APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel THE BRIDAL SHOWER

THE BRIDAL SHOWER

Arsenio Malik Akbar, prajurit tangguh, kini terjerat obsesi cinta mendalam pada Mitha. Meski tahu wanita impiannya telah bersuami, tekad Arsenio tak goyah untuk merebut dan memenangkan hatinya. Ia mengabaikan segala rintangan dan risiko demi memiliki Mitha seutuhnya. Kisah ini menyoroti perjuangan nekat seorang tentara yang rela menerobos batas demi mengejar cinta terlarangnya yang penuh rintangan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Acara pernikahan mewah itu baru saja berlangsung.

Kedua mempelai sudah berada di dalam kamar pengantin mereka.

Handaru menghampiri Mitha yang tampak kesulitan membuka gaun pengantinnya.

"Sini, aku bantu," ucap Handaru dengan senyuman ramahnya. Lelaki berparas tampan dengan wajah yang ditumbuhi brewok tipis itu membantu sang istri melepas satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Mitha.

Merasa malu karena ini pertama kalinya Mitha berada satu kamar dengan lelaki sebayanya, Mitha buru-buru mengambil jubah mandi dan mengenakannya. Menutupi tubuh mungil aduhainya yang hanya terbalut pakaian dalam saja.

"Kamu mau mandi?" tanya Handaru pada Mitha, wanita yang kini sudah resmi menjadi istrinya. Menjadi seorang Nyonya Handaru Pratama. Sang Milyuner yang kekayaannya tak akan habis tujuh turunan.

Mitha mengangguk, pipi wanita itu merona.

"Boleh aku ikut?" ucap Handaru dengan kerlingan nakal.

Mitha memukul bahu sang suami. "Tidak boleh!" sahutnya sambil melenggang pergi. Handaru memang seperti itu, suka sekali menggoda Mitha dengan wajah innocent nya yang selalu sukses membuat pipi Mitha merona.

"Pelit!" keluh Handaru yang langsung memasang wajah cemberut. Lelaki itu tersenyum menatap Mitha yang semakin hari semakin cantik saja.

Rasanya seperti mimpi, kini dirinya bisa benar-benar memiliki Mitha. Wanita yang memang sejak pertama kali melihatnya sudah membuat Handaru jatuh hati. Setelah melalui proses panjang hingga jatuh bangun Handaru berjuang mendapatkan hati Mitha, kini wanita yang menjadi tambatan hatinya itu sudah benar-benar utuh dia miliki. Hanya dirinya. Bukan orang lain.

Handaru melepas kemeja putih yang masih dia kenakan dan melemparnya asal ke atas sofa di pojok ruangan. Beranjak ke atas tempat tidur untuk merebahkan diri sejenak setelah seharian penuh ini dia benar-benar sibuk menyambut para tamu undangan yang jumlahnya ribuan orang. Lelaki itu memilih untuk menunggu Mitha sambil menonton TV.

Sementara itu di dalam kamar mandi, Mitha berdiri di balik pintu kamar mandi dengan debaran kencang di dadanya.

Hingga setelahnya, satu titik air mata wanita itu mengalir di pipi.

Apa yang harus aku lakukan?

Aku tidak mungkin membohongi suamiku sendiri akan keadaanku saat ini?

Gumam Mitha dalam hati.

Kenyataan bahwa dirinya sudah tidak virgin terlebih dengan adanya sebuah benih yang tumbuh dalam rahimnya saat ini, membuat Mitha sangat frustasi.

Sungguh bukan hal yang mudah untuk dilalui ketika Mitha mendapati dirinya terbangun dalam keadaan tubuh tanpa busana di dalam sebuah hotel bersama seorang lelaki yang tak dia kenal.

Mitha yang sejauh ini tak pernah terlibat dalam pergaulan bebas karena dirinya sangat menjaga harga diri dan nama baik keluarganya memang sangat teliti dalam memilih pergaulan apalagi dengan seorang pria. Itulah sebabnya, Mitha sering menjadi bahan ejekan para sahabatnya karena sampai detik dirinya hendak menikah, Mitha bahkan belum pernah berciuman dengan seorang lelaki mana pun, termasuk dengan Handaru, calon suaminya.

