APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Alpha's Silent Oath

The Alpha's Silent Oath

Pasca-hancurnya desa Selene Moonhart, sang pewaris darah Ratu Serigala yang bisu ini terseret ke konflik klan yang sengit. Beruntung, ia diselamatkan oleh Alpha bernama Darius Blackthorn. Padahal, Darius terikat sumpah kuno untuk tak mencintai pihak luar. Walau kutukan membayangi, ikatan batin keduanya mustahil dibendung. Di bawah ancaman kelicikan Luca Ashford yang haus kuasa, Selene wajib membangkitkan kekuatannya. Bersama Darius, ia kini harus memilih: tunduk pada tradisi atau demi cinta berani bertaruh segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hujan turun seperti lolongan roh di atas kanopi Amazon yang lebat. Udara dipenuhi aroma tanah basah, dedaunan hancur, dan jejak darah yang tak sempat mengering. Di tengah gemuruh alam, langkah-langkah panik memecah keheningan malam. Burung-burung hantu terbang menjauh. Ranting patah. Suara langkah itu bukan milik makhluk hutan biasa.

Selene berlari. Kakinya berdarah, kulitnya terkoyak oleh duri dan batu tajam. Namun yang paling menyakitkan bukan luka di tubuhnya, melainkan suara desing panah yang terus mengikutinya tanpa suara, ia tak bisa berteriak meminta tolong, dan itu membuatnya lebih seperti hantu daripada manusia.

Ia tahu mereka memburunya bukan karena ia mencuri, bukan pula karena ia membunuh. Tapi karena darahnya. Karena sesuatu yang bahkan dirinya tak mengerti tentang mata yang bersinar perak dalam gelap, tentang mimpi-mimpi aneh yang selalu membuatnya terbangun dalam peluh dingin, tentang suara serigala yang hanya ia dengar dalam pikirannya.

"Tangkap dia hidup-hidup!" teriak seseorang dari belakang. Suaranya berat dan kasar, aksen asing yang tak berasal dari desa mereka.

Selene berbelok tajam ke arah tebing yang ditutupi akar pohon raksasa. Tubuhnya mungil dan gesit, tapi ia kelelahan. Ia menyelinap ke balik batang pohon dan menahan napas. Jantungnya berdetak cepat, terlalu keras hingga ia yakin pemburunya bisa mendengarnya dari kejauhan.

Tiba-tiba, suara napas berat terdengar dari samping. Ia menoleh. Seekor ular besar menggeliat pelan dari balik dedaunan, lidahnya menjulur, menjilat udara.

Selene menahan jerit yang tak pernah bisa ia keluarkan.

Namun sebelum ular itu sempat menyerang, sekelebat bayangan hitam melintas. Ular itu terlempar ke udara, membentur pohon dengan suara retakan tulang.

Bayangan itu berdiri di hadapannya. Tinggi. Tegap. Matanya seperti bara yang terbakar diam-diam di tengah malam.

Darius Blackthorn.

Ia tak berkata sepatah kata pun. Tapi Selene tahu: pria itu bukan manusia biasa.

Dan entah kenapa, di tengah ketakutan yang mencekam, tubuh Selene bergetar bukan karena dingin. Tapi karena sesuatu yang lain sebuah getaran halus yang berasal dari dada, menjalar ke seluruh tubuhnya, seperti gema dari masa lalu yang tak ia ingat.

Darius menatapnya lama, sorot matanya tajam namun tidak mengancam. Ia bisa mencium aroma darah, takut, dan... sesuatu yang jauh lebih tua dari waktu.

"Siapa kau?" tanyanya lirih, namun suara itu terdengar seperti gema petir.

Selene menggeleng pelan. Matanya meminta maaf. Tangannya bergerak, memberi isyarat, tapi Darius tidak mengerti. Ia hanya menatapnya dengan kening berkerut.

"Bisu?" gumamnya.

Selene mengangguk.

Sebelum Darius bisa berkata lebih, anak panah menancap ke batang pohon di dekat kepala mereka. Darius bergerak cepat, menarik Selene ke belakang tubuhnya. Napasnya berubah lebih berat, lebih dalam. Ia mendongak, dan matanya bersinar perak terang.

Lelaki itu bukan hanya Alpha. Ia adalah kematian bagi siapa pun yang berani mengancam.

Tiga pemburu muncul dari balik semak. Mereka mengenakan jubah kulit, wajah mereka dihiasi lukisan suku yang telah dilupakan. Tapi Darius tahu siapa mereka.

