APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Waktu Tak Bisa Menjaga Cinta

Waktu Tak Bisa Menjaga Cinta

Sepuluh tahun menjalin hubungan, aku selalu dikesampingkan oleh Rama demi Sinta. Mulai dari merawat ibunya saat aku sendiri demam, menghadapi tekanan kerja sendirian, hingga momen paling hancur saat ibuku berpulang—Rama justru memilih mendampingi Sinta di hari kelulusannya dengan ponsel yang sengaja dimatikan. Batas sabarku habis dan aku memutuskan untuk pergi. Namun, setelah pengorbananku selesai, Rama justru menangis dan memohon kesempatan kedua yang tidak akan pernah sama lagi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sinta Limawan adalah anak dari sahabat lama keluarga Subrata, usianya tujuh tahun lebih muda dariku dan Rama.

Dari kecil, Sinta selalu mengikuti Rama ke mana pun, sangat menempel padanya.

Bahkan nama mereka diambil dari nama pasangan terkenal dalam cerita wayang "Ramayana".

Sinta berwajah cantik, sifatnya ceria dan sedikit usil, sangat mudah disukai.

Awalnya, aku juga suka padanya, dan menganggapnya seperti adik perempuan di sebelah rumah.

Namun, setelah dia menumpahkan kopi ke gaunku, diam-diam membuang hadiah yang kuberikan, dan memecahkan gelang giok pemberian ibu Rama padaku, barulah aku sadar bahwa dia tidak menyukaiku.

Aku pernah membahas ini pada Rama, awalnya hanya sebagai keluhan kecil.

Dia malah mengerutkan kening dan memarahiku, "Wulan, kamu 'kan orang dewasa, kenapa harus mempermasalahkan anak kecil?"

Waktu itu kami baru berusia dua puluh tahun, sedangkan Sinta baru tiga belas tahun.

Dia memang masih di bawah umur, jadi aku terlihat tidak dewasa karena mempermasalahkan hal ini.

Aku pun malu ditegur, mengira kalau Sinta sudah besar nanti, semua akan baik-baik saja.

Akan tetapi, semuanya hanya khayalanku belaka.

Setelah Sinta beranjak dewasa, dia tidak lagi secara terang-terangan menunjukkan permusuhan padaku, tetapi justru semakin membuatku merasa risih.

Saat aku dan Rama berkencan di Hari Valentine, dia ikut datang, dengan santai memeluk leher Rama sambil bermanja-manja, tepat di depan mataku. Saat kami makan bersama teman-teman, dia minum dari gelas yang sama dengan Rama, meninggalkan bekas lipstiknya.

Ketika aku berkunjung ke rumah Rama, dia sengaja membuat bajunya kotor lalu memakai kaus Rama sebagai baju tidur ....

Gara-gara Sinta, aku dan Rama sering bertengkar.

Sejujurnya, itu tidak bisa dibilang bertengkar. Setiap kali, aku yang marah sendirian.

Aku bilang, "Dia sudah besar, harusnya bisa menjaga jarak dengan pria. Kamu itu hanya tetangga, bukan kakak kandungnya. Dia sudah enam belas tahun, masih juga manja seperti itu, apa menurutmu itu wajar?"

Aku juga bilang, "Aku ini pacarmu. Tapi kamu malah minum dari gelas yang sama dengannya di depanku, membukakan tutup botol untuknya. Apa kamu nggak memikirkan perasaanku?"

"Dia bukan adik kandungmu. Kalau bajunya kotor, dia bisa pakai baju ibumu, kenapa harus pakai bajumu? Aku jatuh cinta padamu saat usiaku juga baru enam belas tahun. Apa kamu yakin dia nggak punya maksud lain?"

Awalnya, Rama hanya menyuruhku agar tidak mempermasalahkan anak kecil.

Lama-lama, dia hanya diam saja.

Aku tidak ingin terus menguras tenagaku dalam hubungan seperti ini. Aku sering menangis sendirian semalaman di balik selimut, sampai akhirnya aku memutuskan untuk putus dengannya.

Namun, Rama malah mengajakku makan di rumahnya, katanya ada hal yang ingin dibicarakan.

