
Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai
Bab 4
Di dalam brankas itu tidak ada tumpukan uang tunai, hanya ada satu map kertas cokelat dan sebuah album foto.
Karina terlebih dahulu membuka map itu. Ternyata berisi laporan investigasi kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa ayahnya.
Matanya segera menyapu baris-baris kalimat yang datar dan kaku.
Beberapa baris kunci kalimat itu, seperti besi panas yang membakar matanya.
[Setelah peninjauan ulang. Ditemukan bahwa konsentrasi alkohol dalam darah pengemudi sangat tinggi, jauh melebihi batas hukum untuk mengemudi dalam keadaan mabuk.]
Semua dokumen dan bukti itu lengkap, rapi, dan tak terbantahkan.
Jari-jari Karina gemetar hebat saat menggenggam lembaran kertas itu. Buku-bukunya sampai berbunyi karena terlalu kaku.
Jerry, dengan segala keahlian dan koneksi hukum yang dimilikinya, telah memalsukan bukti-bukti secara sistematis. Demi membebaskan Yuna, pelaku tabrak lari yang mabuk, dari tanggung jawab pidana.
Semua ini dia lakukan demi menjaga masa depan gemilang “teman masa kecilnya.”
Karina teringat ayahnya di ranjang kematian, menggenggam tangan Jerry erat-erat, dengan mata keruh penuh harap, “Jerry... Aku titipkan Karina padamu... Lindungi dia, seumur hidup...”
Waktu itu, Jerry berlutut di samping ranjang. Matanya merah, suaranya serak namun penuh tekad, “Paman tenang saja! Aku, bersumpah akan melindunginya dengan nyawaku. Aku tidak akan mengecewakan kepercayaan ini, seumur hidupku!”
Sumpah itu masih terngiang di telinga Karina.
Namun, kenyataannya yang Jerry lindungi adalah pembunuh ayahnya!
Yang tidak ingin dia kecewakan adalah masa depan Yuna.
Kecelakaan tragis yang merenggut ayahnya, menghancurkan hidup Karina. Di mata Jerry hanya ‘masalah’ yang menghalangi karier sang kekasih.
Kesedihan dan rasa tak percaya menelan Karina seperti tsunami.
Dadanya terasa nyeri hingga kejang. Dia menekan kuat dadanya, tapi tak bisa menahan rasa sakit yang memenuhi tenggorokannya.
Dengan gerakan kaku, dia menyalin dan memotret semua dokumen sebagai bukti.
Kemudian, dia mengambil album foto dari dalam brankas.
Saat dibuka, di dalamnya penuh dengan foto-foto Jerry dan Yuna, dari masa sekolah hingga saat ini, penuh kemewahan dan sinar lampu sorot.
Di setiap foto, Yuna tersenyum cerah di samping Jerry, bersandar manja seperti pasangan yang sempurna.
Foto paling baru diambil bulan lalu, latarnya pantai sebuah destinasi liburan mewah di luar negeri.
Yuna mengenakan bikini seksi, kedua tangannya memeluk leher Jerry, dan meninggalkan bekas ciuman di pipinya.
Sementara Jerry, tidak menghindar dan tidak marah, bahkan tersenyum lembut. Bibirnya terangkat dan mata yang memandang Yuna penuh kelembutan dan nyaman. Ekspresi yang tak pernah ditunjukkannya pada Karina.
Seperti diserang ribuan paku es menusuk jantungnya berulang-ulang, rasa sakit itu membuatnya tumpul hingga akhirnya mati rasa. Yang tersisa hanyalah kehampaan yang dingin.
Semua keraguan dan lukanya mendapat pembenaran paling kejam.
Rumah ini tak ubahnya seperti penjara.
Dengan sisa tenaga terakhir, Karina menyeret tubuhnya ke studio di pusat kota. Satu-satunya tempat yang masih benar-benar miliknya sendiri.
Baru beberapa menit duduk, keributan terdengar dari luar studio.
Anda Mungkin Juga Suka





