APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel You Are My Heart

You Are My Heart

Sebuah proyek kerja mempertemukan kembali Cia Li, seorang ahli botani, dengan sang Presdir sukses bernama Ling Yue. Reuni ini menguak kembali memori masa lalu yang diselimuti kesalahpahaman besar. Cia Li mengira cintanya bertepuk sebelah tangan, sedangkan Ling Yue telanjur percaya bahwa Cia Li membencinya. Di tengah perbedaan profesi yang kontras, kini mereka harus menghadapi gejolak perasaan lama. Akankah luka masa lalu itu bisa disembuhkan demi menyelesaikan kisah cinta mereka yang tertunda?
Bab
Bagikan

Bab 3

Jiao Ling langsung berangkat setelah mendengar kabar dari pihak rumah sakit. Selama perjalanan, dia tak henti-hentinya berdoa. Dia berharap, sahabatnya itu baik-baik saja.

Tak butuh waktu lama, Jiao Ling pun sampai di sana. Dia berlarian menuju ruangan UGD. Wajahnya tampak panik sekali.

“Nona, pasien yang bernama Cia Li ada di sebelah mana?” dia bertanya kepada perawat wanita yang sedang berjaga di sana.

“Maksud mu, nona Cia Li korban kecelakaan mobil sekitar 1 jam yang lalu?”

“Iya benar, aku mencarinya.”

“Nona Cia Li berada di ruang UGD. Dia baru saja ditangani oleh Dokter, dan sedang beristirahat di salah satu bed pasien paling ujung.”

“Baik, terimakasih atas informasinya. Aku akan ke sana sekarang!” Jiao Ling melangkah dengan terburu-buru.

“Sreek!” dia membuka gorden penutup.

“Cia Li? Kau tidak apa-apa kan? Mana yang sakit?” Jiao Ling berhamburan memeluk sahabatnya tersebut.

“Kau tenang saja, aku tidak apa-apa. Hanya kepala ku saja yang sedikit robek dan mengeluarkan banyak darah. Selebihnya aman.” Cia Li mengulum senyum untuk menenangkan Jiao Ling. Wajah sahabatnya itu kelihatan pucat sekali saking khawatirnya.

“Syukurlah, jantung ku hampir copot mendengar kabar mu.” Dia mengelus dadanya lega.

“Ohiya, apa kau sudah beritahukan hal ini pada paman dan bibi Li?” tanya Jiao Ling kemudian.

“Tidak. Aku tidak mau membuat mereka khawatir. Lagi pula, aku kan tidak kenapa-kenapa.” dia sebenarnya merasa bersalah karena tidak bisa menjaga dirinya dengan baik.

“Kalau begitu, aku akan merawat mu. Kau harus tinggal beberapa hari ke depan di tempat ku. Jangan menolak dan jangan membantah! Kalau tidak, aku akan memberitahukan soal ini pada paman dan bibi Li!” dia terpaksa mengancam sahabatnya itu. Namun di balik itu semua, dia benar-benar sosok yang peduli dan menyayangi Cia Li. Mereka sudah seperti saudara sungguhan.

“Tentu saja kau harus merawat ku! Memangnya siapa lagi yang bisa ku repotkan selain diri mu.” Cia Li menggodanya.

“Huu!” Jiao Ling bersidekap dan mengerucutkan bibirnya lucu.

“Hei jangan begitu! Lebih baik, sekarang kau tolong aku untuk mengambilkan handphone ku pada perawat panjaga. Aku ingin menghubungi guru Sheng Li. Aku harus bekerja sama dengan guru untuk merahasiakan hal ini dari orang tua ku. Aku harus membuat alasan yang realistis pada mereka.” Cia Li bertingkah imut agar sahabatnya itu mau membantunya.

“Hah, baiklah. Kau tunggulah di sini!” Jiao Ling melangkah pergi menuju meja penjaga. Kalau di pikir-pikir, sahabatnya itu memang harus membuat alasan yang tepat untuk bisa tetap tinggal beberapa hari ke depan di tempatnya. Dan pekerjaan adalah alasan yang paling tepat.

Tap, tap, tap..

Dia berjalan pelan agar tidak mengganggu pasien yang lain.

‘Tunggu dulu! Sepertinya aku mengenal pria itu?’ Jiao Ling tiba-tiba berhenti karena melihat seorang pasien yang sedang di pindahkan ke ruang perawatan.

‘Aah, mungkin aku hanya salah lihat. Mana mungkin dia sakit dan di rawat di rumah sakit sekecil ini. Jika benar dia kenapa-kenapa, seluruh daratan China pasti akan dibuat gempar. Buktinya, tidak ada berita apa-apa kan.’ dia kembali melanjutkan perjalanan-nya.

Sementara itu, di tempat yang sama.

“Presdir, aku minta maaf karena sudah membuat mu celaka.” Chen Li merasa bersalah dan tertunduk lemas.

