APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel A Love Betrayal

A Love Betrayal

Kehidupan rumah tanggaku hancur dalam sekejap setelah menyaksikan suamiku bermesraan dengan seorang wanita asing. Perempuan berambut panjang nan jelita itu merangkul lengannya begitu erat. Keduanya saling melempar tawa bahagia, layaknya pengantin baru yang sedang kasmaran. Siapa sebenarnya sosok wanita misterius tersebut? Rahasia besar apa yang mereka sembunyikan dariku? Inilah kisah penuh misteri tentang kepedihan dan pengkhianatan cinta.
Bab
Bagikan

Bab 2

Suamiku kemudian berlalu ke luar kamar kami. Ditutupnya pintu kamar dengan kasar. Dini hari itu menjadi awal petaka itu dimulai.

Kedua kakiku terasa lemas. Masih tak menyangka, suamiku yang sebelumnya lembut dan hangat kepadaku, kini berubah menjadi seorang pemarah. Kenapa dia berubah? Apa yang salah?

Aku terduduk sembari menangis. Mendengar seruan azan yang menggema dari masjid yang tak jauh dari rumah.

Aku menguatkan kedua kakiku untuk melangkah ke kamar mandi, bergegas wudhu sebelum melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.

***

Aku menyibukkan diri dengan memasak di dapur. Setelah mengetahui kalau suamiku tidur di kamar tamu, hatiku sedikit lega. Suamiku tak memutuskan ke luar rumah atau menemui pengirim pesan yang menjadi pemicu pertengkaran kami.

"Mas, sarapannya udah siap," ucapku membangunkan suamiku.

Aku menggoyangkan lengannya perlahan. Tanpa disangka, ia menepis tanganku yang bersentuhan dengan lengannya.

Dan entah mengapa, hatiku terasa sedikit nyeri mendapatkan penolakan darinya.

Aku meninggalkan kamar tamu. Membiarkan dirinya kembali mengarungi mimpi.

Beruntung saat itu adalah hari Minggu. Yang artinya dia libur bekerja. Tetapi hatiku masih tetap merasa tak tenang. Aku takut suamiku benar-benar pergi menemui orang itu, orang yang tak ku kenali siapa itu.

Jam menunjukkan pukul delapan pagi. Terdengar derap langkah mendekat ke arahku yang tengah bermain dengan Delisha.

Tiba-tiba sebuah tangan kekar menyeret lenganku dengan kasar. Nyaris membuatku terjatuh karena tindakan kasar yang mengagetkan ku. Beruntung saat itu Delisha tak sedang dalam pangkuanku.

Aku menatap pria yang tengah memegang lenganku dengan sangat erat hingga aku meringis kesakitan.

"Kenapa kamu gak bangunin aku?!" geram suamiku, Raka.

"Lepasin dulu tanganmu, Mas." Aku berusaha melepas cengkeraman tangan pria itu yang semakin erat.

"Jawab dulu pertanyaan ku!!" bentak pria itu.

"Sakit, Mas. Lepasin tanganmu! Kamu menyakitiku!" ucapku dengan suara yang mulai meninggi.

Ia melepaskan cengkeraman tangannya dan menghempaskan lenganku kasar. Nyaris saja membuatku terjungkal.

"Aku sudah membangunkan mu jam tujuh tadi. Tapi kamu tak merespon. Kamu bahkan menepis tanganku saat aku berusaha membuatmu terjaga," ucapku sembari mengusap lenganku yang masih terasa nyeri.

"Alah! Alesan! Sudahlah, malas aku melihatmu lama-lama," ucap suamiku kemudian berlalu pergi.

Kulihat dia berjalan menuju kamar kami. Aku tak mengejarnya, karena tak mungkin aku membiarkan Delisha sendirian.

Tiga puluh menit kemudian, Delisha merengek. Sepertinya gadis kecilku kembali mengantuk. Malaikat kecilku itu masih suka tidur karena selalu bangun terlalu pagi. Setiap pukul setengah lima, gadis mungil itu sudah terjaga.

Aku membawa gadis kecilku ke kamarnya. Tepat saat aku membuka pintu kamar anakku, kulihat suamiku berjalan ke luar rumah dengan terburu-buru. Ingin rasanya aku mengejar pria itu dan mengikutinya.

