayar! Kau sudah kalah, kau tidak bisa menidurinya, waktu sudah habis!" Tawa pria itu makin kencang, ia mendapat kemenangan.

Aku? Meniduri? Kalah? Bayar?

Astaga! Ia menutup mulut dengan kedua tangannya. Hatinya semakin sakit saat ia mengetahui fakta jika selama ini Ken dan teman-temannya menjadikan dirinya sebagai bahan taruhan.

Emosi Lily meledak, ia tak bisa menahannya lagi. Ia segera menghampiri mereka, dan menampar Ken dengan kasar.

Seketika mereka kaget dengan serangan Lily yang tiba-tiba. Membuat Ken tak dapat menghindar.

"Sialan kau jalang sialan!" umpat Ken. Ia berdiri dan mendorong tubuh Lily hingga Lily tersungkur di pasir.

"Kau brengsek, Ken! " pekik Lily.

"Sialan! Gara-gara kau aku kalah taruhan, sial!" ucap Ken dengan emosi.

Dengan susah payah Lily berdiri dan berhadapan dengan Ken. Ia akan kembali menampar Ken, namun tangannya ditahan oleh laki-laki yang bersama Ken sejak tadi dengan tawa yang menyeringai.

"Bagus, tahan jalang ini!" ujar Ken tersenyum puas. Ken mendorong tubuh Lily. Tubuh Lily menghentak dengan kasar di sebuah pohon, membuatnya meringis kesakitan.

Sebelum sempat mengucapkan sepatah kata pun Ken mencekik leher Lily dan menempelkan kepalanya di pohon. Membuat napas Lily tersengal-sengal.

Ketiga pria itu hanya tertawa, seakan itu kejadian lucu.

"Kita apakan dia, heh? Lumayan mainan baru," ucap Ken. Seketika mata Lily membelalak, air mata lolos dari sudut matanya.

Apakah hidupnya akan berakhir sekarang?

Lily berusaha memberontak, namun sia-sia. Cengkraman kedua laki-laki di tangannya sangat kuat. Ditambah Ken masih mencengkram lehernya dengan kuat.

Ken melepaskan cengkramannya. Kemudian menampar pipi kiri Lily dengan kuat hingga pipi yang tadinya putih itu kini memerah.

"Kau akan kami siksa!" Ken tersenyum jahat, diikuti tawa teman-temannya.

Kini Lily hanya bisa menangis, ia pasrah. Apalah daya, dirinya tak berdaya melawan Ken dan teman-temannya.

Namun, tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan . Membuat semua menoleh ke arah orang yang datang tersebut.

"Hebat! Tiga pria lawan satu wanita! Sungguh sangat gantle sekali!" ucap pria itu dengan wajah dingin.

Ia datang bersama dengan beberapa anak buah di belakangnya.

Seketika ketiga pria itu melepaskan cekalan tangannya di tubuh Lily. Seketika tubuh Lily melorot dan jatuh terduduk di tanah. Bahkan ia terbatuk dan menyentuh lehernya yang sakit, serta pipinya akibat perbuatan Ken.

"Pak, maaf kami hanya sedang bercanda," jelas Ken sedikit salah tingkah.

"Oh, ya?" Arsen mengangkat alis matanya dengan tatapan tajam.

Mereka bertiga mengangguk. "Iya kan, Ly? kita sedang main-main?"

Ken berusaha menarik tangan Lily dan membantunya berdiri. Ia berusaha untuk tampak manis terhadap Lily.

Namun, Arsen menatap tajam tangan Ken yang berusaha menyentuh Lily.

"Jangan sentuh dia!" teriak Arsen.

Teriakan Arsen membuat Ken menghentikan gerakannya seketika. Arsen melangkah semakin mendekati mereka diikuti oleh para pengawalnya. Membuat Ken dan teman-temannya ketakutan.

"Ayo Lily, kamu berdiri, cepat!" perintah Arsen pada Lily sambil mengulurkan tangan dan menatap gadis itu dengan tajam.

"B-baik." Lily mengangguk kemudian meraih uluran tangan Arsen.

"Jika kalian ingin bermain dan bercanda, lakukan dengan pengawalku!!" Arsen menyuruh pengawalnya untuk maju dan menghadang ketiga pria tersebut, dan mengajak mereka bermain.

Langkah Arsen sama sekali tidak terganggu saat suara teriakan ketiga laki-laki itu terdengar. Lily sempat menoleh ke arah mereka yang sedang diajak bermain oleh pengawal Arsen.

