APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Villain's Captive

The Villain's Captive

Ayuma menghadapi dilema besar setelah suaminya, Bastian, menyerahkannya sebagai jaminan utang kepada bos mafia kejam, Rollan. Pertemuan ini memaksa Ayuma berhadapan kembali dengan Rollan, mantan kekasih yang masih ia rindukan di balik komitmen pernikahannya. Rollan sendiri bersumpah tidak akan membiarkan Ayuma pergi lagi. Terjebak dalam kuasa sang penjahat, Ayuma mulai mengabaikan kesetiaannya demi cinta lama yang membara, mengabaikan ancaman kehancuran yang kini mendekat.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pesawat jenis Airbus ACJ19  milik Rollan akhirnya terbang meninggalkan langit Jawa menuju Kalimantan. Sekarang sudah jam 11 malam, tubuhku terasa gerah, aku belum mandi sejak tadi, mengantuk juga lelah tapi otakku masih sangat waras, tidak sudi untuk mandi, ataupun tidur jika lelaki sialan ini ada di sampingku. Aku harus menahan semuanya demi menjaga diriku sendiri.

“Sayang, kau tidak ingin tidur?”

“Berhenti memanggilku seperti itu,” aku menjawab dengan ketus.

“Baiklah, kau ingin aku memanggilmu apa, nona?” tanyanya dengan tersenyum ramah yang kelihatan sangat dibuat-buat dan itu benar-benar mengerikan.

Aku langsung berpaling, enggan melihatnya. Karena dia benar-benar membuatku muak.

Tapi lelaki itu tidak menyerah.

Rollan bangun dari duduknya dan langsung mencengkram daguku supaya aku bisa melihatnya dengan jelas termasuk bekas lukanya yang sama sekali tidak ingin aku lihat.

“Kenapa kau selalu menghindar saat menatap lukaku, sayang. Kau sama sepertiku, bukan? Tidak melupakan tentang luka ini,” ujarnya sambil meraih tanganku dan memaksa agar jari-jariku menyentuh wajah sebelah kirinya.

Tanganku langsung bergetar dan dengan refleks aku langsung menghentakkan tanganku dan mengalihkan pandanganku tapi karena dia masih mencengkam daguku, memaksaku untuk tetap menatapnya.

“Kau tadi masih bisa melihatku dengan tatapan yang ingin membunuh, sekarang kenapa berbeda?”

“Bukan urusanmu, Rollan,” ujarku ketus.

“Tentu ini urusanku, sayang. Kau adalah milikku dan salah satu peraturan dariku yang harus kau ikuti adalah kau tidak memiliki satu rahasiapun di belakangku.”

“Peraturan tidak masuk akalmu membuktikan kegilaanmu, bukan?”

“Terserah, tapi selama kau bersamaku, kau harus melakukan apa yang aku minta dan jangan sampai aku mencari tahu sendiri rahasiamu. Jika tidak….”

“Jika tidak kau mau apa?” aku menantang.

Rollan hanya tersenyum. “Kau tidak perlu tahu apa yang akan aku lakukan. Jadi, apa yang kau bicarakan dengan suami tersayang?”

“Menyingkirlah dari hadapanku Rollan!”

Baiklah, aku akan pergi dari hadapanmu tapi sebelumnya ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan.”

“Apa itu?”

“Apa kau sudah memberi tahu ayah tersayang kalau kau bersamaku?” tanyanya. “Aku ingin tahu apa reaksinya.”

Cukup sudah, kesabaranku sudah benar-benar habis karena lelaki ini. Tanpa peringatan, aku langsung kakinya.

“Ouch….” Rollan berteriak kesakitan.

Dua orang bodyguard dan asistennya langsung serentak menoleh kearah kami begitu mendengar teriakan darinya, melihat bos mereka tengah terpincang-pincang karena tendangan dariku, asistennya langsung mendatangi kami.

“Apa yang kau lakukan huh?” bentak asistennya sambil menarik tanganku dengan kasar dan membuatku hampir terjerembab.

Saat aku hampir terjatuh Rollan dengan cepat menarik tubuhku ke dalam pelukannya, hangat pelukannya entah kenapa langsung membuat jantungku berdegup kencang.

“Jangan kasar Ridwan, dia akan segera jadi nyonyamu. Kau harus belajar menghormatinya.”

Amit-amit!

Aku langsung menyingkir, menjauh darinya.

