APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Warna Warna Mirna

Warna Warna Mirna

Mirna terbiasa hidup mandiri di dekat hutan karet bersama ibunya yang tidak stabil secara emosional. Ia sangat bertekad untuk menjauhi asmara dan pernikahan. Namun, hidupnya berubah saat bertemu Erlangga, murid berprestasi yang jatuh hati padanya. Hubungan mereka justru memicu drama penuh duka dan kejadian mistis. Setelah mengalami penolakan yang mempermalukan dirinya, sanggupkah Erlangga tetap bertahan? Ikuti kisah rumit mereka yang lebih dari sekadar romansa sekolah biasa.
Bab
Bagikan

Bab 1

Dia tidak suka perubahan. Biasanya perubahan selalu tak menyenangkan dan berakhir pada kekacauan. Untuk mendapatkan hal terbaik, kata orang, kita harus membayar harga terbaik itu, karena itu manusia akan lebih menghargai hasil.

Mencoba mengingat-ingat mimpinya tadi malam. Gadis itu sering merasa mimpi-mimpinya bersambung dan Mirna berdebar saat mengingatnya.

“Suatu hari, aku ingin menceritakannya,” katanya, entah pada siapa.

Ada yang tak pernah bisa dia katakan. Mimpi tak bisa diwujudkan. Atau harapan yang entah! Ada sisi yang membuatnya selalu kesepian.

Gadis itu berhenti sejenak, dia memandang sekelilingnya. Ada banyak bunga liar yang yang telah mekar, warna-warnanya terlihat cerah.

“Ah, ternyata sudah musim bunga.” Gadis itu berlalu lagi.

Mirna tidak mengerti, kenapa perkenalan warna dari masa kecilnya seperti sangat memengaruhi penilaiannya tentang banyak hal. Seperti ini misalnya, Mirna suka bikin klasifikasi teman-temannya berdasarkan warna kesukaan mereka. Jika saat remaja teman-temannya lebih percaya ramalan zodiak, atau saat dia berusia 22 tahun ke atas, mereka menggantungkan nasib pada shio. Mirna menentukan pertemanan, pengaruh dan menebak karakter seseorang dengan warna mereka.

Namun, dia belum bisa berdamai dengan warna kuning.

“Mawar Kuning ...” Ibunya bercerita, sambil membelai si bungsu yang hampir tertidur dipangkuannya.

“Akhirnya dia menjadi permaisuri raja dan cantik jelita.” Beliau mengakhiri dongengnya.

“Umak, aku belum pernah liat mawar warna kuning?” Si tengah bertanya.

“Ada kok. Umak pernah lihat.”

“Sudah. Sudah ayo tidur.”

“Jadi Mawar Merah dan Mawar Putih tadi gimana?”

“Mereka jadi budak.”

Mirna si sulung, segera beranjak ke belakang, terdengar suara air dialirkan, gadis umur 10 tahun itu membasuh tubuhnya sebelum tidur.

“Emma kau tak membasuh wajahmu?”

“Ngantuk, Mak.” Emma menguap. Hanna si bungsu yang sudah tidur langsung diangkat sang ibu, dibaringkannya pada dipan dengan kasur tipis.

“Mak, kapan beli kasur yang agak tebal?” Emma melihat ibunya, dengan mata berkedip-kedip menahan kantuk.

“Nanti kalau sudah punya uang.”

“Mak nanti belikan yang gambar mickey mouse ya. Seperti punya Kak Rahayu.”

“Warna pink.” Itu kalimat terakhir yang dia ucapkan, bocah kecil umur enam tahun itu tak kuasa lagi menahan kantuknya.

“Aku lebih suka tinggal di sini,” kata Mirna, “Aku tak perlu bersembunyi.”

Mereka tinggal di tengah kebun karet. Jarak rumah ke tetangga paling dekat 500 meter.

“Tidurlah.” Ibunya menghela napas.

“Mak.” Panggil Mirna lagi. “Mak, kenapa Mak tidak jadi mawar kuning saja. Mak kan tidak jahat seperti Mawar Merah itu?”

Tidak ada jawaban.

“Tapi aku juga tak mau jadi Mawar Kuning. Mawar warna kuning itu tidak ada kan, Mak?”

Mirna menoleh ke atas dipan kecil itu. Ibunya telah memejamkan mata. Mengira ibunya telah tidur, gadis kecil itu juga akhirnya memejamkan matanya.