Mitha benar-benar selektif dalam menjalin hubungan dekat dengan lelaki, itulah sebabnya teman lelaki Mitha bisa terhitung jari.

Semua hal itu Mitha lakukan karena memang dia yang ingin sungguh-sungguh menjaga kehormatan dan keutuhan dirinya sebagai seorang wanita. Lantas, jika sudah seperti ini, Mitha tak tahu apa yang harus dia lakukan?

Cobaan ini sangatlah berat bagi Mitha.

Cukup lama Mitha terdiam menatap pantulan wajahnya di cermin, masih di dalam kamar mandi.

Dia benar-benar bingung, kalut, takut dan sedih.

Harusnya, malam pertama pengantinnya dengan Handaru adalah malam yang paling istimewa seumur hidup Mitha setelah sebelumnya dia berjuang keras untuk mempertahankan mahkota sucinya sebagai seorang perempuan karena ingin mempersembahkan hal itu untuk suaminya kelak, lelaki yang benar-benar dia cintai. Tapi, semua harapannya kini berubah menjadi mimpi buruk.

Mitha telah kehilangan keperawanannya dalam keadaan yang bahkan dia tidak ketahui alurnya.

Bagaimana awalnya dan kenapa dirinya bisa sampai ada di dalam kamar hotel itu, Mitha benar-benar tidak tahu. Lalu mengenai siapa sebenarnya lelaki brengsek yang sudah menodainya itu, Mitha juga tidak tahu. Dia hanya tahu sebatas wajah ketika dirinya melihat lelaki itu dengan leluasa memeluk tubuhnya yang polos.

Sejauh ini tak ada satu orang pun yang mengetahui tentang kejadian malam itu termasuk mengenai dirinya yang kini berbadan dua selain Eren, sahabatnya. Mitha sengaja menyembunyikannya karena dia tidak ingin aib ini menghancurkan segalanya. Jika sampai orang lain tahu, bukan hanya Mitha yang malu tapi keluarganya pun akan terbawa imbasnya. Mitha hanya tak ingin penyakit jantung yang diderita sang Ayah kumat akibat tak kuat menanggung malu. Belum lagi dengan pihak keluarga Handaru dan Handaru sendiri.

Jika sudah mengingat semua itu, Mitha pasti merasa kepalanya serasa mau pecah.

Wanita pemilik paras cantik berkulit putih mulus itu kembali menatap wajahnya di depan cermin seraya berkata dalam hati.

Malam ini, Handaru harus tahu yang sebenarnya.

Aku tidak mungkin menyimpan rahasia ini karena pasti Handaru akan mengetahuinya sendiri.

Aku tidak ingin mengawali kehidupan rumah tanggaku dengan kebohongan.

Ya, aku harus berkata jujur pada Handaru.

Dia lelaki baik dan aku yakin dia bersedia menerima keadaanku saat ini karena dia mencintaiku.

Setelah meyakinkan segenap hati dan mengumpulkan keberanian, akhirnya Mitha keluar dari kamar mandi setelah aktifitasnya selesai. Dia menghampiri Handaru yang sedang rebahan di atas ranjang sambil menonton TV.

Mitha merangkak dan menjatuhkan kepalanya di atas dada bidang Handaru yang shirtless.

Handaru membelai rambut panjang Mitha yang wangi dan masih basah. Sesekali dikecupnya lembut ubun-ubun kepala sang istri.

"Rambut kamu harum sekali," ucap Handaru di tengah keintiman mereka.

Mitha tersenyum tipis. Jemari lentiknya berputar di atas dada bidang sang suami.

"Mas," panggilnya.

"Ya," jawab Handaru.

Mitha menegakkan tubuhnya dan menatap wajah tampan Handaru. "Ada yang ingin aku bicarakan denganmu," ucapnya meski setengah ragu, terlebih takut.

"Apa? Katakan saja," tanya Handaru dengan tatapannya yang masih fokus ke layar televisi.

"Ini hal penting! Matikan dulu TV-nya," perintah Mitha yang langsung merampas remot TV di tangan sang suami dan menekan tombol off.

Handaru menatap Mitha dengan wajah penuh tanya. Sebelah tangannya merayap ke atas paha Mitha yang terekspos dan mengelusnya pelan.

