APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wedding SexDoll (Pemuas Hasrat Pernikahan)

Wedding SexDoll (Pemuas Hasrat Pernikahan)

Loveline terjebak dalam pernikahan siri yang dingin bersama King Antareksa. Ia hanya dianggap sebagai pemuas nafsu tanpa hak untuk dicintai atau hamil. Meski tubuhnya dieksploitasi habis-habisan oleh sang suami yang kejam, Love merindukan kasih sayang tulus. Konflik memuncak saat King berencana meminang wanita lain tanpa melepaskan Love. Di tengah tekanan dan dominasi King, Love justru mengandung. Akankah rahasia kehamilan ini menghancurkan hidupnya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku memutuskan untuk tetap berangkat ke butikku. Aku tak masalah, jika saja nanti King akan menghukumku di ranjang. Toh, aku sudah sangat sering mendapatkan hukuman ranjang dari King. Lagipula, King juga tak akan menyakiti atau membunuhku, dia hanya akan membuatku tak bisa berjalan di pagi berikutnya, karena dia yang menghujam habis lubangku dengan benda pusakanya yang menjadi impian kaum hawa itu.

"Nyonya, mau ke mana?" Salah seorang pelayan bertanya kepadaku.

Aku binggung untuk membuat alasan. Sepertinya sebelum King pergi, dia sudah meminta kepada para pelayan untuk tak memberikan izin kepadaku keluar.

Aku terus berpikir hingga akhirnya menemukan jawaban yang tepat. "Bibi, aku ingin membeli beberapa obat dan juga skincare." Kuharap aku mendapat izin.

"Apakah sangat perlu, Nyonya? Tadi Tuan King meminta kami untuk tak membiarkan nyonya keluar." Wajah pelayan itu nampak bimbang. Ternyata tebakanku memang benar.

"Bibi tenang saja, aku hanya sebentar kok. Setelah membeli semuanya aku akan pulang dengan cepat. King tak akan tahu." Kuharap pelayan ini mau menurutiku.

"Baiklah, Nyonya." Aku bersorak di dalam hatiku.

"Baiklah, Bi. Aku akan pergi sekarang." Aku buru-buru keluar saat pelayan membuka kunci pintunya.

"Apa nyonya akan pergi dengan supir?"

Aku menggeleng. "Aku akan memesan taksi online saja, Bi."

Setelah taksi pesanku datang, aku buru-buru masuk dan meluncur ke butikku.

Sesampainya di sana aku langsung disambut dengan Kevin yang duduk di ruanganku.

"Kevin?" Aku buru-buru menutup pintunya lagi.

Aku menjadi sedikit paranoid, jika saja ada King yang akan tiba-tiba muncul seperti kemarin.

"Kenapa kau ke sini?" Aku bertanya sambil menarik tangan Kevin untuk masuk ke kamar yang ada di dalam ruangan ini. Aku takut jika ada yang melihat keberadaan Kevin di sini.

"Aku mencemaskanmu, Love. King tak macam-macam kan?" Kevin bertanya dengan raut wajahnya yang cemas. Aku yakin Kevin pasti takut melihat emosi King yang seperti kemarin.

Aku menggeleng, dan arah pandang mataku tertuju kepada luka lebam yang ada di wajah Kevin.

"Maafkan King ya. Dia memukulimu kemarin." Aku sangat merasa bersalah untuk yang satu itu.

Kevin mengangguk, lalu kedua tangannya menggenggam tanganku. Membimbing tanganku untuk menyentuh luka lebam di wajahnya.

"Ini sakit, tapi tak masalah, asalkan aku boleh selalu menemui dirimu, Love."

Aku terkekeh dan mengangguk. Kevin memang sangat manja, aku lebih menganggap dia sebagai adikku sendiri. Toh aku ini anak yatim piatu yang tak memiliki saudara. Jadi keberadaan Kevin di antara suami dan keluarga mertuaku sangatlah menghibur diriku.

Rupanya Kevin datang dengan membawa makanan kesukaanku. Aku tak bisa menolak, tapi aku teringat perihal diet yang sedang kujalani.

"Kenapa tak mau? Apa rasanya berbeda?" Kevin menjilat sendok milikku. Padahal sebelumnya aku sudah memakai sendok itu.

"Tidak, itu lezat. Hanya saja aku sedang diet."

Kita berdua membicarakan banyak hal. Hingga sampailah aku menceritakan kepada Kevin, tentang King yang akan menikah lagi dengan seorang wanita bernama Vivian.

