APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel THE LADIES

THE LADIES

Arlyn, Zemi, dan Agnes merupakan tiga perempuan cerdas berprestasi yang memiliki karier cemerlang di Jakarta. Di balik kesuksesan tersebut, mereka justru kerap kali dikhianati dan ditipu dalam urusan asmara. Karena jengah terus terluka, ketiganya sepakat membuat komitmen 'No Man, No Cry' demi fokus pada masa depan tanpa lelaki. Namun, sanggupkah mereka mempertahankan ikrar tersebut saat cinta yang baru datang menguji keteguhan hati mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Mendengar ucapan Anand itu. Membuat Arlyn semakin muak. Dia tak habis pikir. Kenapa bisa terjebak mencintai pria yang berada di hadapannya saat ini. Yang menurutnya tak lebih dari  sampah.

Arlyn kembali menyeka air matanya. Dia pun berjanji dari dalam hatinya. Jika hari ini, dirinya terakhir kali menangisi Anand.

Dengan segera, Arlyn merobek-robek alamat hotel yang diberikan Anand kepadanya. Lalu mencampakkannya di hadapan pria itu. 

Anand yang melihat perbuatan Arlyn itu, seketika menjadi sangat geram. Dia terlihat mengepalkan tangannya, menahan emosi yang tiba-tiba meluap-luap dari dalam tubuhnya.

"Kita putus, Anand! Ternyata aku telah salah menilai mu selama ini! Empat tahun yang sia-sia. Waktuku terbuang untuk mengenalmu dan aku sangat menyesalinya!" tegas Arlyn, tanpa ampun.

"Apa? Kamu ingin putus dengan ku?" tanya Anand, sambil menatap ke arah Arlyn dengan menunjukkan pesona ketampanan yang dirinya miliki. 

"Ya, aku ingin putus. Aku lebih memilih mengakhiri hubungan denganmu. Pria yang tidak mampu menjaga kesucianku. Kamu malah ingin merenggutnya dariku!" 

"Cih! Memangnya kamu tidak mencintaiku lagi, Arlyn Virgolin? Tatap aku dalam-dalam saat ini. Apakah kamu yakin ingin berpisah dari pacarmu yang sangat tampan ini?" tuturnya, semakin menunjukkan pesonanya kepada Arlyn.

Anand mencoba untuk memprovokasi Arlyn untuk tetap menjadikannya tambatan hatinya.

Namun hati Arlyn sudah benar-benar gerah dengan tingkah pria di depannya itu. Bukannya simpati kepadanya. Arlyn malah jijik melihat pria yang sok ganteng di hadapannya saat ini.

"Hei, Arlyn! Kamu kok diam saja?" Katakan sesuatu." ucap Anand, sambil tersenyum sinis ke arahnya.

"A-ku memang masih mencintaimu, Anand. Tapi ... aku juga tidak mau bodoh! Harga diriku, itu jauh lebih penting dari mu." 

Anand semakin kaget dengan perkataan Arlyn. 

"Jadi kamu ....?" ucapnya, tercekat.

"Ya! Kita putus! Diantara kita, sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Jalani hidupmu bersama wanita selingkuhan mu itu. Aku juga akan menjalani hidupku. Permisi!" Setelah berkata begitu, Arlyn pun segera meninggalkan taman indah itu dan terus berjalan menjauh dari Anand yang seolah-olah tak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut Arlyn.

Anand yang awalnya hanya ingin menggertak Arlyn dan mengajaknya untuk putus. Malah dia yang kena getahnya. Justru Arlyn yang memutuskan hubungan dengannya.

"Sial! Kok jadi berantakan begini?" geramnya, sambil menahan emosi yang semakin membara dari dalam jiwanya.

Yang sebenarnya terjadi, Anand sangat mencintai Arlyn. Namun dia juga tidak dapat menahan hasrat bejatnya, untuk mencicipi tubuh sang kekasih. 

Perempuan yang menjadi selingkuhannya itu, hanyalah sekedar bahan permainan baginya. Rasa cintanya hanya untuk Arlyn seorang. Untuk itu, Anand bertekad untuk kembali merayu dan mendekati gadis kesayangannya itu.

Di sebuah kafe,

 Agnes sedang bersama kekasih hatinya bernama, Jameso. Saat ini keduanya baru saja selesai makan siang di salah satu restoran ternama yang berada di Kota Jakarta.