"Kenapa wajahmu tegang sekali?" goda Handaru dengan senyuman mesum. "Kamu takut aku terkam ya?"

"Mas!"

Handaru tertawa saat wajahnya yang hendak mendekati wajah Mitha malah ditepis oleh jemari lentik Mitha.

"Memangnya hal apa sih yang ingin kamu bicarakan?" tanyanya tidak sabar.

Mitha mengulum bibir dengan kepalanya yang tertunduk dalam.

Handaru menyentuh dagu Mitha dan mengangkat wajah di hadapannya itu supaya bisa dia tatap dengan penuh cinta.

"Katakan Mitha, ada apa?"

"Janji dulu kamu tidak akan marah," ucap Mitha dengan suara gemetar. Dia benar-benar takut.

"Memangnya selama ini aku pernah marah padamu? Hm?"

"Tidak," jawab Mitha dengan gelengan kepala.

"Ya sudah. Katakan sekarang, apa yang ingin kamu bicarakan denganku? Jangan buat aku menunggu," nada suara Handaru masih terdengar lembut.

Untuk beberapa saat suasana hening menyergap mereka sampai akhirnya Mitha pun bersuara.

"Hm, a-aku... Aku..." Mitha menelan kembali salivanya yang begitu pahit. Belum apa-apa kelopak matanya sudah memanas. "Aku... Aku sedang hamil, empat minggu,"

Deg!

Seperti ada sebuah palu godam raksasa yang menghantam dadanya, ketika Handaru mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Mitha.

Lelaki itu menggeleng pelan lalu tertawa hambar. "Leluconmu tidak lucu Mitha," ujarnya tak percaya.

Mitha meraih kedua tangan sang suami dan menggenggamnya erat. Menatap ke dalam mata Handaru dengan tatapan yang menekankan kembali bahwa perkataannya tadi adalah sebuah kebenaran.

"Aku tidak sedang bercanda, Mas. Aku serius. Aku hamil dan aku tidak tahu siapa Ayah dari anak ini," Mitha mulai menangis.

Wajah lembut Handaru seketika menegang. Air mata yang meleleh di wajah Mitha telah memperjelas semuanya.

Perilaku Handaru yang tadinya hangat kian berubah dingin. Bahkan dengan sentakan kasar dia menarik kedua tangannya dari genggaman Mitha. Lelaki itu berdiri sambil berkacak pinggang dan membelakangi Mitha.

"BAGAIMANA BISA INI TERJADI? Aku pikir... Aku pikir selama ini kamu itu adalah wanita baik-baik yang bisa menjaga kehormatanmu, Mitha!" ucap Handaru setengah berteriak. Lelaki itu terlihat meremas rambutnya dengan kedua tangan. Dia terlihat syok berat.

"Mas, aku juga tidak mau ini terjadi! Aku sudah diperkosa," aku Mitha membela diri di tengah ketidakberdayaannya.

"LALU KENAPA KAMU TIDAK LAPOR POLISI?" potong Handaru dengan kedua bola mata yang melotot marah. Bahkan suara Handaru terdengar menggelegar kencang, membuat Mitha terkejut. Sebab, sejauh dirinya mengenal Handaru, lelaki itu selalu terlihat baik dan ramah dengan tutur katanya yang lemah lembut.

"Aku malu Mas, aku tidak mau ada orang yang tahu, apalagi Ayah. Dokter bilang, kalau sampai sekali lagi penyakit jantung Ayah kumat, dia bisa meninggal," tangis Mitha pecah saat itu.

Handaru diam tapi wajahnya terlihat begitu mengerikan.

Mitha merangkak mendekati Handaru dan berlutut di bawah kaki lelaki itu.

"Maafkan aku Mas. Aku mohon Mas bisa menerima keadaanku dan bersedia merahasiakan hal ini,"

Kedua rahang Handaru mengeras. Dia membungkuk dan menekan kedua rahang Mitha dengan sebelah tangannya. Tatapan tajamnya yang sarat kebencian menghunus kelopak mata Mitha yang berlinang air mata.

"Kamu pikir, aku ini tong sampah yang mau menampung barang bekas pakai orang lain? Hah?" Sentaknya kasar.

