APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Unforgettable CEO

Unforgettable CEO

Akibat salah minum obat perangsang, Elina melewati malam panas bersama Kevin. Kevin yang mengira Elina adalah teman kencannya langsung membawanya masuk. Kejadian itu rupanya begitu membekas di hati Kevin. Meski Elina berusaha kabur demi menghindari konsekuensi dari malam tersebut, takdir berkata lain. Mereka justru dipertemukan kembali, dan kini Kevin bertekad untuk memburu wanita yang sempat mengelabui dirinya dalam situasi yang sepenuhnya baru.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Aaacckkk!!! Gak bener ini gak bener!” ucap Elina sambil mengacak rambutnya sendiri karena frustasi.

“Bego banget sih, Ell. Kenapa malah tidur ama orang. Aduuuhh ... beneran gak waras aku. Sejak kapan Elina jadi bego!”

Elina menjadi sangat frustasi setiap Dia teringat akan kejadian malam panasnya dengan pria yang tidak dia kenal itu. Elina tidak menyangka kalau malam itu akan menambah masalah baru dalam hidupnya.

“Nggak boleh. Pokoknya nggak ada yang boleh tahu tentang kejadian ini. Come on Elina, ini cuma mimpi. Iya ini cuma mimpi! Tadi malam aku tidur di kamar aku sendirian. Iya aku tidur sendirian, nggak mungkin aku tidur sama laki-laki itu. Aduh ... kepalaku rasanya mau pecah,” keluh Elina lagi sambil mulai memijat pelipisnya sendiri.

Elina merasa sangat kaget ketika dia bangun tidur dan mendapati tangan seseorang sedang melingkar di pinggangnya secara posesif. Tadinya Elina mengira kalau dia saat ini sedang bersama dengan Hendra, mantan kekasihnya, namun ketika dia berbalik untuk menyapa pria yang pernah dia cintai itu, Elina kaget dengan sosok pria yang bahkan belum pernah sama sekali dia temui.

Elina yang ketakutan pun akhirnya memilih untuk segera meninggalkan kamar hotel yang ternyata memang bukan kamar miliknya. Dia segera mengambil semua barang-barang miliknya yang bersebiman di kamar tersebut, berusaha tidak meninggalkan jejak sedikit pun.

“Oh iya, Dinda. Aduh ... tu anak pasti kepo banget. Pasti dia bakalan nanyain kenapa aku pergi gak bilang-bilang. Bodo ah! Pokoknya dua ratu kepo itu gak boleh tau,” ucap Elina yang kemudian segera menutup kembali kepalanya dengan selimut.

Tidak ingin ada masalah baru lagi, Elina langsung pergi meninggalkan hotel tempat dia menginap di pagi buta itu. Dia tidak ingin ada di hotel itu lebih lama lagi karena hal itu akan membuat dia mengingat malam kelam nan panas yang baru saja dia alami.

Sejak meninggalkan kamar Kevin, Elina mencoba untuk mensugesti dirinya sendiri kalau kejadian tadi malam itu hanya sebuah mimpi. Dia segera pergi meninggalkan kamar Mario dengan harapan pria itu juga akan melupakannya begitu saja.

“Tapi gimana ceritanya ya aku bisa masuk ke kamar cowok itu. Kayaknya semalam tuh bener deh aku masuk ke kamarku sendiri ... tapi kenapa malah ke kamar orang lain. Aduh Elina, kamu nih bener-bener cari masalah deh,” gerutu Elina yang benar benar menyesal atas tindakannya tadi malam.

“Tapi dia siapa ya? Aku nggak pernah melihat orang itu deh. Cakep sih, tapi kok dia main tidur aja sama orang yang nggak dia kenal. Ah brengsek, pasti dia cowok cabul. Kurang ajar, awas ya kalau sampai ketemu aku lagi bakal aku habisi dia,” gerutu Elina sambil meremas kuat guling yang ada di sampingnya.

Entah kenapa tiba-tiba bayangan sosok pria yang menghabiskan malam bersamanya itu tiba-tiba terlintas begitu saja di dalam pikirannya. Elina bisa mengingat dengan jelas bagaimana cara pria itu membuainya dengan sangat baik sampai membuat Elina lupa diri.

Wajah tampan dan juga aroma parfum maskulin yang sampai saat ini bahkan masih melekat di hidung Elina, benar-benar mampu membuat wanita cantik itu sedikit menyunggingkan senyum. Namun beberapa detik kemudian, Elina langsung menggelengkan kepalanya sendiri untuk mengusir ingatan tersebut.