Chen Li beruntung karena dia tidak kenapa-kenapa, sedangkan Ling Yue terlempar ke depan dan membentur kursi. Kepalanya terluka dan mengeluarkan darah yang cukup banyak. Lengan kanannya juga terkilir, tapi sepertinya tidak terlalu parah.

“Ini bukan salah mu Chen Li, kau tidak perlu merasa bersalah.”

“Ngomong-ngomong, apa kau sudah melihat kondisi korban yang menabrak kita?” Ling Yue tiba-tiba kepikiran dengan orang itu.

“Belum Presdir. Tapi aku sudah berbicara dengan polisi yang menangani kasus kecelakaan. Katanya rem mobil orang itu tidak berfungsi dengan baik. Tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus ini.”

“Mmm, baguslah.”

_____

Setelah mendapatkan handphone-nya kembali, Cia Li pun langsung menghubungi gurunya.

“Apa? Kau kecelakaan? Lalu, bagaimana kondisi mu?” Sheng Li sangat terkejut hingga menjatuhkan sampel daun yang ia pegang.

“Guru tenang saja, aku tidak apa-apa. Hanya luka kecil di kepala dan dokter sudah menanganinya dengan baik. Guru jangan bilang soal ini pada orang tua ku yah. Aku akan tinggal beberapa hari di tempat Jiao Ling selama penyembuhan. Bilang saja ke mereka, kalau aku sedang ada pekerjaan yang diselesaikan di sini.” Cia Li berusaha menenangkan sang guru dan mengajaknya berkompromi.

“Hah, sepertinya aku tidak punya pilihan lain. Tapi, aku akan pergi ke kota sekarang juga untuk memastikan kondisi mu.” walaupun katanya dia tidak kenapa-kenapa, Sheng Li tetap harus memastikan kondisinya langsung.

“Ya, jika itu bisa membuat Guru tenang tidak apa-apa. Aku berada di rumah sakit Guma.”

“Mmm, kau tunggulah. Aku akan berangkat sekarang!”

Bip.

Sambungan panggilan tersebut dimatikan secara sepihak.

Sheng Li segera mengemasi barangnya. Kebetulan, dia tinggal di sebuah rumah kecil yang berada persis di samping labolatorium tersebut.

Alasan Sheng Li membangun labolatorium di desa itu adalah karena Cia Li. Semangatnya untuk menjadi seorang ahli Botani hebat membuat Sheng Li tersentuh.

Awalnya, mereka kenal saat Sheng Li melakukan kunjungan penelitian ke desa tempat Cia Li tinggal. Dia mencari dan mencoba membudidayakan sebuah tanaman langkah yang hanya tumbuh di wilayah itu. Dia menghabiskan waktu yang cukup lama di sana. Projek yang sedang dia kerjakan itu adalah projek yang sangat besar, bahkan tuan Ling Hao sempat datang ke tempat tersebut beberapa kali. Waktu itu Cia Li masih kecil, dia berusia sekitar 10 tahun.

“Kakek Sheng Li mau ke sini yah?” tanya Jiao Ling.

“Iya, guru mau ke sini katanya. Dia mau memastikan keadaan ku.”

“Kakek Sheng Li sungguh sangat menyayangi mu.” Jiao Ling tersenyum senang.

“Ya, aku sangat beruntung bisa bertemu dengan seorang legenda sepertinya.” Cia Li mengangguk setuju.

“Astaga! Aku baru ingat! Ada korban lain yang harusnya aku temui.” Cia Li terlonjak kaget.

Jiao Ling yang mendengar teriakan Cia Li ikut terkejut mendengarnya.

“Ma-maksud mu, pas kejadian kecelakaan, kau menabrak seseorang? Ya ampun!” Jiao Ling malah berpikiran lain.

“Bukan begitu. Aku tidak menabrak orang secara langsung. Lebih tepatnya, mobil ku bertabrakan dengan mobil orang lain. Itu semua terjadi karena rem mobil ku yang tidak berfungsi dengan baik.” Cia Li mendengus khawatir mengingat kejadian beberapa jam yang lalu itu.

“Oo, seperti itu ternyata. Kau membuat ku kaget saja!” Jiao Ling menghembuskan nafas lega.

Tiba-tiba saja, seorang dokter datang menghampiri mereka.

“Selamat siang Nona Cia Li. Saya datang untuk memberitahukan hasil pemeriksaan anda.” Dokter itu tersenyum ramah padanya.

“Selamat siang Dokter. Mmm, semoga hasilnya baik-baik saja.” Cia Li sedikit khawatir dengan hasil pemeriksaannya.

“Hahaha, tenang saja Nona Cia Li. Menurut hasil pemeriksaan, semuanya baik-baik saja. Anda hanya perlu istirahat dan merawat luka di kepala anda selama beberapa hari ke depan.” Dokter tersebut mangguk-mangguk sambil melihat kertas hasil pemeriksaan yang ada di tangannya.

“Hah, syukurlah.” Cia Li merasa lega sekali.

“Kalau begitu, saya permisi dulu. Semoga luka anda cepat pulih dan bisa beraktivitas normal kembali.” pamitnya, kemudian segera berlalu dari sana.