"Pengecut," gumamnya.

"Dia bukan milikmu, serigala," ujar salah satu pemburu. "Anak itu milik kami. Ia keturunan yang kami cari titisan Ratu yang hilang."

"Dia bukan milik siapa-siapa," sahut Darius. "Pergi sekarang, atau aku akan menghancurkan tulangmu satu per satu."

Para pemburu tertawa. "Sumpahmu tidak mengizinkanmu mencampuri urusan luar klan."

"Dan aku tak pernah peduli pada aturan busuk yang ditulis oleh orang mati," ucap Darius, sebelum menerkam.

Serangan itu begitu cepat hingga mata manusia tak mampu mengikutinya. Darius berubah di udara-dari pria menjadi makhluk setengah serigala dengan cakar tajam dan taring berkilat. Ia menerkam pemburu pertama, mencabik lehernya, lalu menghantam dua lainnya hingga tubuh mereka terlempar.

Selene tak bisa berpaling. Pemandangan itu mengerikan, namun ada sesuatu yang indah di balik kebuasan itu sebuah kemarahan yang berasal dari rasa perlindungan. Ia tahu ia seharusnya takut. Tapi ia merasa aman.

Saat pertempuran selesai dan tubuh Darius kembali pada wujud manusianya, ia berdiri di hadapannya dengan napas terengah.

"Kenapa mereka memburumu?" tanyanya.

Selene menatapnya, lalu meletakkan telapak tangan di dadanya. Ia menyentuh jantungnya sendiri, lalu menunjuk langit.

Darius mengerutkan kening, mencoba memahami.

"Apa ini tentang darahmu?"

Selene mengangguk.

Diam.

Hening.

Angin bertiup membawa suara hutan yang berbisik.

"Kalau begitu... kau tidak bisa kembali," ucap Darius akhirnya. "Mereka akan terus mencarimu."

Selene menatapnya lekat-lekat. Matanya bertanya: Apa yang akan kau lakukan padaku sekarang?

Darius berpaling, seolah berjuang melawan sesuatu yang tak kasat mata.

"Jika aku membawamu ke wilayahku, aku melanggar sumpah."

Selene menunduk.

"Tapi jika aku membiarkanmu di sini, kau akan mati."

Ia mendekat, dan Selene bisa merasakan panas tubuhnya. Wajah mereka hanya sejengkal.

"Ada sesuatu tentangmu," bisiknya. "Sesuatu yang membuat jiwaku bergetar. Dan itu berbahaya."

Selene menyentuh tangannya. Lembut. Hati-hati. Dalam diamnya, sentuhan itu lebih keras dari teriakan.

Darius menarik napas dalam. "Sial..."

Ia mengangkat Selene ke pelukannya.

"Aku akan menyesali ini," gumamnya.

---

Di antara akar-akar pohon Ba-kari, tempat suku pendeta Amazon dahulu bersemedi, Darius membaringkan Selene di atas batu datar. Ia membersihkan luka-lukanya dengan daun huni dan air dari mata air suci. Ia melakukannya dalam diam, dengan kelembutan yang tak sesuai dengan reputasi sang Alpha.

"Aku tumbuh di sini," katanya perlahan. "Di hutan ini, aku belajar membunuh sebelum belajar mencintai."

Selene menatapnya.

"Dan mungkin karena itu... aku tak pernah tahu caranya mencintai."

Ia tertawa getir. "Aku terikat pada sumpah Silent Oath. Kami dilarang mencintai siapa pun di luar klan, karena cinta membawa kehancuran. Cinta pernah membakar seluruh wilayah kami menjadi abu."

Selene menggenggam tangannya. Matanya lembut, bukan karena kasihan, tapi karena pemahaman. Ia tak bisa bicara, tapi ia bisa mendengar dengan hati.

Darius balas menatapnya.

"Kau mengerti rasa sunyi itu, bukan?"

Ia mengangguk.

Dua kesunyian bertemu bukan untuk saling mengisi, tapi untuk saling menerima.

---

Saat malam semakin dalam dan suara hutan kembali tenang, Darius duduk menjaga Selene yang tertidur. Tapi sebelum ia tenggelam dalam pikirannya sendiri, suara dari dalam bayang-bayang terdengar.

"Menarik," kata suara itu. "Kau jatuh cinta pada keturunan Ratu."

