APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The hidden truth

The hidden truth

Kehidupan tenangku mulai terusik seiring berjalannya waktu. Dalam kisah cinta modern penuh misteri ini, aku menelusuri rahasia yang sengaja disembunyikan di balik keseharian. Setiap tindakan membawaku lebih dekat pada fakta yang lama terkubur. Konflik batin serta tabir gelap dalam hubungan asmaraku perlahan terbuka, memaksaku menghadapi kenyataan pahit yang akhirnya mengubah seluruh jalannya takdir hidupku.
Bab
Bagikan

Bab 1

Angin berembus menekan kulit membuatnya kembali merapatkan jaket. Lalu ia menolehkan kepala ke belakang kala mendengar suara langkah.

Alicia Middleton sudah merasa di ikuti sejak keluar dari kelap malam tapi, ia terus berpikir positif hingga sampai di rumah.

Namun kali ini, ia tak bisa berpikir positif lagi karena mendengar langkah di belakangnya semakin jelas. Maka dari itu, Alicia semakin mempercepat langkahnya bersamaan dengan langkah seseorang di belakangnya.

Alicia panik lalu, berlari tanpa menolehkan kepala untuk sekedar memastikan wajah seseorang yang mengikutinya. Tapi, ia sangat yakin kalau yang mengikutinya adalah salah satu pria mabuk di kelap.

“Tuhan, tolong aku.” Alicia bicara dengan terus berlari melewati toko demi toko yang sebagian sudah di tutup karena sudah lewat tengah malam.

“Agh!”

Alicia tersentak lalu, menghentikan langkah. Ia menolehkan kepala ke asal suara dan ia melihat pria itu sedang membersihkan celananya maka tanpa pikir panjang, Alicia memacu langkahnya dengan cepat.

“Ah, sial!”

“Tolong!” Alicia berteriak sambil terus memacu kakinya lebih cepat. Ia benar-benar takut dengan pria mengejar di belakangannya.

Banyak risiko bekerja di kelap malam salah satunya di ikuti oleh pria hidung belang yang sedang mabuk. Ada satu kejadian di mana seorang wanita hampir di perkosa oleh pria yang mengikutinya tapi, untung saja wanita itu selamat dengan cara melukainya.

“Hai, jangan berlari atau meninta pertolongan! Aku bukan orang jahat.”

Jangan pikir kalau Alicia akan percaya dengan kata-kata dari pria di belakangnya. Maling saja tidak mengaku sudah mengambil barang yang ada di tangannya, apa lagi orang di belakangnya. Jadi dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada, ia mempercepat larinya.

Kini ia sungguh menyesal karna menolak ajakan rekan kerjanya untuk tidur di kamar khusus pekerja. Meski pihak kelap dan rekannya sudah mengatakan keamanan tempat itu tapi, ia memilih pulang.

Jam sudah menunjukkan angka tiga menjelang pagi dan seperti biasa, ia bersama rekan kerjanya di bolehkan untuk pulang atau menempati kamar tak jauh dari kelap. Namun, Alicia berbeda. Ia lebih suka tidur di rumah alih-alih di tempat yang di sediakan.

Alicia masih ingat saat melangkahkan kaki pertama kali untuk melihat kamar di sediakan, ia langsung tidak suka dan memilih untuk pulang meski selalu di bayangi rasa takut.

Ia tinggal sudut kota Las Vegas sementara tempat kerjanya ada di pusat kota. Perjalanan hingga sampai di rumah memakan waktu cukup lama dan selama tidak ada yang pria mabuk yang mengikutinya, maka ia akan baik-baik saja.

Setiap selesai kerja, ia selalu memastikan semuanya aman, terutama membuka wig hitamnya.

“Dapat!”

“Aaa, lepaskan aku! A–aku ngga punya apa-apa untuk kau ambil!” jeritnya kala merasakan tangan pria itu menyentuh lengannya.

“Hai, aku mohon jangan berteriak! Aku bukan orang jahat!”

Alih-alih menurut, Alicia malah semakin berteriak membuat pria itu terpaksa menutup mulutnya dengan salah satu tangan. “Aku bilang jangan berteriak! Aku mengikutimu untuk memberikan ini.”

Alicia melotot melihat buku yang berisi semua rahasianya ada di depan wajahnya lalu, ia melirik pria yang menutup mulutnya. Siapa pria ini? Tanyanya dalam hati.

Ketika tangannya akan meraih buku itu tiba-tiba saja orang asing itu menjauhkannya. Alicia kembali memberontak, membuat si pria kewalahan menahannya.

