APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ABIKA (ABIMANYU DAN CEMPAKA)

ABIKA (ABIMANYU DAN CEMPAKA)

Dua tahun Cempaka mengasingkan diri ke Amerika demi menghindari perlakuan buruk Abimanyu. Saat pulang ke Indonesia demi orang tuanya, sebuah rahasia besar justru memaksanya kembali berurusan dengan pria itu. Kekecewaan yang terus berulang membuat Cempaka melarikan diri lagi. Namun, Abimanyu menyusulnya ke Amerika untuk menjelaskan segalanya. Di sana, misteri masa lalu dan alasan di balik sikap dingin Abimanyu selama ini akhirnya terbongkar.
Bab
Bagikan

Bab 1

Cempaka Akshita Atmaja namaku, usiaku baru sepuluh tahun saat mengenal dirinya. Aku tahu benar jarak usia kami jauh, saat itu saja usianya sudah delapan belas tahun.

Kata tante Bunga cinta tak memandang usia, ya mungkin memang begitu. Namun seiring berjalannya waktu ia mulai menjauh dariku. Menjaga jarak dan selalu ketus terhadapku. Nama pria pujaanku adalah Abimanyu Ernesto, Ernesto adalah nama tengahnya. Neneknya 'Mbah Sri' begitu aku memanggilnya, beliau mengatakan nama belakangnya pantang disebut karena hanya akan mengingatkan kesedihannya ditinggalkan oleh kedua orangtuanya yang pergi ke negeri lain dan meninggalkannya bersama sang nenek.

Seiring berjalannya waktu semakin banyak luka yang ia torehkan. Selama ini aku berusaha mentoleransi segala tingkah lakunya yang dingin dan menjadi seorang playboy.

Walaupun dia tidak banyak bicara terhadapku, dulunya kupikir dirinya memang pendiam tetapi ternyata berbeda jika berhadapan dengan wanita lain. Ia selalu ramah dan murah senyum.

Sampai pada akhirnya hatiku mulai meragu dan aku merasa kalah. Perjuanganku agar terlihat pantas di hadapannya selama ini tampak sia-sia saja.

Inilah kisah perjuangan cintaku. Seperti kata mami, "Hidup penuh perjuangan Nak."

Saat ini aku sudah menyelesaikan pendidikan strata dua di usia ke 24 tahun sekarang ini. Papi memintaku untuk kembali, hatiku meragu akankah aku sanggup kembali bertemu dengannya?

*****

"Mami, siapa jemput Cempaka?" tanya Jovan kepada istrinya.

Alma yang sedang menata makan siang suaminya di showroom mereka menghentikan kegiatannya dan menatap suaminya itu.

"Mau balik sendiri katanya dia nggak mau dijemput," jawab Alma.

Jovan mendengus kemudian berjalan ke arah wastafel dan mencuci tangannya.

"Tadi juga waktu dia telepon, Papi juga udah tawarkan mau jemput dia nggak mau," ujar Jovan lagi.

"Dia katanya mau singgah ke suatu tempat untuk mengurus sesuatu," ujar Alma.

"Aku khawatir dia nggak akan mau di Indonesia lagi lho, perasaanku begitu. Terlalu lama tinggal di luar negeri membuat anak itu keasYikan dan lupa tanah air," keluh Jovan seraya duduk di depan istrinya dengan cemberut.

"Iish Papi ih ... jangan bilang begitu, anak kita nggak mungkin begitu ah!"

Abimanyu yang sedari tadi ada di ruangan yang sama dengan mereka, dan sedang menyelesaikan laporan bulanan menyimak setiap perkataan pasangan paruh baya tersebut. Ia jelas tahu siapa yang mereka bicarakan. Gadis manja usil yang selalu merecoki dirinya dan tak tahu malu sering kali menyatakan suka padanya, akhirnya kembali lagi.

Abimanyu sebenarnya juga penasaran bagaimana penampakan Cempaka sekarang sudah lama sekali rasanya ia tak melihat gadis itu. Terakhir kali pertemuan mereka jelas sekali jika gadis itu selalu berusaha menghindarinya, tentu saja ia tahu sebabnya. Mungkin gadis itu, saat ini sudah sadar sekarang bahwa mereka tidak sederajat. Apalagi Cempaka sudah sukses, pastinya di negeri Paman Sam sehingga ia jarang sekali pulang jika tidak ibunya yang memaksa.

