APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Queen Of Fantasia

The Queen Of Fantasia

Menjadi idol terkenal tidak membuat Lisa bahagia hingga ia nekat mengakhiri hidup. Bukannya mati, ia malah terbangun di tubuh Permaisuri Aerin, istri Kaisar Lee Han Kyul yang kejam. Kaisar tirani itu rupanya pernah membantai Aerin demi selir kesayangannya. Berkat ritual terlarang dari sosok misterius, jiwa mereka bertukar dan terlempar ke masa lalu sebelum maut menjemput. Bisakah Lisa mengubah takdir tragis Aerin sekaligus mencari jalan pulang ke dunianya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Canggung. Itulah yang Lisa hadapi sekarang ketika berhadapan dengan ibu mertuanya. Ini benar-benar mendebarkan.

"Salam, Yang Mulia Ibu Suri." Lisa menunduk hormat seperti yang diajarkan Nara secara singkat tadi.

"Ya Tuhan ... bangkitlah Permaisuri, aku hanya ingin melihat wajahmu. Saya sangat merindukan anda."

"Terima kasih, Yang Mulia." Lisa mengangkat kepalanya namun tetap menunduk.

"Lihatlah tubuhmu. Makin kurus saja. Apakah putraku tidak merawatmu dengan baik?"

"Ah ... Yang Mulia, Baginda Kaisar sangat baik pasa hamba. Tidak ada suami yang lebih baik daripada Yang Mulia Baginda Kaisar."

"Oh ... benarkah? Aku sangat terharu dengab kata-katamu, Permaisuri. Sungguh, hanya kaulah wanita yang paling tabah yang pernah kukenal. Kuharap, kau selalu berada di sisi putraku."

Setelah percakapan yang cukup panjang, akhirnya Ibu Suri memutuskan untuk pulang ke kediamannya. Sepulangnya wanita tua itu, ia baru tahu satu hal. Ternyata tempat tinggal Ibu Suri sangat jauh dari kerajaan. Bisa dibilang, mereka sudah beda kerajaan karena Yang Mulia Kaisar Tua Lee Gyu Won, yang tak lain adalah ayah dari Kaisar Lee Han Kyul adalah Kaisar yang masih berkuasa di kerajaan itu.

Dan satu fakta lagi, ia baru tahu dari Nara kalau ternyata Permaisuri Aerin tidak pernah dicintai Kaisar. Malah, belum pernah sekalipun pria itu menginjakkan kakinya di istana Permaisuri.

Benar-benar keterlaluan!

Malam telah tiba, dan Lisa masih betah mendengar cerita dari Nara. Ia jadi makin bertambah emosi dengan sikap Kaisar Lee yang semena-mena pada Permaisuri Aerin. Terlebih, Nara sampai menangis karena rasa kasihannya pada nonanya.

"Tenangkan dirimu, Nara. Sekarang Aerin yang lama sudah tidak ada. Aku akan membuat semua terbalik."

Saat ia diserang rasa geram, tiba-tiba terdengar kekacauan di luar istana.

"Lindungi Yang Mulia Permaisuri! Ada serangan pemberontak!"

Sontak Nara langsung panik. "Yang Mulia, kita harus segera pergi dari sini!"

"Ke-kenapa?" Lisa merasa heran. Bukankah keamanan istana pasti ketat?

Bukankah terlalu gegabah jika nekat menyerang anggota istana saat berada di istana?

"Yang Mulia, istana permaisuri diserang. Kita harus segera menyelamatkan diri. Yang Mulia, Anda harus lewat jalur rahasia. Cepat!"

"Eh? Tapi bukankah banyak penjaga di luar? Bagaimana mungkin mereka kalah? Kau tidak perlu sepanik itu."

Nara menatap Lisa dengan iba. "Nanti saya akan menceritakan semua Yang Mulia, yang jelas sekarang Yang Mulia harus pergi menyelamatkan diri lebih dulu."

Akhirnya Lisa mengikuti langkah Nara yang memasuki suatu ruang bawah tanah yang tersembunyi dalam lemari pakaian, suasana amat gelap dan pengap, hanya menyisakan cahaya temaram dari lilin batang yang dibawanya.

"Yang Mulia, kita harus segera berlari ke ujung lorong ini!"

Lisa pun mulai berlari. "Hei ... ke mana tempat ini akan membawaku?"

"Ke perpustakaan Yang Mulia Kaisar."

Belum sempat bereaksi, tiba-tiba terdengar suara dobrakan dari lorong gelap di belakang mereka.

Brak!

"Cari mereka di dalam sini!"

Itu bukan suara Nara, apalagi Lisa. Suara itu adalah teriakan pria yang ia yakini sebagai pemberontak. Spontan saja ia langsung diserang rasa panik. Suara langkah kaki berat mengikuti langkah mereka.

"Itu mereka ada di sana! Cepat!"

"Yang Mulia, cepatlah lari! Hamba akan berusaha menahan mereka."

Mendengar ucapan Nara, sontak Lisa berhenti. Ia menatap Nara tajam. "Apa maksudmu?! Mana bisa kau melawan mereka?! Ayo kita pergi bersama!"

