APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanitamu Canduku

Wanitamu Canduku

Rene, staf finansial, terjebak dilema cinta akibat kehadiran Tatang dan Farhan. Tatang, manajer bank yang matang, memicu kecemburuan Rene karena hubungan dekatnya dengan Ajeng. Sementara itu, Farhan yang posesif kembali dari London meski didera isu kehamilan Putri, sang mantan. Di tengah kejaran dua pria ini, Rene harus memilih di antara mereka sambil menghadapi konflik masa lalu dan ujian persahabatan yang menguji kesetiaan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

BAB 3

Happy reading

*********

Rene merapikan kwitansi kwitansi di atas meja. Ia menyelesaikan kerjaanya lebih cepat, karena ia harus pergi ke acara pertunangan Berta. Rene melirik jam melingkar di tangannya menunjukkan pukul 17.20 menit. Suara ponselnya berdering, Rene menatap layar persegi itu.

"Mas Tatang Calling,"

Rene menyimpan kwitansi itu di laci, ia mengambil tas di lemari kabinet. Ia berjalan menuju ke arah luar. Ia menoleh ke belakang ada beberapa staff masih berada di sana.

Rene menarik nafas panjang, ia masih teringat jelas di awal pertemuan dirinya dan Tatang di awali dengan ciuman yang dahsyat dan memabukkan. Rene menggeser tombol hijau pada layar dan ia letakkan ponsel itu di telinga kirinya,

"Iya mas," ucap Rene.

"Kamu apa kabarnya? Maaf ya, kemarin mas enggak nelfon kamu, mas ketiduran," ucap Tatang.

"Baik mas, enggak apa-apa kok. Lagian Rene juga langsung tidur," ucap Rene, ia menghentikan taxi yang melintas di jalan.

"Kamu lagi apa?" Tanya Tatang.

"Ini lagi mau pulang mas,"

"Pulang sama siapa?"

"Sama supir taxi, mobil Rene di pakai sama Frans udah dua hari yang lalu,"

Tatang mengerutkan dahi, "Siapa Frans?"

"Adik Rene mas. Mas lagi apa?" Tanya Rene.

"Mas lagi di kantor, biasa lah masih banyak kerjaan. Besok kamu ada acara enggak?" Tanya Tatang.

"Enggak ada sih mas,"

"Mas mau ngajak kamu malam mingguan," ucap Tatang tenang.

"Malam minggu kemana mas?" Rene menyandarkan punggungnya di kursi.

"Makan malam mungkin,"

"Owh," ucap Rene.

"Kamu mau enggak?" Tanya Tatang.

"Mau kok mas," ucap Rene.

"Kamu pulangnya hati-hati ya Ren,"

"Iya mas," ucap Rene, mematikan sambungan telfonnya. Sambil memasang wajah senyum bahagia. Ia akan malam bersama Tatang.

**********

Rene menatap penampilannya, ia mengenakan dress berwarna biru navy. Inginnya sih tadi memakai kebaya, tapi mengingat ini hanya tunangan biasa jadi ia memutuskan memakai dress saja. Rene membawa kado dari bunda, untuk Berta. Rene tadi sudah menghubungi Frans jangan pulang terlalu malam, karena ia akan mengenakan mobil ke rumahnya tante Gita. Ia melirik Frans masuk ke dalam rumah, bocah kecil itu tersenyum menyerahkan kunci mobil kepadanya.

"Kalau mau makan, kamu masak indomie telur aja atau kamu mau nasi bungkus," ucap Rene, memandang sang adik, ia memastikan Frans tidak kekurangan asupan makanan, karena tidak ada bunda.

"Enggak deh udah kenyang, tadi di rumahnya Genta makan bakso. Mamah nya Genta baik banget mbak, kerja kelompok di suguhi bakso. Baksonya nendang, aku habis dua mangkok," ucap Frans.

"Gila, makan dua mangkok lagi. Enggak malu apa makan banyak banyak di rumah orang,"

"Urat malu udah putus kali mbak, yang lain juga nambah," ucap Frans lalu melangkah menuju tangga.

Rene lalu melangkah keluar dari area rumah. Ia melihat mobilnya ada di luar pagar. Semenit kemudian, Rene sudah meninggalkan area rumah.

Rene melirik jam melingkar di tangannya, menunjukkan pukul 18.45 menit. Ia memarkir mobilnya di tepi jalan, karena halaman rumah tante Gita sengaja di kosongkan. Rene menatap wajahnya sekali lagi di kaca dasbor. Memastikan make up nya masih terlihat sempurna.

Rene melangkah memasuki halaman rumah bertingkat dua itu, menuju pintu utama, ruang tamu itu masih terlihat sepi. Calon tunangan laki-laki belum datang. Rene menatap tante Gita yang sedang mengatur makanan di meja. Tante Gita menyadari kehadirannya, lalu tersenyum mendekatinya.

