APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel VIRGIN

VIRGIN

Demi membebaskan keluarganya dari jerat kemiskinan, Rayana mengambil keputusan nekat dengan menjual daya tarik fisiknya kepada pria hidung belang. Namun, gadis polos ini tetap bersikeras mengajukan satu syarat mutlak: ia harus tetap suci. Kini, ia berada di persimpangan jalan, terjepit antara kerasnya realitas hidup dan prinsip diri. Sanggupkah Rayana mempertahankan mahkotanya, atau ia justru akan hancur dalam kesepakatan berbahaya ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 3 Virgin

Terbuai

Tangan besar itu memainkan jari-jarinya, menggelitik area sensitif Rayana, tepat di clitorisnya. Membuat gadis itu kian gemetaran sambil menggigit bibirnya dengan mata terpejam.

"Manis, aku mau darah perawanmu," bisiknya tepat ditelinga Rayana.

Dan membuat Rayana tersentak kaget, lalu menyingkirkan tangan besar Roberto dari area sensitifnya.

"Kita sepakat untuk tidak merusaknya bukan," jawab tegas Rayana, Roberto menyeringai.

"Apa alasanmu, sampai kau mau mempertahankannya."

"Bukan urusanmu, katakan saja, apa yang harus aku lakukan untuk memuaskan birahimu," tegas Rayana.

"Melihat darah perawanmu membasahi kejantanan ku," balasnya sinis dengan senyum menyeringai. Rayana membetulkan letak pakaiannya, lalu meraih tas selempangnya yang berada diatas kasur.

"Kalau begitu, lupakan saja. Aku permisi," jawab Rayana tegas.

"Aku akan bayar seratus juta untuk itu Dara Manis," seru Roberto, saat langkah Rayana sudah sampai diambang pintu. Rayana menoleh menatap Roberto datar.

"Meski kau bayar aku satu milyar, aku tak akan menyerahkannya padamu. Permisi, terima kasih waktunya," sahut Rayana pasti. Ia membuka gagang pintu dan memutarnya.

"Baiklah, aku hanya butuh tubuh polosmu, dan buat aku puas, sampai puncak birahiku membuncah. Jika dua kali kamu bisa membuatku melayang, tanpa kita menyatu. Aku bayar kamu lima belas juta," seru Roberto.

Rayana menoleh cepat, ia menatap tajam wajah pria bermata sipit berkulit putih itu.

"Apa jaminannya, kalau kamu tak akan memaksaku untuk menyatu denganmu," sahutnya tegas dengan tatapan sinis.

"Jika aku sampai melakukannya, kau boleh mendendaku lima ratus juta. Kamu bisa pegang kata-kataku," sahut Roberto.

Pria tersebut mulai mencopoti kain-kain yang menempel di tubuhnya. Rayana memalingkan wajahnya, jujur dari dalam hatinya. Ia sangat takut dan khawatir. Karena ini adalah kali pertama ia bercinta dengan seorang pria.

Bayangan uang lima belas juta menari dalam benaknya. Hanya dua jam, ia bisa mendapatkan tiga kali lipat dari yang Ibunya minta. Ia menghela nafasnya berat dan panjang.

"kunci pintunya, dan sekarang lakukan tugasmu," tegas Roberto, Rayana menggigit bibir bawahnya.

"Apa yang harus aku lakukan," tanyanya lirih, ia menatap takut Roberto. Pria tersebut mencebik kasar.

"Cepat lakukan sekarang," bentaknya, membuat Rayana berjingkrak kaget.

"Aku ke kamar mandi dulu, sebentar. Buang air kecil," ucapnya terbata, lalu berjalan cepat masuk ke kamar mandi. Meremas dadanya yang berdetak begitu kencang. Nafasnya kian memburu, ia sama sekali tak mengerti apa yang harus ia lakukan.

"Raya, ayolah berpikir," gumamnya, kran mengucur deras. Lalu ia merogoh tasnya, dan mengambil benda pipih miliknya. Dengan cepat ia browsing, perihal hubungan badan, agar cepat mencapai puncak.

"Ya Tuhan, kenapa tanganku gemetaran begini," gumamnya, semakin ketakutan dengan apa yang akan ia lakukan. Sambil membaca perlahan artikel yang ia temukan, dan tiba-tiba muncul gambar bergerak di layar ponselnya.

Mata Rayana membulat, tiba-tiba perutnya terasa mual saat melihatnya. Tapi ia harus tetap melihatnya, agar ia bisa mencobanya. Dalam hati hanya berucap, demi Ayah Bunda, dan adik-adiknya.

"Woi! Kamu tidur apa ngapain sih di dalam. Buang air kok lama banget," teriak Roberto dari luar sambil menggedor pintu. Rayana tersentak, sampai membuat ponselnya masuk ke dalam bak mandi.