Lagi-lagi, Jameso yang merekomendasikan restoran mahal ini untuk tempat kencan mereka, dan seperti biasanya Agnes lah yang selalu membayar. Jameso selalu tahu cara untuk memberi alasan yang tepat kepada kekasih hatinya, supaya bukan dirinya yang membayar setiap kali mereka berkencan.

Bagi Agnes itu tak menjadi masalah penting. Karena sejak dulu dia sudah mandiri. Tinggal sendiri di Jakarta dan membiayai kuliahnya sendiri. Agnes kuliah sambil bekerja. Walaupun kedua orang tuanya sangat mampu membiayai kuliahnya. Namun Agnes tidak pernah sekalipun merepotkan keluarganya yang berada di Surabaya. Agnes pernah berkata agar kedua orang tuanya, fokus membiayai sekolah kedua adiknya. Tanpa memikirkan dirinya.

Agnes yang sangat pintar di kampusnya. Dipercayakan oleh beberapa dosen untuk  menjadi asisten dosen di fakultasnya. Hal itu lah yang membuat Jameso semakin tertarik kepadanya. Hubungan mereka sudah berlangsung hampir tiga tahun lama. Selama itu juga, uang Agnes selalu mengalir kepada pria itu. Padahal mereka sama-sama  mahasiswa perantauan di Ibukota ini. Tapi karena Agnes sangat menyayangi Jameso, dia pun memanjakan pria itu dengan materi.

Jameso yang lihai, ternyata mampu mengelabui Agnes yang jenius itu. Sampai-sampai semua tabungannya terkuras habis gara-gara sang kekasih. 

Siang ini, Agnes sengaja mengajak Jameso bertemu. Ingin meminta penjelasan darinya. Kenapa dia, berani-beraninya mengambil uang dalam ATM milik Agnes.

Yang terjadi malah, Jameso mengajak Agnes bertemu disebuah restoran mewah.

"Jameso, kamu dapat dari mana ATM ku? Kok bisa ada di kamu?" ucap Agnes, tak percaya dengan pria di depannya saat ini.

"Sayang ... masa kamu lupa? Tiga bulan yang lalu kamu sendiri yang memberinya kepadaku." sahutnya, tanpa dosa.

"Kapan itu terjadi? Kamu jangan mengarang cerita deh! Kamu tahu, uang itu aku tabung cukup lama. Kamu malah menghabiskannya dalam sekejap!" Agnes untuk pertama kalinya memarahi pria, yang dirinya sangat cintai itu.

"Hei ... pacarku yang cantik. Kamu jangan marah-marah begitu. Aku akan segera menggantinya. Tunggu saja, ya?" tuturnya lagi, meyakinkan Agnes.

Lalu Jameso kembali mengarang cerita, jika dia mengunakan tabungan Agnes untuk membawa ibunya berobat. Padahal yang sebenarnya terjadi, bukan seperti itu.

Jameso menghabiskan uang Agnes di meja judi dan dia baru saja kalah taruhan.

"Terus, bagaimana kondisi ibumu saat ini?" tanya Agnes penuh iba, kepada kekasihnya.

Pemuda itu kembali mengarang cerita tentang kondisi ibunya. Sehingga Agnes semakin jatuh belas kasihannya, kepada Jameso.

Bahkan Agnes kembali memberikan Jameso sejumlah uang yang banyak untuk membantu kesembuhan ibunya.

"Terima kasih pacarku. Sesegera mungkin, aku akan membayar semuanya kepadamu." tukasnya sambil tersenyum penuh kelicikan, di sudut bibirnya.

Lalu keduanya pun berpisah di depan restoran itu. Jameso tidak dapat mengantar Agnes pulang. Dia berkilah akan datang ke Bogor, tempat di mana orang tuanya berada, untuk mengantar uang dari Agnes. 

"Kamu hati-hati ya, jika mau ke Bogor. Salam untuk ibu mu. Semoga Beliau bisa cepat sembuh."

"Siap, Sayang. Aku akan sampaikan salam mu untuk ibuku. Salam dari calon menantunya, Agnes Amora yang sangat baik hatinya." Bahkan Jameso masih sempat-sempatnya, mengambil hati sang kekasih. Demi untuk memuluskan rencana busuknya.

Hati Agnes bukan main senangnya dipuji seperti itu oleh Jameso, sang kekasih. Dirinya tidak tahu saja jika semuanya, hanyalah akal-akalan darinya. Demi untuk memuluskan keinginan hatinya.

