APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel We Are

We Are

Tiga remaja menghadapi rumitnya kisah cinta segitiga. Diana berupaya pulih dari luka lama di tengah kembalinya sosok masa lalu. Pada saat yang sama, Revan berjuang mengubah identitas dirinya meski terus dibayangi masa lalu yang memengaruhi sudut pandang barunya. Sementara Kevin, pemuda ceria yang kesepian, mulai meragukan nilai kekeluargaan akibat terus bersama orang yang ia benci. Akankah takdir ini menjadi jalan kesembuhan atau justru memicu konflik baru bagi mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sepulang dari sekolah biasanya Diana pergi bekerja. Tapi untuk hari ini Diana libur, jadi ia langsung pulang ke rumah.

Saat ia sampai, Diana membuka pintu pagar dan pintu rumah dengan kunci cadangan yang selalu ia bawa. Sedangkan kunci utama dibawa oleh David.

Pintu yang terkunci menandakan David belum pulang ke rumah. Setelah masuk ke rumah, Diana melepaskan sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu.

Tiba-tiba ponsel Diana berdering tanda sebuah pesan masuk. Diana mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Diana membaca pesan itu sambil berjalan di ruang tamu.

Ternyata dari David, batin Diana.

'Diana, apa kau sudah pulang ke rumah? Malam ini aku akan menginap di rumah temanku. Jadi kau tidak usah menungguku, karena aku tidak akan pulang. Tidak apa-apa kan?'

Diana segera mengetik balasan pesan untuk David.

'Ya, tidak apa-apa. Aku mengerti. Aku sudah berada di rumah.'

Setelah pesan terkirim, Diana diam di tempatnya berdiri.

Perhatiannya yang awalnya berfokus pada ponselnya kini berpindah memperhatikan sebuah pintu. Itu adalah pintu kamar utama.

Diana mendekati pintu itu dan hendak membukanya. Belum sempat Diana menyentuh daun pintu, sebuah suara dering ponsel terdengar. Membuat kegiatan Diana terhenti.

Sebuah pesan balasan dari David masuk. Diana membuka dan membacanya.

'Baiklah kalau begitu. Ingat, kau jangan mendekati pintu kamar utama. Kau mengerti, kan?'

Diana tidak membalasnya. Ia kembali melihat pintu itu yang ada di depannya. Jangankan mendekati, Diana bahkan sudah mau membukanya.

Seolah tidak dilarang oleh David, Diana melanjutkan kegiatannya membuka pintu yang tadi sempat terhenti.

Tangannya sudah menyentuh daun pintu, dan saat Diana memutar daun pintu, ternyata pintu itu tidak terbuka.

Terkunci, batinnya.

Saat Diana menghela napas dan melepaskan tangannya dari daun pintu, tiba-tiba ada tangan lain yang menyentuh daun pintu. Diana terkejut, matanya mencari sosok yang memegang daun pintu itu.

Diana melihat seorang gadis kecil di dekatnya. Belum habis keterkejutannya, Diana dibuat lebih terkejut oleh anak itu.

Ternyata anak itu bisa membuka pintu kamar utama, yang tadi tidak bisa dilakukan Diana. Diana melihat anak itu juga masuk ke dalam kamar itu.

"Ayah, aku tidak bisa tidur di kamar. Aku mau tidur di sini dengan ibu dan ayah." Diana mendengar pembicaraan itu dalam kebisuan.

Anak kecil itu memakai piyama dan sedang memeluk sebuah bantal berbentuk hati berwarna merah.

"Ada apa, hm? Kenapa tidak bisa tidur? Sini," ucap orang yang disebut ayah itu menjawab sekaligus memanggil putrinya mendekat.

"Aku berusaha untuk tidur, tapi susah sekali. Ayah, ibu dimana?" anak itu memenuhi panggilan ayahnya dan mendekati orang yang ia sebut ayah tadi.

"Ibu ada di dalam kamar mandi," jawab orang yang disebut ayah itu mengangkat anaknya dan menggendongnya menuju kasur.

Anak kecil itu balas memeluk leher ayahnya.

"Ayah, ayo ceritakan dongeng untukku," pinta anak kecil itu.

Mendengar permintaan itu, ayahnya membelai rambut anak kecil itu.

"Boleh, tapi janji kamu akan tidur secepatnya. Karena besok pagi kamu harus sekolah."

"Janji."

