APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Duke's Daughter

The Duke's Daughter

Nivea Del Castano, sang putri pemberontak yang jujur namun berhati dingin, mendapati dirinya sebagai reinkarnasi dari masa lalu. Di tengah bayang-bayang takdir kuno yang terus mengejarnya, hadirlah Matias Vander Lawrence membawa perubahan tak terduga dalam hidupnya. Kini, terjebak di antara garis takdir yang mengikat, Nivea dihadapkan pada pilihan sulit: terus berlari menghindari takdirnya atau bertahan demi cinta yang baru ia temukan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Nivea Del Castano masih melamun sekian menit saat dirinya terbangun dari tidur malamnya. Dirinya bersandar pada dipan ranjang, berbalut selimutnya memandang kosong ke depan. Jendela berukuran sangat besar di hadapannya tentu masih tertutup tirai. Mana mungkin Seri, sang pelayan pribadinya berani membuka tirai itu di saat nonanya tampak masih tertidur pulas.

“Permisi nona.” Seri melangkah ke hadapan Nivea dan membuat lamunan gadis itu terhenti.

“Ah, kau!”

“Apa sesuatu mengganggu Anda, nona?”

“Hmm. Aku bertemu dengan mendiang Kakek.”

“Apa? Maksud Anda?”

“Seri, sebaiknya kau buka dulu tirai itu!”

Tanpa menjawab, sang pelayan itu sigap melangkah menghampiri jendela di sisi sana lalu membuka semua tirai yang masih tertutup. Serta membuka beberapa bagian jendela agar udara pagi dapat leluasa masuk ke setiap sudut kamar Nivea. Setelahnya, dia pun kembali menghampiri Nivea.

“Apa? Kau menunggu aku bercerita?”

“Hmm. Apa nona tidak ingin bercerita tentang... pertemuan Anda dengan mendiang Kakek Anda?”

Nivea menghela nafas, “Entahlah Seri! Aku begitu sering memimpikan Kakek. Tapi, semalam rasanya... beliau begitu dekat dan aku merasa itu sangat nyata.”

“Apa beliau mengatakan sesuatu?”

Nivea mengangguk, “Tak hanya bicara tapi... kali ini beliau menunjukkan sesuatu padaku.”

“Boleh Saya tahu, nona? Apa yang... ditunjukkan Kakek Anda?”

“Sebuah lukisan. Aku kira itu wajahku, tapi Kakek mengatakan bahwa gadis dalam lukisan itu adalah seorang pelayan kerajaan di tahun.... tahun... Ah, aku tidak ingat tahun berapa dia bilang.”

“Anda yakin, nona?”

“Hmm. Ya, aku yakin Kakek mengatakan bahwa itu bukan diriku. Justru Kakek ingin mengatakan bahwa diriku yang sekarang adalah... gadis itu yang telah terlahir kembali.”

“Apa? Maksud Anda, apakah Anda reinkarnasi dari seorang pelayan kerajaan?”

“Ya. Mungkin itu maksud Kakek. Tapi, untuk apa Kakek mengatakan hal itu padaku? Aku tidak mengerti, Seri.”

“Anda tidak perlu terus memikirkannya, nona. Saya harap Anda tidak terganggu karena mimpi itu.”

“Tapi Seri, apa kau ingat? Aku pernah bercerita padamu tentang bagaimana aku mengetahui kekuatan tanganku. Saat itu, Kakek yang lebih dulu mengetahuinya. Saat itu beliau masih sehat dan mengatakannya padaku di usiaku yang ke tujuh tahun.”

“Tentu nona. Saya ingat Anda pernah menceritakannya pada Saya. Menurut Saya, hal itu berbeda. Satu hal yang disampaikan oleh Kakek saat beliau masih hidup dan yang satunya beliau menyampaikan pada Anda hanya lewat mimpi. Saya... Saya juga tidak mengerti nona. Hahaha. Maaf nona, ini sudah waktunya Anda harus pergi ke toko.”

Lagi-lagi Nivea menghela nafas, “Baiklah, untuk sementara aku akan berhenti memikirkan hal itu, Seri. Bantu aku bersiap-siap sekarang!”

Perlahan Nivea menurunkan kaki-kakinya dari ranjang. Lalu melangkah kepada salah satu sisi jendela yang terbuka lebar. Gadis dengan warna rambut burgundy itu memandang keluar sana, dengan mata cokelatnya tajam menatap suasana pagi di sekeliling kediamannya.

