APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO

Nasib Diandra berbalik total sejak Gemilang Aditama, sang CEO di tempatnya bekerja, mengklaim dirinya secara sepihak. Hubungan yang semula dikira cinta biasa berubah menjadi mimpi buruk saat Diandra mendapati fakta bahwa bosnya telah beristri dan punya anak. Terjebak sebagai selingkuhan, ia kini menghadapi dilema batin yang berat. Diandra harus memilih antara bertahan dalam kepalsuan atau pergi menjauh demi menyelamatkan masa depannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dia sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan handuk yang melilit pinggangnya. Dia memandang aku yang masih saja duduk dipinggir ranjang. Apa yang ada dipikirannya aku tak mengerti kenapa dia melihatku sebegitunya. Aku rasa aku sudah tampil layak dengan kembali memakai pakaianku yang kemarin.

Dia mendekat lalu mengendongku tanpa banyak bicara aku sendiri hanya bisa mengalungkan tanganku ke lehernya agar tidak terjatuh. Dia membawaku ke kamar mandi, sungguh romantis memang pria ini. Tapi mungkin aku bisa tersanjung diperlukan sedemikian rupa jika aku kenal dan mencintai pria ini, tapi yang menjadi masalah sekarang aku bahkan tidak tau dia siapa meski kami berada dalam satu perusahaan. Dia menurunkan aku didekat bathub yang sudah terisi air dan berbau bunga mawar.

"Mandilah!!! setelah selesai panggil saya jika masih nyeri." Hanya itu yang dia katakan sebelum menutup pintu dan meninggalkanku dalam kebingungan atas perlakuannya.

Aku membuka semua baju yang sudah aku lekatkan kembali tadi. Percuma saja tadi aku bersusah payah mengambil baju ini dilantai dengan menahan nyeri jika ujung-ujungnya akan aku buka kembali. Aku berusaha memasuki bathub dengan hati-hati karena takut terjatuh akibat nyeri.

Aku memasukkan semua tubuhku dalam air kecuali kepala tentunya. Aroma mawar yang tercium membuat pikiran yang sedang semrawut kembali tenang, apa lagi air yang hangat juga pas untuk merilekskan tubuhku. Karena yang aku butuhkan sekarang hanya ketenangan agar dapat mencerna semua kejadian ini sekaligus mencari solusi untuk kedepannya. Tentu saja aku tak mungkin hanya berdiam diri terpaku meratapi nasib sial ini.

Aku berendam dengan tenang sudah lama rasanya aku tak menikmati me time seperti ini. Saking rileks aku sampai memejamkan mata karena kantuk yang datang. Tapi aku harus tetap terjaga jika tak ingin berakhir kedinginan dan setelahnya meriang akibat terlalu lama berendam. Setelah 30 menit kemudian aku membilas badan dengan air shower dan menuntaskan acara mandiku.

Aku keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit badanku untuk menyembunyikan dada sampai setengah paha saja. Aku risih harus menggunakan kembali pakaianku yang sudah kotor, meskipun tadi aku mengenakannya. Sekarang tubuhku sudah segar dan harum maka dari itu aku putuskan untuk tak memakai pakaian kotor itu kembali.

Saat keluar aku melihat seprai dan kamar sudah kembali rapi. Aku hanya mengernyitkan dahi melihat itu dan bertanya-tanya dalam hati apa pria itu yang membereskan kekacauan dalam kamar?.

Aku mengedarkan seluruh mataku pada ruangan ini, tapi aku tak menemukan sedikitpun jejak pria tadi. Yang ada hanya sebuah dress yang ditaruh di kasur lengkap dengan pakaian dalam perempuan, apa semua ini dia yang menyiapkan?. Dan anehnya lagi pakai dalam yang ada di atas kasur sama persisi dengan ukuran pakaian dalamku.

Setelah memakai dress tersebut aku membuka kamar dan berharap semoga saja dia sudah pergi sehingga aku bisa pulang. Tapi sepertinya doaku sedang tidak didengar oleh Tuhan, dia masih berada di apartemen ini dan sedang duduk dimeja makan.