Sinta juga ada di sana dan langsung meminta maaf padaku.

"Maaf, ya Kak Wulan. Kita 'kan beda usia jauh, aku nggak menyangka kamu bisa salah paham dan mempersoalkan hal-hal kecil seperti ini. Aku hanya menganggap Kak Rama seperti kakak kandung, nggak ada maksud lain. Kalau ini membuatmu terganggu, aku nggak akan melakukan itu lagi."

Ibu Rama ikut berbicara, "Wulan, maklumilah dia. Dia memang anak yang manja, tapi dia nggak punya niat buruk. Ini juga salahku sebagai ibu, membiarkan mereka tumbuh besar bersama tanpa mengajarkan batasan, sampai membuatmu sedih."

Ibu mertuaku sangat baik padaku.

Namun, setiap kali ada Sinta, aku merasa akulah orang luar di situ.

Setelah makan, Rama berkata padaku.

"Kalau kamu nggak suka sama Sinta, nanti dia akan berusaha sebisa mungkin untuk nggak muncul di depanmu. Dia juga nggak akan mengganggu kita saat kencan."

Semua orang terlihat begitu baik dan pengertian, seolah-olah hanya aku yang kekanak-kanakan dan suka membuat masalah.

Aku merasa malu dan tidak nyaman, tapi asalkan tujuanku tercapai, aku tidak akan menyesal.

Rama adalah pria yang sangat luar biasa, dan aku sangat mencintainya.

Kalau tidak benar-benar terpaksa, aku juga tidak ingin melepaskan hubungan ini.

Setelah itu, Sinta memang tidak pernah lagi mengganggu kencan kami. Tapi waktu kencanku dengan Rama makin berkurang, bahkan kadang dia juga membatalkan janji.

Aku tetap berpikir bahwa dia bersikap begini karena pekerjaannya yang sibuk.

Meski aku tidak senang, aku tidak pernah mengeluh, hanya mengingatkannya untuk menjaga kesehatan dan jangan terlalu sibuk bekerja.

Baru setengah tahun lalu, seorang teman akrab Sinta muncul di depan kantorku, menghadangku sambil berkata, "Kamu hanya gadis desa. Bagaimana kamu berani bersaing dengannya?" Saat itu baru aku menyadari.

Saat aku merawat ibunya yang sakit meskipun diriku sendiri sedang demam tinggi, dia malah menemani Sinta yang patah hati sambil mabuk-mabukan.

Saat aku dimarahi habis-habisan oleh bos di kantor, dia malah sibuk menjaga Sinta yang sedang tidak nyaman karena haid.

....

Banyak sekali hal-hal seperti ini terjadi.

Aku bukan tipe yang gampang percaya begitu saja. Meski kecewa, aku tetap ingin bicara dengannya.

Anggap saja aku memberinya kesempatan.

Sekaligus kesempatan untuk diriku sendiri.

Namun, dalam setengah tahun terakhir, kami jarang bertemu. Setiap kali bertemu pun hanya sebentar, aku tidak pernah punya kesempatan untuk membicarakan hal ini.

Sampai akhirnya semua tertunda hingga saat ini.

Ibuku meninggal, tetapi dia bahkan tidak mau mengangkat teleponku hanya karena menghadiri wisuda Sinta.

Tujuh hari ....

Selama tujuh hari penuh!

Rama tidak pernah menjawab teleponku, bahkan tidak pernah bertanya kenapa aku menelepon.

Apa kami benar-benar sudah pacaran selama sepuluh tahun?

Kadang aku merasa seperti semua ini hanya khayalanku.

Kalau tidak, kenapa pacarku hanya peduli pada wanita lain dan tidak pernah memedulikanku?

....

Hujan membasahi tubuhku, dinginnya terasa sampai ke tulang.

Aku berjalan linglung di tengah hujan, pakaianku basah kuyup.

Sebuah Audi hitam berhenti di depanku, pintunya terbuka, dan seseorang bertubuh tinggi keluar dengan membawa payung.

Itu Rama.

"Wulan!"

Dia memanggilku sambil memayungiku.

Aku terus berjalan melewati genangan air tanpa berhenti.

