APKDock Logo
Sampul Novel Triplets Secret Lover

Triplets Secret Lover

8.4 / 10.0
Pasca dikhianati Hans Graham yang berselingkuh dengan dua pria, hidup Ann Davis hancur hingga ia bertemu J. Carter, sang CEO Carter Group. Insiden mabuk mempertemukan mereka dalam kesepakatan pernikahan kontrak setahun demi menghindari Merry Smith. Namun, pernikahan ini justru membuka tabir misteri kebakaran yang menewaskan ayah Ann. Di tengah konspirasi Franz Smith dan rahasia sang miliarder, mampukah Ann mengungkap kebenaran dan menemukan cinta sejatinya?

Triplets Secret Lover Bab 1

Warning! Cerita dewasa 21+! Banyak adegan berbahaya, tidak untuk ditiru! Selera global, bukan lokal! Kebudayaan barat! Bijak Membaca! Risiko dan tanggung jawab masing-masing! Baca sesuai selera dan usia! Tersedia versi Inggris sebagai versi original! Cerita fiktif alias tidak nyata! Bila cocok lanjutkan membaca!

Di sebuah negara berbudaya barat dan menganut prinsip kebebasan…

“Dasar suami brengsek! Bajingan tengik!” seru Ann sambil membanting gelas yang sudah kosong di tangannya ke atas meja bar.

Bartender melirik sekilas mengawasi perilaku wanita ini sambil membuat minuman untuk pelanggan lainnya. Dia tidak menginginkan keributan yang tidak perlu.

Wajah Ann penuh dengan air mata. Dia adalah wanita cantik dengan rambut lurus merah burgundy dengan mata berwarna hijau cerah.

Wajah tampan Hans Graham dengan mata yang berwarna cokelat dan rambutnya yang pirang kecokelatan terbayang di benaknya.

“Bartender, tambah lagi!” seru Ann memberi perintah. Bar ini terletak di Hotel Grand Imperial, sebuah hotel ternama bintang lima. Alkohol yang disediakan adalah jenis alkohol dengan kualitas terbaik.

Ann minum alkohol dengan perasaan kacau balau sendirian. Harga dirinya sebagai wanita terluka. Dia baru saja menandatangani surat cerai atas permintaan suaminya beberapa hari lalu. Mantan suaminya berjanji memberikan harta dan uang yang cukup untuk kehidupan Ann sebagai kompensasi perceraian, asalkan dia berjanji untuk tidak merusak nama baik mantan suaminya ke publik. Begitu selesai tandatangan, Ann langsung pergi berlibur ke hotel untuk staycation dalam rangka menenangkan diri.

“Sial! Lihat saja nanti! Aku akan balas dendam!” teriak Ann frustrasi.

Beberapa minggu yang lalu, Ann memergoki suaminya, Hans Graham, sedang bercinta dengan hebat dengan dua laki-laki sekaligus di sebuah kamar mewah di hotel bintang lima ternama. Ann mengenal kedua pria itu. Mereka adalah pejabat penting di perusahaan Graham Corporation. Perusahaan itu memang sedang melakukan rapat kerja tahunan di ballroom hotel selama seminggu penuh.

Ann datang menyusul untuk memberi kejutan pada suaminya yang selalu sibuk dan gila kerja. Siapa sangka yang terkejut malah Ann ketika mendapati suaminya sedang berpelukan dalam keadaan telanjang dengan dua pria lain?

Sibuk kerja? Gila kerja? Maksudnya main gila? Yang menyakitkan adalah suami Ann sedang main gila dengan pria! PRIA! DUA ORANG PRIA!!!

Suaminya sama sekali tidak merasa bersalah ketika melihat Ann memergoki mereka, sebaliknya ada ekspresi kelegaan di wajahnya. Mungkin dia sudah lelah menyembunyikan fakta ini dari Ann.