Pengawal Arsen dengan semangat memukuli bahkan menendang ketiga pria tersebut.

Lily tidak mengeluarkan sepatah kata pun saat Arsen menarik tangannya untuk menjauh dari sana. Ia mengikuti langkah Arsen ke mana ia membawa dirinya.

Sedangkan Ivanov dengan setia mengikuti mereka dari belakang. Wajah lelaki itu pun sama dingin dan datarnya dengan Arsen.

Jujur, Lily merasa takut dengan aura dingin yang dikeluarkan oleh kedua pria tersebut. Entahlah, hal itu berhasil membuat bulu kuduk Lily meremang.

-TO BE CONTINUE-

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cintanya, Penjaranya, Putra Mereka
7.9
Brama Wijaya memenjarakanku lima tahun akibat fitnah membunuh Kania. Pasca bebas, siksaan kejam di kandang anjing dan paksaan obat mandul harus kutanggung. Saat Kania terbukti hidup, Brama membiarkan adikku tewas di tangannya. Aku memilih mati demi balas dendam. Kini, aku terbangun di hari kebebasanku dahulu. Lewat kesempatan kedua ini, aku bersumpah menyeret Brama dan Kania ke neraka atas semua penderitaan yang mereka perbuat.
Sampul Novel Dari Pengasuh ke Cinta
8.4
Mengemban tugas di negeri asing, seorang pengasuh mendedikasikan dirinya untuk mendampingi putra majikannya yang sedang menempuh studi. Namun, tanggung jawab pekerjaan ini berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih intim dan rumit. Di balik dinding tempat tinggal mereka, ia terpaksa mengorbankan kehidupan pribadinya demi melampiaskan hasrat terpendam sang putra majikan. Hubungan profesional yang semula biasa kini berubah menjadi ikatan penuh rahasia yang menguji batas pengabdiannya.
Sampul Novel Gairah Pelarian Cinta
8.3
Di tengah keheningan yang menyelimuti, Cinta dan Robi saling berpandangan. Ketegangan di antara mereka mencapai puncak ketika Robi membalikkan tubuh Cinta hingga berada di posisi missionary. Dengan tatapan penuh permintaan, Robi menunggu persetujuan Cinta yang hanya mampu berbisik pelan. Perlahan, Robi menuntun kehormatannya memasuki tubuh Cinta, menembus selaput darah yang menjadi simbol penyerahan diri seutuhnya. Rasa sakit yang menusuk dijawab oleh belaian lembut dan ciuman hangat di kening. Cinta pasrah, menyerahkan segalanya pada lelaki yang telah merebut hatinya.
Sampul Novel Lidah Menantu
9.5
Sikap santun sang menantu rupanya hanya topeng. Kini, Mak Esah harus menghadapi lisan tajam dan perilaku tidak sopan dari istri anaknya tersebut. Di balik perubahan drastis ini, Mak Esah mencium adanya sebuah rahasia besar yang sengaja ditutupi darinya. Konflik batin dan ketegangan di antara mereka pun kian memuncak. Sanggupkah Mak Esah bertahan dari tekanan mental yang menderanya? Mampukah semua misteri dan kebenaran yang tersembunyi akhirnya terbongkar?
Sampul Novel Obsesi stalker gilaku
8.8
Dahulu ditolak dan direndahkan, kini pria misterius dari masa lalu kembali demi Arabella Carol. Bertahun-tahun mengintai Arabella secara diam-diam, sang penguntit kini menjeratnya dalam pusaran obsesi serta balas dendam yang pekat. Di tengah ancaman dunia gelap yang penuh misteri, Arabella harus berjuang bertahan hidup. Akankah ia takluk dan jatuh cinta pada pria yang seharusnya paling ia benci? Kisah romansa menegangkan yang penuh ketakutan dan cinta berbahaya.
Sampul Novel Sepenggal Harapan
8.5
Tumbuh dekat sejak SMA karena rumah yang bersebelahan, hubungan Bima dan Vika mendapat restu penuh dari orang tua mereka. Namun, Vika yang bertekad menjadi wanita karier memilih kuliah di luar negeri. Kepergian putri tunggal dari keluarga kaya ini menjadi ujian berat bagi Bima. Di tengah jarak yang memisahkan, mampukah Bima bertahan menjaga cintanya selama bertahun-tahun? Apakah kesetiaan dan penantian panjang ini akan berakhir dengan kebahagiaan?