"Eh si cantik akhirnya datang juga," ucapnya, lalu memeluknya dan mencium pipi kiri Rene.

"Maaf ya tante, bunda enggak datang. Bunda tadi pagi ke Lampung," ucap Rene, menatap wanita separuh baya itu mengenakan kebaya biru.

"Iya enggak apa-apa kok, bunda kamu udah ngasi tau dari kemaren. Salah tante juga enggak ngasih tau jauh jauh hari. Maklum acaranya dadakkan gini sayang," ucap tante Gita.

"Kamu bawa apa?" Tanya tante Gita, memandang bungkusan yang di bawa Rene.

"Kata bunda untuk Berta tante, Rene enggak tau sih isinya apa,"

"Owh gitu, Berta ada di kamarnya, kalau kamu mau masuk, ya masuk aja. Enggak ada siapa siapa kok," ucap tante Gita.

"Iya tante,"

"Farhan ...!," ucap tante Gita

Otomatis Rene lalu menoleh ke arah laki-laki yang bernama Farhan itu. Ia ingin tahu sekeren apa abang sepupu Berta yang di omongin Berta kemarin. Ternyata benar, laki-laki bernama Farhan itu keren. Laki-laki itu bertubuh tinggi, bahunya bidang, rahangnya tegas, alisnya tebal, dia mengenakan kemeja putih dan celana jins.

Laki-laki itu membalas pandangannya dan lalu tersenyum. Rene hanya bisa memandang, memilih diam di samping tante Gita.

"Farhan, kamu bantu tante ya, ambilin kotak aqua di dapur, taruh di sini, nanti tante yang nyusun" ucap tante Gita.

"Iya tante," ucap Farhan.

Farhan memandang wanita cantik di samping tante Gita. Ia tahu bahwa wanita itu adalah Rene temannya Berta. Ternyata aslinya lebih cantik dari pada di foto. Saling berpandangan satu sama lain.

"Oiya, kenalin ini Rene, anaknya tante Sari temannya bunda," ucap tante Gita memperkenalkan Rene kepada Farhan.

Farhan mengulurkan tangannya ke arah Rene, "Hei, saya Farhan,"

Rene menyambut uluran tangan Farhan, sentuhan jemari itu begitu hangat, menggenggamnya.

"Rene,"

"Senang bisa berkenalan dengan kamu," ucapannya lagi.

"Iya sama-sama,"

Rene lalu melepas jemarinya, ia tahu bahwa laki-laki itu memandangnya. Rene lalu menatap tante Gita,

"Tante, Rene ke atas dulu ya," ucap Rene lalu meninggalkan Farhan dan tante Gita.

Sementara Farhan menatap punggung Rene dari belakang. Ia tersenyum penuh arti dan lalu melangkah ke dapur, mengambil kotak aqua.

********

Rene membuka hendel pintu, ia menatap Berta duduk di kursi, sambil memandang wajahnya di cermin. Berta menyadari kehadirannya dan lalu menoleh ke arahnya.

Rene menatap penampilan Berta, wanita centil itu mengenakan kebaya berwarna biru. Rambutnya di tata rapi, seperti pramugari garuda Indonesia. Berta memang tidak perlu menyewa jasa make up, karena wanita itu pada dasarnya emang senang berdandan.

"Cantik banget sih lo," ucap Rene ia berjalan mendekati Berta.

"Makasih," ucap Berta, sambil tersenyum menatap Rene.

Rene memperlihatkan sebuah kado kepada Berta.

"Ini dari bunda," ucap Rene, menyimpan kotak itu di meja.

"Ya ampun, bunda lo repot repot banget sih ngasi kado segala. Padahal hanya tunangan biasa, yang di undang hanya pak RT doang," ucap Berta.

"Namanya juga bunda, udah nganggap lo anak sendiri. Gue enggak tau sih isi nya apa, disuruh kasikkan aja sama lo," ucap Rene mencoba menjelaskan.

"Nanti deh gue telfon bunda, selesai acara. Gue mau ucapin makasih," ucap Berta lagi.

"Eh gimana penampilan gue, bagus enggak?" Tanya Berta, meminta penilaian kepada Rene.

Rene memperhatikan penampilan Berta, "Bagus banget malah, pakek kebaya lo jauh lebih anggun, dari pada pakek bodycon yang dadanya rendah sama punggungnya terbuka itu," ucap Rene sambil terkekeh, karena ia dan Berta jika hangout, selalu pakek bodycon. Agar terlihat sexy, ala ala Keylie gitu.