“Hai, Ann. Apa kamu mau menonton atau ikut bergabung untuk bercinta bersama kami?” tanya Hans Graham acuh tak acuh. Dia tetap terbaring di ranjang sambil mengelus bokong pasangannya dengan penuh gairah. Sementara pria yang satunya sedang sibuk mengulum joystick perkasa milik Hans seperti permen lolipop.

“Aaah… iya enak… lagi…” desah Hans Graham dengan nikmat ketika pria yang mengulum joysticknya memainkan lidahnya yang basah di bawah sana.

“Mmm… aargh…”

Dada Ann naik turun menahan amarah yang memuncak. Belum pernah dia merasa terhina seperti ini. Hans tidak pernah menyentuhnya dengan gairah seperti yang Ann lihat saat ini. Sekarang dia tahu alasannya.

“Bajingan kalian semua!” teriak Ann marah, lalu pergi dengan membanting pintu kamar hotel sambil menangis patah hati.

Ann mengenal kekasih suaminya. Yang satu adalah Chief Marketing Officer dari Graham Corporation, Teddy Lee. Pria itu memang memiliki status sebagai pria single tampan yang populer dan senang bergonta ganti pasangan. Rambut Teddy yang ikal berwarna pirang keemasan dan matanya berwarna amber. Dia bertanggung jawab untuk memastikan strategi marketing dari produk Graham Corporation sukses di pasaran.

Pria yang satu lagi adalah Chief Finance Officer dari Graham Corporation, Franz Smith. Pria tampan berkacamata yang terlihat pendiam dan tenang itu banyak dikagumi oleh wanita di dalam perusahaan maupun rekanan perusahaan. Rambut Franz berwarna pirang kemerahan dan matanya berwarna amber. Pria ini adalah orang yang Hans percaya untuk mengelola keuangan perusahaan dengan efektif dan efisien. Dia terkenal sebagai pria tampan idaman para wanita.

Ann Graham sudah menjadi Ann Davis dalam hitungan hari. Segera setelah proses administrasi dari perceraiannya selesai diurus oleh pengacara, dia bukan lagi bagian dari keluarga Graham. Ann menghela napas dan menenggak alkohol di dalam gelasnya dalam satu tegukan. Tidak heran bila kehidupan pernikahannya sangat dingin dan singkat. Kehidupan ranjangnya sama sekali tidak menyenangkan. Sekarang dia tahu sebabnya. Mengapa selama ini dia begitu bodoh?

Selama ini Hans Graham hanya memanfaatkan dirinya sebagai pendamping di acara formal bisnis untuk menjalankan peran istri. Hans Graham, Chief Executive Officer alias CEO dari Graham Corporation tidak pernah mencintainya sedikit pun. Ann menangis sendirian sambil terus memasukkan alkohol ke mulutnya.

“Nyonya, sebaiknya Anda berhenti minum. Anda sudah terlihat mabuk,” kata bartender bersimpati.

“Tidak, aku belum mabuk. Aku hanya patah hati,” jawab Ann sambil terus menangis.

“Okay, jangan muntah di sini. Bila anda perlu bantuan, silakan panggil saya,” sahut bartender memberi peringatan.

“Kamu cerewet sekali,” gerutu Ann kesal. Dia mengeluarkan kartu debitnya untuk membayar tagihannya.

Ann turun dari kursinya dan pergi ke toilet untuk merapikan wajahnya. Riasan wajahnya pasti berantakan dan luntur karena air mata. Ann berniat membersihkan wajahnya supaya tidak terlihat menyedihkan dan seperti hantu. Harga dirinya sudah terluka karena daya tariknya sebagai wanita sudah dikalahkan oleh daya tarik pria. Ann tidak ingin wajahnya pun terlihat seperti wanita jelek. Setidaknya, Ann berusaha tetap tampil cantik dan menarik.

Setelah berhasil menghentikan tangisnya dan membersihkan riasan wajahnya di toilet, Ann keluar dan berniat untuk kembali ke kamar hotel yang dipesannya. Waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam.

Di koridor terlihat sepasang pria dan wanita sedang bertengkar.