Kenapa dia perduli hal-hal di luar jangkaunya. Menginginkan dongeng dalam dunia mereka, tapi tidak cukup mampu mengubahnya menjadi menyenangkan untuknya juga. Dia tidak menyesali membaca Cinderella. Tidak semua yang ia tahu ingin diketahuinya. Tetapi dia sedih, tak jua menemukan apa yang benar-benar di inginkan.

Beberapa lama gadis itu masih menatap ibunya.

Mirna menggelung dalam selimut paling ujung. Dia sedikit merasa benci terlahir terlalu cepat dan mengingat banyak hal. Banyak hal yang tidak dapat dihindarinya, bertumpuk menyesaki dada kecilnya, banyak hal yang mungkin nanti akan membuat hidupnya kacau balau, lelah memikirkannya, dia akhirnya juga tidur.

Beberapa menit kemudian, mata si Ibu terbuka. Dari sudut matanya mengalir airmata. Wanita muda yang sebagian wajahnya melepuh terbakar itu menangis dalam diam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Mengunci Keluarga Suamiku
9.0
Di hari jadi pernikahan mereka, sebuah rahasia kelam terungkap. Sang istri menemukan draf catatan kehamilan penuh kasih sayang di ponsel lama suamiku, James Vance, padahal dirinya tak pernah hamil. Meski James berdalih itu milik temannya, bukti foto USG atas nama Amelia Harper di folder sampah tak bisa berdusta. Menahan perihnya pengkhianatan ini, ia mencoba tenang dan langsung menelepon Margaret, sang ibu mertua. Kini, tabir misteri keluarga mereka mulai terbuka.
Sampul Novel Dari Pengkhianatan Tebing ke Cinta yang Tak Terpatahkan
8.1
Clara dikhianati oleh suaminya, Marco, yang mendorongnya ke jurang saat piknik demi bersama selingkuhannya, Chika. Meski terluka parah, Clara selamat dan mendengar rencana licik Marco yang ingin memalsukan kematiannya. Di tengah keputusasaan, tekadnya untuk membalas dendam membara. Kehadiran Julian Suryo, miliarder sekaligus musuh bebuyutan suaminya yang datang menolong, menjadi titik balik bagi Clara. Bersama Julian, ia kini bersiap menghancurkan Marco.
Sampul Novel Dikhianati oleh Alpha-ku, Bangkit sebagai Luna
9.7
Bertahun-tahun mengabdi pada sang Alpha, aku justru dikhianati demi ambisi kekuasaannya dengan wanita lain. Darahku ditumbalkan untuk ritual politik, lalu ia menolakku dengan kejam di depan seluruh kawanan. Usai difitnah dan disiksa, aku menolak jadi simpanannya dan memilih kabur. Kini, aku telah bangkit menjadi Luna bagi Alpha sejati. Namun, obsesi mantan pasanganku belum usai; ia kembali menjebakku dan berbisik dingin memaksaku untuk pulang bersamanya.
Sampul Novel Ditalak Tiga Lewat Telepon
8.3
Demi berbakti sebagai istri, Atira rela melepaskan impian kariernya. Namun, pengorbanan tersebut dibalas kejam saat suaminya menjatuhkan talak tiga hanya lewat telepon. Tanpa nafkah, ia harus menghadapi cobaan berat lainnya: sang ibu mertua jatuh koma dan putra sulungnya diculik orang tak dikenal. Terpuruk di titik terendah hidupnya, mampukah Atira bangkit dari kehancuran demi membuktikan kekuatannya kepada dunia? Ikuti perjuangan emosionalnya yang penuh air mata.
Sampul Novel Lidah Menantu
9.5
Sikap santun sang menantu rupanya hanya topeng. Kini, Mak Esah harus menghadapi lisan tajam dan perilaku tidak sopan dari istri anaknya tersebut. Di balik perubahan drastis ini, Mak Esah mencium adanya sebuah rahasia besar yang sengaja ditutupi darinya. Konflik batin dan ketegangan di antara mereka pun kian memuncak. Sanggupkah Mak Esah bertahan dari tekanan mental yang menderanya? Mampukah semua misteri dan kebenaran yang tersembunyi akhirnya terbongkar?
Sampul Novel The Love Triangle
9.3
Clara, seorang staf kontrak berparas menawan, sekian lama mencintai bosnya yang keras kepala dan perfeksionis, Rio. Sayangnya, perasaan itu tak pernah direspons. Segalanya berubah saat Brian, sahabat karib Rio, pulang ke tanah air. Kedekatan Clara dengan Brian menumbuhkan cinta baru yang membuat Clara melupakan Rio. Menyaksikan romansa mereka, Rio didera cemburu buta. Akankah ia terlambat menyadari hatinya, ataukah hubungan persahabatan dengan Brian yang akan hancur?