Ponsel Alma berdering wanita itu segera beranjak mengangkatnya.

"Halo Nak."

"Mami, Cempaka masih sibuk nanti malam saja ya ke rumah?" ujar Cempaka yang tampaknya sedang sibuk, di belakangnya tampak terdengar bising suara kendaraan sepertinya anak itu sedang berada di pinggir jalan.

"Kamu menginap di rumah kan?" tanya Alma.

Terasa ada jeda sebelum Cempaka menjawab, "Nggak Mami, Cempaka nanti di apartemen saja. Cempaka masih harus meeting dengan Om Marco Wijaya." Suara Cempaka dengan rasa bersalah, ia tahu orang tuanya pasti sudah rindu berat padanya. Namun ia memang harus bertemu dengan Marco sekarang sebelum pria itu ke Bandung.

Alma menghela napas, ia kecewa tetapi apa daya demi masa depan putrinya juga. Anak itu tidak mau membebani orang tuanya ia ingin mandiri tanpa memanfaatkan nama besar keluarganya.

"Harus ya ketemu Marco sekarang?" tanya Alma lagi.

"Iya Mami, maaf ya cantik. Emmuuach," rayu Cempaka.

"Ya sudah kalau begitu, tapi kamu tetap harus singgah di rumah ya Nak. Semalam apapun kamu datang kami akan tunggu," pinta Alma, kemudian menutup telepon setelah mendapatkan jawaban dari Cempaka.

Abimanyu mengerutkan dahinya penasaran saat mendengar nama Marco disebut. Pastinya tidak lain adalah Marco Wijaya.

'Ada hubungan apa antara Cempaka dengan Marco?'

Ώ

Setelah bertemu dengan Marco, Cempaka langsung ke showroom karena ternyata pertemuan dengan Marco tidak membutuhkan waktu yang lama. Ia melirik jam tangannya yang masih menunjukkan jam empat sore pastinya ia masih sempat untuk singgah. Akhirnya setelah dua tahun berlalu hari ini ia kembali bertemu dengan keluarga intinya.

Cempaka lalu turun dari taxi online dan dengan menyeret kopernya membawanya menuju kantor ayahnya. Sepanjang jalannya ia tak lupa untuk menyapa para pegawai ayahnya. Jantungnya berdetak kencang, ada satu orang yang sangat ia rindu sekaligus juga paling ia enggan temui. Namun apa daya saat ia menyandarkan kopernya di sebelah sofa dalam ruang tunggu dan membalikkan badan, ternyata orang tersebut telah berada di anak tangga paling bawah menatap ke arahnya dengan bersandar pada pegangan tangga seraya membawa cangkir kopi.

Cempaka terkejut kemudian memalingkan wajahnya menuju pantry karyawan. Ia tidak Sudi melewati orang tersebut, bertemu kembali membuat hatinya jengah bukan main. Cempaka mengacuhkan orang itu dan menyibukkan diri sesampainya di pantry. Cempaka melihat banyak makanan tersaji di sana dan memutuskan untuk membuat teh hangat untuk dirinya, seleranya bangkit melihat aneka jajanan khas nusantara. Ia mengalihkan perhatiannya dari suara langkah kaki di belakangnya yang kemudian disusul suara kaca beradu dengan wastafel. Rupanya pria itu kesal ia acuhkan, biar saja toh pertemuan terakhir mereka juga sungguh tidak enak diingat dan membuatnya memutuskan untuk kembali ke Amerika lagi dahulu, tetapi ingatannya akan saat itu tak jua menghilang.

Pikiran Cempaka melayang kembali mengingat kejadian pada saat hampir dua tahun yang lalu. Awal mula kejadian di mana ia segera membuat keputusan untuk kembali ke Amerika.

Ώ

Cempaka Akshita Atmaja tiba di bengkel besar Stromderdil milik ayahnya Jovan Adhi Atmaja. Tadi ayahnya menyuruhnya singgah ke bengkel guna mengambil vitamin ayahnya yang tertinggal di kantor, sedangkan bengkel yang sudah pasti tutup jam delapan seperti saat ini, karena bengkel sudah tutup sejak jam lima sore.

Cempaka memarkirkan mobilnya persis di sebelah mobil city car berwarna merah. Kemudian melangkah membuka pintu samping menggunakan kunci cadangan miliknya.

Baru beberapa langkah memasuki lantai dua, ia mendengar suara desahan dua anak manusia sedang memadu kasih. Suara sang pria ia tahu pasti siapa gerangan, suara itu sampai membuat bulu kuduknya meremang. Cempaka menggelengkan kepalanya yang tertutup oleh rambut berwarna coklat dan tergerai indah. Mencoba mengindahkan firasat buruk yang tiba-tiba bercokol di hatinya. Tidak mungkin pria itu berbuat seperti ini. Dengan langkah berat Cempaka memberanikan diri mendekati asal suara itu. Seketika matanya membelalak menatap adegan syur yang berada di depan matanya. Pria itu memeluk erat seorang wanita yang sudah telanjang bulat bersandar pada tepi meja dengan salah satu kakinya berada dalam rengkuhan tangan kiri sang pria, dan sedangkan sebelah tangannya yang lain memeluk erat pinggang sang wanita merapatkan tubuh telanjang mereka. Mulut mereka saling melumat, lalu milik sang pria memompa, menghujam dalam-dalam sang wanita hingga lenguh kenikmatan terlepas bebas dari mulut keduanya.

Cempaka terpaku tak dapat bergerak, airmatanya sudah jatuh bercucuran tak terbendung lagi sedangkan bahunya bersandar pada sudut tembok. Matanya tak bisa teralihkan dari pemandangan di depannya. Disaat yang bersamaan ulu hatinya terasa seperti tertekan oleh bongkahan batu dan pecah berkeping-keping. Cukup sudah!

Saat itu juga sang pria menyadari jika mereka berdua tidak sendirian. Ia melirik ke arah Cempaka dengan tatapan tajam mengejek. Ia bukannya menghentikan aktivitasnya, tetapi malah semakin gencar menghujamkan miliknya menusuk inti sang wanita sedangkan sang wanita hanya bisa menjerit dan mengalungkan kedua tangannya di leher sang pria.

Wajah Cempaka memucat dan rasa sesak di dadanya semakin menjadi. Cepat-cepat ia berbalik badan, dengan langkah kaki yang lemah dan terseok-seok segera mengambil vitamin sang ayah dan memaksakan dirinya untuk kembali ke arah mobilnya. Ia lupa jika tadi meninggalkan inhaler miliknya di dasbor mobil.

Sesampainya di mobilnya ia segera menunduk di atas kemudi. Kemudian merendahkan tempat duduknya setengah berbaring dan menghirup inhaler-nya beberapa kali. Ia tak menyangka penyakit sesak nafasnya kambuh di saat begini. Jika ia harus melihat kejadian seperti itu, sebaiknya mungkin ia takkan kembali saja dan menemani si kembar adik sepupunya di Utah Amerika saja.

Keputusannya kembali ke tanah air untuk menggapai cintanya sepertinya sia-sia saja.

Apa yang harus aku lakukan? Merelakan cinta yang selama ini ku jaga. Lalu aku pergi dan membuka hati untuk cinta yang baru? Ataukah berusaha lagi memperjuangkan cinta ini?

"Halo Tante Bunga."

"Iya Nak ?"

"Mbak jadi menerima pekerjaan di Dallas tante."

"Bagus kalau begitu segera kemari ya. Tetapi kamu harus pergi ke San Antonio terlebih dahulu."

"Siap Tante."

"Oh ya Nak, Tante tak ingin melihat wajah kesedihanmu di sini, ok? Tante rindu wajah ceria Cempakaku," ujar Bunga dikala waktu itu.

Ώ

Kembali ke masa kini. Cempaka mengerjakan matanya menghalau air mata yang siap meluncur membasahi pipinya. Saat itu ucapan telepon sang bibi sudah merupakan firasat baginya. Ia merasa keputusannya untuk kembali ke Amerika adalah pilihan yang sangat tepat.