Namun aku mengurungkan niatku mengingat Delisha yang mengantuk dan tak memungkinkan untuk berkendara. Tak mungkin juga aku membiarkan Delisha tinggal di rumah dengan ART yang masih sibuk mengerjakan pekerjaannya di ruang belakang sana.

Aku mengalah. Aku yakin, akan tiba saatnya apa yang suamiku sembunyikan, terbuka dengan sendirinya.

***

Hari sudah mulai sore. Senja sudah mulai menampakkan diri. Matahari sudah hendak kembali ke peraduannya. Aku masih menunggu suamiku di teras rumah. Berharap ia yang pergi sedari pagi, akan pulang sore ini.

Hingga azan Maghrib berkumandang, lelakiku tak kunjung datang. Tak ada kabar yang ia berikan. Apakah dia baik-baik saja di luar sana?

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Aku harus menyiapkan makan malam, khawatir suamiku pulang dalam keadaan lapar.

Saat aku baru saja menutup pintu rumah, terdengar suara mesin mobil memasuki carport rumah kami. Mobil itu berhenti, lalu suamiku tampak keluar dari dalamnya. Raut wajah datar ia tunjukkan saat melihatku menyambutnya di ambang pintu.

Dia mengabaikan ku, lagi!

Aku berusaha tersenyum, menghibur gadis kecil yang sedang aku gendong. Gadis itu merengek saat mendapati ayahnya tak menghiraukannya.

"Mas! Delisha." Aku memanggil suamiku, berharap pria itu mau menoleh ke arah Delisha.

Raut wajahnya berbeda dengan saat melihatku tadi. Suamiku menyambut Delisha yang meminta untuk digendong. Senyuman itu, tak lagi ia tunjukkan kepadaku. Kenapa? Apa salahku? Apa masih karena ponsel itu?

"Titip Delisha dulu sebentar, Mas. Aku mau nyiapin makan malam."

Dia tak menjawab. Hanya sebuah anggukan yang ia berikan sebagai persetujuan.

Aku bergegas memasak secepat kilat agar suamiku tak mengeluh lagi karena masakan lama terhidang. Dia selalu makan malam pukul tujuh, sesudah salat isya'.

Beberapa menit kemudian, makanan sudah selesai aku hidangkan. Aku berjalan menuju ruang tengah di mana Delisha dan suamiku bermain bersama sebelumnya.

Kulihat Delisha tertidur dengan nyenyak dalam dekapan ayahnya. Keduanya tampak kelelahan hingga tertidur di atas sofa.

Aku mendekat ke arah ayah-anak yang tertidur dengan lelap itu. Perlahan aku mengangkat tubuh mungil malaikat kecilku. Berharap makhluk mungil itu tak terusik dengan apa yang aku lakukan.

Menyadari aku mengangkat Delisha, suamiku akhirnya terjaga. Pria itu mengerjap perlahan lalu duduk di pinggir sofa tempat ia tertidur sebelumnya.

"Makan malam sudah siap. Makanlah dulu selagi hangat."

"Hemm." Pria itu mengangguk lalu berjalan menuju wastafel dapur untuk mencuci tangan dan mencuci wajahnya agar sedikit segar.

Aku meletakkan putriku di atas ranjang kecil di kamarnya. Gadis kecil itu tak merasa terganggu saat ku pindahkan. Mungkin ia masih merasa berada dalam dekapan Mas Raka. Sehingga ia tertidur dengan tenang.

Setelah itu, aku berjalan menuju dapur. Hendak menemani suamiku makan malam bersama. Dia masih di sana.

Ku lemparkan senyuman seperti biasanya. Namun, dia tak menatapku lagi. Mengabaikan ku dan bertindak seolah aku tak ada.

"Kamu masih marah, Mas?" tanyaku.

Dia tak menjawab.

"Maaf," ucapku lagi.

"Iya, aku maafin."

Setelah itu, kulihat suamiku meninggalkan meja makan sembari membawa piringnya yang sudah kosong ke tempat cuci piring.

Tak sengaja kulihat sebuah noda merah di kerah baju suamiku yang berwarna biru muda itu. Aku mendekat ke arah suamiku. Terendus bau parfum wanita.

Aku memberanikan diri menyentuh kerah baju suamiku. Memastikan kalau penglihatan ku tak salah. Sebuah noda merah namun tampak samar menempel di sana.