“Aku akan melepaskanmu akan tetapi, kau harus berjanji untuk tidak berteriak?”

Alicia terus berontak, tidak peduli perkataan orang asing yang menutup mulutnya dengan menggunakan salah satu tangan.

“Astaga, kenapa kau keras kepala sekali? Aku mengikutimu hanya untuk memberikan buku diari ini dan kau harus percaya kalau aku bukan orang jahat!”

Bukan orang jahat? Alicia bicara dalam hati kemudian, menggigit tangan pria asing yang menutupi mulutnya.

Pria itu kesakitan membuat Alicia tersenyum puas lalu, dengan cepat mengambil diarinya dan berlari menjauh dari pria itu.

“Sial!”

Dengan masih berlari, Alicia menolehkan kepala untuk melihat pria asing itu. Lalu, ia mengalihkan pandangan saat mendapati pria itu malah memandanginya.

“Sial! Kenapa kau malah lari! Padahal, aku ingin minta maaf, karena sudah membaca semua isi bukunya.”

“Max, apa kau menungguku?” Alicia berjalan mendekati, Max, anjing peliharaannya dan mengelus kepala Max dengan sayang yang di balas dengan jilatan di tangannya.

“Apa ayah sudah memberikanmu makan?” lalu mengalihkan pandangan pada tempat makan Max dan tersenyum senang. “Tentu saja sudah, kalau ayah sampai lupa memberimu makan maka–“

“Kau masih bermain judi yang tidak pernah menghasilkan uang itu?”

“Aku yakin kau sudah tahu jawabannya.”

Alicia menghela nafas mendengar suara dari dalam rumah lalu, tersentak mendengar Max tiba-tiba menggonggong. Kemudian, dengan cepat ia meletakkan salah satu jari di depan bibirnya.

“Jangan mengeluarkan suara, Max!” perintahnya meski kadang di katakan orang gila tapi ia yakin, kalau Max mengerti karena anjingnya berhenti menggonggong.

“Ini waktunya orang tidur!” Lalu ia tersenyum, melihat Max menunduk. Lantas satu tangannya terulur untuk kembali mengelus kepala anjingnya dengan sayang.

“Anjing pintar.”

“Astaga! Uang dari mana lagi? Kemarin putriku baru gajian dan uangnya langsung di bayar untuk mengangsur hutangmu dan sekarang? Kau–“

“Dia juga putriku dan sudah sepantasnya untuk melunasi hutangku! Kau pikir aku banting tulang mencari uang dulu untuk siapa? Dia dan..”

Alicia menutup telinga agar tidak mendengar perkataan ayahnya lebih jauh lagi seolah-olah dirinya bukan anak kandung.

Memang ada seorang Ayah yang menjadikan perjuangan untuk membesarkan sebagai hutang budi untuk anaknya di masa depan? Tidak, mungkin hanya ayahnya yang melakukan itu.

Tapi, seburuk-buruknya pria itu, Alicia tidak bisa membencinya. Kecewa mungkin ada tapi, semua itu hilang saat mengingat bagaimana pria itu menyayanginya. Dulu, sebelum ayahnya mengenal meja perjudian dan menjadikannya candu.

Matanya tidak sengaja melirik Max seperti sedang mencari perhatian membuatnya tersenyum dan mengelus kepala anjing itu dengan sayang. “Aku tidak apa-apa.”

Tiba-tiba ia menguap dan kembali menatap Max. “Aku mengantuk sekali. Max, aku masuk dulu ya! Kau jangan berisik!”

Alicia mengelus kembali kepala anjing keturunan Doberman miliknya itu dengan sayang. Kemudian, memberikan ciuman selamat malam dan bangkit dari berjongkok untuk berjalan memasuki rumah.

“Jadi, semua hal yang kau lakukan pada kami selama ini tidak tulus? Astaga, aku tidak percaya sudah menikahi pria sepertimu!”

Saat membuka pintu, ayah dan ibunya langsung berhenti bertengkar. Kemudian, mereka meliriknya dengan wajah pucat basi apa lagi ibunya.

“Aku pulang, maaf, membuat ibu menunggu.” Tuturnya tanpa melihat kedua orangnya dan berjalan mendekati tempat sepatu dan meletakkan sepatunya di sana.

Kemudian ia berbalik hendak melanjutkan langkah tapi tidak di lakukanya karena mengingat sesuatu. “Kalau mau berdebat jangan keras-keras nanti, orang yang masih tidur terganggu.”

Setelahnya ia melanjutkan langkah menuju pintu kamar dan menutupnya. Alicia terdiam dengan duduk di ranjang sambil menatap dinding dengan tatapan kosong.

