APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Valentine & Memories

Valentine & Memories

Hidup Meera Zean Anatashya yang semula teratur dan penuh ambisi seketika hancur akibat kencan buta daring yang berujung petaka. Kini, ia tengah mengandung anak dari Zyan Derson Ozvick, sang Pangeran Mahkota yang sebenarnya telah bertunangan. Meski Meera berencana pergi setelah melahirkan, Zyan justru bertekad mengurungnya di kerajaan selamanya. Takdir pun menjerat Meera bersama pria yang telah merusak masa depannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Meera akhirnya turun dari burung besi setelah dia menghabiskan waktu berjam-jam disana.

Dia tersenyum saat matahari menyinari wajahnya yang masih terbingkai dengan kaca mata.

Dia menunggu bagasinya baru setelah itu keluar untuk melihat Reya apakah sudah menjemputnya atau belum. Namun dia menggelengkan kepala saat melihat pasukan mereka lengkap.

Mereka semua berhambur memeluk Meera dan sangat heboh, sehingga beberapa orang disana menatap mereka heran.

"Loe makin kurus aja Meer," ucap Arkana yang meneliti penampilan Meera.

"Iya, asli tadi gue sampe gak tanda sama loe." Meera menoyor kening Celin.

"By the way, gue udah ada janji sama orang marketing apartment siang ini. Kalian anterin gue ya."

"Kok anterin sih, kita baru ketemu Meer." Celin terlihat sedikit kesal.

"Lah terus maksud loe ?" Reya pun tidak mengerti.

"Iya, kan rumah nyokap gue masih disewakan sama orang. Dan gue harus letak ini tiga koper kemana ?" Meera bukan tidak ingin melepaskan rindu bersama sahabatnya hanya saja dia memang harus meletakkan semua barang-barangnya di apartement barunya.

Ingat, Meera adalah wanita yang teratur dan rapi.

"Ckckck...udah mendingan kita anterin Meera sekalian tungguin dia dapat kunci apartement baru dia. Habis itu kita buat party." usul Arkana.

"Eh jangan...Meera gak boleh capek." Reya membuat teman-teman mereka menatapnya serius. Dan Meera sudah merapalkan doa.

"Kenapa Rey ? Biasa juga kita loncat sana-loncat sini kalau ketemu." Celin mulai aneh dengan Reya.

"Ya kan Meera lagi hamil."

"APA !?"

"HAH !!?"

"SERIUS !!"

Meera menarik napasnya lelah dan Reya langsung memukul mulutnya sendiri.

Mereka semakin mempersempit jarak dan Meera mundur.

"Stop jangan tanya saat ini. Nanti gue jelasin, sekarang anterin gue." Meera lalu berjalan mendahului semua sahabatnya yang masih terkejut mengetahui kondisinya saat ini.

Reya menyusul Meera mengatakan maaf dan Meera hanya mengangguk.

Dia tahu pasti akan mengatakan kebenarannya kepada mereka semua, hanya saja waktunya tidak tepat.

"Meer serius nih maaf ya," ucap Reya dan Meera jengah mendengar sudah lima kali Reya mengatakan hal itu.

"Loe bilang maaf sekali lagi asli gue tampol." Reya mengerucutkan bibirnya dan yang lain pun menyusul mereka.

****

Reya mengemudikan mobil dan keadaan yang biasanya selalu ramai kini srolah mereka semua mengheningkan cipta.

Diam, tenang, bahkan hembusan napas hampir tidak terdengar di telinga Meera.

Meera yang duduk disebelah kursi pengemudi menoleh kebelakang menatap tiga sahabatnya itu juga melayangkan tatapan penuh tanda tanya.

"Ck, fine I'm pragnent."

"Loe bukannya gak punya pacar ? Selama ini loe bilang sama kita loe belum percaya diri buat punya pacar." Meera mengangguk sebelum menjawab pertanyaan Celin itu.