Tiba-tiba pintu kamar mandi yang di dalam kamar terbuka. Seorang wanita keluar dari sana dan berkata, "Eh, kenapa di sini sayang? Kok belum tidur?"

"Ibu aku akan tidur di sini dengan ayah dan ibu. Aku juga akan diceritakan dongeng oleh ayah. Ayo, ibu juga dengarkan dongeng ayah."

Wanita yang disebut ibu itu tersenyum dan membalas, "Tentu."

Kemudian wanita itu bergabung bersama anak kecil itu dan sang ayah.

Adegan bahagia itu dilihat oleh Diana dengan pandangan mata berkaca-kaca. Ia merasa sedih. Tanpa sadar ia hendak mengulurkan tangannya ke depan. Tapi sesuatu menghalangi.

Tangannya terhalang oleh pintu. Akhirnya Diana perlahan terduduk dengan tangan yang menyentuh pintu, membuat tangannya itu terseret pelan di permukaan pintu karena mengikuti tubuhnya yang merosot.

Diana berusaha untuk tidak menangis. Dengan tangan lainnya, Diana menutup mulutnya. ia berhasil membuat suaranya tidak terdengar dari mulutnya. Tidak ada suara isakan. Tapi ada air mata yang mengalir di pipinya dengan sangat deras.

Diana menangis di depan pintu yang tertutup rapat setelah melihat adegan bahagia tadi. Menangis setelah menyadari bahwa yang ia lihat adalah masa lalunya. Masa lalu yang bahagia bersama kedua orang tuanya.

*****

Seorang pemuda tampan yang memiliki rambut berwarna hitam dan warna mata sekelam malam terlihat menghela napas.

Ia kemudian memandang sosok pemuda lainnya yang bersama dirinya saat itu.

"Aku mengerti kalau kau mau mengantarku ke sekolah." Pemuda tampan itu buka suara.

"Hm?" gumam pemuda yang diajak bicara dan menoleh kearahnya. Pemuda itu mirip dengannya hanya usianya lebih tua.

"Tapi tidak perlu juga mengantarku sampai di ruang kelas." Tampak pemuda tampan itu mengerutkan keningnya karena rasa kurang senangnya.

"Siapa bilang aku mau mengantarmu ke ruang kelas. Aku mau mengantarmu ke ruang kepala sekolah," balas pemuda yang lebih tua.

Pemuda tampan itu mendengus, "Itu yang aku maksud. Entah itu ruang kelas ataupun ruang kepala sekolah tetap saja kau tidak perlu mengantarku sampai ke sini. Cukup di depan gerbang saja."

Tidak dijawab, pemuda tampan itu melanjutkan, "Aku tidak membutuhkan bantuanmu untuk yang satu ini. Aku bukan anak kecil yang tidak tahu apa-apa."

"Kita sudah sampai," ucap pemuda yang lebih tua seolah tidak mendengar, pemuda yang terlihat lebih tua dari pemuda tampan itu mendekati sebuah pintu lalu membukanya.

Pemuda tampan itu melihat papan nama ruangan yang tergantung. 'Ruang tunggu'. Ruangan ini disarankan untuk didatangi oleh satpam sekolah pada mereka karena belum ada guru yang datang.

Pemuda tampan itu menghela napas lagi. Ia membiarkan pemuda yang lebih tua melakukan apa yang diinginkan.

Terserahlah, dasar kakak yang menyebalkan, batin pemuda tampan itu.

"Revan Gael, kenapa kau masih disitu?" pemuda yang disebut kakak itu memanggilnya.

Ia lagi-lagi mendengus dan menjawab, "Dasar. Kau bersabarlah sedikit, Valen Gael."

"Dan kau juga. Sopanlah sedikit pada kakakmu," balas Valen.

*****

"Silahkan perkenalkan dirimu," ucap sang guru. Dibalas dengan anggukan oleh Revan.

"Perkenalkan nama saya Revan Gael. Mohon bantuan teman-teman untuk kedepannya," Revan memperkenalkan diri secara singkat. Ia tidak mau bicara panjang lebar.

Kelas yang awalnya hening karena penghuninya terlalu fokus memperhatikan sang murid baru, seketika gaduh setelah Revan memperkenalkan diri.

Banyak murid yang bertanya pada Revan.

"Apa kau sudah punya kekasih?"

"Boleh aku minta nomor telepon mu, Revan?"

