APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Romanov Diadem

The Romanov Diadem

Viktor Gusev Konstantin kerap direndahkan sebagai menantu di keluarga kaya Konstantin di St. Petersburg. Di usianya yang ke-29, ia tidak pernah menyangka bahwa dirinya adalah putra mahkota Romanov yang lama hilang, hingga sebuah pertemuan dengan Vladimir, kakek kandungnya, menyingkap takdir tersebut. Sementara itu, keselamatan Xandrova Zoya terancam oleh sabotase Maksim Smirnov. Mantan tunangan Zoya itu berambisi merebut kekayaan Konstantin sekaligus menyembunyikan rahasia masa lalu Viktor.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bagi seorang Viktor Gusev Konstantin, menyematkan nama keluarga istrinya bukanlah beban seperti kebanyakan yang orang katakan padanya. Namun, bukan juga suatu kebanggaan.

"Viktor, biarkan aku membantumu!"

Xandrova menatap Viktor dengan cemas. Raut wajah cantiknya terlihat lebih pucat dari biasanya.

"Tidak, Zoya!"

Kalimat penegasan yang baru saja diucapkan oleh Viktor, tentu saja membuat Xandrova terkejut.

"Mengapa? Aku ini Istrimu, 'kan?"

Xandrova mengerutkan kening seraya menunggu Viktor menjawab pertanyaannya.

"Ya! Justru karena kau adalah Istriku, maka aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal berat seperti membawa koper-koper ini, Zoya."

Suara bariton milik Viktor membuat Xandrova tersenyum. Bukan karena suaranya yang khas, tetapi karena makna yang tersirat di dalam kalimat yang diucapkan oleh Viktor barusan selalu mampu menghipnotis dirinya dan menjadikannya sebagai wanita berharga di mata pria itu.

"Viktor, Ya lyublyu vas!" Memiliki arti, "Aku mencintaimu!"

Xandrova berjinjit, lalu menempelkan bibirnya yang kemerahan ke permukaan pipi Viktor sekilas.

"Ayo, masuk ke kamar!"

Xandrova berseru usai membuat Viktor terkejut dengan tingkahnya. Mereka pun memasuki kamar Four Seasons Hotel yang telah disewa oleh Davidoff sejak jauh-jauh hari.

Tuk! Tuk! Tuk!

Suara sepatu wanita yang dikenakan oleh Xandrova terdengar saling bersahutan. Wanita 19 tahun tersebut merebahkan tubuhnya di atas ranjang besar seraya menengadahkan kepalanya menatap langit-langit kamar.

'Astaga! Mewah sekali kamar hotel ini!'

Viktor memekik di dalam hati mengagumi kemewahan kamar hotel di mana dia menginjakkan kakinya saat ini.

"Zoya, beristirahatlah sejenak sebelum kita memulai aktivitas!"

Viktor memasukkan koper-koper yang dibawnya ke lemari besar menjulang tepat di sisi kiri ranjang.

"Viktor, kapan kau akan mengantarkan koper-koper milik Papa dan Mama ke kamar mereka?"

Dua netra biru milik Viktor dan Xandrova pun bertabrakan. Sesekali Xandrova menelan saliva saat memandangi wajah maskulin suaminya, begitu juga sebaliknya.

'Kau sungguh cantik, Zoya! Namun, aku tidak berani menyentuhmu jika kau tidak menginginkannya,' batin Viktor.

"Aku akan mengantarkannya sekarang, Zoya."

***

"Mengapa kau lama sekali, Viktor?! Bukankah tadi pelayan membantu membawakan barang-barang?!"

Galana Konstantin menegur menantunya yang baru saja datang membawa 2 koper besar miliknya dan Davidoff.

"Maaf, Ma. Saya mengantarkan Zoya ke kamar terlebih dahulu karena dia terlihat sangat lelah."

Viktor menjawab pertanyaan Galana sambil meletakkan 2 koper yang dibawanya di sudut kamar.

"Zoya bukan lelah karena perjalanan menuju ke sini, tetapi dia lelah karena memiliki seorang suami tidak berguna sepertimu, Viktor! Mengapa kau tidak menyadarinya?!"

Kalimat yang mengandung cercaan seperti barusan kerap menjadi santapan sehari-hari bagi Viktor yang menumpang hidup di rumah mertuanya. Sesekali dia merasa geram dan ingin menghajar siapapun yang telah menghina dirinya, tetapi apa boleh buat, dia tidak memiliki pilihan, selain bersabar.

"Tunggu!"

