APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Guardian Devil

The Guardian Devil

Selama ini, Cindy menikmati hidup tenang di bawah perlindungan rahasia Mr. Auredo. Namun, kedamaian itu sirna ketika peran pelindung diwariskan kepada sang putra yang bernama Chris. Meski tetap menjaga Cindy, miliarder muda ini bertindak dengan egois dan dominan. Sikap kejam Chris membuat Cindy merasa sangat tertekan, hingga menganggapnya sebagai iblis alih-alih penjaga. Di bawah kendali penuh pria itu, sanggupkah Cindy bertahan menghadapi cara proteksinya yang ekstrem?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Selamat malam, Chris," sapa Mr. Ronald ketika melihat Chris memasuki ruangannya.

Chris hanya mengangguk dan memilih untuk duduk di salah satu sofa di ruangan Mr. Ronald, pengacara ayahnya.

"Jadi kenapa kau memintaku datang?"

"Aku ikut merasa sedih atas perginya Ayahmu." Mr. Ronald mengambil duduk di depan Chris dan tersenyum lemah mengingat jika sahabatnya itu sudah pergi sekarang, "Dia pria yang baik, Chris."

"Kau tahu jika tidak ada keluarga Auredo yang benar-benar baik, Paman," sahut Chris menghilangkan kesan formal yang ada.

"Tentu saja aku tahu, tapi Ayahmu berbeda."

"Sudahlah, sekarang jelaskan kenapa kau menyuruhku datang? Aku tidak punya banyak waktu."

Mr. Ronald kembali ke mejanya untuk mengambil sebuah gulungan kertas. Setelah itu dia memberikannya kepada Chris.

"Bukalah."

Chris membuka gulungan kertas itu dan dahinya berkerut bingung saat mendapati sebuah foto seorang gadis di sana. Chris menatap Mr. Ronald dengan pandangan bertanya.

"Apa kau mempermainkanku?" tanya Chris.

"Tidak."

"Apa ini?! Kau bilang ingin membacakan surat wasiat dari Ayah!" Chris membanting kertas itu di atas meja dan menatap Mr. Ronald marah.

"Itu adalah wasiat dari Ayahmu, Chris."

"Aku tidak mengerti."

"Namanya Madeline Cindy. Ayahmu ingin kau menjaga gadis itu mulai dari sekarang."

Chris terdiam menatap foto gadis itu dengan bertanya-tanya. Kenapa Ayahnya harus memintanya untuk menjaga gadis itu? Siapa dia? Tiba-tiba pikiran buruk langsung terlintas di kepala Chris. Apa Ayahnya berselingkuh selama ini dan menghasilkan seorang anak? Jika itu benar, Chris benar-benar menyesal merasa kehilangan pria itu.

"Siapa dia, Paman?"

"Aku tidak tahu, dan aku pikir kau bisa mencari tahunya sendiri," ucap Mr. Ronald menyandarkan tubuhnya pada sofa, "Tapi supaya kau tidak bingung, kau bisa membaca cacatan kecil di balik foto itu."

Chris kembali meraih kertas itu dan mencari cacatan kecil di sana, "Aku tidak menemukan apapun." Keningnya berkerut bingung.

"Lepas foto itu." Dengan perlahan Chris melepas foto itu dan benar saja. Dia menemukan sebuah cacatan di balik foto itu. Chris tidak menyangka jika foto itu bisa dilepas.

"Christopher anakku, saat kau membaca surat ini berarti ayah sudah tidak ada di sampingmu lagi nak. Maaf jika hanya ini yang bisa ayah berikan padamu, dan bukan perusahan keluarga seperti yang kau inginkan. Kau tahu sendiri jika semua itu milik nenekmu."

"Dia Madeline Cindy, ayah ingin kau menjaganya mulai dari sekarang. Tenang dia bukan adikmu, dia hanya gadis biasa yang ayah hancurkan hidupnya. Ayah harap kau mengerti Chris. Jaga dia untuk ayah."

Chris membaca catatan itu dengan bingung. Tidak ada penjelasan secara detail di sana. Chris buta harus mencari tahu dari mana.

"Ayah tidak menjelaskan siapa gadis itu, dan apa ini?" Chris mengerutkan keningnya saat menemukan kalimat yang sangat ambigu, "Dia hanya gadis biasa yang Ayah hancurkan hidupnya." Chris membaca kalimat itu dengan hidung yang berkerut.

"Sangat khas Ayahmu, dia ingin memainkan teka-teki." Mr. Ronald terkekeh saat Chris membacakan kalimat itu.

"Menyebalkan sekali, tapi syukurlah jika gadis itu bukan adikku."

"Kau tahu bukan, harus memulainya dari mana?"

Chris mengangguk, "Aku akan meminta Anton mencari tahu semuanya."

"Kau ingin minum, Chris?" tanya Mr. Ronald sambil menunjuk anggur merah yang berada di dalam lemarinya. Dia tahu jika Chris sedang bingung sekarang dan dia ingin sedikit menghibur pria itu dengan menemaninya minum.

