APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Bastard and His Cold Wife

The Bastard and His Cold Wife

Daniel mengira pernikahannya dengan Aluna, wanita dingin tanpa emosi, akan menjadi mimpi buruk. Aluna sendiri setuju dijodohkan hanya karena ia skeptis terhadap cinta. Namun, situasi berubah ketika Daniel mulai merasa iba setelah melihat kepedihan dalam hidup sang istri. Saat rasa peduli itu perlahan berubah menjadi cinta, akankah mereka berani mengungkapkannya, atau justru membiarkan perasaan tersebut terkubur rapat demi mempertahankan harga diri masing-masing?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Liam?"

Aluna memasuki ruang kerja seorang psikiater yang sedang menganalisis pasiennya lewat data yang tengah dipegangnya, ia duduk di kursi dan melipat tangannya di atas meja.

Kepalanya ia sandarkan di atas lipatan tangan itu, pria itu bingung menatap wanita yang sedang sibuk dengan kegiatannya sendiri.

"Are you okay?"

"Tadi aku bertemu dengannya, secara pribadi," ceritanya tanpa menatap wajah seseorang yang mengajaknya berbicara. "Dia ingin perjodohan ini dibatalkan, dia memintaku untuk membantunya."

Sudah kesekian kali dirinya berada di sini, menjalani pengobatan tanpa pihak keluarga yang tahu. Ya, dirinya hampir gila karena tekanan yang diberikan keluarganya. Jika ia tidak mampu, mungkin ia sudah kehilangan kewarasannya.

"Dia tipe pria yang seperti apa?"

Aluna menghela napas dan menghembuskannya, ia masih dalam posisinya. "Entah, aku belum bisa menilai. Aku harus apa sekarang? Aku hanya diberi dua pilihan, menerima atau melihat nenek dan adikku menderita."

William Denandra, pria yang sangat baik dan mau berteman dengannya. Dari dirinya berumur 18 tahun hingga sekarang, hanya William yang bisa mengerti dirinya. Ya, 5 tahun lamanya ia mendatangi tempat ini dan menceritakan apa yang menjadi keluh kesahnya. Ia lebih lega setelah mengatakannya.

"Kau sudah membicarakan hal ini dengan orang tuamu?"

Aluna menegakkan tubuhnya dan menggelengkan kepalanya perlahan, "aku tidak ingin melawan lagi, Liam. Aku akan menerima perjodohan ini, setelah itu aku bebas dari aturan mereka."

Liam mengangguk mengerti mendengar ucapan pasien yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri, "ya sudah, jika memang tidak dibatalkan. Aku harap kamu bisa menjaga diri, buat perjanjian hitam di atas putih jika kamu ingin aman."

Aluna yang mendengar hal itu sedikit tertarik, perjanjian? "Dia menjunjung tinggi kebebasan, menurutnya menikah hanya akan mengekangnya. Bagaimana menurutmu?"

"Ya, kau hanya perlu menuliskan poin penting yang tidak ingin kamu lakukan dalam pernikahan. Ya, semacam pernikahan kontrak," kata Liam.

"Aku tahu kau orang yang cerdas yang bisa mencerna kata-kataku dengan baik, ada lagi yang menjadi masalahmu?'"

"Hanya itu, selebihnya masalah sehari-hari seperti biasanya," kata Aluna yang diangguki oleh Liam. Sekiranya itulah obrolan mereka saat bertemu, seputar masalah yang terjadi di kehidupan sehari-harinya.

Aluna selalu rutin datang jika ada masalah yang mengganggunya, sampai-sampai Liam sudah sangat mengenalnya begitu juga sebaliknya.

***

"Bagaimana?"

Daniel yang mendengar pertanyaan itu pun mendengus kecil, ia tidak ingin ditanya-tanya mengenai wanita itu. Ia sangat tidak senang dengan wanita itu, karena selain dia bisa merusak kebebasannya, dia juga pasti akan merusak kepercayaan keluarga padanya.

"Buktikan saja pada Papah kamu, kamu tidak seburuk yang dipikirkan. Lagi pula, hanya menikah tidak masalah bukan?"

"Dia tidak mau membantuku membatalkan perjodohan ini," kata Daniel menghela napas kasar dan menghembuskan dengan kasar pula. "Kesempatanku untuk lolos dari perjodohan ini sangat kecil."