Selang beberapa menit, Seri kembali ke hadapan Nivea untuk mengatakan bahwa air hangatnya telah siap. Seri mempersilahkan nonanya untuk beranjak pergi ke kamar mandi. Sedangkan Seri menyiapkan gaun yang akan dikenakan oleh Nivea hari ini.

Kini Nivea telah duduk di depan meja riasnya. Dia telah mengenakan gaun sederhana berwarna merah muda pilihan Seri. Seperti biasanya, Seri menyisir rambut Nivea dengan lembut kemudian menatanya sesuai keinginan Nivea.

“Apa hari ini Anda berencana mengurai rambut Anda, nona?”

“Tidak. Tolong kau sanggul saja!"

“Baik nona.”

Setelah puas dengan tatanan rambutnya, gadis cantik itu berdiri dari duduknya. Mematut diri sekali lagi di depan cerminnya, lalu beranjak pergi meninggalkan kamarnya.

“Dimana Ibuku, Seri?”

“Ah, duchess Elvira sedang menikmati tehnya di taman belakang.”

Dengan mengangkat sedikit bagian depan gaunnya, dia pun melangkah ke arah taman yang berada di sisi belakang kediamannya. Nivea berniat menemui sang Ibu sebelum pergi ke toko roti miliknya. Sementara Seri akan terus mengekor di balik tubuhnya.

“Selamat pagi, Ibu.”

“Ah, kau Nivea. Selamat pagi sayang. Apa tidurmu nyenyak?”

“Hmm. Aku rasa cukup nyenyak.”

“Apa kau... akan langsung pergi ke tokomu?”

“Ya Ibu. Aku akan pergi sekarang.”

“Hmm. Baiklah! Semoga harimu menyenangkan, anakku!”

Nivea sedikit membungkuk, “Terima kasih, Ibu. Aku harap kau juga selalu diberkati.”

Kereta kuda dan seorang kusirnya telah siap mengantar Nivea dan Seri. Dalam perjalanan mereka, Seri membuyarkan lamunan Nivea.

“Nona, maaf. Boleh Saya bicara?”

“Ya? Kau ingin mengatakan apa, Seri? Kenapa harus bertanya sebelumnya?”

“Ah, karena Saya lihat Anda tampak sedang memikirkan sesuatu.”

“Tentu! Aku memang sedang memikirkan sesuatu. Sesuatu yang tampaknya mulai menggangguku. Tapi, kau ingin bicara tentang apa?”

“Kakak kelas Anda di perguruan ketiga, sepertinya pemuda itu menyukai Anda.”

“Hah? Apa katamu? Siapa kakak kelas yang kau maksud?”

“Ah, itu nona.. dia putra dari count Antonio.”

“Hahaha. Kau bercanda Seri?”

“Tidak nona. Pemuda itu meminta Saya menyampaikan salamnya untuk Anda.”

“Apa? Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?”

“Saya.. Saya tidak ingat nona. Karena tadi pagi Anda membahas tentang pertemuan dengan mendiang Kakek Anda, Saya jadi lupa untuk menyampaikannya. Maafkan kecerobohan Saya, nona.”

“Tidak masalah! Tapi, kapan kau bertemu dengan Matias?”

“Kemarin sore, saat Saya sedang membeli buah untuk duchess Elvira. Saya lihat pemuda itu juga membeli beberapa jenis buah dari toko yang sama.”

“Apa yang dikatakannya padamu? Apa dia bilang kalau dia menyukaiku?”

“Dia hanya bilang, tolong sampaikan salamku untuk nona Nivea. Ya, hanya itu.”

“Dan kau mengartikan salam darinya sebagai tanda... bahwa dia menyukaiku? Huh, kau bercanda Seri!"

“Itu suatu kemungkinan, nona. Bukankah sejak dulu... dia suka mencari perhatian pada Anda? Tapi Saya rasa, Anda kurang peka pada sikapnya.”

“Benarkah? Apa aku kurang peka? Ah, sudahlah Seri! Aku tak ingin membahas Matias.”

Seri membimbing Nivea menapakkan kakinya di depan bangunan toko rotinya. Seperti kebiasaannya, saat tiba di dalam area toko Nivea akan berjalan lebih dulu ke area dimana biasanya para pelanggan dapat duduk menikmati suguhan roti dan minuman yang dijajakan di toko itu. Lalu kemudian langkahnya tertuju pada sepanjang etalase rotinya dan terakhir, Nivea baru akan menuju ke dapurnya di bagian belakang meja pemesanan.