"Sedikit sepertinya tidak masalah." Mr. Ronald berdiri dan menyiapkan gelas untuk Chris.

"Madeline Cindy..." Chris bergumam sambil memandangi foto gadis itu di atas meja. Entah kenapa tangan Chris mengepal, dia seolah mempunyai firasat jika sesuatu yang besar akan datang sebentar lagi.

***

Chris memandang seorang gadis dari kejauhan. Jari-jari tangannya mengelus bibir tipisnya sambil berpikir, "Apa benar dia gadis yang dimaksud Ayah?" tanya Chris pada Anton.

"Benar, Tuan. Semua keterangan tentang gadis itu sudah ada di dalam file yang Anda pegang."

Chris melirik dan membuka map hitam yang ada di pangkuannya. Halaman pertama menampilkan foto Cindy yang tengah tersenyum sambil menyuapi seorang wanita yang duduk di kursi roda.

"Ini Ibunya?" tanya Chris sambil menunjuk foto itu.

"Iya, Tuan. Setelah kecelakaan 7 tahun yang lalu, Maria mengalami kelumpuhan."

Chris menggelengkan kepalanya dan menutup map itu, "Aku malas membaca, ceritakan secara singkat tentang gadis itu." Anton hanya mengangguk dan mengambil map yang diberikan oleh Chris.

"Nama gadis itu Madeline Cindy," Anton mulai bercerita, "Berusia 20 tahun. Hidup bersama Ibu dan adiknya yang bernama Caleb. Adiknya masih berusia 16 tahun dan duduk di sekolah menengah atas. Setelah lulus sekolah 2 tahun yang lalu, Cindy mulai bekerja secara penuh untuk menghidupi ibunya dan menyekolahkan adiknya."

"Tunggu, jadi dia bekerja sendiri?" tanya Chris tidak percaya.

"Benar. Saat masih sekolah dulu dia bekerja paruh waktu tapi setelah lulus, akhirnya dia bekerja penuh dengan mengambil beberapa pekerjaan."

"Di mana?" tanya Chris kembali menatap Cindy yang sedang duduk di taman sendirian.

"Bekerja di toko bunga milik Bibi Jane."

"Bibi Jane?" Chris bertanya dengan kening yang berkerut. Bibi Jane adalah wanita yang mengurusnya sejak kecil, ternyata dia berhenti bekerja karena permintaan Ayahnya untuk membantu Cindy.

Anton mengangguk membenarkan, "Benar, Tuan. Ayah Anda yang menyiapkan itu semua."

"Jadi selama ini Ayah sudah memantau gadis itu?"

"Benar, Tuan."

"Aku mengerti Anton, tapi aku masih tidak paham dengan jalan pikiran Ayah yang menyembunyikan ini semua." Setelah mengatakan itu, Chris langsung turun dari mobil dan menghampiri Cindy.

"Tuan! Tunggu!" Chris menghentikan langkahnya saat Anton memanggilnya.

"Apa?"

"Tuan serius ingin menampakkan diri? Tidak seperti Mr. Auredo yang menjaga gadis itu dari jauh?" Anton merasa ragu jika Chris akan melakukan wasiat Ayahnya dengan baik.

"Kau tahu jika itu bukan gayaku." Chris mendengus dan berlalu pergi meninggalkan Anton, melanjutkan langkahnya untuk menemui Cindy.

Chris menghentikan langkahnya ketika sudah berada di belakang gadis yang sudah memberikan tanda tanya besar di kepalanya. Dapat dia lihat jika Cindy sedang menggambar sesuatu di buku sketsanya.

"Suka menggambar, eh?" tanya Chris memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Pria itu menunjukkan kesan dinginnya dengan tidak memandang Cindy secara langsung.

Cindy menoleh dan mengerutkan dahinya bingung. Dia mengeluarkan lollypop yang sedari tadi ada di mulutnya dan berbicara, "Kau bicara padaku?" Tunjuk Cindy pada dirinya sendiri.

"Kau suka menggambar?" Chris bertanya lagi dan mulai menatap mata Cindy secara langsung.

Cindy menatap Chris dengan pandangan aneh. Dia sedikit canggung saat berbicara dengan orang asing, "Seperti yang kau lihat, aku sedang menggambar dan bukan membaca."

Chris menaikkan alisnya tidak percaya saat mendengar nada tinggi yang Cindy gunakan. Kesan pertama yang Chris dapat dari gadis itu adalah dia orang yang tertutup dan sulit untuk bergaul.

Menarik.

"Ini." Chris memberikan kartu namanya pada Cindy.

"Apa itu?" tanya Cindy tanpa menoleh dan melanjutkan kegiatannya.

"Kartu namaku. Jika kau berminat, perusahaanku mengeluarkan beasiswa untuk sekolah desain."

Cindy langsung menoleh dan mengambil kartu nama itu cepat setelah mendengar ucapan Chris, "Beasiswa? Kau serius?" tanya Cindy memastikan.