Hati Mitha mencelos.

Sungguh, Mitha tak mengenal sosok Handaru yang kini ada di hadapannya.

Detik itu juga, neraka pernikahannya dengan Handaru dimulai.

Mitha mengutuk lelaki yang telah memperkosanya malam itu!

Siapa pun dia, di mana pun dirinya berada, lelaki itu tidak akan pernah menemukan kebahagiaan dalam hidupnya!

Itu sumpah Mitha!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aldrich Delano And His Wound
8.0
Kebahagiaan Aldrich begitu membuncah saat mengetahui kehamilan Ara. Langkah besar ini ia ambil sebagai bentuk penebusan atas dosa-dosa masa lalunya. Ara yang selalu setia mendampingi keputusan Aldrich mulai menyadari bahwa masa sulit mereka belum usai. Alih-alih membawa kedamaian, kehamilan Ara justru menjadi titik awal dari babak baru yang penuh ujian. Badai konflik yang jauh lebih besar kini siap menguji ketahanan hubungan mereka berdua.
Sampul Novel Istri Sang CEO yang Melarikan Diri
8.8
Jenessa mengabdi sebagai sekretaris sekaligus istri rahasia bagi CEO bernama Ryan. Namun, impian manisnya saat mengandung runtuh seketika karena Ryan lebih memilih fokus pada cinta pertamanya. Merasa dikhianati, Jenessa pun memilih pergi menjauh dan menghilang. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Ryan terkejut melihat kondisi perut Jenessa dan menuntut penjelasan. Dengan berani, Jenessa menegaskan bahwa mantan suaminya itu tidak lagi memiliki hak atas kehidupannya.
Sampul Novel KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO
8.4
Lamaran Aditya ditolak mentah-mentah oleh Yuni karena hanya sanggup memberi hantaran lima puluh juta. Tak hanya dihina, Belinda sang kekasih pun ikut merendahkannya. Dalam kemarahan, Aditya justru melamar Dahlia, asisten rumah tangga Belinda, dengan cincin berlian mewah. Tak ada yang tahu bahwa staf administrasi biasa ini sebenarnya adalah putra mahkota pemilik perusahaan. Saat identitas aslinya sebagai CEO terungkap, mampukah Aditya dan Dahlia merajut cinta tulus dari awal yang penuh emosi ini?
Sampul Novel Saat Cinta Menyerah
9.2
Pernikahan yang telah berjalan selama tiga tahun seharusnya menjadi momen bahagia. Namun, tepat di hari jadi pernikahan mereka yang ketiga, kenyataan pahit harus diterima. Zayn Evander, sang suami miliarder, secara terang-terangan mencintai wanita lain bernama Selena Vireya. Kini, wanita itu bahkan tanpa ragu memamerkan kemesraan mereka di media sosial, menghancurkan hati sang istri yang selama ini bertahan dalam bayang-bayang pernikahan dingin tanpa cinta.
Sampul Novel Terlilit Hutang : Dinikahi Pewaris Kejam Nan Tampan
8.2
Alin, janda satu anak, terpuruk akibat utang pinjol dan kehancuran bisnisnya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Sky Yuan lewat donor darah, yang kemudian menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi pelunasan utang. Namun, Seiji Matsuyama, sang mantan suami, kembali hadir demi menebus kesalahan masa lalu. Situasi kian rumit saat Sky hilang dalam kecelakaan helikopter. Dalam kondisi hamil anak Sky, Alin didampingi Seiji yang setia. Akankah ia memilih Sky yang hilang ingatan atau kembali pada Seiji?
Sampul Novel TEROR ASOKA
8.4
Tumbuh di tengah keluarga Dirandra yang menyayanginya, Asoka Lavanya Ekadanta tetap tak bisa lepas dari teror misterius sejak kecil. Saat ancaman itu kian membahayakan orang-orang terdekatnya, sang anak angkat terpaksa mengasingkan diri untuk berjuang solo. Kini, ia harus menuntaskan dendam masa lalu, mengungkap dalang di balik semua kekacauan, sekaligus memenangkan kembali hati wanita yang tulus mencintainya. Mampukah ia bertahan?