“Sudah kubilang jangan ikuti aku, Merry,” keluh sang pria dengan pakaian kerja yang rapi. Dia memakai blazer hitam dan kemeja di bagian dalamnya.

“Aku ingin membuat kejutan untukmu, sayang,” kata Merry, wanita yang berbalut gaun warna merah yang berbelahan dada rendah dan rok mini itu sambil memeluk pinggang pria itu. Rambut Merry yang berwarna pirang kemerahan bergelombang dan matanya yang berwarna amber terlihat menggoda.

“Hentikan! Aku tidak menyukaimu! Berhenti membuntutiku!” kata pria itu sambil melepaskan pelukan Merry dari pinggangnya.

“Kenapa? Kamu punya wanita lain?” tanya Merry mendesak.

“Dengar, Merry. Aku tidak punya perasaan apa-apa terhadapmu. Kita juga bukan kekasih. Berhentilah mengangguku. Aku tidak ingin bersikap kasar padamu,” kata pria itu memohon.

Wanita yang bernama Merry itu mengacuhkan permintaan pria itu.

“Bila kamu tidak ada wanita lain berarti tidak ada masalah,” kata Merry memaksa.

“Merry, please…” kata pria itu frustrasi.

Tiba-tiba dari arah belakang Ann datang dan menggamit tangan pria itu.

“Maaf, sayang. Sepertinya aku terlalu lama di toilet. Ayo, kita pergi,” kata Ann sambil menggamit lengan pria itu.

Pria itu melongo karena kehilangan kata-kata. Dia menatap Ann dengan bingung.

“Hei, siapa kamu?” bentak Merry cemburu.

Ann melirik ke arah Merry.

“Sayang, apa wanita ini selingkuhanmu? Kamu tahu aku adalah wanita pencemburu bukan?” tanya Ann sambil melirik ke arah Ann.

“Bukan. Merry hanya anak perempuan salah satu mitra bisnisku. Dia bukan siapa-siapa bagiku,” jawab pria itu.

“Apa?” seru Merry terkejut.

Ann meremas lengan pria itu, memberi isyarat agar dia tetap tenang.

“Bagus. Kalau begitu kita pergi sekarang,” kata Ann sambil menarik lengan pria itu dan bergegas berjalan menuju lift. Pria itu dengan patuh berjalan dengan langkah lebar.

“Hey, tunggu!” teriak Merry dengan tergesa-gesa membuntuti mereka.

“Apa yang sedang kamu lakukan?” bisik pria itu pada Ann.

“Menyelamatkan hidupmu,” jawab Ann singkat.

“Kita mau ke mana?” tanya pria itu.

“Kamar hotel,” jawab Ann sambil meloncat masuk ke dalam lift lalu menutup pintu lift tepat di wajah Merry.

Ann melepaskan dirinya dari pria itu, lalu menempelkan kartu kamar dan menekan tombol lantai yang dituju. Dia mengambil jarak beberapa langkah menjauh dari pria itu.

“Siapa kamu?” tanya pria itu merasa lega karena akhirnya terbebas dari kejaran Merry. Namun dia melirik Ann dengan perasaan ingin tahu. Wanita ini terlihat sangat cuek dan tidak tertarik padanya. Sikap wanita ini justru membuatnya penasaran dan memancing keinginannya untuk menaklukannya di ranjang. Apakah wanita ini mengenalinya?

“Hanya orang yang kebetulan lewat. Kamu bisa keluar lift di lantaiku dan menunggu beberapa menit untuk mengecoh wanita itu. Setelah itu kamu bisa turun lewat lift yang di sebelah ujung sana,” kata Ann dengan datar. Dia sama sekali tidak memandang wajah pria itu dan menatap kosong ke pintu lift.

“Terima kasih atas bantuanmu,” kata pria itu tersenyum. Dia yakin sekarang kalau wanita ini tidak mengenalinya.