Davidoff yang sejak tadi hanya duduk menonton televisi, kini angkat bicara. Dia menatap Viktor yang berdiri di samping ranjang besar berukiran Eropa.

"Apa yang kau lakukan di sana, Viktor?!"

Davidoff menunjuk 2 koper besar yang sengaja diletakkan Viktor di sudut ruangan.

"Keluarkan semua isinya dan letakkan di dalam lemari dengan rapi!"

Davidoff berteriak memberikan titah kepada Viktor.

"Astaga!"

Galana sedikit berlari menghampiri menantunya. Emosinya naik turun saat berhadapan dengan Viktor.

"Kau ...."

Galana membuka satu persatu koper dengan kasar. Dia memperhatikan seluruh isi koper dengan teliti.

"Jangan sampai semua pakaian saya rusak! Letakkan dengan baik di dalam sana!"

Galana menunjuk lemari besar dengan sorot mata tajam.

"Ya, Ma."

Viktor menjawab dengan nada rendah. Dia bergegas membawa koper tadi mendekati lemari yang dimaksud Galana.

"Bagus, Viktor. Sebagai seorang suami miskin sepertimu, ternyata kau cukup tahu diri!"

"Hmm ...."

Viktor menghela napas. Viktor tidak memedulikan ucapan ibu mertuanya karena dia harus bertahan demi amanah sang tuan besar keluarga keluarga KonstantinーGennadius Zigfrids Konstantinーuntuk tetap menjaga dan mencintai Xandrova dengan tulus. Dia melakukan pekerjaan apapun yang diperintahkan oleh kedua mertuanya dengan cekatan dan rapi.

"Viktor, cepat ke sini!"

Davidoff memanggil Viktor tanpa menoleh. Mendengar seruan dari sang ayah mertua, pria dengan tinggi 185 centimeter tersebut bergegas menghampirinya.

"Ya, Pa?"

Viktor mengamati tingkah Davidoff. Pria itu mengubah posisi duduknya membelakangi Viktor.

"Cepat pijat saya!"

'Hah?! Memijat?! Apakah aku benar-benar seperti tukang pijat?' tanya Viktor di dalam hatinya.

"Tunggu apalagi, Viktor? Ayo, cepat!"

Davidoff menunjuk bagian bahunya yang pegal. Dia tanpa sungkan selalu memerintahkan Viktor.

"David, mengapa kau tidak pergi ke sarana pijat refleksi yang tersedia di hotel ini saja?"

Syukurlah Mama memberikan saran yang bagus kepada Papa, batin Viktor seraya menyembunyikan senyumnya.

"Di hotel ini terdapat beragam jenis pijat beserta manfaat yang bisa kau dapatkan, David."

Galana melanjutkan ucapannya seraya meletakkan ponsel di atas nakas. Wanita itu meraih tabir surya dari dalam tas tangan yang dia bawa, lalu mengolesnya ke bagian wajah.

"Kau benar, Sayang. Kembalilah ke kamarmu, Viktor!"

David meminta Viktor untuk segera pergi dari kamarnya. Dia mematikan saluran televisi seraya bersiap untuk pergi ke tempat pijat refleksi yang dikatakan oleh Galana tadi.

"Baik, Pa."

Mendengar jawaban Viktor barusan, Davidoff menggelengkan kepala.

"Sebenarnya, saya terlalu jijik mendengar kau menyebut diri saya sebagai Papa! Karena kau tahu?"

Davidoff bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan memutari Viktor yang diam membatu.

"Karena bagi saya, Maksim adalah segalanya. Dia tampan, kaya raya dan seorang pewaris tunggal perusahaan keluarga Romanov. Benar-benar sosok Suami idaman yang sempurna untuk Zoya!"

Tidak sampai di situ, Galana yang sejak tadi sibuk memperhatikan suami dan menantunya, kini berjalan menghampiri keduanya.

"Viktor, apakah kau tahu, siapa keluarga Romanov?!"

Galana menatap Viktor sinis. Dia memperhatikan sosok menantunya dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Keluarga Romanov merupakan keluarga terkaya di Rusia dan aset kekayaannya menduduki peringkat 1 versi majalah Forbes."

'Benarkah keluarga Romanov merupakan keluarga terkaya di Rusia? Lalu, mengapa mereka sepertinya sangat peduli dengan semua itu? Apakah semua keluarga kaya raya berpikir seperti itu?'

Berbagai pertanyaan pun memenuhi benak Viktor.

"Apa yang kau tunggu?! Cepat pergi dari sini!"

Galana meneruskan kalimatnya. Dia menatap Viktor dengan pandangan tanpa minat.

"Ya, Ma."