"Jika begitu itu bagus, Love. Kau bisa menceraikan dia. Dan memulai hidupmu yang pasti akan lebih bahagia." Kevin nampaknya bahagia dengan kabar ini.

Dia sampai tersenyum cerah dan membuat ujung-ujung garis di matanya nampak sangat jelas.

"Aku tak bisa. Karena King tak ingin menceraikan aku." Kulihat Kevin yang langsung bangkit, dengan memukul kuat meja ini. Aku kaget melihat reaksi Kevin ini.

"Kevin, ada apa?" aku bertanya kepadanya dengan panik. Meja yang ia pukul bukan meja biasa. Ini meja yang terbuat dari batang pohon mahoni yang sangat keras.

Dia memandangku tepat di mata. Lalu mencengkram kedua bahuku cukup erat. Wajahnya dipenuhi guratan halus. Dan dia tak terlihat baik-baik saja.

"Love, kenapa? Kau bisa melawannya kan? Apa satu tahun ini kau betah dengan King? Dia tak mengakuimi seperti istri! Dia hanya memanfaatkan tubuhmu!" Aku bergetar. hebat ketika Kevin secara gamblang menyatakan semua hal itu.

Aku menggeleng dan mencoba melepaskan cengkeramannya yang begitu kuat di bahuku, tetapi aku tak mampu.

"Love, kau tak akan bahagia dengannya! Dan ini adalah kesempatan bagimu untuk lepas selamanya dari Kevin. Ceraikan dia."

Aku tak bisa menceraikan King secara tak langsung aku benar-benar mencintainya.

Kevin masih belum selesai meyakinkan dirinya. Kali ini dia sedikit agak nekad. Dia semakin mendorong tubuhku, hingga aku terhimpit tembok.

Bibir Kevin semakin dekat dengan wajahku. Aku takut. Seketika Kevin tak terlihat seperti Kevin yang aku kenali.

"Aku ... aku mencintaimu, Love." Nada suara Kevin yang seperti sangat lelah untuk menyimpan perasaannya kepadaku mulai mask ke dalam telingaku.

Aku tak salah dengar? Kevin mencintai aku? Aku yang merupakan istri dari saudara jauhnya?

Ini tidak benar. Aku menggeleng kuat dan berusaha untuk mendorong Kevin menjauh, kali ini aku berhasil. Kevin terdorong lumayan jauh ke belakang.

"Kev, ini tak benar. Bagaimana kau bisa mencintaiku? Aku--"

"Ya! Aku sangat mencintaimu, Love. Aku ingin memilikimu, tapi takdir lebih dulu membawamu kepada King!" Kevin menyatakan perasaannya yang ia pendam di depanku secara langsung.

Debaran hatiku tak bisa berhenti sejak tadi. Bahkan aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan.

Tuhan, kenapa kau selalu membuatku ada di dalam keadaan seperti ini?!

"Loveline ... ceraikan King. Lalu menikahlah denganku."

Aku tak percaya dengan ajakan Kevin yang sangat terang-terangan itu. Bagaimana bisa dia berpikir semuanya semudah itu?!

"Kevin. Jangan seperti ini. Semuanya salah. Aku tak bisa bercerai dari King. Dan aku tak bisa menikah denganmu. Aku tidak bisa." Aku menggelengkan kepalaku hebat. Aku ingin menangis dan berteriak saat itu, tetapi Kevin yang di luar kendali kembali maju dan menerjangku.

Dia membawa tubuh kami ke atas ranjang. Dia menghapus air mataku, tapi dia tak mendengarkan aku untuk berhenti melakukan ini semua.

"Love, kita bisa pergi sejauh mungkin dari negara ini, dari King dan dari keluarganya. Kumohon, Loveline ... aku tak bisa menghapuskan cintaku kepadamu." Kevin memohon di depanku. Dia menangis dan air matanya jatuh di atas wajahku.

Untuk beberapa saat aku sangat ingin menyetujui keinginan Kevin. Aku sempat berpikir jika lebih baik dicintai daripada mencintai. Kevin mencintaiku kan? Apa aku harus menuruti Kevin?

"Love! Aku berjanji kepadaku, aku akan membuatmu bahagia. Aku tak akan membuatmu merasa sedih dan kecewa seperti yang King lakukan."

Kevin tak main-main saat itu. Aku sangat tahu dari raut wajahnya yang dipenuhi keseriusan.

"Love-"

Brak-!

"I-bu Loveline?" Seorang pekerja di butikku memergoki aku dan Kevin yang sedang dalam posisi seperti ini.