"Kan nyesuain juga Ren, enggak mungkin lah gue pakek baju seksi acara ginian,"

Rene menatap ke arah sudut lemari, ia melihat barang barang paketan yang sudah di susun sedemikian rupa oleh Berta dengan brand miliknya. Berta adalah reseller onlie shop, product kecantikkan. Followernya mencapai ratusan ribu dan memang sangat terpercaya. Berta memang tidak selalu suka kerja dibawah tekanan seperti dirinya. Padahal Berta lulusan sarjana ekonomi.

"Jam berapa sih mulainya?" Tanya Rene.

"Sebentar lagi, jam setengah delapan,"

"Owh gitu, yaudah gue duduk di sini aja, nemenin lo," ucap Rene.

"Lo ketemu mas Farhan enggak di bawah,?," tanya Berta.

"Udah kok, di kenalin sama nyokap lo," ucap Rene.

"Bagus deh kalau gitu, keren kan" Tanya Berta.

"Lumayan," ucap Rene mengakui bahwa Farhan emang keren.

"Mas Farhan emang keren tau, gue enggak salah nyariin lo cowok,"

********

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bidadari Untuk Tuan Mafia
9.3
Silvana Aramazd, gadis lembut bercadar yang terbiasa hidup tenang, harus menikahi Don Vincent Corleane. Pernikahan ini bukan sekadar perjodohan bagi sang pemimpin mafia yang kejam, melainkan jalan keluar dari dunia hitam yang kelam. Di sisi lain, persatuan mereka menjadi kunci untuk menguak misteri di balik kematian orang tua Silvana. Mampukah Silvana bertahan mendampingi Vincent di tengah benturan dua dunia mereka yang jauh berbeda?
Sampul Novel BOS! JATUH CINTA LAGI
7.8
Nayana Previtha dan Regan Maxwell dipersatukan oleh kepedihan yang sama akibat dikhianati pasangan mereka. Demi membalas dendam kepada para mantan, Regan menawarkan sebuah kesepakatan kerja sama kepada Nayana. Siapa sangka, kolaborasi tersebut justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga di antara keduanya. Hubungan mereka pun kian dalam hingga saling bergantung. Akankah ikatan baru ini membawa kebahagiaan sejati, atau justru menorehkan luka yang lebih dalam?
Sampul Novel Gairah Tanpa Akhir
8.8
Kehangatan menyelimuti ruang tamu sederhana saat Renata mendesah pasrah di bawah kecupan mesra Eka pada lehernya. Di atas sofa tua yang bergoyang, hasrat muda mereka meledak. Jemari nakal Eka menyusup ke balik kaos oblong Renata, meremas tubuhnya dan mengalirkan getaran hebat di ruangan sempit itu. Dalam dekapan erat sang kekasih, Renata hanya mampu mendesah memanggil nama Eka seiring sentuhan intens yang memilin seluruh raganya.
Sampul Novel Jerat Pesona Ayah Anakku
8.9
Kehilangan kesucian dalam satu malam menghancurkan hidup Kara. Diasingkan dan menderita, ia berjuang sendirian demi membesarkan anaknya. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukannya kembali dengan pria yang menjadi dalang kehancurannya. Kini, pria tersebut kembali hadir untuk menjerat kehidupan Kara lebih dalam. Kara didera ketakutan hebat. Sanggupkah ia bertahan ketika buah hatinya terancam direbut oleh pria yang dahulu merusak dunianya?
Sampul Novel Ketika Dendam Berbicara
8.2
Demi menyembuhkan migrain bawaan istrinya setelah tiga tahun menikah, seorang suami berhasil menciptakan obat khusus. Namun, saat mengantarkan obat dan bekal ke kantor sang istri, Nadya, ia justru dituduh sebagai sopir penggoda oleh sekretaris istrinya. Di depan umum, sekretaris itu menumpahkan makanan ke kepalanya, merobek pakaiannya, dan menginjak obat berharga tersebut hingga hancur. Tanpa rasa bersalah, sekretaris itu justru dengan bangga melapor kepada Nadya bahwa dia telah berhasil mengusir sopir yang mencoba menggodanya.
Sampul Novel Sakit Ini Lebih Dari yang Kau Pahami
9.6
Kehidupan Seren Ayandra hancur akibat dendam dan kepura-puraan Arden Valez, pria keras yang didera trauma masa lalu. Meski awalnya dikuasai kebencian, Arden kini didera penyesalan mendalam karena takut kehilangan Seren. Uniknya, walau terus disakiti, hati Seren selalu kembali pada sosok Arden yang menjadi badai sekaligus rumah baginya. Di balik rasa bersalah, kedua jiwa yang terluka ini mencoba saling menyembuhkan dalam ikatan cinta yang nyata walau tak sempurna.