Di toko roti itulah tempat Nivea menghabiskan banyak waktu sehari-harinya. Gadis itu begitu mencintai pekerjaannya membuat berbagai macam jenis roti. Dengan sepenuh hati, Nivea mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk menghasilkan roti-roti yang pantas dinikmati oleh semua kalangan di negeri itu.

Nivea tak pernah mengambil banyak keuntungan dari usaha yang dijalaninya. Baginya, dia bahagia dapat bebas melakukan sesuatu hal yang dia sukai. Dan baginya, setiap orang berhak menikmati sebuah roti tanpa harus membedakan dia datang dari kalangan mana. Maka tak heran, jika toko rotinya memiliki banyak pelanggan. Nivea juga sangat ramah memperlakukan semua orang yang ditemuinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Ditulis Ulang
9.3
Madelyn Jent meninggal dalam penyesalan akibat kanker dan pernikahan dingin selama delapan tahun. Menjelang ajal, Zach Jardin tak pernah hadir, membuat Madelyn bersumpah takkan mau mencintainya lagi jika ada kesempatan kedua. Keajaiban lalu melemparnya kembali ke usia delapan belas tahun. Saat Madelyn mencoba menjauh untuk mengubah nasib, Zach justru kembali hadir di hidupnya. Pria itu mendekat penuh intimidasi, membawa janji untuk melindunginya selamanya.
Sampul Novel My Angel Baby Is Werewolf
9.2
Fiona Megan Olaf, mahasiswi yang biasa ditindas, mengalami perubahan hidup drastis saat menginjak usia dua puluh tahun. Pertemuan tak terduga dengan seekor serigala misterius menyingkap rahasia besar bahwa dirinya adalah keturunan werewolf. Kini, ia harus belajar mengendalikan kekuatan barunya. Di tengah takdir baru ini, mampukah Fiona membalas perlakuan buruk para perundungnya dahulu sekaligus meraih cinta dari pria impiannya? Kisah perjuangan dan asmara pun dimulai.
Sampul Novel Peace Hunter
7.9
Rid Archie, seorang pemuda desa, menyadari bahwa kedamaian di dunianya hanyalah ilusi. Di balik ketenangan semu tersebut, diskriminasi rasial serta perbudakan masih terus terjadi. Kondisi ini sebenarnya merupakan gencatan senjata rapuh antara ras Malaikat dan Iblis yang sewaktu-waktu dapat memicu perang besar. Didorong kenyataan pahit ini, Rid bertekad menciptakan keharmonisan yang nyata. Namun, sanggupkah ia menggapai mimpi besar tersebut di tengah dunia yang sarat konflik?
Sampul Novel SANG PENGUASA BERKUASA TELAH TERLAHIR KEMBALI
7.8
Seorang Penguasa Ilahi tewas akibat dikhianati muridnya sendiri. Namun, berkat pusaka sakti miliknya, ia berhasil kembali ke masa lalu dan terbangun dalam tubuhnya saat berusia lima belas tahun. Kesempatan kedua ini ia gunakan untuk mengubah takdir tragis keluarganya dan melindungi orang tuanya dari segala kemalangan. Berbekal pengetahuan masa depan dan harta karun legendaris, ia siap menghancurkan semua musuhnya demi membalas dendam dengan sangat kejam.
Sampul Novel The Syndrome: Diperkosa Setan
9.0
Kehidupan malam yang glamor membuat Sintia lengah akan ancaman yang mengintai dirinya. Seorang iblis kejam mengincarnya, lalu menculik gadis itu ke tengah hutan belantara yang jauh dari peradaban. Di tempat terasing tersebut, ia dipaksa menghadapi siksaan keji serta pemerkosaan yang menghancurkan harga dirinya. Siapakah sebenarnya sosok iblis tersebut? Dapatkah Sintia bertahan hidup dan melarikan diri dari sekapan di dalam hutan yang penuh teror itu?
Sampul Novel The True Dragon Saviour
8.5
Setelah kabur dari Astralion, bangsa naga Khodsuga tinggal di Bumi dan melahirkan keturunan blasteran bernama Mandogarian. Dua abad kedamaian mereka kini terusik saat kekuatan gelap yang dulu memusnahkan leluhur mereka datang kembali. Ancaman ini tidak hanya mengintai Mandogarian, tapi juga manusia biasa yang tak berdaya. Demi mencegah kehancuran total, para Mandogarian harus berjuang membangkitkan kekuatan legendaris Khodsuga Wrath demi melindungi seisi dunia.