Di parkiran restoran,

Setelah berpisah dengan Jameso di depan restoran itu. Agnes pun bergegas ke toilet, karena suatu hal. Setelah urusannya di dalam toilet selesai. Agnes kemudian berjalan menuju parkiran. Sayup-sayup, Agnes dapat mendengarkan suara Jameso, sang kekasih yang sedang berbicara dengan orang lain di parkiran itu. Sepertinya mereka sedang menertawakan sesuatu.  

Agnes juga dapat mendengar namanya disebut beberapa kali oleh Jameso dan temannya.

Sepertinya, kedua orang itu sedang menertawakan sesuatu yang menyangkut tentang dirinya. Karena sangat penasaran, Agnes pun mulai mendekati keduanya secara diam-diam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kesalahan di Malam Sebelum Akad
8.4
Akibat pengaruh alkohol, Ardi melakukan kesalahan fatal di malam sebelum pernikahannya. Ia salah memasuki kamar dan menodai Citra, pengasuh anak kembar dari adik angkatnya. Padahal, keesokan harinya ia dijadwalkan untuk melangsungkan akad nikah bersama sang tunangan, Maya. Kini, Ardi dihadapkan pada dilema moral yang sangat berat. Ia harus memilih antara melanjutkan rencana pernikahan dengan Maya atau bertanggung jawab atas perbuatannya dengan menikahi Citra.
Sampul Novel Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
8.8
Tiga tahun menikah, Lena gagal meluluhkan hati Theo. Kecewa karena diabaikan saat terluka demi wanita lain, Lena memilih bercerai dan menyebar rumor bahwa suaminya impoten. Ia lalu bangkit sebagai desainer elit yang sukses. Namun, saat mengira Theo akan menikahi kekasih lamanya, sang mantan suami justru menyudutkannya di sebuah peragaan busana demi membuktikan kejantanannya yang sempat diragukan Lena di depan publik.
Sampul Novel Menikahi Suster Cantik
8.3
Dokter Brian Carlos Pratama kerap dianggap dingin karena ekspresi wajahnya, padahal ia sosok yang ramah saat bertugas di Korea Selatan. Di tempat kerja yang sama, ada Fayyana Bethani, perawat anggun yang menjadi idaman banyak lelaki. Walau mengetahui Betha telah merencanakan pernikahan dengan pria lain, Brian tidak peduli dan tetap bertekad merebut hatinya. Demi mendapatkan cinta sang perawat, sang dokter siap menanggung risiko dicap sebagai perusak hubungan orang. Berhasilkah perjuangannya?
Sampul Novel Neraka dalam Pernikahanku
9.0
Pernikahan impian Diane berubah menjadi mimpi buruk yang menyiksa. Alexavier Caspian, sang suami, memperlakukannya dengan sangat kejam dan hanya memanfaatkannya demi pemuasan hasrat seksual semata. Saat berhubungan intim, Alex justru membayangkan perempuan lain dan menolak memiliki anak. Di tengah tangisan dan tekanan batin yang mendalam, Diane dipaksa melayani nafsu suaminya. Apa sebenarnya alasan di balik kekejaman Alex yang sengaja menghancurkan hidup istrinya?
Sampul Novel Terpikat Pesona Tuan Remington
8.2
William yang trauma asmara membeli Sarah demi pelampiasan nafsu. Namun, kehamilan Sarah mengacaukan batinnya, membuatnya bimbang memilih antara Sarah atau Jessica, cinta pertamanya. Di sisi lain, Sarah yang melarikan diri dari sang ayah yang kejam justru terjerat komitmen rumit. Walau meragukan ketulusan William, Sarah enggan kehilangan pria itu dan calon bayinya. Akankah mereka menemukan jalan keluar dari pusaran konflik emosi ini?
Sampul Novel You Are My Destiny
8.8
Kehidupan Olivia Fredella Efendi runtuh setelah Prisa, sahabat dekatnya, mengaku mengandung anak dari Alvaro, suaminya. Kecewa atas pengkhianatan itu, Olivia menuntut cerai walau Alvaro sempat menolak. Usai berpisah, Olivia baru menyadari bahwa dirinya tengah berbadan dua. Ia pun kabur ke luar kota untuk menyembunyikan kehamilannya. Di tempat baru, seorang pria hadir dan mulai memikat hatinya, sedangkan Alvaro justru hidup hancur karena menyesali kepergian Olivia.