APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tertawan Pesona Mantan Papa Tiri

Tertawan Pesona Mantan Papa Tiri

Embun menghadapi dilema moral yang berat ketika disodori tumpukan uang dalam sebuah tawaran merendahkan. Demi melunasi utang keluarganya yang menggunung, ia diminta bersetubuh dengan suami dari wanita yang ingin menolongnya. Di tengah himpitan ekonomi yang mencekik, Embun merasa bimbang dan tak sanggup menanggung skandal kotor tersebut. Kini, ia harus memilih antara menjaga harga dirinya atau menyelamatkan masa depan finansial orang-orang tercinta yang sangat ia sayangi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Miley tidak tahu apa yang terjadi setelah keluar dari lift perusahaan tadi. Yang jelas, ketika membuka matanya … ia sudah berada di tempat yang ia curigai adalah Paris, berkat sebuah banner produk kecantikan.

"Paris?" ulang Aland. Pria itu kemudian terkekeh dan mengacak-acak rambut Miley yang belum sepenuhnya sadar. “Kamu masih belum sadar rupanya. Sudah, ayo, kita ke kamar.”

Miley yang masih bengong menurut saja mengikuti langkah Aland sampai ke kamar hotel mewah. Ia seperti kerbau dicucuk hidung, karena tanpa perlawanan mengikuti Aland.

Kendati demikian, sepanjang jalan menuju kamar hotel, otak cerdasnya berpikir … Mantan Papa tirinya itu seperti telah melakukan sesuatu padanya yang membuatnya tidak ingat apa-apa.

‘Tapi … apa yang dia lakukan?’

"Sekarang bersihkan dirimu," kata Aland menunjuk handuk yang terlipat rapi di atas nakas. Kemudian ia memberikan paper bag yang telah disiapkannya di sisi ranjang. "Ini pakaianmu."

Miley yang masih bingung itu menepis paper bag yang disodorkan Aland.

"Jawab saja pertanyaanku! Kapan kita ada di Paris? Kenapa aku tidak ingat apa pun?" geramnya dengan sarkas.

"Untuk apa aku membawamu ke Paris, Sayang?" jawab Aland menarik tangan Miley hingga keduanya terjatuh ke atas ranjang.

Miley menahan tangannya menahan tubuhnya yang saat ini berada di atas tubuh Aland.

"Aku bisa melihat di banner parkiran itu tadi." Miley merasa tidak salah membaca tulisan 'Paris'.

"Hahaa. Kamu ketiduran sejak tadi, Miley Sayang. Sampai kita tiba di sini saja kamu tidak sadar."

Mendengar penuturan Aland, kecurigaan Miley kembali meningkat. Dia menatap dalam pada pria itu, mencoba meminta penjelasan, karena hal terakhir yang dia ingat adalah … dia baru saja turun dari lift hendak menuju mobil pria itu. Namun, ketika bangun … dia sudah berada di mobil yang berbeda, dengan kepala yang pening, seperti telah terjadi sesuatu.

"Tidak sadar? Apa maksudnya ini?”

Melihat Aland senyum-senyum kecil, ia semakin yakin dengan firasatnya. Pria itu cukup puas membuatnya kebingungan.

Apa, tertidur? Tentu itu akal-akalannya saja.

Perjalanan panjang bisa tiba di sana, tapi ia tidak mengingat apapun? Miley yakin ada yang dirahasiakan Aland.

"Apa yang sudah kau lakukan padaku?"

Matanya menyipit menunggu Aland mengakui semuanya.

Tapi tidak mendengar apapun selain melihatnya cengengesan.

"Jangan pikir dengan cara murahan seperti itu, bisa mengubah rasa benciku? Tentu tidak!" pancing Miley mengetes kejujuran Aland.

"Cara apa, Sayang?" ejek Aland dengan mempermainkan alisnya turun naik. Pria yang lebih pantas disebut buaya ketimbang pimpinan itu, mengedipkan sebelah matanya menggoda Miley.

'Sial, dia tidak lebih dari buaya kelaparan!" batinnya dengan rasa benci yang menggunung.

Sambil mendengus kesal, ia terus mencari cara untuk membongkar kejujuran Aland. Otaknya berputar-putar namun tak juga menemukannya.

Sampai mendengar Aland bersuara. "Ini, sayang." Mengeluarkan botol kecil dari kantong, sambil menggoyang-goyangkannya di depan wajah Miley yang mendadak mengeras setelah melihatnya.

Miley menegaskan pandangannya ke benda di tangan Aland. Dahinya mengerut mengetahui tulisan di sisi botol adalah jenis obat tidur tetes.