"Loe ikut pergaulan bule-bule disana ya ? Loe kan tau itu dosa Meer." Lagi Candy pun ikut mengomentari.

"Siapa yang hamilin loe ? Dia gak mau tanggung jawab ?! Ayo kita ke London, gue bakal kasih dia pelajaran."

Meera menelan susah payah ludahnya sendiri. Dia melirik Reya sekilas dan wanita itu tahu harus sedikit membantu Meera.

"Udah deh, kita bahas nanti aja pas udah di apartement Meera. Sabar dikit kali introgasi sahabat sendiri, kesian tu Meera. Dia juga jadi sedih kalian mikir yang enggak-enggak sama dia." Reya mengomeli mereka semua.

"Bukan gitu Re, kita kan hanya___,"

"Iya gue ngerti kok. Tapi nanti ya gue jelasin." Meera langsung membalik tubuhnya kembali lurus kedepan.

***

Semua urusan Meera pun selesai, setelah dua puluh menit menandatangi surat penyewaan apartement dia langsung diberikan kunci unit miliknya tersebut.

Dan karena Meera sudah tahu ke empat sahabatnya itu menunggu cerita darinya dia pun langsung duduk di sofa.

"Kalian gak mau gue pesenin makanan dulu ?"

"Setelah denger cerita loe baru kita makan dengan tenang." Meera mengangguk masih seolah dia tenang, padahal Meera sendiri tidak tahu kedepannya bagaimana.

"Gue hamil karena udah ngikutin hal bodoh. Gue ikut kencan buta yang dari aplikasi gitu kan, terus gue ketemuan ma tuh cowok dan kita juga masih manggil dengan nama inisial. Lalu yang gue ingat ke esokan paginya gue udah gak pakai apa pun dan cowok itu udah gak ada didalam kamar hotel yang sial nya juga gue gak tau. Siapa yang bawa gue kesana."

Meera sedikit terdiam saat kembali akan melanjutkan ceritanya. Dia tahu dirinya sangat tolol.

"Setelah satu hari mencoba mengingat, gue ingat potongan-potongan malam yang gue dan dia lewati. Dan memang gue enggak di paksa atau seolah diperkosa cowok itu, gue yang memang kayanya mabuk. Makanya gue gak terlalu ingat saat bangun. Dan gue gak rau cowok itu ada dimana."

"Loe gak tanya ke hotel tempat kalian melakukan itu." Celin bertanya.

"Udah, gue udah tanya tapi mereka bilang itu privasi. Dan cuma menyebutkan nama Mr.D."

"Gue juga coba datang ke cafe tempat gue ketemuan sama dia tapi dia gak pernah datang lagi kesana. Sampai akhirnya gue lihat dia semalam, dia lagi sama teman-temannya dan juga seorang wanita di Bank Of London. Gue gak berani buat bilang tapi setelah gue mengumpulkan keberanian dia malah udah pergi."

"Gila juga sih, loe baru lewatin satu malam dan langsung jadi," kata Candy ceplos. Arkana pun menoyor kepala Candy.

"Ya kalau satu malam tapi enam ronde apa gak hamil, loe ya kadang-kadang asal aja kalau ngomong."

"SAMA LOE JUGA !" Serentak Celin dan Reya memarahi Arkana.

"Jadi Meer, sekarang rencana loe gimana ?" Reya bertanya.

"Ya gak ada, gue hanya mau kembali kesini. Gue sadar gue udah lakuin dosa sekali dan gak bakal gue lakuin yang kedua kali. Mau orang bicara apa juga ini anak gue, darah daging gue. Gue udah siap nerima konsekuensinya."

Celin,Reya dan Candy memeluk Reya terharu. Arkana yang juga ikut terharu lalu menyusul memeluk mereka semua.

"Tapi Meer, saat anak loe lahir dia juga butuh status loh di mata hukum." Celin langsung mengingatkan.

"Iya gue paham, makanya gue lagi mikir gimana caranya nanti."