"Aku mau alamat emailmu, bolehkah?"

"Apa hobimu?"

"Makanan apa yang kau sukai? Aku akan membuatnya untukmu besok."

Sang guru merasa perlu untuk bertindak, dia segera menyuruh Revan duduk di bangku yang kosong yang berada di paling belakang bagian sebelah kanan di samping jendela. 

Revan menuruti perintah sang guru.

Saat Revan berjalan menuju tempat duduknya, ia masih terus ditanya oleh murid-murid di kelas yang kebanyakan adalah perempuan. Tapi Revan mengabaikan semuanya.

Tepat saat Revan duduk, sang guru langsung memulai proses belajar mengajar agar siswanya bisa mengalihkan perhatian dari Revan dan fokus pada pelajaran.

*****

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Mimpi Burukku
9.3
Dihantui mimpi buruk tentang pengkhianatan suami dan kematian anaknya, Achlys mencoba menata hidup dengan bekerja di Kynleigh. Namun, ia syok saat menyadari bos barunya, Duke Julian yang dingin, sangat mirip dengan pria dalam mimpinya. Khawatir nasib buruk itu menjadi nyata, Achlys berniat mundur dan menjauh. Siapa sangka, upaya menghindar ini justru memantik rasa penasaran sang Duke yang terkenal tidak punya perasaan.
Sampul Novel HARLEIN
9.8
Sebagai pewaris takhta Kerajaan Fortania, Harlein meyakini cinta tak mengenal kasta. Namun, Anggara Mahesa justru mundur karena merasa status sosial mereka terlalu timpang. Saat Anggara memilih menjauh demi kebaikan bersama, sang putri menuntut perjuangan yang seimbang. Kini, Harlein mulai lelah mengemis perhatian di tengah penolakan yang ada. Sanggupkah ia mempertahankan perasaannya ketika sang kekasih justru memilih untuk menyerah?
Sampul Novel Jangan Lari Sayangku
9.1
Sanny Chandra mengira pernikahan kontraknya dengan Jordan Wijaya akan selesai lewat perceraian. Namun, sikap dingin Jordan lenyap setelah menikah, berubah menjadi sangat posesif dan suka memanjakannya. Sanny terjebak ketika Jordan melanggar kesepakatan dengan menuntut hubungan intim hingga dirinya hamil. Saat Sanny menagih janji cerai dan surat kontrak yang telah dirobek, Jordan menolak keras untuk melepaskan istri yang kini sangat ia pertahankan.
Sampul Novel Kuhancurkan Harga Dirimu, Galih
8.4
Tujuh tahun kulupakan karier hukum demi mendukung mimpi Galih. Sialnya, dia malah mengabaikanku demi Davina, bahkan abai pada alergi seafood-ku saat sakit. Setelah 52 kali rencana masa depan kami dibatalkan sepihak, aku memilih pergi. Kini, aku bangkit menjadi pengacara sukses yang mandiri. Saat Galih bersujud memohon di depan kantor, aku menolaknya dengan tegas. Waktunya telah tiba bagiku untuk menghancurkan harga dirinya dan memegang kendali penuh atas takdirku sendiri.
Sampul Novel Skandal Cinta Pengantin Pesanan
8.0
Demi menjaga nama baik Sebastian, desainer gaun pengantin bernama Hannah terpaksa berpura-pura menjadi pengantin penggantinya. Keadaan menjadi rumit setelah mantan kekasih Sebastian muncul lagi dengan rencana rahasia. Hannah pun bertekad melindungi pria itu dari niat buruk sang mantan. Di tengah perjuangan tersebut, benih cinta mulai tumbuh di hati Hannah. Namun, sebuah rahasia besar yang terbongkar kini mengancam kebahagiaan dan hal paling berharga dalam hidupnya.
Sampul Novel Suddenly Love
9.0
Raisa sekian lama menyimpan rasa pada Bayu, sahabat masa kecilnya. Namun, asmaranya bertepuk sebelah tangan karena Bayu menyukai Vanes, teman dekat Raisa. Di kala terluka, sosok Raihan yang merupakan rekan bisnis Bayu hadir dan langsung terpikat oleh Raisa. Walau Raihan terus mendekat, Raisa belum juga menyadari ketulusan pria tersebut. Sanggupkah Raisa menyembuhkan luka lamanya, membuka lembaran baru, dan meraih kebahagiaan yang sesungguhnya bersama Raihan?