"Astaga! Ponselku!", ekiknya sedih, ia mengambil gayung, lalu mencoba mengambil ponselnya. Kemudian keluar kamar mandi dengan wajah murung.

"Tidak bisakah sabar sedikit, lihatlah, kamu mengagetkanku. ponselku sampai terjatuh ke dalam bak mandi," eluh Rayana.

Roberto tak memperdulikannya, ia menarik tubuh Rayana ke dalam pelukannya.

"Beli saja yang baru, berikan dulu servis untukku. Jika bagus, aku belikan ponsel baru untukmu, hmm," bisiknya, lalu menjulurkan lidahnya menggelitik lubang telinga Rayana. Gadis itu membelalak, nafasnya naik turun.

"Astaga, kenapa tubuhku, ya Tuhan, apa yang ia lakukan padaku. Kenapa enak sekali," gumam hatinya, ia betul-betul tak pernah tahu dengan semua hal tersebut.

"Wangi tubuhmu enak sekali, aku suka," bisik Roberto mencium leher Rayana lembut.

"Parfum bayi, mmmmmh," jawab Rayana, sambil mendesah lirih. Saat gigitan kecil di lehernya ia rasakan bagai sengatan listrik yang sedang mengaliri laju darahnya.

"Lakukan sekarang, aku harus pergi empat puluh menit lagi. Jika kamu tak bisa memuaskanku dalam waktu tersebut, jangan harap aku akan membayarmu," tegasnya, setelah melepaskan ciuman nya dari tubuh Rayana. Gadis itu mebisu, ia menggigit bibir bawahnya dan berpikir. Mengingat apa yang ia lihat dan dia baca tadi di dalam kamar mandi.

"Cepat," entak Roberto lagi. Rayana tersentak, ia berjalan mendekati Roberto yang terlentang di atas kasur. Perlahan memijat lembut kaki Roberto.

"Biar tidak tegang, jadi biar aku pijat dulu tubuhmu."

"Apa?!"

"Hanya lima menit, pemanasan saja," sahut Rayana cepat. Ia mengusap lembut kulit putih paha Roberto. Membuat pria tersebut mendesis dan terpejam matanya. Rayana meneruskan aksinya, bayangannya terus mengingat hal yang ia tonton dan baca.

"Mmmmh, bagus… teruskan manis. Aaaah….", erang Roberto, ketika tangan lentik Rayana mulai mengusap lembut pusaka yang tersembunyi di balik kain boxer milik Roberto. Pria tersebut kembali mendesah.

Rayana memejamkan matanya kuat, ia tak ingin melihatnya sama sekali. Malu dan takut menguasainya kini, nafasnya yang menderu membuatnya terengah. Kekhawatiran membuatnya semakin takut.

"Ayolah Raya, kamu pasti bisa. Demi liba belas juta pertamamu. Bahkan bonus ponsel baru, semangat Raya, semangat. Bunda menunggu uangmu besok," bisik hati Rayana menyemangati dirinya sendiri. Matanya spontan terbuka, saat tangannya menyentuh sesuatu yang basah di ujung batang kokoh yang menyembul keluar boxer.

"Ough… hmmm, itu sangat enak Manis. Lakukan lagi…"

Roberto mengerang lagi, yang sangat menikmati sentuhan Rayana.

"Ya Tuhan, apa yang aku pegang. Menjijikkan," batin Rayana, ia menarik cepat tangannya, spontan membuat Roberto membuka matanya lebar.

"Kenapa? Teruskan, itu sangat enak, cepat, ahh…" keluhnya, yang masih sempat mendesah, karena batangnya terus saja berdenyut. Nafas Rayana kembang kempis, ia kembali menyentuhnya, namun ia juga menutup matanya kembali.

Mendekatkan bibirnya, lalu mulai mencium puncak yang berlendir tersebut, menjulurkan lidahnya dan memainkan di puncak tersebut.

"Aaaah, mmmh…. Sssss Manis, ooough."

Tiba-tiba Roberto dengan cepat memelorotkan celana boxernya. Menjambak rambut Rayana dan menenggelamkan batangnya ke dalam mulut Rayana.

Dan Rayana mendorongnya kuat, ia mencengkram kuat batang tersebut, lalu menggerakkan genggamannya naik turun, dengan lidah yang menggelitik puncaknya.

"Aaaah, tidak mungkin! Ini sangat enak. Aaaah."

Roberto berteriak, saat cairan kental berwarna putih susu itu muncrat mengenai bibir Rayana.

"Bueh."

Rayana langsung melepehnya, meraih tisu dan membersihkan mulutnya. Sementara satu tangannya masih menggenggam batang yang sangat besar di tangannya.

"Bersihkan."

Perintah Roberto, Rayana menatap pria tersebut, lalu meraih tisu.

"Pakai lidahmu Manis. Lebih enak rasanya," imbuhnya masih dengan nafas tersengal.