"Apa-apaan kamu?!" seru suamiku yang mungkin terkejut dengan kelakuanku yang tiba-tiba saja menarik krah bajunya.

Aku mundur beberapa langkah. berjaga agar pria itu tak bisa menjangkau ku jika memukul aku saat marah.

"Siapa wanita itu, Mas?" tanyaku dengan suara bergetar.

Mas Raka tampak terkejut. Dia tampak gugup mencari-cari alasan yang semakin tampak kebohongannya.

"B-bukan siapa-siapa. A-apa urusanmu?!" pria itu berusaha menutupi rasa terkejutnya.

"Parfum wanita dan noda merah lipstick, tertinggal padamu. Siapa dia, Mas?"

Selamat membaca ❤️❤️

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim sang ibu untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski berpendidikan tinggi, ia malah diperlakukan layaknya pelayan oleh Deva, putra bungsu Imelda yang sangat dingin dan angkuh. Perselisihan mereka berujung pada sebuah peristiwa besar yang memaksa keduanya menikah demi menuruti keinginan Imelda. Terryn yang tulus mencintai Deva harus menerima sikap acuh suaminya. Namun, saat hati Deva mulai melunak, Terryn justru memilih pergi menjauh.
Sampul Novel DIONESA
8.9
Kepindahan ke sekolah baru membawa perubahan besar bagi Sasa, terutama saat ia dipasangkan sebangku dengan Dion, cowok dingin yang tertutup. Di tengah masa adaptasinya, Sasa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sang ayah telah memiliki kekasih baru. Kesedihan Sasa rupanya mampu menyentuh hati Dion yang semula apatis. Ia pun mulai membuka diri demi menghibur Sasa. Kebersamaan ini menyingkap rahasia masa lalu Dion, sekaligus menumbuhkan benih cinta yang manis di antara mereka.
Sampul Novel Dominasi Yang Disengaja
8.1
Setelah tiga tahun menikah, Dahlia Nicholson memutuskan menceraikan Dustin Rhys. Merasa berada di puncak kesuksesan, Dahlia menganggap suaminya itu hanya beban yang tidak berguna. Namun, di balik keangkuhannya, Dahlia tidak menyadari sebuah kenyataan besar. Seluruh pencapaian luar biasa dan kekayaan melimpah yang ia nikmati saat ini sebenarnya merupakan hasil bantuan rahasia dari Dustin, sosok suami yang selama ini selalu ia remehkan tanpa tahu diri.
Sampul Novel GAIRAH LIAR PLAYBOY TAJIR
8.0
Leon Indrajaya, pewaris takhta bisnis properti yang kaya, menyembunyikan trauma masa kecil di balik tabiat dingin dan temperamentalnya. Demi menyembuhkan luka batin itu, sang ayah memaksanya menjalani terapi dengan psikiater menawan bernama Evita Caroline. Meski menyadari bahwa Evita telah bertunangan dengan CEO Young Entertainment, Belvin Alexander, Leon justru terobsesi padanya. Akankah ia nekat merebut Evita dan memicu perang besar antarkeluarga konglomerat?
Sampul Novel Gairah Nakal Remaja
9.2
Kedewasaan tak melulu soal usia, melainkan dibentuk oleh lingkungan dan pergaulan. Kisah romansa modern ini membawa kita menyusuri memori masa SMA hingga kuliah yang sarat gejolak cinta remaja. Dirancang untuk menghidupkan kembali kenangan indah masa lalu, alurnya menyajikan konflik emosional yang mendalam. Karena terdapat konten eksplisit dan adegan khusus dewasa di beberapa bagian, pembaca diharapkan bersikap bijak dan menyikapinya secara dewasa.
Sampul Novel KEJUTAN UNTUK HARI PERNIKAHAN
8.9
Persahabatan tulusku dengan Ratna hancur setelah ia mengkhianatiku bersama Bagas, calon suamiku. Demi merebut harta keluargaku, mereka diam-diam menjalin hubungan gelap. Beruntung, rencana jahat ini terungkap sesaat sebelum pernikahan dimulai. Acara pun batal, namun Papa justru memaksaku menikahi lelaki lain yang sangat kubenci. Di tengah rasa sakit akibat pengkhianatan ini, lembaran baru kehidupanku terpaksa dimulai bersama pria yang paling kuhindari.