“Ah rese! Kenapa juga sih pakai ingat-ingat dia segala, dasar cowok mesum!” umpat Elina mencoba untuk membuat dirinya tidak ingat lagi dengan kejadian semalam.

Elina memilih untuk tidur dan menonaktifkan ponselnya setelah dia mengirim pesan untuk dua sahabatnya kalau hari ini dia tidak ingin diganggu. Elina ingin menjauhi sejenak dua temannya itu, setidaknya agar emosinya sendiri lebih stabil setelah kejadian panas tadi malam.

Ketika Elina sedang sibuk dengan dirinya sendiri yang kabur setelah dia mengetahui kalau tadi malam dia menghabiskan malam panasnya dengan seseorang yang dia kenal, di tempat lain Kevin saat ini sedang uring-uringan karena dia merasa ditipu oleh Elina.

Setelah mendapatkan pesan dari asistennya, sesuai dengan petunjuk dari Bima sang asisten pribadi, Kevin langsung menarik orang yang ada di depan pintu kamarnya setelah mengintip dari lubang pengintai pintu. Tepat pada saat itulah Elina muncul sebagai seseorang yang dianggap oleh Kevin adalah orang kiriman dari sang asisten pribadi.

“Brengsek! Siapa dia sebenarnya, kenapa dia bisa ada di depan kamarku dan nggak nolak sedikit pun waktu aku mulai cumbuin dia. Dasar cewek mesum! Awas aja ya kalau sampai nanti dia ketemu dan berani nyebarin masalah ini ke publik, aku nggak akan segan buat habisin dia saat itu juga!” gerutu Kevin yang sangat kesal pagi ini.

“Eh tunggu dulu! Gimana kalau dia sebenarnya itu cewek panggilan dari tamu yang ada di sini. Terus dia salah kamar dan jadi tidur ama aku. Gila! Dia bersih nggak tuh. Aduh ... mana aku nggak gak sempet pake pengaman lagi. Lagian dia enak banget sih ... beda kayak cewek-cewek lainnya. Ah! Sialan bener tuh cewek, dia udah bikin aku makin stres,” umpat Kevin yang sangat kesal mengingat kejadian tadi malam.

Kevin yang sangat kesal dengan kejadian tadi malam, segera melemparkan handuk yang ada di tangannya itu ke atas ranjang. Kondisi ranjang itu masih sangat berantakan sisa dari pertempurannya semalam dengan wanita yang tidak dia tahu jati dirinya.

Kevin segera meraih ponselnya lalu duduk di sofa yang ada di kamar itu. Dia mengambil kopi hitam hangat yang tadi sudah dia pesan untuk membuat otaknya semakin cepat berpikir, agar cepat menemukan cara dia bisa tahu tentang identitas wanita misterius itu.

“Bima mana sih! Lama amat disuruh gitu doang,” ucap Kevin yang kini semakin kesal karena dia harus menunggu lebih lama.

“Halo, Bima!” bentak Kevin ketika dia menghubungi asisten pribadinya itu.

“Iya Bos, ada apa?” tanya Bima balik.

“Udah ketemu orangnya?” tanya Kevin yang sudah tidak ingin menunggu lebih lama lagi.

“Saya sudah mendapatkan tangkapan layar CCTV-nya, Bos. Tapi saya tidak mengenal wanita itu. Saya akan segera membawa rekaman ini ke kamar Bos, siapa tahu Bos mengenali wanita itu,” lapor Bima pada atasannya.

“Cepat bawa ke sini!”

Mendengar berita dari Bima, membuat Kevin semakin geram pada pria muda yang sudah 2 tahun ini selalu ada bersamanya. Entah mengapa Kevin merasa pekerjaan Bima kali ini terasa begitu lambat padahal selama ini dia tidak pernah mengeluh pada kinerja Bima yang selalu memuaskannya.

Kevin menggerak-gerakkan kakinya untuk menghilangkan sedikit rasa emosinya karena dia sangat ingin tahu bagaimana sosok wanita muda yang tadi malam hanya dia lihat dalam pencahayaan yang minim itu.

“Awas aja kamu ya, bentar lagi kamu bakalan aku tangkep. Dan waktu kita ketemu lagi, maka itu adalah hari terakhir kamu hidup di dunia ini,” ancam Kevin pada Elina secara tidak langsung.

“Bos, ini videonya sudah saya dapatkan,” ucap Bima yang berjalan cepat menuju ke Kevin yang sedang menantinya sejak tadi.

“Cepet bawa sini, aku nggak sabar pengen lihat cewek brengsek itu,” ucap Kevin sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil iPad yang di bawah oleh Bima.

Bima menyerahkan iPad yang ada di tangannya itu setelah dia membuka video yang dia dapatkan dari keamanan hotel. Ini adalah salah satu hotel milik keluarga Kevin, jadi dia bisa dengan mudah untuk mendapatkan akses pengambilan rekaman CCTV yang dia inginkan itu.

Kevin langsung menekan tombol pemutar video untuk melihat sosok wanita yang di dalam pikirannya hanya tergambar samar-samar. Dia sampai beberapa kali mengulang video di lorong depan kamarnya mencoba untuk mengenali sosok wanita misterius itu.

“Siapa dia?” tanya Kevin sambil menautkan dua alis tebalnya.

“Bos juga tidak mengenal dia?” tanya Bima.

“Enggak! Aku nggak pernah lihat muka jelek kayak begini,” ucap Kevin yang geram melihat sosok wanita yang ada di dalam video itu.

“Lalu sekarang bagaimana, Bos?”

Kevin menoleh ke arah Bima, “Sejak kapan kamu jadi bodoh! Cepat cari dia dan seret dia ke sini! Selama dia belum ketemu, aku akan potong gajimu 50 persen!”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Delayed Love
9.1
Lima tahun berlalu, Reina Valeria masih berupaya melupakan luka masa lalu. Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Rian Nataharja, yang kini menjadi manajer barunya di kantor. Pertemuan tak terduga ini membangkitkan kembali memori masa sekolah mereka. Rahasia apa yang sebenarnya tersimpan di antara si siswa teladan dan siswi bodoh ini? Kini, Reina terpaksa menghadapi kembali perasaan lama yang sempat tertunda.
Sampul Novel Dibunuh Demi Cinta Pertamanya
8.3
Mendapat kesempatan hidup kedua setelah dibunuh oleh suaminya sendiri, Arthur, protagonis bertekad menjauh sejauh mungkin. Di masa lalu, pernikahan yang ia paksakan memicu bunuh diri Aiko, cinta pertama Arthur. Sebagai balas dendam, Arthur memotong tali pengaman terjun lenting istri dan anaknya hingga tewas. Kini, setelah terbangun tepat di malam ia menjebak Arthur dengan kehamilan, ia segera mengundurkan diri dari kantor, pindah rumah, hingga meminta mutasi ke luar negeri untuk lolos dari maut.
Sampul Novel Ena-Ena 21+
8.4
Antologi kisah romansa dewasa ini menghadirkan kumpulan cerita pendek yang menyoroti lika-liku hubungan penuh gairah. Pembaca akan diajak menyelami dinamika cinta penuh kuasa dari para CEO dan pengusaha, hingga polemik emosional yang dihadapi janda, duda, serta konflik mertua-menantu. Menampilkan latar profesi beragam mulai dari dokter, tentara, hingga satpam, setiap narasi dikemas memikat untuk memenuhi fantasi Anda akan kisah cinta yang mendalam dan unik.
Sampul Novel Kau Pilih Dia Saat Aku Mengandung Anakmu
9.4
Kehamilan Sarah terasa hampa saat suaminya, Dimas, justru sibuk memedulikan Citra. Luka hatinya kian dalam ketika sahabatnya sendiri mulai meluncurkan rencana licik untuk menggeser posisinya sebagai istri. Di tengah situasi pelik ini, Sarah dihadapkan pada dilema besar. Apakah ia harus mempertahankan rumah tangga yang hancur demi anak dalam kandungannya, atau melangkah pergi demi harga diri? Kisah perjuangan batin seorang wanita demi kedamaian hidupnya.
Sampul Novel Occidens
9.7
Akibat ketamakan orang tuanya, Edgar yang berdarah campuran hidup dalam kebencian dan kutukan. Perlahan, hatinya yang dingin mencair berkat Selena, gadis pencari kayu yang selalu ceria. Namun, takdir kejam menguji cinta mereka saat Edgar dinobatkan sebagai pemimpin kaum immortal sekaligus penguasa klan demon. Aturan mutlak melarang sang raja memiliki ratu. Bisakah hubungan mereka bertahan menghadapi hukum dunia immortal yang sangat mengikat?
Sampul Novel WARUNG KOPI JENNY
8.8
Demi sang ibu, Jennyta memilih menetap di Rusunawa Depok setelah pulang menjadi TKW Malaysia. Sisa modalnya ia pakai untuk mendirikan sebuah warung kopi kecil. Sayang, ketenangannya kerap terusik oleh ulah Jimmy Waluyo, mantan preman yang selalu mengganggunya. Namun, dari pertengkaran harian itu, tumbuh perasaan cinta yang tak terduga. Kini Jennyta bimbang, mampukah ia melupakan sosok sang kekasih, Januar Arifin, demi menerima Jimmy di hatinya?