"Duduklah kita sarapan." Ucapnya tanpa mengalihkan atensinya dari tab yang berada ditangannya. Aku hanya heran dari mana dia tau jika aku keluar kamar dan saat ini memandangnya. Sedangkan jarak kamar dan meja makan bisa dibilang agak jauh. Sungguh hebat memang pria ini.

Aku hanya bisa menurut semua hang dia perintahkan. Aku menarik kursi agak jauh dari dia duduk. Aku masih trauma jika harus berdekatan dengan pria ini. Aku mengambil nasi dan lauk tanpa dijamu oleh tuannya, hal ini didasari oleh rasa lapar yang sudah menghimpit perutku apa lagi cacing di perutku sudah berdemo.

Jika diingat kembali terakhir aku makan siang kemarin dan itu hanya selembar roti yang menjadi bekalku. Karena memang dari awal kerja aku sudah terbiasa membawa bekal untuk menghemat pengeluaran. Meskipun di sana gaji yang diberikan besar tapi aku juga harus menabung untuk masa depan, belum tentu juga aku selamanya kerja di perusahaan itu. Aku hanya ingin berjaga-jaga untuk kehidupan masa depanku nantinya.

"Makanlah, saya tau kamu lapar." Dia mulai menyuapkan satu sendok kemulutnya. Aku kembali mengikuti yang dia lakukan. Aku tak lagi sungkan jika ini menyangkut urusan perut.

Tak terasa makanan yang ada di hadapanku habis tak bersisa hanya dalam hitungan menit ini karena aku sangat lapar sehingga cara makanku sudah seperti orang yang tidak makan berhari-hari. Aku mengambil minum yang juga sudah disediakan, aku meneguknya dengan perlahan sambil sesekali melirik dia yang terlihat berwibawa dengan cara dia memegang sendok maupun cara makannya.

Aku menunggu pria ini sudah sangat lama, tapi dia masih saja tak kunjung menyelesaikan makannya. Ada hal yang aku ingin katakan dan tanyakan padanya. Setelah beberapa saat kemudian setelah dia meneguk air mineral aku menggambil nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Ada rasa takut jika akan berbicara dengan dia.

"Tetaplah disini sampai Saya kembali." Aku mendongak setelah mendengar kata itu, kenapa aku masih harus di apartemen ini. Aku memilih tempat tinggal sendiri sehingga aku tak perlu kembali menginap di kandang singa seperti ini.

"Saya ingin pulang Tuan." Aku mengutarakan keinginanku. Aku tidak ingin disini, aku rindu kosku. Aku rindu Caca yang saat ini juga masih terparkir di parkiran perusahaan.

"Baiklah, tapi selangkah kamu keluar dari apartemen ini, kamu saya pecat." Apa-apaan dia main pecat-pecat aja. Memang dia siapa sehingga berani mengambil keputusan sepihak tanpa perundingan.

"Maaf Tuan, saya harus pulang." Aku kembali mengutarakan keinginanku. Memang apartemen ini sangat mewah dan sudah seperti rumah yang aku impikan. Tapi aku masih lebih nyaman berada di kamar kosku dari pada disini, tempat sangat berbahaya untuk diriku. Bisa-bisa nanti aku kembali dimangsa oleh pria ini.

"Silahkan saja, tapi berikan surat pengunduran dirimu besok." Katanya santai. Terlampau santai untuk orang yang akan memecat karyawan. Siapa pria ini sebenarnya, apa dia memiliki jabatan tinggi sehingga mampu melakukan hal itu.

"Tuan mempunyai hak apa untuk melakukan hal tersebut. Saya merasa tak memiliki kesalahan sehingga berakhir seperti ini." Aku mencoba melawan karena aku tidak ingin tetap terkurung ditempat ini, tempat ini memberikan trauma mendalam untukku.