Hampir setiap hari orang tuanya bertengkar dengan masalah yang sama yaitu kebiasaan ayahnya. Di tambah lagi dengan pria itu pulang ke rumah saat menjelang pagi membuat ibunya semakin emosi.

Alicia menghela nafas kasar dan tiba-tiba saja, mengingat buku diarinya. Ia membuka tas dan mengeluarkan buku yang sudah hilang dari lima hari lalu.

“Pria asing yang tidak sopan.” Ucapnya ketika mengingat perkataan pria tadi lalu, ia berdiri dan berjalan menuju nakas. Setelah menyimpan bukunya, ia melangkahkan kaki menuju kamar mandi.

Saat lelah, ia tak ingin mengatakan apapun. Hanya ada dua hal yang ingin ia lakukan saat ini adalah membersihkan tubuh dengan air dan tidur.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU DIHAMILI SUAMIKU
8.0
Hidup Alexa Banderas hancur di hari kelulusan akibat pembunuhan orang tuanya oleh sang paman yang mengincar dokumen Taurus Corps. Di tengah duka, ia dipaksa menikah dengan Martin Snowden, pria kasar yang membencinya. Kini, Alexa harus memimpin perusahaan besar sekaligus melindungi sang suami dari kekasihnya yang licik demi mengamankan aset keluarga. Mampukah ia membalas dendam, mengelola bisnis, dan meluluhkan hati Martin yang begitu keras?
Sampul Novel Dilema Cinta Penuh Nikmat
9.8
Endah nekat mengabaikan statusnya sebagai tunangan orang lain demi semalam bersama Aslan, lelaki yang sangat dicintainya. Didorong hasrat mendalam, ia menyerahkan diri sepenuhnya pada pelukan hangat Aslan di dalam kamar. Walau masih sangat minim pengalaman, gairah Endah tetap berkobar saat membalas sentuhan mesra Aslan. Meski harus merasakan perih di tengah desah napas yang memburu, ia tetap memilih pasrah menikmati momen intim tersebut demi memuaskan dahaga cintanya.
Sampul Novel Dinodai Calon Kakak Ipar
8.1
Kesucianku direnggut oleh calon kakak ipar menjelang pernikahan. Tragisnya, aku malah dituduh menggoda dirinya hingga diusir keluarga. Demi bertahan hidup, aku terpaksa menjajakan diri pada pria kaya. Bertahun-tahun kemudian, pria brengsek yang menghancurkan hidupku itu mendadak kembali menjadi pelangganku. Ia bahkan menyewaku secara eksklusif selama satu bulan penuh. Rencana jahat apa lagi yang sedang ia persiapkan untukku?
Sampul Novel Ditinggalkan 66 Kali, Kini Aku Pergi
8.1
Tujuh tahun menjalin hubungan dengan Andrew, seorang dokter bedah, berakhir dengan luka mendalam. Sebanyak 66 kali rencana pernikahan kami digagalkan karena dia selalu memilih pergi demi Selena, mulai dari urusan kelalaian medis hingga alasan konyol seperti anjing yang sakit. Bahkan saat ibuku terkena serangan jantung akibat pembatalan itu, Andrew tetap pergi. Meski sempat memohon maaf, dia kembali mengulangi kesalahannya. Kini, aku menyerah, memilih pergi jauh untuk bergabung dengan tim medis internasional.
Sampul Novel GAIRAH TENGAH MALAM
9.5
Ekspedisi seorang fotografer alam liar ke pedalaman Amazon mempertemukannya dengan pemandu lokal yang tangguh. Ketertarikan kuat langsung terjalin di antara mereka di tengah keindahan hutan hujan yang penuh misteri. Namun, perjalanan ini tidak mudah karena mereka harus menghadapi berbagai ancaman maut yang menguji bertahan hidup. Di balik bahaya dan aksi menegangkan tersebut, tumbuh gairah romantis yang membara, menyatukan keduanya dalam petualangan penuh risiko.
Sampul Novel Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang
9.2
Amira selalu diremehkan sang mertua yang terus membandingkannya dengan Rista. Tanpa ada yang tahu, ia sebenarnya wanita mandiri yang tengah merintis kesuksesan finansial. Sementara itu, Heri yang bosan hidup susah memilih berselingkuh dengan Tania, mantan pacarnya. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Amira yang selama ini berjuang berdagang demi menghidupi keluarga. Saat berniat melayangkan gugatan cerai, ia justru mendapati dirinya hamil. Haruskah Amira bertahan atau pergi?