William yang mendengar hal itu pun terdiam, ini seperti cerita Aluna dalam sudut pandang yang lain. Jujur saja, ia belum pernah bertemu dengannya. "Siapa nama calonmu itu?"

Daniel yang mendengar hal itu pun mengangkat sebelah alisnya, untuk apa dia bertanya seperti itu? Ya, William adalah saudara sepupunya. William tinggal di rumahnya karena kedua orang tuanya sudah tidak ada lagi.

"Aluna Mei Silvana, kalau aku tidak salah itu namanya," kata Daniel seraya mendudukkan dirinya di sofa yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. "Kau mengenalnya?"

William tampak bingung dan diam saja, kemudian ia menggelengkan kepalanya. Daniel yang melihat hal itu pun sedikit mengerutkan keningnya bingung, sepertinya pria itu mengenalnya?

"Kau bisa menggantikan aku menikah dengan dia? Aku akan memberi apa pun yang kamu mau jika kau mau menjadi pengganti diriku," kata Daniel menawarkan penawaran yang sebenarnya tidak ingin Liam lewatkan.

"Jika bisa, aku siap menggantikanmu," katanya dengan mantap, Daniel yang mendengar hal itu pun terkejut. Tidak seperti biasanya, "jika kau bisa membujuk Papah, mungkin keinginanmu akan terwujud."

Liam melenggang meninggalkan Daniel yang terpaku di tempatnya, apa dirinya tidak salah dengar? William mau menggantikannya jika bisa? Ya Tuhan, ini kesempatannya yang harus ia gunakan sebaik-baiknya.

Daniel masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, ini sudah jam satu pagi dan besok ia harus bekerja.  Namun pikirannya masih terngiang-ngiang atas ucapannya tadi, membiarkan Liam menikahi wanita aneh itu?

***

William termenung di kamarnya, menatap langit lewat jendela kamar yang ia biarkan terbuka dan merasakan dinginnya angin malam menerpa kulitnya.

Jika bisa, ia siap menggantikan Daniel. Setelah mengetahui siapa yang dijodohkan dengan Daniel, ia jadi ingin menggantikan Daniel.

Aluna Mei Silvana.

Wanita cantik yang menjadi pasiennya sejak umur 18 tahun hingga kini menginjak umur 23 tahun, wanita satu-satunya yang bisa membuatnya merasa iba dan merasakan apa itu kasih sayang. Ya, William menyayanginya seperti adiknya sendiri.

Terlalu dini jika mengatakan perasaannya adalah sebuah rasa cinta, ia hanya menganggap Aluna seperti adiknya. Ia ingin menggantikan bukan karena ia menyukai wanita itu, tetapi ia lebih percaya dengan dirinya sendiri daripada Daniel.

Daniel sering bergonta-ganti pasangan, ia tentu saja tidak mau menambah penyakit mental Aluna semakin parah. Ia ingin menyembuhkan wanita itu dengan bersungguh-sungguh, ia tidak ingin wanita itu bersama Daniel.

Suara pintu terbuka dan tertutup dengan cepat membuat Liam menoleh dan melihat Daniel yang sedang berjalan ke arahnya.

"Kau selalu serius dengan ucapanmu, ucapan tadi kau yakin mau?"

"Jika bisa, Niel. Aku tidak ingin memaksakan kehendak, aku tidak ingin membuat Papah kamu marah."

"Aku akan membujuk Papah untuk membiarkanmu menikah dengan wanita itu, kau tahu Liam? Dia seperti memiliki gangguan mental, kau mungkin bisa menyembuhkannya."

Liam sedikit tidak suka dengan ucapan Daniel, "kau tidak tahu apa-apa tentang dia, jangan berpendapat sembarangan."

Daniel yang mendengar hal itu pun mengangkat sebelah alisnya, "memangnya kau kenal dia?"

Liam mendengus kecil dan mengalihkan tatapannya, ia tidak ingin Daniel mengetahui tentang Aluna lebih dari yang seharusnya.

"Bukan urusanmu."

"Bagaimana jika kita menjebak wanita itu agar bermalam denganmu, mungkin orangtuaku akan merelakannya menikah denganmu," kata Daniel tanpa sadar, Liam yang mendengar hal itu pun membelalakkan matanya.

"Jangan gila, aku tidak ingin menyakiti perasaannya," kata Liam, tentu saja ia tidak mau membuat Aluna trauma dengan apa yang direncanakan Daniel. "Aku tidak akan mengizinkanmu membuatnya menderita."

"Berusaha tanpa melibatkannya, apa kau bisa? Jika tidak, jalani saja dan menikah dengannya," kata Liam membuat Daniel terdiam di tempatnya, Liam sendiri tidak tahu apa yang membuat Daniel diam.

"Sepertinya kau tahu banyak tentang wanita itu, kau menyukainya?" ujar Daniel membuat Liam mengangkat sebelah alisnya dan tertawa kecil, "kenapa tertawa?"

"Kau tidak perlu menunggu jawabanku, Niel. Istirahat dulu, besok pikirkan cara untuk membujuk orang tuamu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM
9.3
Tiga tahun Hana menjadi istri penurut yang diabaikan Bima tanpa kehangatan. Begitu sang kakek berpulang, ia langsung diceraikan agar suaminya bisa bersama wanita idaman lain. Saat terpuruk, Hana malah dipertemukan dengan Matheo. Kesalahpahaman besar membuat bos yang kejam itu menuduhnya sebagai mata-mata. Pertemuan tak terduga dengan pria dingin tersebut seketika mengubah total seluruh garis kehidupan Hana selanjutnya.
Sampul Novel Ending Scene: Wanita Terakhir di Hati Presdir
8.6
Demi membalaskan dendam keluarganya, Kirei Nakamoto nekat menikahi River King Mountbatten, konglomerat yang mengalami kelumpuhan dan kebutaan. Sementara itu, River yang memendam trauma akibat pengkhianatan masa lalu juga sedang bersiap menghadapi ibu serta adik tirinya yang serakah. Hubungan yang semula terikat kesepakatan saling memanfaatkan ini perlahan berubah. Luka batin yang serupa justru menyatukan mereka dalam cinta. Mampukah Kirei menjadi pelabuhan terakhir bagi hati River?
Sampul Novel Kau Pilih Dia Saat Aku Mengandung Anakmu
9.4
Kehamilan Sarah terasa hampa saat suaminya, Dimas, justru sibuk memedulikan Citra. Luka hatinya kian dalam ketika sahabatnya sendiri mulai meluncurkan rencana licik untuk menggeser posisinya sebagai istri. Di tengah situasi pelik ini, Sarah dihadapkan pada dilema besar. Apakah ia harus mempertahankan rumah tangga yang hancur demi anak dalam kandungannya, atau melangkah pergi demi harga diri? Kisah perjuangan batin seorang wanita demi kedamaian hidupnya.
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, pemuda berparas menawan, memperoleh peluang emas untuk hidup kembali demi membalas dendam atas kematian orang tuanya. Terlempar ke tahun 2001, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan di masa lalu tersebut. Dengan strategi cerdik, Hades mulai mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas waktu ini menjadi langkah awal baginya untuk mengubah takdir sekaligus menuntut keadilan atas masa lalunya.
Sampul Novel Kosan Satu Nusa
9.7
Bagi mahasiswa perantau dari aneka daerah, Kosan Satu Nusa tampak seperti tempat tinggal biasa. Padahal, bangunan sederhana ini menyimpan berbagai kenangan mendalam yang terukir seiring berjalannya waktu. Setiap sudutnya merekam dinamika kisah hidup para penghuni yang tinggal di sana. Lewat novel ini, Anda akan diajak menyelami jalinan kisah penuh makna tentang hangatnya persahabatan serta lika-liku pengalaman masa muda yang tidak terlupakan di perantauan.
Sampul Novel Kutukan Cinta Pertama
9.7
Kehidupan damai Lara Ayunda hancur seketika setelah Arkan tiba-tiba menjatuhkan talak kepadanya. Badai rumah tangga ini bermula sejak hadirnya serangkaian mimpi misterius yang terus mengusik tidur Lara. Keadaan kian memburuk saat sebuah pertemuan tak terduga justru mendatangkan petaka bagi pernikahan mereka. Kini, Lara terseret dalam pusaran konflik membingungkan, menyisakan ketidakpastian mendalam atas nasib hubungan serta masa depan cintanya.