Lama Cia Li menunggu, akhirnya Sheng Li pun sampai di rumah sakit itu. Dia datang bersama dengan supir pribadinya.

“Bagaimana kondisi mu? Apa hasil pemeriksaannya sudah keluar?” Sheng Li nampak khawatir sekali dengan kondisi muridnya itu.

Cia Li yang mendengar suara sang guru, langsung bangkit dari tidurnya. Untung saja dia sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Kalau tidak, Sheng Li pasti sudah di tegur oleh perawat penjaga karena suaranya akan mengganggu pasien lain.

“Haiya, Guru tenang saja. Kondisi ku baik-baik saja.” senyuman Cia Li mengembang melihat tingkah panik sang guru.

Tanpa di duga..

“Selamat siang Nona Cia Li!” seorang polisi datang ke ruangan tempat ia dirawat.

Deg!

‘Mungkinkah polisi itu datang untuk menangkap ku?’ batin Cia Li mulai ketakutan.

Tapi tunggu dulu, ada orang lain yang ikut di belakang polisi tersebut. Sepertinya orang itu di dorong dengan menggunakan kursi roda.

Tap, tap, tap.

Sosok itu nampak semakin jelas.

Hingga..

‘Kak Ling Yue?’ mata Cia Li membulat sempurna melihat sosok yang ada di hadapannya saat ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Derita Suami Mandul
8.2
Rumah tangga Jaka dan Fatimah berada di ambang kehancuran akibat belum hadirnya buah hati. Desakan dari keluarga Fatimah akhirnya membongkar fakta bahwa Jaka mandul. Di tengah ujian ini, Fatimah goyah lalu berselingkuh dengan mantannya sampai mengandung. Jaka yang terkhianati memilih untuk menggugat cerai. Setelah perpisahan resmi terjadi, kini keduanya harus menjalani kehidupan baru yang diwarnai kepedihan serta penyesalan mendalam.
Sampul Novel Lelaki Kedua
9.5
Tepat sebelum pernikahan, Arimbi Maulida mendapati tunangannya, Seno, berselingkuh hingga sepupunya, Nina, hamil. Demi menjaga nama baik keluarga dari skandal ini, ayah Arimbi memaksa Ganesha, kakak Seno yang kaku dan gila kerja, untuk menjadi suami pengganti. Meski dilingkupi rasa benci dan takut pada Ganesha, Arimbi tak punya pilihan selain menerima pernikahan dingin ini. Keadaan kian rumit saat Seno yang menyesal mulai mengejar Arimbi kembali.
Sampul Novel MENGGODA MANTAN ISTRI
9.1
Valeria memilih bercerai dan pindah ke London karena terluka oleh Alan, suaminya yang terlalu ramah pada semua orang. Saat terpaksa pulang ke Indonesia demi menyelamatkan bisnis ayahnya yang hampir bangkrut, Valeria justru menghadapi dilema besar. Alan datang menawarkan bantuan keuangan, namun dengan syarat yang merendahkan harga dirinya: Valeria harus bersedia menjadi kekasih gelapnya. Sanggupkah Valeria menerima tawaran dari sang mantan suami?
Sampul Novel Menjadi Istri Pengganti
8.7
Demi menjaga nama baik keluarga karena pengantin wanita kabur, Satya harus menikahi Arabella Sky, anak sahabat orang tuanya. Bella yang baru lulus kuliah menerima pernikahan ini demi membalas budi. Namun, pernikahan tanpa cinta mereka diuji saat mantan kekasih Satya datang kembali untuk merebut posisinya, sementara mantan kekasih Bella juga terus mengejarnya. Akankah mereka goyah atau justru bertahan demi menjaga janji suci tersebut?
Sampul Novel Ngejar Dari Sekolah
7.9
Airy Julietta tak pernah lelah mengejar Nickolas Edsel Sanders. Walau pemuda jenius itu kerap menolak dengan kalimat tajam, Airy tetap bertahan. Sikap keras kepala ini membuat sang sahabat, Rayna, gemas. Rayna pun berharap Airy membuka hati untuk Mark, siswa baru yang menyukainya dengan tulus. Menjelang kelulusan sekolah, Airy bersiap menyatakan cintanya untuk terakhir kali. Akankah usahanya berbuah manis? Kisah cinta yang penuh lika-liku ini terus bergulir hingga mereka di bangku kuliah.
Sampul Novel Pengasuh Putraku Ternyata Ibu Kandungnya
8.2
Demi membiayai pengobatan sang ibu, Aera Jung Jun yang baru berusia tujuh belas tahun terpaksa menjadi ibu pengganti bagi putra Myung Dae Hyun atas desakan Tuan Besar Hyun. Empat tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Aera melamar sebagai pengasuh di rumah Dae Hyun tanpa menyadari bahwa anak yang dia rawat adalah darah dagingnya sendiri. Akankah rahasia besar masa lalu ini terungkap seiring tumbuhnya benih cinta di antara mereka?