APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Turun Ranjang?

Turun Ranjang?

Kehidupan Bella berbalik arah setelah sebuah tragedi memaksanya menikahi Christopher, adik iparnya sendiri. Di tengah bayang-bayang perlakuan kasar Chiko, sang mantan suami, Bella kini harus menjalani babak baru. Meski Criss selalu berupaya melindunginya, sifat urakan pria itu membuat Bella enggan membuka hati. Mampukah pernikahan tanpa cinta ini bertahan? Ikuti pergulatan batin Bella menghadapi trauma masa lalu demi menemukan kebahagiaan sejati.
Bab
Bagikan

Bab 1

Tap! Tap! Tap!

Derap langkah kaki semakin terdengar kencang dan membuat Bella yang sedang mandi pun segera meraih handuknya. Ia belum terbiasa dan masih beradaptasi tinggal di rumah mertuanya.

"Siapa?" gumamnya agak takut.

Kaki kecilnya melangkah keluar dari bath up yang penuh dengan  bunga mawar. Ia lalu berhenti di pintu kamar mandi. Dengan ragu ia putar pegangan pintu itu.

Ceklek!

"Ah, enggak ada siapa-siapa," katanya. Mata Bella berkeliaran melihat sekeliling kamarnya. Tidak ada tanda kehidupan di sana.

Ia pun kembali melepas handuknya dan melanjutkan aktivitasnya yang terganggu. Kali ini ia tidak berendam. Ia berdiri hingga air dari shower membasahi tubuhnya. Ia sangat menikmati rutinitasnya di pagi hari, setelah sang suami pergi ke kantor.

Setelah mandi, lalu ia menuju ke lemari. Ia memilih pakaian yang akan dikenakannya hari ini. "Aku harus terlihat selalu cantik. Chiko pasti akan sangat senang. Bagaimana pun kami 'kan masih pengantin baru. Hihi," gumam Bella sambil tersenyum.

Bella sangat bahagia dengan pernikahannya kemarin. Ia tak pernah menyangka jika akan menikahi Chiko yang selalu membencinya dari kecil.

"Jika bukan karena perjodohan ini, mungkin dia selamanya enggak akan pernah bisa aku miliki.”

Bella memang dijodohkan dengan Chiko karena masalah bisnis kedua orang tuanya. Bisnis properti menjadi salah satu bisnis yang menjamin kehidupan antara orang tua Bella dan Chiko.

Keluarga Bella punya uang, sedangkan keluarga Chiko punya tenaga ahli. Maka dari itu, Bella pun menyetujui kesepakatan untuk menikah agar bisnis itu bisa berkembang pesat.

“Apa pun akan kulakukan demi kedua orang tuaku. Ya, aku harus berbakti.” Bella duduk di kursi dan menatap cermin sambil menyisir rambut basahnya.

Selanjutnya ia memakai cream untuk melembapkan wajahnya. Kulit wajahnya yang memang sudah putih menjadi terlihat lebih cerah jika memakai cream itu. Bella memang paling pandai merawat diri.

“kalau aja Chiko lebih ramah dan lebih peka,” gerutunya sambil mengerucutkan bibir bak puncak piramida.

"Malam pertama aja ... dia enggak nyentuh aku. Payah! Tapi ... aku harap malam ini dia akan melakukan sesuatu. Hihi. Aku enggak boleh jadi istri yang mengecewakan." Lipstik merah dibubuhkan pada bibir tipis miliknya.

“Kamu memang cantik, Bella,” ucapnya penuh percaya diri.

Setelah itu, lalu ia keluar dan pergi ke ruang makan. Di sana hanya ada ibu mertua dan juga adik Chiko yang sedang sarapan.

"Selamat pagi semua ...," sapa Bella dengan senyum yang merekah.

"Pagi ... ayo sarapan, Sayang!" ajak Bu Hena, ibunya Chiko.

Bella mengangguk dan menggeser kursi. Ia melirik Criss yang sedang asyik menikmati makanannya. "Selamat pagi Criss, kayanya kamu sangat menikmati sarapanmu.”

Criss menatapku sinis. Ia bahkan tak berkata apa pun dan malah menyudahi makannya. Ia seolah terganggu oleh kehadiranku. Kemudian Criss pun pergi begitu saja.

"Kenapa anak itu? Apa aku salah bicara?" batin Bella merasa aneh dengan sikap adik suaminya.

Criss memang sangat berbeda dengan Chiko. Padahal wajahnya tidak kalah tampan dengan kakaknya. Akan tetapi, penampilan dan sikapnya yang sedikit urakan membuat ketampanannya seolah tidak terlihat.

Hena yang sadar dengan sikap anak bungsunya itu pun langsung mengalihkan perhatian menantunya.

"Ah, anak itu emang suka begitu. Jangan dipikirin! Ayo, dimakan!" Hena melempar senyum pada Bella. Ia menyimpan telur ceplok di atas piring menantunya.

Hena tidak ingin suasana pagi hari menjadi kacau dan sudah dirusak oleh sikap Criss yang kurang sopan kepada kakak iparnya.

"Ah, iya. Terima kasih, Ma."

Sepiring nasi goreng yang harum dengan telur ceplok di atasnya kini sudah tersaji di hadapan Bella.

“Aku enggak ngerti sama jalan pikiran anak itu. Nyebelin!” gerutunya dalam hati. Ia sangat membenci tingkah Criss yang tengil.

"Suamimu udah pergi kerja tadi, pagi sekali," kata Hena membuyarkan lamunan Bella.

"Iya, Ma. Maaf, aku enggak bisa tidur kemarin. Aku baru tidur jam tiga subuh.” Bella menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Namun , ucapan Bella itu membuat pikiran Hena melayang ke mana-mana, sehingga wanita itu tertawa kecil. "Hahaha. Biasa, pengantin baru," godanya.

Bella terkekeh, padahal tidak ada yang terjadi pada dirinya semalam selain ia merasa kurang nyaman dengan warna cat kamar suaminya yang abu-abu kelam seperti malam pertamanya yang penuh penolakan.

Akan tetapi, ia tak mempermasalahkan hal itu. Ia sadar jika semuanya memang butuh proses. Bella berpikir sambil makan bersama ibu mertuanya. Mereka terlihat begitu akrab.

Hena meneguk segelas air dan berkata, "Bella, Mama hari ini harus pergi ke rumah sakit.”

"Loh, memangnya siapa yang sedang sakit?"

"Itu ... tadi pagi asisten rumah tangga Mama sakit."

"Mmm ... jadi hari ini Mama yang masak?" Bella jadi merasa tidak enak, seharusnya ia bisa bangun lebih pagi tadi dan membantu Hena.

"Ah, maaf, Ma. Aku enggak bantuin Mama.” Ia menunduk malu. Sebagai menantu, rasanya ia sangat tak berguna.

"Enggak apa-apa, Sayang. Ya udah, Mama berangkat sekarang, ya?" Hena berpamitan sambil merangkul menantunya.

"Iya, hati-hati!"

***

Sampai siang hari tidak ada pekerjaan yang berarti yang Bella lakukan. Ia hanya membaca buku di ruang perpustakaan untuk mengusir kebosanan. Buku-buku di ruang perpustakaan itu cukup lengkap mulai dari novel terjemahan sampai karya sastra penulis terkenal.

Ruangan itu memang sengaja dibangun karena semua keluarga Chiko gemar membaca buku. Setelah beberapa lama duduk membaca, Bella merasa bosan, pun matanya terasa Lelah.

Pandangannya beralih sesaat setelah melihat sosok orang yang membuatnya kesal pagi tadi. "Eh, Criss di sini juga ternyata. Lagi baca buku apa, ya?"

Bella melihat Criss sedang memegang buku yang berjudul ‘Romeo and Juliet' dengan tangan kanannya. Bella ingin sekali tertawa.

"Ck, preman kaya dia suka yang romantis juga ternyata.” Bella segera bersembunyi karena Criss menuju ke arahnya.

Malas bertemu dengan adik iparnya, Bella memutuskan untuk Kembali ke kamarnya dan mulai berselancar di media social melalui ponselnya. Namun, terlalu lama dengan benda pipih itu juga membuat matanya bertambah lelah dan akhirnya ia pun tertidur pulas.

Hingga malam tiba, Bella masih lelap tertidur hingga ia tidak menyadari seseorang memasuki kamarnya yang kebetulan tidak terkunci.

"Mmm ... jangan sentuh itu!" Bella meracau saat merasakan ada belaian lembut di kakinya. Semakin naik dan menyentuh area-area terlarangnya yang masih lengkap terbungkus oleh pakaiannya.

"Sayang, kau sudah pulang?" Bella sempat membuka matanya saat merasakan embusan nafas di lehernya.

“Chiko ...,” sebut Bella. Akan tetapi ia tak dapat melihat sosok yang dimaksudnya. Kamarnya begitu gelap, ia tak menyalakan lampu karena ketiduran.

"Kau tidak menyalakan lampu, Sayang?" tanya Bella. Samar-samar ia melihat gerakan kepala yang seakan berkata 'tidak'. Kecupan menghujani dada atasnya. Bella mengusap rambut sang pria.

"Jangan ... duh!" Bella semakin menggeliat saat tangan hangat itu menyingkap dan melepas dress-nya yang selutut itu.

Tangan dalam kegelapan itu lalu mengelus lembut apa-apa yang selalu disembunyikan Bella karena kini sudah sangat polos tanpa sehelai benang pun.

"Sayang, aku milikmu," ucap Bella. Ia sudah sangat siap menerima malam pertamanya. Bahkan ia selalu menantikannya. Ia pun sempat bermimpi.

“Apa ini nyata? Duh ....”

Bibirnya yang mengeluarkan erangan kecil dan racauan menjadi motivasi bagi sang pria untuk melakukannya lebih.

"Chiko ... mmmp," sebut Bella sesaat sebelum bibirnya menjadi santapan utama sang pria.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertahun-tahun Terpisah, Hati Terbangun
9.2
Skandal besar pecah saat identitas asli Nyonya Marshall terungkap. Usai dituduh mencelakai selingkuhan suaminya, ia dijebloskan ke penjara dan dilaporkan tewas bersama bayinya. Enam tahun berlalu, Callie kembali muncul sebagai wanita memikat yang berbeda. Dalam pertemuan dengan mantan suaminya, Pak Marshall, ia tidak lagi lemah. Sambil tersenyum anggun, Callie menyatakan ia telah menikah bahagia dan meminta pria itu menjauh demi menghargai hidup barunya.
Sampul Novel Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero)
8.9
Pamela harus menelan kepahitan saat cintanya ditolak dan dihina oleh Zero, sahabatnya yang posesif. Setelah berhasil bangkit dan menemukan kebahagiaan baru bersama Tirta, masa lalunya kembali mengusik. Menjelang pernikahan mereka, Zero tiba-tiba hadir untuk merusak segalanya. Meski bayang-bayang mantan kekasih Tirta ikut mengintai, ancaman terbesar tetaplah Zero. Dengan kekuasaan dan obsesi gilanya, putra konglomerat itu bertekad merebut kembali Pamela.
Sampul Novel Gadis (Tak) Perawan
8.4
Indana Maheswari, anak tunggal keluarga terpandang, menyembunyikan rahasia masa lalu yang merenggut keperawanannya. Hal ini membuatnya putus asa dalam mencari jodoh. Di tengah kegamangan, hadirlah Utsman yang tulus menerimanya apa adanya. Namun, saat Indana mulai membuka diri, sosok Saddam tiba-tiba muncul kembali. Sahabat lama Utsman tersebut datang membawa proposal pernikahan yang sulit ditolak, memicu dilema batin yang hebat bagi Indana.
Sampul Novel Hasrat Istri Ketiga
8.6
Masa depan Kiara hancur setelah lulus sekolah karena terpaksa menjadi istri ketiga bagi CEO bernama Andra. Meski awalnya hanya mendambakan keturunan, kini Andra menuntut pengabdian penuh dari Kiara. Di tengah gairah yang menyiksa, posisi Mimi sebagai istri pertama merasa terancam. Mimi pun berupaya memisahkan mereka dengan memanfaatkan teman masa lalu Kiara untuk menghasutnya, tepat ketika Andra mengabaikan kebutuhan batin sang istri. Akankah cinta mereka mampu bertahan?
Sampul Novel Satu-PD178
8.2
Akibat terus diabaikan demi perempuan lain, Janna memilih menyudahi hubungannya dengan Dion. Ia lalu pindah kota demi menata kembali karier dan asmaranya. Sadar bahwa ia hanya mencintai Janna, Dion mencoba mengejarnya. Namun, luka hati yang mendalam membuat Janna menolak kehadirannya. Takdir berkata lain saat Dion kehilangan nyawa demi menyelamatkan anak Janna. Di momen terakhirnya, Janna memaafkan Dion dan mengaku tak menyesali kisah mereka, membuat Dion pergi dengan tenang.
Sampul Novel SCHOOL DIARY
8.0
Dijuluki Miss Bad Luck karena asmaranya selalu berujung sial, Kana memutuskan menyerah dalam mencari cinta. Ia bertekad menutup rapat hatinya demi menghindari kemalangan yang terus berulang. Namun, pertahanan Kana goyah ketika seorang pemuda asing mendadak muncul di hadapannya. Sambil membawa martabak keju kesukaan Kana, cowok itu mengajukan kesepakatan unik: jika Kana menerima makanan tersebut, mereka berdua otomatis resmi menjadi sepasang kekasih detik itu juga.