APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tiga Miliar Untuk Semalam

Tiga Miliar Untuk Semalam

Kehidupan Selena yang baru berumur 22 tahun hancur usai sang ayah berpulang dan ibunya jatuh sakit. Demi melunasi utang tiga miliar rupiah serta menyelamatkan rumahnya, ia terpaksa menjual diri. Di hotel mewah, ia melewati satu malam bersama pria dingin yang berkuasa. Transaksi tersebut ternyata menyeret Selena ke dalam pusaran cinta rumit dan rahasia kelam yang mengubah takdir hidupnya selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Langkah kaki Selena terdengar pelan ketika ia menuruni angkutan kota terakhir yang membawanya pulang. Matahari pagi sudah tinggi, panasnya menembus kulit meski angin masih lembap sisa hujan semalam. Tangannya menggenggam erat tas kecil yang kini berisi amplop tebal-bayaran untuk malam yang baru saja menghancurkan hidupnya.

Ia berjalan cepat melewati gang sempit menuju rumah. Setiap orang yang ia lewati terasa seperti menatapnya, seolah mereka tahu apa yang baru saja ia lakukan. Padahal tak seorang pun tahu. Itu hanya ketakutan yang menempel di hatinya, membuatnya ingin bersembunyi dari dunia.

Ketika akhirnya tiba di depan pintu rumah, Selena berhenti sejenak. Rumah itu tampak lusuh, catnya terkelupas, gentengnya bocor di beberapa sisi. Namun di balik segala kekurangannya, rumah itu adalah satu-satunya tempat yang masih ia punya-dan yang harus ia selamatkan dengan cara apapun.

Ia menarik napas panjang, berusaha menghapus jejak air mata di pipinya sebelum mengetuk pintu.

"Len?" suara ibunya dari dalam terdengar pelan.

Selena buru-buru masuk, tersenyum paksa sambil berkata, "Iya, Bu. Aku baru pulang."

Di ranjang kecil di ruang tengah, ibunya tengah duduk bersandar dengan bantal. Wajahnya pucat, tubuhnya tampak lebih kurus dari kemarin. Meski begitu, senyumnya tetap ada, meski samar.

"Dari mana semalaman? Ibu sempat khawatir," tanya ibunya, suaranya lemah.

Selena menunduk, berusaha tidak memperlihatkan kegelisahan yang menguasai dirinya. "Maaf, Bu. Aku... semalam ada kerjaan tambahan. Aku nggak sempat kasih kabar."

Ibunya mengangguk pelan. "Kerjaan tambahan? Apa kamu nggak terlalu capek? Kamu kan baru saja berhenti dari supermarket itu."

Selena tersenyum hambar. "Nggak apa-apa, Bu. Justru ini kerjaan yang bisa bantu kita." Ia menepuk-nepuk tas kecil di tangannya. "Aku dapat uang. Lumayan banyak."

Mata ibunya sedikit membesar, ada kilatan harap di sana. "Banyak? Dari mana, Nak?"

Selena tercekat. Lidahnya kelu. Bagaimana ia bisa menjawab pertanyaan itu? Apakah ia harus mengatakan kebenaran? Bahwa ia menjual kehormatannya demi amplop itu?

Tidak. Ia tidak boleh.

Ia mengalihkan pandangan, lalu tersenyum tipis. "Ada orang baik yang mau bantu. Katanya aku bisa kerja serabutan beberapa kali, dan... ini uang muka."

Ibunya menatap Selena lama, seolah mencoba membaca wajah anaknya. Selena merasa jantungnya berdetak semakin cepat, takut rahasia itu terbongkar. Namun akhirnya, ibunya hanya mengangguk pelan.

"Alhamdulillah... setidaknya bebanmu agak ringan. Ibu selalu khawatir kamu terlalu banyak mikir soal uang."

Selena segera duduk di tepi ranjang, menggenggam tangan ibunya erat-erat. "Jangan khawatir, Bu. Semua akan baik-baik saja."

Namun dalam hatinya, ia tahu itu bohong.

Siang hari, setelah ibunya kembali tertidur karena lelah, Selena duduk di meja kayu tua di dapur. Ia membuka amplop berisi uang itu. Jumlahnya benar-benar banyak-sebuah tumpukan yang bisa membayar semua tagihan dan masih menyisakan cukup untuk berbulan-bulan.

Tangannya gemetar saat menyentuh lembaran-lembaran itu. Seharusnya ia merasa lega. Seharusnya ia bisa tersenyum karena masalahnya teratasi.

Tapi yang ia rasakan hanyalah perasaan kotor, jijik pada dirinya sendiri.

Air matanya jatuh mengenai permukaan meja. "Tiga miliar... harga dari semua ini."

Ia teringat pada malam itu-tatapan dingin pria asing itu, sentuhan yang memaksa, rasa sakit yang masih tertinggal di tubuhnya. Ia merasa ingin muntah.

Namun ia tahu, uang itu harus dipakai. Ia tidak punya pilihan.

Sore menjelang, Selena pergi ke bank untuk segera membayar sebagian hutang. Petugas bank memandangnya heran ketika ia menyerahkan uang tunai dalam jumlah besar, tapi ia tak peduli.

Begitu keluar dari bank, ia menatap langit yang mulai berwarna jingga. Untuk sesaat, ia merasa bebas. Ancaman penyitaan rumah bisa ditunda, dan ibunya bisa tetap tinggal di tempat yang mereka cintai.

Namun rasa lega itu tak bertahan lama. Di tengah keramaian jalan, ia merasa ada seseorang yang mengikutinya. Langkah kakinya dipercepat, matanya menoleh ke belakang, tapi ia tak melihat siapa pun secara jelas. Hanya perasaan aneh yang membuat bulu kuduknya berdiri.