Baru saja Viktor menjawab perintah sang ibu mertua, terdengar suara ketukan pintu. Suasana menjadi hening seketika. Viktor memergoki Galana dan Davidoff saling bertukar pandang seiring dengan senyum keduanya yang mengembang.

'Sepertinya Maksim sudah datang,' batin Galana seraya tersenyum lebar. 'Aku akan mengatur waktu untuk Zoya dan Maksim tanpa kehadiran Viktor,' lanjutnya dalam hati.

"Bukalah pintunya, Viktor!"

Galana dengan sengaja memberikan perintah kepada Viktor berharap sang menantu akan terkejut saat melihat sosok Maksim yang tampan dan gagah telah datang.

"Baーbaik, Ma."

Dengan ditunggangi rasa penasaran tinggi, Viktor segera melangkahkan kakinya menuju pintu. Sementara sepasang suami istri yang selalu merendahkan Viktor saling melemparkan senyum dan raut wajah mereka terlihat sungguh bahagia.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari fokus mengasuh kedua keponakannya tanpa memikirkan asmara. Namun, hidupnya berubah sejak Bastian Navarell, seorang miliarder, menyelamatkannya dari ancaman bahaya. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka. Begitu tahu Bastian telah memiliki istri, Almira memilih pergi demi menghindari posisi sebagai orang ketiga. Bastian yang terobsesi tak mengetahui rahasia kesucian Almira. Akankah takdir menyatukan mereka kembali dalam kisah cinta yang mengharukan?
Sampul Novel Dia memilih mantannya, aku memilih balas dendam
8.7
Baskara Aditama tega mempermalukanku di hari pernikahan kami. Dia menuduhku milik kakaknya demi bisa kembali pada Saskia, mantan kekasihnya. Baskara bahkan sengaja menunda kesembuhan Saskia demi bersenang-senang, yakin aku akan terus menunggunya. Namun, dia keliru. Aku tidak sudi dijadikan pilihan saat dia ingin memiliki kami berdua. Demi membalas dendam dan menghancurkan Baskara, aku mendekati Dananjaya Aditama, sang penguasa tertinggi keluarga mereka, lalu memintanya untuk menikahiku.
Sampul Novel Kumpulan Cerpen Gairah Klasik
9.7
Nikmati ketegangan mendalam lewat antologi kisah pendek yang menggabungkan romansa manis dengan misteri horor yang pekat. Buku ini menyajikan atmosfer gelap yang siap memicu adrenalin sekaligus membuat bulu kuduk pembaca merinding. Di setiap lembarnya, Anda akan dihadapkan pada rangkaian plot tidak terduga yang menguji keberanian. Bersiaplah menelusuri narasi unik penuh misteri yang dirancang khusus untuk memberikan sensasi mencekam di setiap cerita.
Sampul Novel Perebutan Hati Kekuasaan
9.5
Aeliana selalu gagal lolos dari sekapan mafia kejam, Lord Zorian Valen. Padahal, ia sebenarnya telah terpikat pesona Zorian sejak belia. Keadaan kian pelik ketika kakak tiri Zorian, Orion Valen, pulang demi merebut kekuasaan. Di tengah konflik keluarga ini, Aeliana dipaksa melayani Orion hingga keduanya terlibat hubungan gelap. Kini, ia pun terjebak di antara rasa cintanya pada Zorian dan ambisi Orion yang ingin menguasainya.
Sampul Novel Sweet Divorce
9.3
Pravara Pranatha tak pernah mencintai Pandu Laksamana selama lima tahun pernikahan mereka, dan ia yakin suaminya pun demikian. Namun, saat ibu mertuanya meminta mereka bercerai, Pandu justru menolak keras. Prava sangat terkejut ketika suaminya tiba-tiba mengajak memperbaiki hubungan yang retak. Di tengah rasa muak yang mendalam, Prava mempertanyakan motif di balik perubahan sikap Pandu yang mendadak setelah sekian lama mengabaikan dirinya.
Sampul Novel You Are My Destiny
8.8
Kehidupan Olivia Fredella Efendi runtuh setelah Prisa, sahabat dekatnya, mengaku mengandung anak dari Alvaro, suaminya. Kecewa atas pengkhianatan itu, Olivia menuntut cerai walau Alvaro sempat menolak. Usai berpisah, Olivia baru menyadari bahwa dirinya tengah berbadan dua. Ia pun kabur ke luar kota untuk menyembunyikan kehamilannya. Di tempat baru, seorang pria hadir dan mulai memikat hatinya, sedangkan Alvaro justru hidup hancur karena menyesali kepergian Olivia.