"Kevin! Minggir!" Aku mencoba mendorong Kevin. Tapi Kevin tak tergoyahkan. Dia menatap pekerjaku itu sambil mengancamnya.

"Pergi dan tutup mulutmu! Atau aku akan berbuat sesuatu yang tak pernah kau bayangkan!" seru Kevin yang langsung membuat pekerjaku ketakutan dan mengangguk mematuhi Kevin.

Setelahnya Kevin kembali fokus kepadaku yang masih berusaha untuk lepas dari jeratannya.

"Loveline, apa jawabanmu? Kau mau kan? Kau harus mau." Kevin terus memaksaku.

Namun, aku masih dilema untuk memilih.

"Beri aku waktu, Kev. Aku harus memikirkan semua ini matang-matang." Syukurlah Kevin mau mengerti. Dia sudah melepaskan diriku. Lalu setelahnya mengecup dahiku.

"Aku yakin kau akan memilihku. Aku akan memberimu watu selama tiga hari untuk memikirkan segalanya, Love."

Kini Kevin telah pergi dan meninggalkan diriku dengan semua pikiran rumit yang memenuhi otakku.

"Astaga! Ini hampir sore, bagaimana jika King sudah pulang? Aku harus segera pulang!" Aku tak mau King menemukan aku yang tak berada di rumah. Dia pasti akan memarahi semua pelayan, jika hal itu terjadi.

Tapi aku baru saja ingat, jika sore ini adalah jadwalku untuk menemui client yang akan berkonsultasi untuk gaun pernikahan mereka.

"Aku akan menanyakan kepada Bibi, apa King sudah di rumah atau belum." Setelah berbincang di telepon dengan Bibi, aku menghela nafasku lega. King belum ada di rumah dan kemungkinan King akan pulang larut, sama seperti biasanya.

Jadi aku masih memiliki waktu. Aku bergegas untuk ke tempat janjianku dengan Client.

Sesampainya aku di sebuah restoran yang cukup ramai, aku langsung paham jika Client-ku duduk membelakangi diriku dengan calon suaminya.

Tapi kenapa punggung calon suami Client-ku nampak tak asing?

Aku membuang semua pikiran negatif yang ada di hatiku. Dan segera melangkah lebih dekat ke meja Client-ku.

"Maaf menunggu lama, Samantha."

Sapaanku menjadi hambar saat aku melihat siapa sosok pria yang ada di dekat Samantha, Client-ku.

"Oh? Hai, kau desainer gaunku kan?" Samantha berdiri dan menyambut kedatanganku.

Aku membeku di tempatku berdiri dengan hati yang kembali terasa teriris.

"Perkenalkan, namaku Vivian Samantha. Dan ini adalah calon suamiku, King Antareska."

Deg!

King menatapku dengan tatapan dingin yang menusuk. Apa King sengaja?! Apa King sengaja memesan gaun di butikku? Dia ingin membuat hatiku semakin sakit?

"Kau memesan gaun di tangan yang tepat, Vivian." King bersuara setelah kami bertatapan.

"Sangat tepat." Kali ini King berdiri dan mendekatiku yang semakin bergetar menahan Isak tangis.

"Ya, aku dengar jika butik miliknya sangat terkenal dengan desain yang orisinil. Aku ingin membuat gaun pernikahanku denganmu sangat indah." Vivian sama sekali tak tahu sepertinya tentangku. Aku adalah Loveline Amaris, istri pertama King.

Aku tak terkejut. Karena aku tahu selama satu tahun ini, King tak pernah memperkenalkan diriku secara langsung ke orang-orang. Dia hanya mengatakan jika memiliki seorang istri tanpa menyebutkan nama ataupun menunjukkan wajahku kepada dunia.

"Kenapa kalian berdua masih berdiri? Ayo duduk."

Aku dan King masih terdiam. Hingga tiba-tiba King menarik paksa tanganku keluar dari restoran.

"King! Hei! Kalian mau ke mana?! King!" Bahkan teriakan dari Vivian tak dihiraukan oleh King.

King seperti tengah kesetanan. Dia menarik tanganku kuat sekali. Setelah memasukan tubuhku ke dalam mobil, dia langsung menutup pintunya sangat kuat.

Brak-!

Dia melajukan mobil ini dengan brutal. Aku bahkan sangat takut walau untuk membuka mataku saat ini.

Kurasakan mobil ini berhenti. Saat itu aku membuka mataku dan melirik King yang mencengkram kuat stir mobil.

"King-"

"Diam! Aku tak memintamu bicara!" King sangat marah kepadaku. Tapi bukannya aku yang harusnya marah kepadanya? Bukannya di sini aku yang tersakiti?!