Cempaka menghembuskan nafas mencoba menetralkan detak jantungnya yang tak berhenti berdetak keras karena keberadaan pria yang selalu saja bisa membuat hati ya berbunga-bunga dan juga sakit seperti diremas-remas hanya dengan bertatap muka saja. Dua tahun tak bertemu dan pria itu masih juga menimbulkan efek pada tubuhnya, membuat sarafnya menegang dikala ia merasakan hembusan hangat di tengkuk dan dua tangan kekar berbulu menghimpit dari belakang. Cempaka bisa merasakan keras dan bidangnya tubuh Abimanyu yang sekarang menempel pada tubuh bagian belakangnya, seperti ini.

"Jadi, sekarang kamu kembali dan memutuskan untuk mengacuhkanku begitu?" tanya Abimanyu dengan suara serak persis di sebelah telinga kanan Cempaka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim sang ibu untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski berpendidikan tinggi, ia malah diperlakukan layaknya pelayan oleh Deva, putra bungsu Imelda yang sangat dingin dan angkuh. Perselisihan mereka berujung pada sebuah peristiwa besar yang memaksa keduanya menikah demi menuruti keinginan Imelda. Terryn yang tulus mencintai Deva harus menerima sikap acuh suaminya. Namun, saat hati Deva mulai melunak, Terryn justru memilih pergi menjauh.
Sampul Novel Crazy Woman
8.3
Ria Ananta, seorang putri konglomerat, memilih menyembunyikan identitas aslinya demi menjalani hidup biasa di tengah kemewahan. Namun, kedamaiannya sirna setelah ia berpacaran dengan Christian, seorang idola populer. Penolakan keras dari keluarga kekasihnya memicu depresi berat dan membangkitkan sisi gelap dalam diri Ria. Terjebak dalam hubungan penuh kekerasan, ia kini berjuang melawan kehancuran mental serta dorongan bunuh diri di balik gelimang hartanya.
Sampul Novel Kambing Hitam Cinta, Pengkhianatan Tersembunyi
9.1
Karier arsitekturku hancur demi Tristan, namun sahabatku, Dara, justru menjebakku dalam kasus korupsi sepuluh tahun lalu. Tragisnya, suami, putraku Rehan, dan orang tuaku sendiri malah menghujatku dan memuja Dara. Setelah sekian lama menjadi kambing hitam dan nyaris tewas dalam kecelakaan, aku akhirnya tersadar. Di pesta perusahaan, aku datang membawa bukti kejahatan Dara untuk membalas pengkhianatan mereka dengan kehancuran total.
Sampul Novel Malam Gairah: Cinta Adalah Game Pemberani
7.9
Pernikahan impian Camila hancur seketika saat sang calon suami tidak datang, menjadikannya bahan tertawaan para tamu. Dalam balutan amarah dan rasa kecewa, ia nekat melewati malam bersama seorang lelaki asing. Camila mengira kisah itu selesai begitu saja, tetapi pria misterius tersebut justru menolak pergi dari hidupnya. Kini, Camila dihadapkan pada pilihan sulit: mengabaikan godaan pria itu atau kembali membuka hatinya untuk asmara yang baru.
Sampul Novel Mencintai Dalam Luka
7.9
Selama lima tahun, Vanessa menyerahkan seluruh hidup dan cintanya demi mendampingi Clayton. Namun, kesetiaan itu diuji secara kejam saat sang miliarder dengan sengaja melempar tas Vanessa ke bendungan demi sebuah taruhan status. Tanpa ragu, Vanessa melompat ke dalam air dingin, memicu kepanikan langka di mata Clayton. Ia berhasil kembali ke darat dengan paha yang bersimbah darah dan gelang pemberian Clayton yang telah hancur di tangannya, menyisakan luka fisik dan batin yang mendalam.
Sampul Novel My Crazy Teacher
8.6
Arka Bimantara, guru pengganti rupawan sekaligus cucu pemilik SMA elite di Bandung, menjadi idola baru para siswi. Namun, fokus Arka hanya terkunci pada Nayena Lim, siswi pintar penerima beasiswa. Terpikat pesona Naya, Arka memakai segala taktik untuk mendekatinya. Ia bahkan nekat melanggar batasan etika guru dan memanfaatkan pengaruh besarnya demi memastikan gadis itu tunduk pada semua kemauannya.