APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Thief of Heart

Thief of Heart

Kehidupan Emma, staf baru H&D Group, berubah total sejak bertemu Devan, sang putra pemilik perusahaan. Akibat skandal saat bertugas di Kalimantan, mereka nekat menikah siri demi melegalkan hubungan, meski Emma memiliki tunangan dan Devan telah beristri. Awalnya, pernikahan siri ini disepakati akan berakhir begitu Emma menikahi tunangannya. Namun, benih cinta justru tumbuh di antara mereka. Akankah Devan jujur pada istrinya, atau Emma rela menjadi istri kedua?
Bab
Bagikan

Bab 1

Emma menatap penampilannya depan cermin yang sangat sempurna dimana hari ini adalah hari pertamanya bekerja sebagai sekretaris utama untuk bos kedua, hidup tanpa orang tua sudah dijalaninya beberapa tahun semenjak mereka meninggal dan disamping itu Emma tidak memiliki saudara sama sekali. Diusianya yang tiga puluh ini cukup membuat Emma memiliki banyak pengalaman bekerja yang dari awal sudah bekerja di H&D Group yang sangat terkenal tersebut, semua meremehkan kemampuan Emma bahkan ketika sudah bekerja ditempat tersebut.

“Cantik.”

Emma menatap Richard yang berdiri di depan kamar mandi bertelanjang dada, “ada jadwal apa hari ini?.”

“Paling di kantor aja, kenapa?” Emma menggelengkan kepala “Melihat kamu begini membuat aku ingin menarik ke ranjang.”

Emma melotot mendengarnya “Jangan aneh – aneh, aku udah siap ini bekerja.”

Emma berdiri langsung mencium bibir Richard sekilas sebelum meninggalkan apartemen untuk berangkat ketempat kantor terbarunya. Richard adalah tunangan Emma, dimana mereka telah menjalin hubungan selama hampir sepuluh tahun dan tidak ada tanda–tanda akan menikah. Keluarga Richard tidak menyukai Emma dan membutuhkan perjuangan besar agar mereka bisa bersama sampai sekarang, pada saat tunangan orang tua Richard semakin tidak suka tapi Emma tidak peduli karena memang bukan urusannya yang terpenting adalah dirinya dan Richard bukan orang lain.

Menatap bangunan yang ada dihadapannya dimana banyak rumor mengatakan bahwa perusahaan ini sangat memperhatikan karyawannya, keluarga Richard tidak percaya Emma bisa masuk kedalam perusahaan ini. Perusahaan yang sudah terkenal di seluruh Indonesia dengan nama berbeda dimana mereka bergerak di properti, tambang, pabrik makanan dan minuman, pabrik penghasil plastik, hotel, restoran dan banyak lagi. Emma bisa dikatakan beruntung masuk di perusahaan ini dan sangat penasaran bagaimana sosok dari pemilik ini sebenarnya, meskipun pernah melihat di berita tetap saja belum secara langsung berinteraksi dan pekerjaannya adalah wakil asisten dari sekretaris yang berarti dimana akan langsung berhubungan dengan orang yang memiliki jabatan tinggi di perusahaan ini.

“Emma?” Emma mengangguk pelan pada wanita yang tampak tegas ini “Saya Lila, ikut saya keatas.”

Emma mengikuti Lila dengan masuk kedalam lift sampai pada satu ruangan dimana tampak sepi yang sepertinya hanya orang – orang tertentu saja berada diruangan ini, dalam diam Emma masih mengikuti gerakan Lila yang melangkah menuju salah satu tempat dimana terdapat dua meja dan Lila menuju kesalah satu meja.

“Ini adalah meja kamu dimana posisi kamu setelah ini berada dibawah Pak Devan yang merupakan anak pertama” Emma mengangguk pelan “Beliau adalah petinggi kedua setelah Pak Wijaya, tapi karena Pak Wijaya sudah jarang datang jadinya Pak Devan yang mengurus semuanya disini bersama dengan saya.”

“Lalu ibu disebelah?” tanya Emma.

Lila menggelengkan kepala “Saya berada dilantai atas ini membantu Pak Wijaya dan istrinya” Emma mengangguk pelan “Pak Devan ini asisten baru yang diminta semoga sesuai dengan harapan.” Emma bingung saat Lila berkata seperti itu, secara otomatis membalikkan badannya.