"Apa kau memberikan ini padaku?" gusar Miley merampasnya kemudian mencengkeram dalam genggamannya.

"Kalau sudah tahu, kenapa bertanya lagi, Sayang?" jawab Aland meninggalkan Miley mematung. Dia bergeser ke sofa, dan menghempaskan tubuhnya santai.

Miley tertawa getir, otaknya mulai berpikir, Aland melakukan ini karena ingin membalas dendam kepada Jenny. "Apa dengan melakukan semua ini, kau telah membalas dendammu kepada Mamaku?" tanya Miley mencampakkan botol di tangannya ke tong sampah di sampingnya. "Kami saja tidak pernah bertemu setelah hari itu!"

Miley mendekatinya. Beberapa detik hanya mengamati wajahnya. Dalam hati ... pria itu sangat tampan walau dengan mata terpejam sekalipun. Tapi baginya saat ini Aland tidak lebih dari buaya kelaparan.

"Benar dugaanku! Kau kecewa padanya, kan?"

"Dendam? Kecewa? Untuk apa, Sayang? Bukankah dengan seperti ini, aku jadi bisa menikmati dirimu yang jauh lebih segar ini!" ucap Aland membuka matanya, memancing darah Miley mendidih. "Aku yakin, Jenny tidak membutuhkan pria muda sepertiku lagi menjadi suami kontraknya. Benarkan, Sayang?"

'Kurang ajar sekali dia,' geramnya membatin tidak bisa menahan diri.

"Bangsat!! Jaga bicaramu! Jangan berpikir bisa melakukan apa yang kau rencanakan itu!"

"Cukup, Miley! Ingat, aku bisa melakukan apapun yang aku mau!" gertak Aland tersulut emosi. Tangannya hendak mencengkram leher Miley yang juga sedang menahan amarahnya dari mencarut Aland tadi. "Jaga bicaramu!" kecamnya berusaha meraih Miley yang mengelak gesit.

"Sudah kuduga, kau itu pria mesum! Selama ini kau menjerat para wanita dengan membuat tawaran gaji besar di perusahaanmu! Menjebak mereka dengan kontrak gilamu itu! Kemudian memberikan mereka obat tidur, lalu, kau pun dengan leluasa bisa mempermainkan mereka. Bodohnya ... aku mau terjebak dengan pria mesum sepertimu!" tuduh Miley tidak lagi menghormati Aland pimpinannya.

Miley tetap mengangkat dagunya angkuh, meski Aland berhasil mencengkeram lehernya. Napasnya mulai tersengal akibat tekanan kuat dari jari-jari tangan Aland di lehernya, tapi tetap berusaha tenang.

"Kau berani meneriaki ku, hahk! Jangan buat kegilaanku ini sampai menghilangkan nyawamu!"

"Yahh! Kau pikir aku takut, hakh! Mati jauh lebih baik ketimbang bersama pria mesum sepertimu!"

Aland kehabisan cara berdebat dengannya. Dia pun kaget tahu Miley sangat keras kepala. Namun, untuk mempertahankan egonya, Aland tidak mau mengalah.

Perlahan melepaskan tangannya. "Baik. Sekarang pergilah. Anggap saja kau sudah membatalkan kontrakmu!" kata Aland tersenyum kecil.

Rasanya ingin melompat tinggi-tinggi mendengarnya. Ia pun tidak perlu lagi berurusan dengan pria gila itu. Tapi Miley menahan rasa gembiranya itu ketika melihat Aland hanya senyum-senyum sendiri.

Otaknya cerdasnya seolah turut bekerja keras menyelidiki hal apa yang membuat Aland sesantai itu. Padahal beberapa menit yang lalu, pria itu ngotot membahas kontrak seumur hidup.

Miley terkaget dengan tas miliknya yang sejak tiba di sana tidak melihatnya. "Mana tasku?"

Mustahil ia bisa pulang tanpa tas itu.

"Kau menuduhku mencuri tasmu?"

"Lalu, kalau bukan kau, siapa lagi?" tantang Miley mengedikkan kedua bahunya. Dengan sengaja menaikkan salah satu alisnya.

"Hahaha! Aku pimpinan perusahaan ternama, Miley. Tas yang tidak ada apa-apanya itu, untuk apaku?"

Miley tidak mau percaya begitu saja. Ia tahu Aland-lah yang menyembunyikannya dengan alasan apapun itu.

"Aku mau pulang! Jadi, berikan tasku?"

"Silakan saja, Sayang. Pintunya terbuka, kok."