Air hujan yang dingin meresap ke dalam sepatuku, rasa dinginnya merambat dari kaki hingga ke hatiku, membuatku merasa sangat tidak nyaman.

Rama menyusulku, menarik tanganku. Wajahnya tetap tenang, tapi keningnya berkerut sedikit saat melihat bajuku yang basah kuyup.

Payungnya diarahkan ke atasku, membuat sebagian besar tubuhnya kehujanan.

Dia berbalik untuk mengajakku pergi, tetapi aku tidak bergerak.

Dia kembali mendekat, dengan sedikit kesal dia berkata, "Kenapa nggak mau ikut?"

Aku sudah meneleponnya puluhan kali, tapi dia tidak pernah memberi penjelasan, sama seperti sebelumnya.

Dia jelas seseorang yang peduli dan peka, yang bisa merasakan penderitaanku, tetapi dia memilih untuk tidak peduli.

Entah aku marah besar atau mencoba membicarakannya dengan tenang, pada akhirnya aku yang selalu mengalah.

Makin sering aku mengalah, dia makin menganggap kesabaranku tiada batasnya.

Tiba-tiba aku merasa lelah, baik fisik maupun batin. "Rama, kita ... putus saja."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B63163" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B63163
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Mesum
9.1
Alice Handerson, sekretaris berprinsip kokoh, selalu menghadapi sikap menggoda dari bosnya di tempat kerja. Di balik profesionalismenya, ia kerap terseret dalam ketegangan penuh sensasi di kantor. Ketika sebuah tawaran kontroversial datang dari sang atasan, Alice bimbang antara akal sehat dan gejolak batinnya. Hubungan penuh dinamika cinta dan benci ini menantang batas kekuasaan serta gairah mereka dalam kisah romansa modern yang berani.
Sampul Novel Duda Kuat
9.7
Dalam setahun, Satria sudah bercerai tujuh kali karena semua istrinya tak sanggup melayani gairah ranjangnya yang luar biasa hingga tujuh kali sehari. Kondisi fisik yang tidak wajar ini membuat Satria bertanya-tanya. Ia mencurigai kekuatan berlebih tersebut muncul akibat efek samping obat misterius dari mendiang kakeknya semasa sekolah dulu. Kelanjutan dari kisah Kepincut Janda Tetangga.
Sampul Novel HIGH SCHOOL LOVE ON
8.7
Devano, murid pintar yang terkekang ambisi orang tuanya, menemukan warna baru saat bertetangga dengan Bea Miller, siswi pindahan yang pemberontak. Di balik perbedaan mereka, keduanya kerap menghabiskan malam bersama untuk saling mencurahkan isi hati. Sayangnya, sebuah liburan pantai membuat orang tua Devano murka dan memisahkan mereka. Waktu berlalu, kenangan akan Bea menuntun Devano menjadi fotografer sukses, sementara Bea berhasil meraih impiannya sebagai menteri luar negeri.
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
9.7
Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.
Sampul Novel Matahari di Atas Benua
8.2
Saat menuju resor mewah di Swiss, penulis muda ambisius bernama Bella dipertemukan dengan Alex, fotografer sinis yang tidak lagi percaya cinta. Di balik petualangan tak terduga yang menyatukan mereka, keduanya memendam rahasia besar. Bella menghadapi tekanan karier dari keluarganya, sedangkan Alex terus dibayangi masa lalu yang kelam. Di tengah pesona pegunungan Alpen, mereka kini dihadapkan pada pilihan sulit: berani bertaruh demi cinta sejati atau membiarkan kesempatan itu pergi selamanya.
Sampul Novel Pelanggan Tetap Panti Pijat
9.1
Novel modern Pelanggan Tetap Panti Pijat mengisahkan seorang wanita dengan kegemaran rahasia mengamati keintiman pasangan lain. Sayangnya, sang kekasih adalah pria polos yang kurang bergairah dan gagal memenuhi kebutuhan biologisnya. Tak sanggup menahan diri, ia membawa pacarnya ke sebuah panti pijat refleksi kaki yang baru saja dibuka. Di tempat tersebut, ia akhirnya bisa memuaskan hasratnya dengan menyaksikan segala hal secara langsung.