Emma memandang pria yang akan menjadi atasannya ini dimana sangat berbeda jauh dengan Richard, berkenalan singkat sebelum akhirnya masuk kedalam ruangannya. Suara Lila membuat Emma tersadar atas apa yang baru saja dilakukannya dengan membayangi bentuk dari tubuh atasannya tersebut. Emma menghembuskan nafas pelan dan selanjutnya mendengarkan Lila menjelaskan mengenai pekerjaannya yang akan berhubungan dengan Devan, Emma mencatatnya dalam buku agar tidak terlalu lupa. Suara telepon membuat Emma mengangkatnya dimana Lila lupa untuk membawakan minuman di mejanya, Emma langsung menghubungi office boy agar membawakan minuman.

“Besok sepertinya Devan akan ke Kalimantan untuk melakukan kunjungan kurang lebih seminggu dan kamu harus ikut.” Lila menjelaskan setelah Devan masuk ke ruangannya.

Emma membelalakkan matanya mendengar kata – kata Lila “Bagaimana bisa saya ikut sedangkan masih baru, mbak?.”

Lila tersenyum, mengalihkan pandangan kearah lain “Masuk aja” saat melihat office boy datang “Devan bukan orang yang ribet karena dia hanya kunjungan sebentar sisanya menikmati waktu seperti liburan begitu.” Lila kembali fokus pada Emma.

Emma mengernyitkan keningnya “Maksudnya liburan sama kerja?” Lila mengangguk pelan “Kalau begitu aku nggak perlu ikut, mbak.”

“Harus ikut karena tiket sudah dibayar untuk dua orang.”

Emma terdiam dan tidak bisa membantah kata-kata Lila, tidak lama Lila berpamitan pada Emma menuju ruangannya meninggalkan dirinya seorang diri, Emma menghembuskan nafas pelan karena hanya seorang diri berada di lantai ini. Lila mengatakan jika beberapa lantai hanya ditempati seorang diri termasuk mereka berdua, meski ada ruangan asisten bersama dilantai bawahnya dimana menurut Lila jarang digunakan dan berakhir dengan digunakan oleh putra putri keluarga ini jika datang dan melakukan rapat keluarga.

“Kamu dibayar untuk bekerja bukan melamun” Emma terkejut dengan suara Devan yang sudah berada dihadapannya “Kamu pulang kemasi barang–barang dan kita bertemu di bandara jam enam sore.”

“Memang kita akan kemana?” Emma bertanya dengan perasaan bingung.

“Kalimantan karena sepertinya ada masalah serius, lakukan kata–kataku sekarang” Emma terdiam “Mana ponsel kamu?” Emma menatap bingung “Kamu harus menyimpan nomer aku supaya nanti mudah komunikasi.” Emma memberikan ponselnya dan hanya diam atas apa yang dilakukan Devan “Ini nomerku, ingat jam enam sore sudah ada di bandara.”

Emma menghembuskan nafas panjang saat melihat Devan berjalan menjauhi ruangan dan sepertinya akan turun kebawah, Emma menghubungi Lila untuk bertanya namun diminta untuk keatas agar lebih enak berbicara. Emma yang sudah diberi akses dengan mudah naik keatas dimana sepertinya tidak jauh berbeda dengan ruangan tempatnya berada.

“Maaf sepertinya ke Kalimantan hari ini karena ada sedikit masalah, tidak masalah kan?” Emma tersenyum lalu menggelengkan kepala “Nggak perlu bawa apa-apa karena cukup membawa diri dan pakaian saja, jadi lebih baik pulang dan nanti supir kantor akan jemput.”

“Lalu aku harus ngapain disana, Mbak?” tanya Emma.

“Semua jadwal sudah ada di email kamu, kamu tinggal mengikuti jadwal yang ada. Pak Devan juga memegang jadwal itu.” Lila menjelaskannya dengan rinci.

“Baiklah, aku pulang.” Emma mengucapkan dengan senyum terpaksa.

Emma hanya mengangguk mengikuti permintaan Lila, perlahan dirinya keluar dari gedung yang merasa cukup aneh hanya bekerja beberapa jam saja dan sekarang harus kembali meski dirinya nanti harus kembali bekerja untuk berangkat ke Kalimantan dan dirinya harus segera memberi kabar pada Richard saat ini juga. Perjalanan ke tempat tinggal dirinya tidak membutuhkan waktu lama, memasuki kamarnya dimana sedikit terkejut Richard berada didalam menatap dirinya tajam.

“Pekerjaan ini, sayang” memberikan tatapan memohon “kalau bukan pekerjaan nggak mungkin juga aku mau.” Emma berkata dengan ketakutan pada Richard.

Dalam perjalanan pulangnya Emma langsung memberi kabar pada Richard apa yang harus dilakukannya, termasuk dirinya yang harus berangkat ke Kalimantan.

“Awas sampai melakukan sama bos kamu” Emma mengangguk pelan “Layani aku saat ini.” Richard berkata dengan nada dingin.

“Bukankah sudah dan kamu minta lagi?” tanya Emma dengan tatapan bingung.

“Tentu karena kamu sangat menggairahkan.”

Richard membuka paksa pakaian Emma dengan memintanya menunduk dalam satu kali dorongan dimana juniornya masuk semua membuat Emma menjerit tertahan, selalu seperti ini sampai Richard merasakan puas telah membuat Emma terkapar bahkan tidak bisa jalan. Richard telah mencapai klimaks dengan segera dikeluarkan juniornya yang membuat Emma sedikit bernafas lega, ditepuknya pelan bokong Emma dimana dari dalam miliknya dapat terlihat cairan Richard keluar hingga di kaki. Richard menggendong Emma kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu dan pastinya setelah itu dirinya, Emma keluar dalam keadaan segar yang membuat Richard tersenyum. Meski Richard selalu memperlakukan hal baik tapi ketika melakukan hubungan intim, harga dirinya seakan diinjak oleh pria ini dengan perlakuan kasarnya.

“Aku mencintaimu.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel KEPINCUT PAPA MUDA
8.2
Althea, dokter mandiri ahli waris kakeknya, iba pada anak kembar yang mengiranya ibu mereka karena sama-sama tumbuh dari orang tua tunggal. Saat terjerat konflik warisan dengan tantenya, Althea malah terpikat oleh Evander, ayah duda si kembar yang awalnya dingin. Hubungan unik mereka pun tumbuh penuh rintangan dan romansa manis.
Sampul Novel Luka Lara
9.6
Setahun membina rumah tangga, Larasati harus menerima kenyataan pahit bahwa ia hanyalah istri kedua. Kasih sayang dari Abimana dan mertuanya ternyata palsu. Setelah melahirkan anak laki-laki, sang suami justru mengaku hanya memanfaatkannya demi mendapatkan keturunan. Kecewa dan terluka oleh pengkhianatan keji ini, Larasati memilih berpisah. Di tengah kepedihan yang mendalam, mampukah ia bangkit, menata hidupnya kembali, dan membuka hati untuk pria baru yang tulus menyembuhkan lukanya?
Sampul Novel Sumpah Kejutan: Suamiku Kecanduan padaku
9.1
Pasca diusir keluarga angkat, Ryann menggemparkan publik lewat pernikahan dengan pewaris takhta Edwards yang bergelimang harta. Isu miring beredar bahwa ia memakai kehamilan demi takhta, tetapi sang miliarder dingin justru sangat memanjakan Ryann secara terang-terangan. Kini, posisi berbalik dan para penindas masa lalunya dilingkupi kecemasan. Apakah Ryann akan memaafkan mereka setelah kini ia memiliki kekuasaan penuh di tangannya?
Sampul Novel Tahun Ketiga Setelah Kematianku
9.6
Tiga tahun lalu dalam sebuah ekspedisi ilmiah ke Asantri, seorang peneliti berbakat tewas mengenaskan. Ia dibunuh oleh selingkuhan tunangannya, Kevin Pradana, yang merusak wajahnya, menjarah perbekalan, dan membuangnya ke air saat ia tengah mengandung anak mereka. Alih-alih mendapatkan keadilan, Kevin justru memfitnahnya melarikan diri karena mencuri, lalu menghapus namanya dari tim. Dianggap sebagai pengkhianat oleh semua rekan, misteri konspirasi ini mulai tersingkap saat jasadnya yang membeku akhirnya ditemukan tiga tahun kemudian.
Sampul Novel Tersegel Dalam Dunia Palsu
8.6
Akibat kelicikan ibu tiri dan saudarinya, Vivienne terjebak dalam pernikahan paksa dengan pria yang tampak tak berdaya. Namun, di balik kelemahannya, sang suami ternyata seorang presiden direktur yang sangat berkuasa. Begitu kedok tersebut terbongkar, Vivienne menyadari adanya kebohongan besar. Kini, ia harus menghadapi berbagai rahasia gelap sang suami serta intrik berbahaya yang mulai mengancam kehidupan pernikahan mereka.
Sampul Novel Tiga Gadis Bar-Bar ( Jatuh cinta)
8.3
Tiga bersaudara, Ara, Kinan, dan Yasmin, menolak keras perjodohan dari orang tua mereka. Demi kemandirian, mereka nekat melarikan diri dan menyamar untuk memulai lembaran baru. Namun, takdir mempertemukan ketiganya dengan para pria yang sebenarnya merupakan calon suami pilihan keluarga mereka. Tanpa menyadari situasi ini, hubungan mereka mulai tumbuh. Akankah rahasia mereka terbongkar, dan bagaimana kelanjutan kisah cinta ini saat kebenaran terungkap?