King mendekatiku. Dia mencengkram kuat kedua pipiku, lalu dengan brutal melahap habis bibirku yang kering.

"King- Ngmmpt!" Aku tak ia beri kesempatan untuk bicara.

King mengobrak-abrik seisi rongga mulutku. Aku hampir menangis dibuatnya.

Hingga selang beberapa menit King menghentikan aksinya. Namun kali ini dia malah semakin brutal.

"Kau tak menuruti perintahku. Kau keluar dari mansion untuk bekerja kan?!" tanya King yang sedang melonggarkan dasi dan ikat pinggangnya.

Mataku semakin ketakutan. Kali ini apa yang akan King lakukan kepadaku?

"Kau harus mendapatkan hukuman, Loveline. Kau bertindak terlaku jauh!"

King menuruni posisi kursiku menjadi terlentang. Dia menarik paksa pakaian yang melekat di tubuhku.

Apakah King akan kembali membuatku merasakan sakit dan nikmat secara bersamaan?! Apa dia akan kembali menghancurkan diriku?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku dan "Sahabatku"
7.8
Setelah dikhianati berulang kali, aku terlahir kembali dan menolak pembodohan Melinda, putri sopirku yang berlagak bagai sosialita. Dulu, Melinda selalu berpura-pura menguji para kekasihku, termasuk suamiku sekarang, Aldi Noran. Namun kini, di hadapan pernikahan miliarder kami, aku tidak tinggal diam saat dia mencoba merayu Aldi dengan kedok persahabatan belasan tahun. Aku siap membongkar niat busuknya yang ingin merebut suamiku dan menghancurkan hidupku.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur saat kesuciannya dirampas di depan kekasihnya akibat rencana jahat kakek pria itu. Bukannya melindungi, sang kekasih justru mencampakkannya dan menikahi wanita lain. Di tengah keputusasaan, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama keluarga aslinya, ia menyusun rencana pembalasan dendam untuk menghancurkan mantan kekasih dan keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang ia cari?
Sampul Novel Dignity ( Demi Harga Diri)
9.4
Suri Hidayah harus menelan pil pahit setelah delapan tahun menikah. Prasetyo, sang suami, berubah menjadi sangat sombong sejak menjabat sebagai direktur. Ia kerap menghina Suri dan membandingkannya dengan atasannya, Murni. Di tengah kepedihan itu, Suri memilih bangkit, membenahi diri, dan merintis bisnis rajutan. Langkahnya membawa Suri bertemu Damar Adhiyatna, pengusaha benang yang juga mantan suami Murni. Lewat kerja sama barter, Suri berjuang mengembalikan harga dirinya.
Sampul Novel Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya
9.6
Lima tahun Riana bertahan dalam pernikahan tanpa cinta bersama Reynald. Alih-alih bahagia, ia justru mengalami KDRT serta tekanan berat dari sang mertua, Mayang, yang membencinya karena belum memiliki anak. Ketika orang ketiga hadir menghancurkan rumah tangga mereka, penderitaan Riana pun memuncak. Enggan terus disakiti oleh pengkhianatan dan kekerasan fisik, Riana akhirnya membulatkan tekad untuk menyerah dan memilih pergi meninggalkan suaminya.
Sampul Novel Miss Black Puteri CEO Yang Terbuang
9.4
Rose hidup menderita sebagai anak yatim piatu sebelum Denzel mengungkap bahwa ia adalah putri kandung dari CEO Louis Brown. Untuk melindungi dirinya, Rose menyamar sebagai mahasiswi berprestasi bernama Rose Carter, yang diam-diam merupakan violinis misterius, Miss Black. Ketegangan memuncak saat putra angkat ayahnya, Luke, memaksanya menikah demi menguasai harta. Di tengah ancaman maut dari Peter dan Hendrick, kebencian Rose dan Luke berubah jadi cinta. Rose kini harus melawan pengkhianatan demi hidup bahagia bersama Luke.
Sampul Novel My Perfect Hero
8.6
Demi menjaga nama baik keluarganya, Raline terpaksa menikah dengan Liam Bernardus Nelson untuk menggantikan sang kakak yang melarikan diri di hari pernikahan. Liam, seorang miliarder yang terkenal dingin dan kejam, perlahan menunjukkan sisi pelindung saat Raline menghadapi masa-masa sulit. Namun, pernikahan mereka yang mulai harmonis kini terancam hancur ketika Bora kembali dan mencoba merebut Liam. Raline pun harus berjuang keras mempertahankan posisinya sebagai istri sah.