"Yang Mulia, saya mohon ... cepat pergi! Saya mohon!"

Mungkin sebuah kelancangan di mana Nara yang notabene-nya adalah seorang pelayan berteriak pada nonanya. Namun, saat ini ia tak memiliki cara lain. Nara tahu, sedikit banyak semua ini berkaitan dengan keterlibatannya, tetapi Nara tak punya pilihan lain. Ia harus melakukan ini untuk menyelamatkan permaisuri sebagai sebuah bentuk rasa bersalah atas pengkhianatannya tempo hari. Satu hal yang mungkin diingkari Nara, dia tidak bisa menceritakan semuanya pada permaisuri.

Melihat wajah Nara yang memelas, Lisa tak bisa berkutik. Terlebih bayang-bayang pemberontak itu samar-samar mulai terlihat.

"CEPAT PERGI YANG MULIA!!!" bentak Nara penuh kefrustasian melihat Permaisuri Aerin malah tetap mematung di tempat.

Dengan sangat terpaksa dan berat hati, Lisa melangkahkan kakinya secepat mungkin. Berat rasanya meninggalkan Nara sendiri. Namun, ia tak punya pilihan lain. Ia harus selamat!

"Berjanjilah padaku, Nara! Kau akan menyusul!"

Meski samar, Lisa bisa melihat senyum tipis dari kepala dayangnya itu. Kini air mata Lisa sukses mengalir. Ia tak menyangka hari pertama di tempat antah berantah ini nyawanya sudah terancam sedemikian rupa. Padahal belum ada sehari semalam. Astaga, ini baru berapa jam setelah ia terbangun?

Setelah berlari cukup jauh dengan tanpa alas kaki di sepanjang lorong beralaskan tanah ini. Sampailah ia di ujung tangga. Pintu itu agak sulit dibuka, tetapi dengan sedikit usaha, kini ia berhasil keluar dari lorong itu dan menginjak permukaan lantai tempat yang dipenuhi rak-rak berisis buku-buku dan gulungan parlemen.

Lisa menatap takjub pada bangunan itu. Sungguh, ini tidak seperti kerajaan di Korea. Perpustakaan yang dimaksud Nara itu terlalu bagus dan mewah. Lisa tak menyangka ada bangunan seindah ini. Jika umumnya Korea memilili perpustakaan yang bentuknya sangat sederhana, maka itu tidak berlaku di sini yang  terlihat sangat mewah seperti negeri dongeng. Oh, bahkan Lisa tidak benar-benar yakin ini adalah Korea meskipun bahasa mereka tetap seperti itu.

Brak!

"Akh!" Terdengar pekikan gadis dari dalam lorong gelap.

Kesadaran kembali menampar Lisa. Ia menatap horor pada ruangan gelap itu.

"Nara!"

Namun tak ada jawaban. Yang ada hanyalah derap langkah kaki yang begitu cepat seolah tengah buru-buru mengejarnya. Merasa ada firasat buruk. Lisa segera menutup pintu itu, ia hendak menguncinya. Namun benda itu tidak memiliki kunci. Kuncinya tampak seperti dihancurkan secara paksa dari dalam perpustakaan, entah apa sebabnya. Kini matanya menatap liar ke sekeliling dan terpusat pada jejeran bangku yang tertata rapi.

Bangku-bangku itu terbuat dari kayu jati dan kayu lain yang diameternya amat tebal dan ukurannya sangat besar. Kira-kira mungkin dua kali tiga meter. Butuh usaha ekstra untuk mendorongnya hingga sampai mendarat di depan pintu. Napas Lisa tersenggal, rasa lelah karena telah berlari jauh bercampur dengan lelah setelah mendorong bangku besar tadi.

Brak!

Brak!

Lisa membulatkan mata saat orang di balik pintu itu berusaha mendobrak. Tubuhnya makin menggigil. Ia mundur beberapa langkah.

"Nara, kau kah itu?"

Brak!

Tak ada sahutan, tetapi dobrakan makin kencang. Lisa pun langsung mengambil seribu langkah menjauhi tempat itu. Ada satu jalan lurus menuju sebuah bangunan yang tampak lebih megah di hadapannya. Lisa tak punya waktu untuk mengaguminya di saat nyawanya terdesak seperti ini. Tanpa pikir panjang, ia langsung menuju bangunan tersebut. Sayangnya, pintu itu terkunci.

Karena saking paniknya, ia mencari-cari jendela di sekitarnya. Dan beruntunglah ia saat mendapati satu jendela yang terbuka. Tanpa pikir panjang, Lisa langsung memanjatnya. Bahkan, ia sendiri tidak tahu bagaimana dirinya bisa memanjat jendela itu dengan pakaian mekarnya.

Karena kehilangan keseimbangan, Lisa terjatuh sangat keras di atas lantai marmer yang amat dingin. Ia sempat memekik kesakitan. Namun, begitu menyadari ia berada di sebuah bangunan yang maha indah, matanya langsung terkesima. Ia menatap takjub pada tiap inchi bangunan yang dihiasi ukiran dan lukisan emas perak itu.