"Perkenalkan saya...." Aku menunggu dia menyebutkan mananya dengan perasaan penasaran sekaligus takut.

*

*

*

Ayo siapa ya pria ini, author aja gak tau dia siapa wkwkwkw

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
7.8
Bertahun-tahun aku membiayai hidup Mas Arya, termasuk menyokong ibu dan adiknya saat dia kesulitan uang. Namun, keputusannya untuk menikah lagi secara diam-diam menghancurkan segalanya. Ini saatnya aku melangkah pergi dan membiarkan dia menanggung seluruh beban finansial keluarganya sendirian. Biar dia sadar betapa berharganya diriku yang selalu diremehkannya. Aku menolak bertahan di pernikahan beracun ini; masa depanku berharga dan aku layak bahagia.
Sampul Novel I am always waiting for you (I'm fine 2)
7.8
Kepergian Ara Valeria tanpa kabar demi mengobati HIV yang dideritanya membuat Aldy Fathee, CEO arogan Fathee Grup, tumbuh menjadi sosok yang kian kejam. Takdir kembali mempertemukan mereka dalam sebuah proyek besar saat Aldy telah bertunangan dengan Melly. Meski Aldy mencoba mendekat, Ara kini bersikap sangat dingin. Setelah kecelakaan menimpa Ara, Aldy bertekad membongkar rahasia di balik sikap dinginnya itu. Akankah cinta mereka bersatu kembali?
Sampul Novel Pengantin Pengganti
9.6
Pernikahan sempat menyembuhkan luka masa lalu Ainayya Hikari Salvina, namun kebahagiaan itu sirna akibat pengkhianatan yang memaksanya pergi dari rumah. Kini, penyesalan mendalam menghantui Albara Demian Dominic atas kehancuran rumah tangga yang ia perbuat sendiri. Albara pun harus berjuang keras demi menebus kesalahan besar dan mengobati luka hati sang istri. Akankah perjuangan panjangnya berhasil merebut kembali cinta berharga yang pernah ia sia-siakan?
Sampul Novel Perjodohan Tidak Diinginkan
9.7
Di usia 22 tahun, Nadira terpaksa menikahi Adrian, seorang pengusaha sukses yang rupanya telah memiliki istri bernama Rania. Pernikahan ini sebenarnya adalah rencana kakek Adrian guna menutupi rahasia kelam sang istri pertama demi menjaga nama baik keluarga mereka. Terjebak dalam kemelut rumah tangga yang rumit dan penuh tekanan, Nadira kini menghadapi ketidakpastian. Akankah Adrian akhirnya menerima kehadirannya, ataukah konflik membara dengan Rania justru akan menghancurkan hidupnya?
Sampul Novel Rasa Sakitku, Kesalahanmu
8.4
Kehidupan Rafaela runtuh seketika saat anak laki-lakinya meninggal dunia. Tragisnya, di momen krusial tersebut, Naren sang suami malah pergi demi menyambut cinta masa lalunya. Kepergian sang buah hati pun menjadi penutup kelam bagi kisah cinta sepuluh tahun dan pernikahan tiga tahun mereka. Kini, Rafaela tidak lagi memiliki air mata. Di tengah kehampaan yang dingin, ia memilih menyerah dan tenggelam dalam kesunyian yang menyiksa akibat pengkhianatan Naren.
Sampul Novel Ternyata Ada Aku Dan Istrimu! "Tapi Aku Bukan Pelakor"
9.0
Depresi akibat trauma masa lalu menyadarkanku bahwa cinta tidak selamanya indah. Di saat impian masa depan mulai dirajut, sebuah kenyataan kelam justru terbongkar. Lelaki yang telah mendampingiku selama bertahun-tahun rupanya telah beristri selama dua tahun. Kendati dikhianati, aku bersyukur kebenaran terungkap sebelum terjerumus dalam poligami. Kisah nyata penuh emosi ini menjadi bukti nyata bahwa kepalsuan serapat apa pun pasti akan tercium juga.