***

Aku benar-benar-benar lupa sudah berapa jam aku tertidur karena tidak ada yang membangunkanku. Di luar matahari sudah bersinar dengan sangat terang, tapi suasana di villa ini benar-benar sepi, seperti tidak ada orang sama sekali padahal semalam ada beberapa pembantu yang bekerja di sini.

Tok… tok… tok…

Pintu kamarku di ketok dari luar.

“Siapa?”

“Saya, Sari, bu.” 

Oh, pembantu yang semalam.

“Apa saya boleh masuk?” tanyanya lagi.

“Tunggu sebentar,” aku berjalan menuju pintu tapi begitu aku akan membuka pintu, aku baru sadar jika pintu kamarku terkunci dari luar.

“Sialan!” umpatku. Sepertinya karena semalam aku benar-benar kelelahan karena perjalanan jauh, aku langsung tertidur begitu sampai hingga aku lupa mengunci pintu dari dalam. Beruntung kecerobohanku tidak dimanfaatkan oleh lelaki sialan itu, dia hanya mengunci kamar dari luar.

“Bu, apa saya boleh masuk?” tanyanya lagi dengan suara yang mendesak.

“Silahkan masuk kalau kau punya kuncinya,” ujarku dengan jengkel, kesal pada kecerobohan diri sendiri.

Cklek.

Pintu sudah langsung terbuka dari luar. Sari, pembantu yang lebih terlihat lebih tua beberapa tahun dariku muncul dengan membawa trolley yang penuh berisi makanan. Mulai dari roti goreng, nasi goreng, kue-kue jajanan pasar seperti dadar gulung, tahu isi, risol hingga berbagai macam buah-buahan, jus detok, kopi, teh melati dan juga air putih,

“Makanan sebanyak ini apa untukku semua?” tanyaku sambil berjalan menuju sofa yang ada di kamar ini.

“Iya, bu. Pak Rollan yang meminta menyiapkan semua  makanan ini untuk ibu Ayuma. Tapi kami minta maaf, karena tidak tahu makanan kesukaan ibu, jadi chef menyiapkan semua ini untuk ibu.”

“Aku tidak bisa memakan semuanya,” ujarku sambil mengambil sepotong roti goreng, begitu roti lembut berisi selai srikaya itu masuk ke dalam mulutku, semua rasa lapar yang sudah kutahan-tahan sejak semalam langsung menghilang.  “Dimana Rollan?”

“Pak Rollan pergi mengunjungi kebun sawitnya,” jawab Sari. “Ibu mau kopi, teh, jus atau air putih?”

“Air putih dan kopi.”

Sari dengan sigap langsung menuang air putih yang ada di dalam teko ke dalam gelas dan menyerahkannya padaku.

“Kalau boleh tahu erapa lama perjalanan dari kebun sawit itu ke sini?” tanyaku.

“Hmm, sekitar satu jam perjalanan, bu.”

“Apa ada mobil yang tidak terpakai di sini?”

Sari mengernyit, dia menatapku dengan tatapan yang penuh curiga, sepertinya dia tahu kalau aku tengah merencakanan sesuatu.

“Kau tenang saja, aku tidak mungkin pergi tanpa izin dari Rollan. Lagi pula, aku tidak bisa menyetir,” ujarku berbohong. ”Aku butuh charger untuk handhponeku, batre handphoneku tinggal 10 persen lagi.”

“Tenang saja bu, charger dan semua kebutuhan ibu Ayuma sudah di siapkan, silahkan buka lemari dan laci,” ujarnya sambil tersenyum. “Ibu akan menemukan pakaian, perhiasan, skincare, make up charger dan lainnya.”

Aku langsung bangun dari dudukku berjalan menuju lemari satu-satunya di ruangan ini. Begitu pintu lemari terbuka aku langsung terbelalak melihat puluhan pakaian mahal berada di lemari itu. Belum selesai keterkejutanku melihat lemari pakaianku, aku beralih ke lemari yang lebih kecil, begitu pintu terbuka ada banyak perhiasan yang tersusun dengan rapi di tempat ini.

Aku menelan ludah, bukan karena aku tidak pernah melihat hal-hal seperti ini. Aku terlahir sebagai putri dari Rahmat Wijaya dan selama dua puluh enam tahun hidupku, keluarga ayahku selalu menyediakan semua kebutuhanku, apapun yang aku mau sampai akhirnya semuanya berubah.