"Tasku?" Miley menaikkan nada suaranya melihat Aland tidak berhenti mempermainkannya. "Aku butuh uang dan ponselku bisa pulang!"

"Aku bilang tidak tahu."

"Kau! Jangan ---"

"Stop!" teriak Aland menarik tangan Miley. Gadis itupun terjatuh di dada bidangnya yang juga terduduk menahan hentakan tubuh Miley.

Beberapa detik lamanya mereka saling menatap, sampai suara keras Aland siap memecah gendang telinganya.

"Aku sudah memperingatkan menjaga ucapanmu! Suka tidak suka, aku ini pimpinanmu! Jadi, bersikap sopan!"

"Sekarang berikan kunci mobilmu, aku mau mengambil tasku." Miley tidak terusik dengan ancaman Aland. Namun, ia menurunkan nada suaranya melihat dirinya masih dalam rangkulan Aland.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak
8.4
Dua pewaris takhta terkaya di New York, sang pembalap F1 dan genius investasi, telah bersahabat sejak kecil dan setia mengenakan lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, kehadiran Ella, putri konglomerat baru, mengubah segalanya. Ketika kedua pria itu membuang lencana Mia demi emblem kain pemberian Ella, persahabatan mereka retak. Kecewa dengan pengkhianatan ini, Mia yang menyembunyikan identitas aslinya memutuskan menyerah dan menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima pernikahan politik demi keluarganya.
Sampul Novel Cinta yang Kadaluarsa
9.4
Setelah sepuluh tahun sia-sia mengejar Kevin Sentosa, Diana Karin akhirnya menyerah dan berpaling kepada Adrian Wisak. Pengusaha kaya itu memanjakannya dengan kembang api dan lamaran romantis di sebuah pulau pribadi. Namun, menjelang pernikahan, Diana menemukan kenyataan pahit bahwa Adrian hanya memanfaatkannya demi membuat Kevin muak. Enggan menjadi korban penghinaan, Diana memilih melarikan diri lebih dulu sebelum Adrian mencampakkannya di hari pernikahan. Kini, giliran Adrian yang frustrasi dan mencari pengantinnya yang hilang di seluruh Kota Jama.
Sampul Novel Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
8.7
Keira hancur saat bisnisnya hampir pailit dan sang tunangan memilih berselingkuh dengan perempuan berharta. Di puncak keputusasaan, ia menenggelamkan diri dalam alkohol di sebuah kelab malam. Tak disangka, malam itu membawanya terbangun di ranjang yang sama dengan Aksel Sanjaya, atasan sekaligus CEO dingin di tempatnya bekerja. Keira dan Aksel kini terperangkap dalam konsekuensi rumit akibat peristiwa tak terduga tersebut. Mampukah keduanya menjalani perubahan hidup yang drastis ini?
Sampul Novel Lima Tahun Kebohongan
9.6
Demi warisan dan uang, Damon dan Aurelia menjalani pernikahan kontrak. Lima tahun berpisah, Damon pulang untuk mengurus perceraian. Namun, ia terkejut saat melihat Aurelia merawat seorang anak laki-laki yang sangat mirip dengannya. Kini, di tengah desakan komitmen dari Mira, sang kekasih, Damon bimbang. Ia harus memilih antara rencana masa lalu atau menjadi ayah. Ketika rahasia besar terkuak, Damon pun terpaksa mempertaruhkan segalanya.
Sampul Novel Masa Puber Naldo
9.4
Naldo, putra konglomerat yang kesepian, tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu. Ayahnya, Tuan Anggoro, adalah sosok yang sangat baik, namun kesibukan bisnis membuatnya jarang berada di rumah. Praktis, Naldo hanya dirawat oleh asisten rumah tangganya sejak bayi. Ketika sang ayah memintanya memilih ibu baru, Naldo justru teringat sosok wanita misterius dari mimpinya. Begitu takdir mempertemukan mereka di dunia nyata, Naldo bertekad mengejar cintanya meski terhalang perbedaan usia.
Sampul Novel Pengantin Pengganti Sang CEO
8.7
Autumn terpaksa menyamar sebagai Silvia demi membiayai pengobatan sang nenek. Ia pun bersedia menikahi Rudy, seorang CEO kaya raya berreputasi playboy. Awalnya, Autumn hanya berencana bertahan dalam pernikahan kontrak ini selama satu tahun lalu bercerai. Namun, di balik sikap buruk Rudy yang suka bergonta-ganti pasangan, benih-benih cinta justru mulai tumbuh di antara mereka. Hubungan terpaksa ini pun perlahan berubah menjadi kisah asmara yang tak terduga.