Apakah dia? pikir Selena, jantungnya berdegup keras. Apakah pria itu mengawasiku?

Ia buru-buru berlari menuju angkutan kota, duduk di pojok sambil memeluk tasnya erat-erat.

Malam itu, Selena menyiapkan bubur sederhana untuk ibunya. Saat mereka makan bersama, ibunya tersenyum, tampak lebih tenang setelah tahu ada sedikit uang untuk bertahan.

"Len, ibu selalu percaya kamu anak yang kuat. Ayahmu pasti bangga melihatmu berjuang sejauh ini," ucap ibunya pelan.

Kata-kata itu menusuk hati Selena. Air matanya hampir jatuh, tapi ia buru-buru menunduk agar tak terlihat.

Ia ingin berteriak. Ia ingin berkata bahwa ia tidak kuat, bahwa ia sudah hancur. Tapi ia memilih diam.

Karena jika ibunya tahu, itu hanya akan melukai hatinya.

Beberapa hari berlalu. Selena mencoba menjalani hidup seperti biasa. Ia membersihkan rumah, memasak untuk ibunya, dan bahkan mulai mencari pekerjaan kecil di sekitar lingkungan. Namun tubuhnya sering lemas, kepalanya pusing, dan perutnya terasa mual setiap pagi.

Awalnya ia mengira itu karena stres dan kurang makan. Tapi ketika mual itu datang lagi dan lagi, rasa takut menyelusup ke dalam pikirannya.

Ia menatap wajahnya di cermin kamar mandi-pucat, matanya sembab, bibirnya kering. Tangannya menyentuh perutnya sendiri.

Tidak mungkin... kan? bisiknya dalam hati.

Namun bayangan malam itu kembali menghantuinya. Bayangan pria asing yang mengambil segalanya darinya.

Dan ketakutan baru mulai tumbuh-ketakutan bahwa ia membawa rahasia yang lebih besar daripada yang bisa ia sembunyikan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masuk Tiga Besar Daftar Orang Terkaya di Negara Ini
7.9
Divonis tumor otak saat suaminya, Ethan Wood, berselingkuh dengan manajernya membuat dunia wanita ini runtuh. Menolak diam demi menutupi skandal itu, ia memilih bercerai demi mengejar impiannya. Tak disangka, investasi impulsif dan galeri seninya sukses besar hingga ia masuk daftar tiga orang terkaya di Preayork. Di tengah ejekan Ethan tentang sisa umurnya, sebuah keajaiban datang: diagnosis tumor itu ternyata salah. Kini, ia siap bangkit berkuasa.
Sampul Novel Bukan Mantan Istri Biasa
9.2
Tiga tahun menjadi istri penurut tak membuat Laura dicintai Nikolas Riyadi. Diabaikan demi wanita lain, Laura akhirnya memilih bercerai. Keputusan sang pewaris kaya kembali melajang langsung mengguncang publik. Kini, para CEO tampan saling bersaing memperebutkan hatinya. Saat Nikolas memohon kesempatan kedua di depan umum, akankah Laura luluh atau memilih melangkah pergi meninggalkan masa lalu?
Sampul Novel Cinta Dan Benci
8.1
Viona Anatasya meregang nyawa akibat pengkhianatan keluarga dan tunangannya yang tega merampas organ hatinya. Saat mendapat kesempatan hidup kedua, ia bertekad merebut kembali segalanya dan membalas dendam. Namun, takdir mempertemukannya dengan Randy Logan, seorang CEO dingin yang tiba-tiba terobsesi padanya. Di sela rencana pembalasan, sang miliarder justru menjerat Viona dengan kasih sayang posesif yang membuatnya tersudut.
Sampul Novel Direktur Iblis Takut Kehilangan
8.4
Kehidupan Lia Adelia runtuh setelah suaminya tiada dan ia didepak dari kediamannya. Kini, sebagai janda dua anak, ia harus bersusah payah mencari nafkah di tengah berbagai hinaan fisik serta status sosialnya. Di saat sulit, takdir mempertemukannya dengan Bagas Samudra, seorang pimpinan bank yang berwatak dingin sekaligus menjengkelkan. Walau Lia telah berjanji setia pada mendiang suaminya untuk tidak menikah lagi, perilaku Bagas perlahan melembut. Apakah niat terselubung sang direktur?
Sampul Novel Hot Billionaire
8.6
Sebagai anak di luar nikah, Ariel harus menanggung cemoohan publik yang merusak nama besar ayahnya. Di tengah perlakuan kejam tersebut, takdir mempertemukannya dengan Shawn Geovan. Kehadiran miliarder sempurna ini membawa harapan baru bagi Ariel. Namun, perbedaan kasta yang jurang pemisah menjadi ujian berat bagi hubungan mereka. Mampukah Shawn melindungi Ariel dari kejamnya dunia? Temukan kisah perjuangan cinta mereka yang penuh rintangan.
Sampul Novel I Love You Pak Tua
8.7
Viona jatuh cinta pada bosnya, Raka, pria berumur 47 tahun. Benih asmara itu tumbuh saat ia menyamar sebagai kekasih sewaan demi membahagiakan ayah Raka yang sedang sakit. Walau cintanya tak berbalas, ia tidak menyerah. Kendala besar muncul saat orang tua Viona menolak keras hubungan beda usia ini karena cemas akan masa depannya. Mereka lalu menjodohkannya dengan Revan, sahabat dekatnya. Kini, Viona harus memilih: terus mengejar Raka atau pasrah pada perjodohan.