“Bu… bu Ayuma…”

Aku langsung tersentak dari lamunanku dan menoleh kearah Sari.

“Ada apa?”

“Maaf bu, kalau tidak ada lagi yang dibutuhkan, saya harus keluar dan kembali bekerja.”

“Pintu, tolong jangan di kunci.”

“Maaf bu, perinta dari tuan Rollan tidak bisa dibantah. Saya tidak berani melanggarnya,” ujar Sari sambil tersenyum sopan yang menyebalkan di mataku. “Saya permisi, tapi saya akan datang lagi kalau sudah waktunya makan siang dan cemilan.”

Begitu Sari keluar dan kembali mengunciku, aku langsung lari menuju nakas yang ada di samping tempat tidurku. Ayah, aku harus menelponnya, aku harus memberi tahunya apa yang terjadi padaku saat ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Brondong Bucin
8.3
Kehilangan suami membuat dunia Aira hancur. Sebagai ibu tunggal, ia sempat tenggelam dalam kesedihan hingga mengabaikan ketiga anaknya. Sadar harus bertahan hidup, Aira berjuang bangkit demi masa depan buah hatinya. Di tengah badai kehidupan tersebut, takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda yang mencintainya dengan sangat ugal-ugalan. Namun, sanggupkah hubungan mereka bertahan ketika rintangan baru kembali datang menguji keteguhan hati Aira?
Sampul Novel Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
9.8
Xion, seorang petarung tangguh yang baru saja kembali, memilih jalan hidup tak terduga dengan menjadi sosok pelindung di balik bayang-bayang seorang CEO wanita yang sangat menawan. Di tengah kembalinya sang jagoan, ia membawa misi ganda yang membara dalam dirinya. Xion bertekad untuk menuntut balas atas setiap dendam masa lalu yang belum terselesaikan, sekaligus membalas semua kebaikan yang pernah ia terima. Kisah aksi romantis modern ini penuh dengan perjuangan dan kesetiaan yang mendalam.
Sampul Novel Kubuat Kamu dan Selingkuhanmu Menyesal
9.7
Aryo melupakan perjuangan masa lalunya setelah meraih kesuksesan besar. Ia mengkhianati Santi, sosok istri setia yang selalu menemani langkahnya dari bawah hingga berhasil. Saat ini, pesona fisik wanita lain membuat komitmen Aryo goyah. Kesetiaannya sebagai kepala keluarga kini berada di ujung tanduk. Apakah ia akan kembali memilih istri dan anaknya, atau justru hanyut dalam godaan nafsu bersama selingkuhannya?
Sampul Novel Neng Zulfa
8.5
Zulfa Zahra El-Faza, putri kiai yang dingin pada cinta, kerap menolak lamaran. Namun, hatinya luluh oleh Fatih Thoriqul Firdaus. Setelah menikah, Zulfa justru didera duka karena Fatih menyimpan rahasia kelam yang menyakitkan. Di tengah bayang-bayang kehadiran orang ketiga, dapatkah kejujuran memulihkan hubungan mereka? Ini adalah kisah tentang pengkhianatan serta perjuangan membangun kembali kepercayaan dalam pernikahan.
Sampul Novel PERFECT PARTNER
8.4
Arsitek menawan nan keras kepala, Amanda Altakendra, mengunci rapat hatinya akibat luka masa lalu. Namun, pertahanan itu goyah setelah ia tak sengaja bersua dengan Darko Dio Archelaus di sebuah klub malam. Penguasa Archelaus Corp yang dingin itu seketika terobsesi dan mengerahkan segala upaya untuk mengikat Amanda sebagai pendamping hidupnya. Mampukah sang triliuner meruntuhkan ego Amanda dan menyembuhkan traumanya?
Sampul Novel Stempel Miskin untuk Keluargaku
8.4
Kembali ke rumah setelah empat tahun merantau, aku mendapati keluargaku menjadi bahan gunjingan dan dicap miskin oleh tetangga serta kerabat akibat jeratan utang. Namun, tidak ada yang tahu bahwa bapak sebenarnya memiliki sebidang tanah rahasia. Berbekal kejujuran dan keteguhan hati, aku kini bertekad penuh untuk memulihkan kehormatan keluarga kami serta membuktikan pada mereka yang telah meremehkan bahwa kami tidak layak dipandang sebelah mata.