Ann tersenyum sambil melirik sekilas. Pria itu tampan sekali. Garis rahangnya terlihat tegas. Sepasang mata birunya begitu memikat. Rambutnya yang berwarna cokelat hykory gelap yang dipotong pendek terlihat bergaya. Hidungnya mancung. Dadanya lebar dan bidang, sementara perutnya berotot sempurna. Kakinya panjang, dan bokongnya begitu menarik untuk dilihat. Aroma tubuhnya begitu menggoda, membangkitkan gairah. Astaga, pasti amat menyenangkan bila bisa melihat tubuhnya dalam keadaan tanpa pakaian. Imajinasi Ann bergerak liar membayangkan tubuh pria ini. Dia menelan ludah dan menutup matanya.

“Hentikan, Ann! Jaga sikapmu,” tegur Ann pada dirinya sendiri diam-diam.

Ann mengigit bibirnya, berusaha menahan gairah. Tidak, dia tidak boleh terlihat menyedihkan. Dia adalah wanita yang buruk dalam memilih lelaki. Siapa yang tahu bila pria ini lebih menyukai sesama jenis dibandingkan wanita? Ann tidak ingin menjebak dirinya dalam situasi yang memalukan.

Dengan agak sempoyongan, Ann keluar dari lift dan berjalan di koridor.

“Hei, apa kamu tidak apa-apa?” tanya pria itu sedikit cemas.

“Tenanglah. Aku baik-baik saja,” kata Ann menggumam kurang jelas.

Kepalanya terasa pusing sekali dan perutnya mual. Dengan tangan gemetar dia menempelkan kartu kamar ke pintu kamarnya.

Click!

Kunci pintu kamar Ann terbuka. Dia mendorong pintunya hingga terbuka lebar.

Pandangannya mengabur, dan mualnya semakin parah. Kepalanya berdenyut-denyut, sakit sekali. Mendadak, tubuhnya oleng.

“Hei, hati-hati!” seru pria itu cemas.

Ann tidak lagi dapat mendengar seruan pria itu. Tubuh Ann terkulai lemas. Tubuhnya nyaris menghantam lantai.

Namun, tepat sebelum tubuhnya menghantam lantai dengan keras, sebuah lengan yang panjang dan kekar memeluk tubuhnya. Aroma lengan itu terasa harum dan maskulin. Begitu menyenangkan di hidung Ann. Lalu, dalam hitungan menit Ann kehilangan kesadaran.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Triplets Secret Lover

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Vonis gagal hati akut menyisakan waktu tiga hari bagi protagonis. Namun, David, suaminya, malah memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, adik angkatnya. Dianggap "lebih pantas hidup", ia pun menghentikan pengobatan dan meminum pereda nyeri dosis tinggi yang fatal. Sebelum ajal menjemput, ia menyerahkan perusahaan perhiasan, menyetujui perceraian agar David menikahi Emma, hingga membiarkan putrinya diasuh Emma. Saat keluarganya menganggap semua pengorbanan itu wajar, ia menanti kehancuran mereka setelah kematiannya tiba.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan kampus Bunga mendadak gempar setelah ia mengetahui kebenaran yang mengejutkan. Ezza, pria yang dijodohkan dengannya dan kini sah menjadi suaminya, tiba-tiba hadir sebagai dosen baru di sana. Kemunculan Ezza yang tidak disangka-sangka ini langsung memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai menyangsikan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada rencana rahasia yang disembunyikan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya saat koma, tetapi setelah sadar, ia malah menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi meninggalkan segalanya dan menuju bandara.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan hasil perjodohan Mira Aditya dengan Rafiq Jaya berujung pilu. Di balik ikatan tersebut, Rafiq rupanya telah menikahi Elena Faris, cinta masa lalunya, secara diam-diam. Terasing di rumah sendiri dan terus didera kepedihan mendalam membuat Mira berada di titik nadir. Di tengah kekecewaan serta hampa yang kian menyiksa, ia pun kini harus menentukan pilihan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau melangkah pergi demi meraih kebebasannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan