APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Bad Guy

The Bad Guy

Akibat pengkhianatan sang ayah, Jovie Montgomery trauma dan menutup diri dari pernikahan. Ia percaya semua pria pasti pergi saat bosan. Namun, keyakinan Jovie goyah sejak didekati Jace Sherwood, pria playboy yang mengincarnya karena taruhan. Ketika hati Jovie mulai terbuka, kebenaran tentang taruhan itu terungkap dan menghancurkan kepercayaannya. Kini, Jace harus berjuang keras demi mendapatkan kembali cinta Jovie yang kembali menjauh akibat luka baru tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jovie buru-buru melepas tangan Jace yang mengganggam erat tangannya. Kecanggungan menyelimuti wanita berparas cantik itu. Napasnya sedikit tercekat. Lidahnya seolah kehilangan kata untuk berucap, tapi sebisa mungkin Jovie berusaha tenang.

“Ada hal lain lagi yang ingin kau sampaikan, Corey?” tanya Jovie sambil mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak dengan Jace.

Corey menggelengkan kepalanya. “Kurasa sudah cukup, yang terpenting mulai saat ini tolong layani Jace dengan baik. Dia investor dari hotel kita, dan Jace juga teman dekatku.”

Jovie tanpa sadar menghela napas dan berhasil mencuri perhatian dari Jace. “Kalau begitu aku akan kembali ke ruanganku. Permisi.”

Wanita cantik itu buru-buru keluar dari ruangan kerja Corey. Bahunya turun sambil menghentakkan kakinya setelah memastikan bahwa pintu telah tertutup rapat dari luar. Sekujur tubuhnya terasa merinding saat mengingat kejadian malam itu. Kejadian di mana dia memergoki Jace melakukan pergulatan panas dengan wanita lain. Entah apa hubungan di antara mereka. Yang pasti Jovie benar-benar merasa canggung dan malu mengingat yang kemarin.

“Ck! Apa yang kau pikirkan, Jovie!” gerutu Jovie pada diri sendiri.

“Jovie…”

Wanita itu tidak mendengar ada seruan di belakangnya. Langkahnya masih tetap mengarah cepat menuju ke ruangannya yang berada tepat di satu lantai di bawah lantai ruangan Corey.

“Jovie…”

“Bisa-bisanya Corey berteman dengan orang aneh dan memutuskan untuk menjalin kerjasama dengan pria aneh seperti itu, astaga!” gerutu Jovie kesal.

“Jovie!”

Jovie tersentak. Badannya berbalik cepat, dan sebelah tangannya ditarik oleh Jace. “Apa yang kau lakukan?!” pekiknya terkejut.

Jace membiarkan Jovie menepis tangannya. Kedua tangannya terangkat ke atas, persis seperti penjahat yang sedang berhadapan dengan detektif. “Aku sudah memanggilmu berkali-kali, tapi kau tidak menoleh.”

Jovie membelalakkan kedua matanya lebar-lebar. “Tetap saja kau tidak bisa menarik tanganku! Itu namanya kau tidak sopan! Kau tahu itu juga sebuah bentuk pelanggaran hukum!”

“Pelanggaran hukum?” Kali ini Jace benar-benar tidak mengerti.

Jovie menaikkan dagunya dengan tetap menyorot tajam pada Jace. “Pelecehan dan kekerasan. Aku bisa melaporkan dirimu atas dua tindakan itu. Pertama pelecehan karena kau sudah mengedipkan matamu dan mengeratkan genggaman tanganmu padaku di ruangan Corey tadi. Kedua, kau baru saja menarik lenganku paksa sampai aku hampir celaka. Aku bisa melampirkan laporan rekaman CCTV untuk menguatkan laporanku itu pada kepolisian!”

Jace tertawa mendengar tuduhan yang terlontar dari mulut Jovie. “Really? Kau benar-benar berpikir bisa menuntutku dengan alasan tidak masuk akal seperti katamu itu? Bukankah seharusnya aku juga bisa menuntutmu untuk kejadian semalam?”

Mulut Jovie langsung terkatup rapat. Dia tidak menduga Jace akan terang-terangan membahas masalah semalam padanya. Debar jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Kakinya seperti jelly yang tidak bisa berkutik sama sekali.

“Sepertinya kau berhutang maaf padaku, Nona Montgomery.” Jace menyeringai, wajahnya terlihat tenang meskipun Jovie terlihat sangat marah bercampur panik padanya.

“Apa yang kau maksud?” Jovie berusaha mempertahankan harga dirinya dengan terus bernada ketus.

“Semalam kau masuk begitu saja saat aku sedang bersenang-senang. Jujur saja, tindakanmu yang dengan tiba-tiba masuk ke kamarku itu membuat ritme permainanku kacau. Bukankah aku juga bisa menuntutmu atas dakwaaan sebagai penguntit dan pelanggaran privasi?” balas Jace telak—dan sukses membuat Jovie bungkam sejenak.

Wajah Jovie berubah menjadi merah padam. Meskipun dia tidak suka dengan sikap Jace, tapi perbuatannya semalam memang salah. Satu-satunya kesalahan yang pernah dia lakukan selama menjabat sebagai manajer di hotel ini, dan sialnya kesalahan itu harus berhadapan langsung dengan seorang seperti Jace.

Tunggu, bukankah dirinya sudah meminta maaf?

Benar, Jovie tidak salah ingat. “Aku semalam sudah minta maaf padamu sebelum keluar kamar!”

Jace menyipitkan mata dengan alis bertaut sambil tetap mempertahankan kedua tangan terbenam di saku celananya. “Kau tidak bisa mengatakan itu sebagai permintaan maaf. Kau pasti tahu tenang etika dalam meminta maaf, kan? Aku tidak menerima permintaa maaf seperti itu,” ucapnya, sambil sedikit membungkuk tepat di depan wajah Jovie sebelum kembali tegak dan menyeringai tipis.

Jovie menghela napasnya dalam-dalam sambil berusaha untuk mengatur emosinya agar tidak meledak dan membuatnya terkena masalah. Cukup kejadian semalam yang hampir membuat karirnya terancam hancur. Oh tidak! Jovie tak membiarkan karir yang dia bangun susah payah menjadi hancur berantakan.

Jovie menatap kedua mata Jace lekat-lekat dan terlihat sangat bertekad. Meskipun dia benar-benar malas berinteraksi dengan Jace, tapi dia mulai menetralkan ego dalam dirinya dan menganggap bahwa ini adalah bagian dari pekerjaanya. Tidak semua relasi memiliki attitude yang baik. Setidaknya mindset itu yang saat ini coba Jovie tanamkan dalam pikirannya.

“Semalam adalah sebuah kesalahan. Aku yang ceroboh karena salah masuk kamar saat menanggapi keluhan tentang tamu hotel yang menginap tepat di sebelah kamarmu. Sekali lagi, maafkan aku.” Jovie kembali meminta maaf pada Jace. Dia sebenarnya enggan untuk mengungkit-ungkit kejadian bodoh tadi malam.

Jace menyeringai puas mendengar permintaan maaf dari wanita yang ada di hadapannya. Menurutnya sangat menyenangkan ketika berhasil mempermainkan seorang wanita yang terlihat menarik di matanya.

“Well, permintaan maafmu akan aku terima, jika nanti malam kita makan malam bersama,” jawab Jace dengan senyuman penuh kemenangan.

Mata Jovie melebar terkejut. “Hey! Jaga sopan santunmu!”

Napas Jovie sedikit memburu. Tangannya mengepal begitu kuat. Dia tidak sengaja mendengar syarat gila dari Jace. “Kau bebas menggoda wanita lain, tapi tidak denganku, Tuan Sherwood! Aku bukan tipe wanita yang bisa kau permainkan!”

Jace tersenyum tipis mendapatkan penolakan dari Jovie. Sorot matanya terlihat mengilat, sangat kontras dengan senyumnya yang sedang berusaha memikat. “Kau mau melanggar perjanjianmu dengan Corey?”

“Apa maksudmu?” Kening Jovie mengerut dalam, menatap bingung Jace.

“Kau tidak lupa Corey sudah memberiku wewenang untuk menghubungimu kapan pun, dan kau wajib membantuku tentang semua hal yang berhubungan dengan pelayanan hotel, bukan? Malam ini aku ingin mencoba untuk makan malam di Resto Lounge Hotel untuk keperluan bisnis bersamamu,” jawab Jace santai.

“Oh, God! Kenapa aku terkenal sial seperti ini?” gerutu Jovie pelan, dan tak terdengar di telinga Jace.

“Kau tadi bilang apa?” tanya Jace lagi.

Jovie menatap Jace dengan sorot lelah, lalu menggelengkan kepalanya. “Tidak, bukan apa-apa.”

“Jadi, bagaimana makan malam untuk permintaan maafmu? Cepatlah, aku tidak punya banyak waktu untuk menunggu jawaban darimu, Jovie.” Jace mengatakannya dengan seringai tipis di wajahnya.

Tidak ada pilihan lain. Jovie tidak bisa membantahnya. Tugasnya sebagai manajer hotel memang harus menjamu klien dan relasi dengan baik. “Baik, sesuai dengan apa yang kau inginkan. Nanti malam di Resto Lounge.”

Jace kembali menyeringai puas. Saat ini, dia sudah mengantongi senjata untuk membuat Jovie tidak bisa menolak ajakannya. Jace merapikan jasnya, kemudian berlalu dari Jovie sambil berbisik tepat di telinga wanita itu.

“See you tonight, Jovie. Berdandanlah yang cantik.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Chasing Your Love
9.4
Demi menghindari perjodohan paksa dengan seorang duda yang direncanakan ayahnya, Carissa memilih melarikan diri. Ia tidak menyadari bahwa rencana tersebut adalah taktik licik ibu dan adik tirinya untuk menguasai warisan miliknya. Di tengah pelarian, Fabian datang menyelamatkannya dan menawarkan kesepakatan: menjadi tunangan pura-pura agar ia terbebas dari perjodohan ibunya. Masalah rumit muncul ketika Fabian menyadari calon tunangan aslinya adalah mantan kekasihnya, sementara Carissa mulai jatuh cinta padanya.
Sampul Novel DENDAM SANG CEO
9.6
Bram, CEO angkuh yang belum bisa melupakan Melisa, berniat menghancurkan musuhnya, Adam, dengan memanfaatkan sang adik yang bernama Agni. Bram berpura-pura jatuh cinta pada Agni hingga merenggut segalanya, tetapi rencana jahat tersebut akhirnya terungkap. Meski awalnya didasari dendam, cinta tulus mulai tumbuh di hati Bram. Namun, persaingan bisnis masa lalu membuat Adam menentang keras hubungan mereka. Kini Agni bimbang antara perjodohan dengan Alan atau kembali pada Bram yang egois.
Sampul Novel GADIS PENARI TUAN MUDA
8.2
Demi menemukan cinta sejati, Benni Handoko yang berasal dari keluarga terpandang rela menyamar sebagai pelayan toko. Namun, takdirnya berubah drastis ketika ia mendapati Mulan, seorang gadis penari, berada di ranjangnya setelah acara jamuan keluarga. Mulan ternyata merupakan cucu sahabat nenek Benni yang sempat hilang. Walau mereka telah dijodohkan, hubungan keduanya tidak berjalan mulus dan penuh rintangan. Sanggupkah mereka menjaga cinta di tengah badai konflik yang menerpa?
Sampul Novel Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji
9.7
Clara Martins terancam kehilangan toko roti peninggalan neneknya di São Paulo akibat lilitan utang dan pengkhianatan. Di tengah keputusasaan, Enzo Albuquerque hadir menawarkan solusi. Mantan kekasihnya yang kini menjadi pengusaha dingin itu mengajukan pernikahan kontrak setahun demi melindungi posisinya dari intrik keluarga. Namun, hidup bersama justru membangkitkan kembali rasa yang dulu ada. Kini, Clara harus menyembunyikan kehamilannya, sementara Enzo menyimpan rahasia besar yang dapat menghancurkan hubungan mereka.
Sampul Novel Obsession of teacher
9.6
Dunia seorang mahasiswi tingkat akhir di universitas elite New York runtuh seketika. Perlakuan keji dari dosennya sendiri meninggalkan trauma psikologis yang sangat mendalam. Pasca-kejadian tragis tersebut, ia harus berjuang menghadapi depresi hebat dan dorongan untuk mengakhiri hidupnya. Kisah pilu ini menyoroti pergulatan batin seorang wanita yang hancur akibat obsesi menyimpang sang pendidik.
Sampul Novel Pengorbanan Cinta Sang Letnan
9.6
Dua tentara elit Kopassus berlatar intelijen, Rey dan Alex, telah menjalin persahabatan sejak masa kecil. Namun, hubungan erat mereka kini diuji oleh perasaan cinta pada wanita yang sama. Di sela-sela perjuangan dan pengabdian besar mereka untuk negara, konflik batin yang sengit pun mulai membayangi. Takdir menuntut mereka menentukan pilihan sulit antara loyalitas pada tugas negara atau ego pribadi. Akankah cinta yang menang, atau justru persahabatan mereka yang hancur?