"Ya, sebaiknya kau mulai belajar dari sekarang karena slot beasiswa hanya sedikit." Setelah itu Chris berbalik pergi dan kembali ke dalam mobil.

Cindy melihat kartu nama itu dengan ragu. Apa benar dia bisa mempercayai pria itu? Bahkan namanya saja dia tidak tahu.

Cindy meletakkan pensilnya dan menyandarkan tubuhnya pada kursi. Dia memutar kembali kejadian saat di mana pria asing itu datang menghampirinya dan menawarkan beasiswa. Bagaimana bisa pria itu tahu jika memang Cindy berpotensi untuk masuk, melihat hasil karyanya saja dia tidak.

"Dasar aneh!" ucap Cindy dan mengedarkan pandangannya ke seluruh taman untuk mencari Violet.

"Violet! Tetap bermain di sana dan jangan jauh-jauh!" Cindy sedikit berteriak agar Violet dapat mendengarnya.

"Aku akan tetap di sini, Kak. Kau menggambar saja sana!" Cindy mencebik begitu mendengar kata-kata pedas dari Violet. Sebenarnya tidak ada masalah dengan kalimat itu, hanya saja telinganya risih jika ada anak kecil berusia 8 tahun seperti Violet yang bertingkah seperti orang dewasa.

Cindy kembali menatap kartu nama yang masih digenggamnya itu dengan pandangan bertanya. Dia membaca nama yang tertera dengan teliti.

Christopher Romee Auredo.

***

TBC

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istrimu, Bukan Bonekamu
8.3
Demi wasiat sang ayah yang terbaring sakit, Ariana terpaksa menikahi Daniel Aldrigham tanpa dasar cinta. Kehidupan pernikahannya kian rumit karena Daniel memiliki kekasih gelap, sementara ayah mertuanya justru memanfaatkan Ariana demi memisahkan hubungan terlarang tersebut. Terjebak dalam intrik dan manipulasi keluarga konglomerat ini, Ariana dihadapkan pada pilihan sulit: tunduk bagai boneka atau melawan demi harga diri. Mampukah ia melunakkan hati Daniel yang dingin, atau justru hancur?
Sampul Novel Hasrat Dendam Suamiku
8.4
Briella Moretti dianggap beruntung karena menikah dengan pewaris keluarga terpandang, Adrian Maven. Namun di balik pernikahan mewah ini, Adrian hanya ingin membalas dendam dan menghancurkan hidup Briella. Ia berniat menyiksa batin istrinya perlahan. Tak disangka, ketulusan Briella justru mulai menyentuh hatinya. Adrian kini terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan ego dendamnya atau menerima cinta yang mulai tumbuh.
Sampul Novel Istri Dadakan Presdir
9.0
Demi mengubur masa lalu kelam, Salsabila Ayu Hanifa merantau ke Jakarta. Namun nasib justru membawanya ke dalam pernikahan tanpa cinta dengan Raditya Wijaya, pengusaha dingin yang memperlakukannya bak pembantu. Di tengah siksaan batin ini, mampukah gadis desa tersebut meluluhkan hati sang suami agar diakui seutuhnya, ataukah pernikahan mereka akan hancur total?
Sampul Novel Kau Bukan Sahabatku-Kau Perusak Rumah Tanggaku
9.5
Empat tahun membina rumah tangga dengan CEO sukses bernama Dimas Satria, Putri Wijaya merasa hidupnya sangat bahagia. Namun, dunianya yang tenang mendadak hancur setelah sebuah rekaman video mengungkap perselingkuhan sang suami. Dimas rupanya telah berpoligami secara rahasia dengan Rina, sahabat dekat yang selama ini sudah dianggap Putri sebagai adiknya sendiri. Kini, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa orang kepercayaannya justru menjadi perusak pernikahannya.
Sampul Novel Meninggalkan Pengkhianatan Maut, Merangkul Kehidupan Baru
7.9
Sepuluh tahun pengabdianku sia-sia ketika Bramanta menikahi Hana di altar rancanganku. Demi selingkuhannya itu, ia tega memaksaku donor darah, membiarkan kucingku mati, bahkan nyaris menenggelamkanku. Puncaknya, ia membiarkanku sekarat karena syok anafilaksis demi drama Hana. Sadar nyawaku terancam, aku pun menerima tawaran ayah untuk menikah kontrak dengan CEO Arga Hadinata. Di titik terendah ini, aku memilih bangkit dan memulai hidup baru bersama Arga.
Sampul Novel Misi Rahasia sang Pewaris
9.3
Demi menyelidiki perusahaannya dari dalam, Zara yang merupakan pewaris takhta bisnis memilih menyamar sebagai karyawan biasa. Di tempat kerja, ia harus berhadapan dengan Arman, sosok manajer dingin yang penuh ambisi. Konflik meruncing ketika Zara mendeteksi ancaman internal yang membahayakan masa depan bisnis keluarganya. Di tengah situasi genting ini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: membongkar identitas aslinya demi menyelamatkan aset berharga atau tetap bertahan dalam penyamarannya.