"Loe nikah aja sama Arka, terus cerai." Usul Candy membuat Arka yang disebut namanya langsung terdiam.

TBc...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Bisa Tumbuh Lagi
8.8
Tepat sebelum hari pernikahan, penglihatan wanita ini mendadak pulih setelah sebelumnya buta demi menyelamatkan Doni. Namun, kebahagiaan itu sirna saat ia menyaksikan calon suaminya justru bermesraan dengan adik sepupunya sendiri di ruang tamu. Menyadari perselingkuhan yang telah berlangsung lama di belakangnya, ia memutuskan untuk merahasiakan kesembuhannya. Dengan tekad bulat, ia menghubungi ibunya untuk membatalkan pernikahan dengan Doni, lalu memilih untuk menikahi pria vegetatif dari Keluarga Barata.
Sampul Novel Mantan Suami yang Gigih: Tetaplah Bersamaku
9.0
Tiga tahun menikah, Linsey justru pertama kali bertemu Bryson dalam kondisi memalukan. Sang suami bahkan tak mengenalnya dan malah merendahkannya. Usai resmi bercerai, takdir kembali mempertemukan mereka di dunia kerja, saat Linsey menjadi penasihat hukum di perusahaan mantan suaminya tersebut. Kini, Bryson yang mulai jatuh cinta justru memohon agar Linsey tidak pergi. Akankah pria itu rela membuang harga dirinya demi mengejar kembali cinta Linsey yang dulu pernah ia sia-siakan?
Sampul Novel Mencintai Adik Angkatku
9.2
Sebastian diam-diam mencintai Elvina, adik yang selama ini dianggap sekandung oleh semua orang. Rahasia bahwa mereka tak sedarah akhirnya terbongkar saat sang mama membaca buku harian Sebastian. Meski lega mengetahui status asli Elvina sebagai adik angkat, Sebastian kini menghadapi dilema baru. Elvina hanya memandangnya sebagai sosok pelindung. Kebenaran ini pun harus tetap disimpan rapat sampai tiba saatnya Elvina siap menentukan pilihannya sendiri.
Sampul Novel Pernikahan Bukan Pilihanku
8.2
Demi menyelamatkan nyawa ibunya yang sakit, Kirana Ayunda Putri terpaksa merelakan cintanya pada Bima Senjaya. Di usia sembilan belas tahun, ia harus menikahi Mahardika Satria Wibowo, seorang pria yang didesak ayahnya untuk segera memiliki penerus baru setelah kematian anak tunggalnya. Namun, pernikahan ini justru menjadi awal penderitaan Kirana. Tanpa pembelaan dari Mahardika, ia harus berjuang sendirian menghadapi kebencian serta kekejaman dari istri pertama suaminya.
Sampul Novel Saat Istriku Memilih Mati
8.0
Kematian mendadak sang istri yang mengakhiri hidupnya sendiri menyisakan kepedihan mendalam bagi suami dan ketiga anak lelaki mereka yang masih kecil. Tanpa peringatan apa pun, rahasia kelam di balik keputusan tragis ini perlahan terkuak. Sang suami, yang awalnya merasa telah membangun keluarga yang ideal, kini harus menghadapi dampak buruk dari perilakunya selama ini. Di bawah tekanan dari pihak mertua, ia kini hanya bisa menyesali kesalahan masa lalu yang mustahil untuk ia ubah kembali.
Sampul Novel Wanita Penghibur untuk Suamiku
8.9
Didorong rasa putus asa dan cinta, Naura mengambil langkah nekat dengan menyediakan wanita penghibur untuk sang suami. Di tengah kepedihan rumah tangga yang menyiksa, ia tetap bertahan demi membalaskan dendam kematian keluarganya. Sebagai satu-satunya korban selamat dari kecelakaan maut yang merenggut nyawa orang tuanya, Naura masih dihantui trauma hebat saat melihat mereka tewas terbakar di dalam mobil. Ingatan kelam itulah yang kini memicu tekadnya mencari keadilan.