Darius berdiri cepat. "Luca."

Dari balik pohon, sesosok pria muncul. Luka di wajahnya, senyum tipis, dan mata sehitam arang. Mantan sahabat yang kini menjadi pengkhianat.

"Dia adalah kunci. Dan kau baru saja membawanya ke dalam wilayahmu."

Darius mengepal tangan. "Sentuh dia, dan aku akan robek hatimu."

Luca tertawa. "Jangan khawatir. Aku akan datang ketika waktunya tepat. Tapi kau tahu ini, Darius kau sudah memulai akhir dari segalanya."

Lalu ia menghilang dalam kabut malam.

Darius menatap langit. Hujan mulai turun lagi, namun kali ini terasa lebih dingin. Ia tahu: takdir sudah bergerak. Dan di tengah semua itu, seorang wanita bisu kini menyimpan nyawa seluruh ras serigala juga hatinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Enggak Siap Dengan Perasaan Ini
8.4
Kehancuran bisnis dan pernikahan sang mantan membuat hidup Shiloh Jung terpuruk. Demi memulihkan diri, ayahnya mengirim Shiloh berlibur ke luar negeri. Di sanalah ia bertemu Edward Leung yang penuh misteri. Keduanya lalu sepakat menjelajahi Rusia sebagai sepasang kekasih tanpa membongkar identitas asli, dengan janji akan bersatu jika takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, setahun berlalu, Edward justru berpura-pura tidak mengenalnya. Rahasia besar apa yang disembunyikan pria itu?
Sampul Novel I'm Not a Gangster
9.8
Demi bertahan hidup, seorang pemuda desa memutuskan merantau ke kota besar dengan impian sederhana menjadi pengawal profesional. Namun, takdir berkata lain saat ia justru terseret ke dalam gelapnya dunia kriminal. Tanpa diduga, ucapan masa lalunya menjadi kenyataan pahit yang mengubahnya menjadi seorang gangster. Kini, ia harus terjebak di tengah pusaran konflik dunia bawah tanah yang menguji seluruh prinsip hidup serta keberaniannya.
Sampul Novel Kitab sihir kristal biru
8.9
Fatima adalah penjaga rahasia Perpustakaan Empat Kunci di Murra Kish. Kehidupannya berubah saat Alfonso, pria misterius yang memburu grimoire kuno, hadir dan memicu asmara sekaligus kecurigaan. Ternyata, Alfonso menyimpan rahasia besar kerajaan, sementara Fatima adalah pewaris permata legendaris yang diincar banyak pihak. Di tengah intrik pengkhianatan dan ambisi gelap, ia kini harus memilih antara cinta atau bertahan hidup dari kebohongan yang mengancam dirinya.
Sampul Novel Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat
9.4
Marcel kerap disiksa keluarga istrinya, bahkan dipaksa menyantap sisa makanan di lantai. Tak tahan dihina terus-menerus oleh Shirley dan kerabatnya, ia nekat meminum formula rahasia warisan orang tuanya untuk mengakhiri hidup. Namun, ramuan itu justru membangkitkan kekuatan dahsyat yang terpendam. Kini, sang ahli obat yang dahulu direndahkan telah bangkit kembali. Bersiaplah menyaksikan aksi balas dendamnya demi membuat mereka semua bersujud memohon ampun.
Sampul Novel PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN
7.8
Tujuh belas tahun berlalu sejak kematian tragis Jernih Suminar. Sang putri, Lintang Prameswari, bertekad membalas dendam dengan mencari dalang ruwat sakti. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa Ki Narendra, pria awet muda itu, adalah ayah kandungnya sendiri. Narendra tega menumbalkan jiwanya demi kekuasaan dan menelantarkan Lintang. Kini, di tengah intrik klenik dan mitos, Lintang harus menghadapi pembunuh ibunya dengan bantuan sosok misterius bernama Wage.
Sampul Novel RAHASIA SANG BODYGUARD
8.3
Hidup Kinara berubah menjadi teror mengerikan. Demi keselamatan, ia menyewa bodyguard tampan bernama Satria. Meski begitu, Nara tetap waspada karena baginya ketampanan adalah tipu daya. Saat Satria mulai mendekatinya, sebuah rahasia gelap perlahan terungkap. Identitas asli sang pengawal ternyata adalah Ghazi Ammar Fahrezi, sosok misterius yang terhubung erat dengan trauma masa lalu Nara yang sangat kelam.