Hingga sebuah suara berat nan dingin menginterupsi kesadarannya. Lisa kembali terbangun dari lamunan penuh ketakjubannya. Begitu ia mendongak, ia dibuat makin membeku karena sosok pria dalam pencahayaan temaram itu tengah menghunuskan pedang ke arahnya. Kedua mata Lisa terbelalak seperti hampir menggelinding. Jantungnya terasa keram seperti diremas-remas ketika menatap sosok pria dengan wajah tegas dan tatapan tajam itu sedang mengintimidasinya dalam diam. Cahaya samar dari bulan purnama menyorot pada wajahnya yang rupawan. Untuk sesaat waktu seperti berhenti berputar, membuat Lisa bergeming di tempat. Menghadapi gejolak aneh antara ketakutan dan ketakjuban melihat ciptaan Tuhan yang tampak sangat sempurna.

Namun, ketika atensinya bergerak, ia kembali tersentak melihat ujung pedang di depan matanya.

Akankah ia akan mati secepat ini?

"Siapa Anda?" Suara berat itu menusuk gendang telinga Lisa. Sialnya terdengar sangat maskulin dan menggoda, tetapi juga makin mengintimidasi.

Napas Lisa tercekat.

"Sekali lagi, kutanya siapa dirimu?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 99 Hari Bersama Kaisar Tiran
9.8
Nahas bagi Kim Nara yang tewas di tangan kekasihnya, Axel, usai memergoki pria itu berselingkuh. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua untuk membalas dendam lewat sebuah misi misterius. Ia terbangun di dalam tubuh permaisuri cantik dari seorang kaisar tiran yang terkenal kejam. Nara segera menyadari fakta mengerikan bahwa seluruh istri sang kaisar selalu tewas pada hari ke-99. Kini, ia harus berpacu dengan waktu sebelum ajal kembali merenggut nyawanya.
Sampul Novel ARANJO
8.1
Aranjo, dewi muda berdarah iblis, dijatuhi hukuman menjalani sepuluh kehidupan fana untuk melompati bencana cinta. Walau dibesarkan di alam langit, ia selalu diasingkan dan dijebak oleh ibu tiri serta saudara perempuannya. Di balik hukuman ini, Kaisar Langit menyimpan taktik rahasia. Sang Kaisar berniat melenyapkan emosi Aranjo demi menjadikannya Dewi Agung berkekuatan mutlak. Akankah takdir tunduk pada ambisi sang penguasa langit, atau malah berbalik?
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Raja Alfa, Dendam Diamku
9.5
Tiga tahun mendampingi Alpha Kaelan, aku hanya dianggap sebagai pengganti bibiku, Lyra. Saat ayahku tiada, Kaelan justru pergi ke Paris demi wanita itu. Di ruang rahasianya, aku menemukan fakta bahwa seluruh hubungan kami hanyalah rekayasa. Dalam kondisi mengandung anaknya, aku memutuskan membalas dendam. Menggunakan sihir untuk menyembunyikan kehamilan serta surat penolakan resmi, aku pergi selamanya ke benua baru.
Sampul Novel Musuh Bebuyutanku yang Berdarah Dingin Tiba-tiba Terobsesi Denganku
9.4
Tujuh tahun kebersamaan Daniela sirna seketika saat ia memergoki perselingkuhan Yosua menjelang pernikahan mereka. Di hari sakral tersebut, Daniela mantap membatalkan pernikahan dan membuang cincinnya. Saat keluarga Clark menghina tindakannya, tiga kakak laki-laki Daniela dari keluarga Stewart hadir membela. Mereka bertekad meruntuhkan dinasti Clark demi adik mereka. Di tengah kekacauan itu, Daniela justru menemukan dekapan hangat dari pria tak terduga yang mengajaknya pulang.
Sampul Novel DIGILIR PREMAN (Istriku Dibawa Kabur)
9.7
Hidup Jovan hancur seketika saat keluarga dan harga dirinya direnggut. Lewat petunjuk dari sebuah surat misterius, ia terseret ke dalam pusaran dendam masa lalu yang kelam. Demi melacak keberadaan istrinya yang hilang misterius, Jovan harus bangkit dan melampaui batas kemampuannya saat melarikan diri. Inilah perjuangan keras seorang pria demi mengungkap kebenaran pahit di balik pengkhianatan besar yang telah merusak seluruh hidupnya.
Sampul Novel Dijodohkan Hantu
8.7
Erina, gadis yatim piatu penyintas kebakaran yang bisa melihat makhluk halus, terus diikuti hantu wanita selama sepekan. Arwah itu memohon agar Erina menghibur suaminya yang tengah berduka. Walau awalnya enggan, Erina akhirnya bersedia menemui Eldrick Damiano. Tak disangka, pertemuan tersebut menumbuhkan rasa cinta di diri Erina. Sayangnya, Eldrick telah menutup rapat hatinya dan bersumpah setia selamanya kepada sang mendiang istri.