"Apa!", pekik Rayana kaget. Bahkan yang muncrat ke mulutnya saja langsung ia muntahkan. Dan ini ia di minta untuk menjilati cairan kental yang baginya sangat menjijikkan itu.

"Kenapa? Cepat lakukan, kalau tidak mau, aku bisa menumpahkan untuk yang kedua kali didalam rahimmu nanti," ancam Roberto lagi.

Rayana menelan salivanya berat, ia menatap cairan tersebut yang tercecer di perut sispek Roberto.

"Pakai tisu basah kan lebih bersih, dan higienis pastinya," bantah Rayana, mencoba merayu agar tak harus melakukan hal yang menurutnya sangat aneh dan menjijikkan.

Roberto mencebik, ia meraih tangan Rayana dan meremasnya perlahan. Gadis itu merasakan gelenyar aneh yang menjalar di tubuhnya.

"Astaga, apa lagi ini."

Remangan hebat ia rasakan, saat tangan Roberto menyusup di balik baju Rayana. Pria tersebut duduk, dan terus menggerayangi tubuh Rayana.

"Lakukan dengan Rasa, Dara Manis, agar kamu menikmatinya," gumamnya, sambil memilin lembut puncak dadanya. Membuat Rayana menggeliat dan mendesah panjang.

🍃 BERSAMBUNG 🍃

Akankah Rayana bisa menguasai dirinya?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Supir Biasa
8.5
Kisah nyata perjuangan seorang perantau yang mengadu nasib sebagai pengemudi di tengah hiruk-piruk Bali. Menghadapi realita hidup yang penuh liku di Pulau Dewata, ia berjuang keras demi bertahan hidup di tanah orang. Narasi ini menyuguhkan sisi lain kehidupan driver yang jarang diketahui publik, dibalut dengan romansa modern yang menyentuh hati dan terasa sangat nyata bagi pembaca.
Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Dengan penuh keyakinan, Tasya mendatangi kantor pusat Adityaswara demi mengadu nasib. Sambil menepis rasa gugup, ia langsung bertanya ke resepsionis tentang peluang kerja yang ada di sana. Tasya sangat berharap dewi fortuna membantunya agar bisa bergabung dengan perusahaan ternama ini. Keputusan berani tersebut akan menjadi titik awal yang sangat menentukan kelanjutan karirnya di bawah arahan sang CEO yang terkenal sangat berpengaruh.
Sampul Novel Perjalanan Cinta Alena
8.5
Alena Kinara Lee sukses membangun karier mandiri sebagai manajer keuangan di Hamburg. Namun, hidupnya berubah setelah satu malam bersama Devin Abraham, CEO arogan yang kemudian bertekad mempertanggungjawabkan perbuatannya. Meski Alena menolak mentah-mentah, takdir justru mendekatkan mereka karena Alena bekerja di perusahaan keluarga Devin. Pria itu terus mengejar dan mengusik ketenangannya setiap hari. Sanggupkah keteguhan Devin meluluhkan hati Alena yang merasa terganggu?
Sampul Novel PERNIKAHAN YANG MANIS DAN GILA
8.6
Arsitek sekaligus CEO ternama, Louisa Alexander, terjebak tipu daya rekan bisnisnya. Saat melarikan diri, ia malah berpapasan dengan Devian Salvatore, sepupu yang paling ia benci. Pertikaian mereka berujung tak terduga di ranjang hotel karena Louisa terpaksa meminta tolong. Sialnya, sang ayah, Louis, memergoki mereka dan langsung menuntut pernikahan. Kini, Devian didera ketakutan hebat membayangkan amarah mematikan kembarannya, Demian, akibat skandal gila ini.
Sampul Novel Saat Lilin Menyala, Cinta Padam
8.7
Memasuki tahun keenam pernikahan, kehangatan sirna setelah sang suami tidak menyentuh istrinya selama tiga bulan dengan alasan lelah bekerja. Kepercayaan sang istri runtuh di hari ulang tahunnya saat mendengar suaminya berbicara dalam bahasa asing dengan temannya. Sang suami mengaku berselingkuh dengan wanita bernama Sallie yang kini hamil, dan berencana mengirimnya ke luar negeri. Menahan kepedihan mendalam karena memahami bahasa tersebut, sang istri hanya bisa menangis dalam diam sambil berpura-pura terharu.
Sampul Novel SKANDAL PERNIKAHAN SANG CEO.
9.2
Alice Morgan, seorang yatim piatu, terjebak dalam pernikahan penuh nestapa dengan Daniel Myers. Ia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk memberikan pewaris bagi sang CEO. Penderitaannya kian memuncak saat istri Daniel menjadikannya sasaran balas dendam yang mematikan. Nyawa Alice kini terancam oleh serbuan pembunuh bayaran yang terus mengintai. Akankah Alice mampu bertahan hidup dari segala serangan musuh dan berhasil melahirkan pewaris yang diinginkan Daniel?