
18 Kali Gagal Nikah
Bab 2
Sore hari, aku langsung kembali ke perusahaan dan menyerahkan surat pengunduran diri kepada atasanku.
"Apa Nathan tahu kamu ingin mengundurkan diri?"
Atasanku dikejutkan oleh keputusanku. Bagaimanapun, aku sudah menjadi pramugari terbaik di maskapai ini selama tujuh tahun berturut-turut dan memiliki peluang yang besar di maskapai ini.
Aku tersenyum masam sambil menjawab, "Aku akan memberitahunya malam ini, tapi kurasa dia nggak akan peduli."
"Selama beberapa tahun ini, kalian terbang di rute baru dan memenangkan banyak penghargaan. Bahkan tiga tahun lalu, Presdir pun menghadiri resepsi pernikahan kalian. Semua orang iri pada kalian, tapi ...."
Manajer menghela napas dalam-dalam, dia sangat menyayangkan kepergianku.
Benar, semua itu adalah kenangan yang indah.
Namun, kenangan hanyalah kenangan dan kami tidak dapat kembali ke masa lalu.
Setelah menyerahkan surat pengunduran diri dan pulang ke rumah, waktu sudah menujukkan pukul 10 malam.
Rumah sangat sunyi, tidak ada seorang pun di dalam.
Tiba-tiba muncul notifikasi Shilla mengunggah postingan baru di Instagram, dia bahkan menandaiku.
"Guru, terima kasih sudah menemaniku sore ini. Sebagai balasannya, besok aku akan mentraktir Guru menonton konser, aku sudah nggak sabar!"
Aku tahu meskipun tadi siang Nathan mengatakan akan pulang malam ini, kenyataannya dia tidak pulang.
Selama tiga tahun menikah, hal seperti ini sudah sering terjadi.
Setelah menyeduh semangkuk mi instan, aku membuka surat elektronik-ku.
Melihat tawaran dari belasan maskapai penerbangan di dunia, kursorku berhenti pada undangan dari Gana Air. Aku menerima tawaran itu, lalu memesan tiket pesawat ke Doma dua hari kemudian.
Lima tahun yang lalu, dalam perjalanan menuju Doma, Nathan mengalami kecelakaan terbesar dalam perjalanan kariernya. Sejak saat itu, Doma menjadi pantangan terbesar dalam hidupnya.
Bukan hanya dia yang tidak pernah menerbangkan pesawat ke Doma lagi, bahkan aku pun tidak pernah pergi ke Doma lagi.
Nathan, setelah aku pergi ke Doma, seumur hidup kita mungkin tidak akan bertemu lagi.
Anda Mungkin Juga Suka





