APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TERTAWAN CINTA PERTAMA

TERTAWAN CINTA PERTAMA

Demi menutupi rasa sukanya, Gian kerap menjahili Briani semasa sekolah. Namun, kesalahpahaman fatal membuat Gian mengira Briani wanita panggilan hingga tega menodainya saat mabuk. Mereka pun berpisah tanpa Gian sadari Briani tengah hamil. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi di kantor rekan kerja Gian. Akankah Gian mampu mendapatkan kembali cinta pertamanya, ataukah kepedihan masa lalu justru membuat Briani kian membencinya?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Lepaskan aku, cowok brengsek!" teriak Briana sambil berusaha meronta di bawah kuasa seorang pria berotot.

Namun, pria yang tengah bernafsu itu sepertinya tak mendengar teriakan Briana. Ia terus merobek pakaian Briana tanpa ampun.

"Tidak perlu khawatir, Briana. Aku tidak akan melakukannya secara cuma-cuma. Aku akan membayarmu. Berapa tarifmu sekali main? Satu juta? Dua juta? Atau lima juta?" Laki-laki itu mengeluarkan dompet sambil menjaga gerakan Briana yang mencoba untuk melarikan diri.

Laki-laki itu kemudian melemparkan sejumlah uang tunai ke tubuh Briana. Di bawah pengaruh alkohol, ia terus mengungkapkan ketidakpuasannya, berpikir bahwa wanita di hadapannya telah berubah menjadi pelacur.

"Bajingan, kau pikir aku wanita apa?" bentak Briana sambil memukul dada laki-laki itu.

"Tenanglah, Sayang. Aku akan memberikan bonus lebih banyak setelah berhasil mendapatkanmu." Laki-laki itu menciumi daun telinga Briana dengan lembut, menambahkan ketidaknyamanan Briana.

"Tolong, aku tahu kau sedang mabuk. Jangan membuatku semakin membencimu. Lepaskan aku!" Briana terus meronta, tapi laki-laki itu tetap kejam.

Pakaian Briana ditarik paksa, meskipun ia berontak, menggigit, dan meludah, tapi laki-laki itu tak peduli. Nafsu dan alkohol telah menguasainya, ia terus melanjutkan aksinya hingga Briana benar-benar telanjang di hadapannya.

"Mengapa kau membenci aku? Bukankah ini adalah pekerjaanmu? Menjual tubuh pada pria hidung belang tadi? Jangan khawatir, Briana, milikku pasti lebih besar dan panjang dari pria-pria yang telah menyentuhmu." Laki-laki itu mencium bibir Briana dengan paksa, sementara tangannya mencoba membuat Briana menyerah dan menghasilkan pelumas alami dari tubuhnya.

Briana merasa kehilangan tenaga, menyesali dirinya sendiri karena menerima sentuhan laki-laki itu. Akhirnya, laki-laki itu berhasil memasuki tubuhnya, merenggut apa yang sangat dijaganya selama ini.

"Aku membencimu. Aku tidak akan pernah memaafkanmu, selamanya," Briana mengutuk sambil merasakan sakit luar biasa saat tubuh laki-laki itu masuk sepenuhnya.

Hati Briana hancur, masa depannya telah hancur, kebanggaannya telah direnggut secara paksa oleh seseorang yang sangat ia benci. Ia hanya bisa menumpahkan rasa sakit dan kekecewaannya dengan air mata yang terus mengalir membasahi seluruh wajahnya, bahkan hingga sprei dan kasur basah. Sementara laki-laki di atasnya mulai merasakan kenikmatan setelah merampas keperawanan Briana, gadis yang sebenarnya dicintainya secara diam-diam.

"Oh Tuhan, mengapa ini terasa begitu nikmat? Kamu harus hanya milikku, Briana." Laki-laki itu mulai bergerak perlahan, tak ingin kenikmatannya berakhir terlalu cepat.

Briana menatap laki-laki di atasnya dengan penuh kebencian. Ia tidak mampu melawan laki-laki yang pernah menjadi juara karate dan mendulang kehormatan bagi sekolah mereka saat SMA. Setelah memuaskan nafsunya, laki-laki itu ambruk di atas tubuh Briana, mencium seluruh wajahnya dengan rasa cinta yang bercampur aduk.

"Aku mencintaimu, Briana. Terima kasih banyak, ternyata bercinta begitu nikmat. Kamu harus bangga karena mendapatkan perjaka seperti aku," ucap laki-laki itu sebelum akhirnya terkulai di samping Briana.

Briana menatap punggung polos laki-laki di sampingnya. Rasa benci yang sempat ia lupakan sejak SMA kini kembali merasuki hatinya. Briana benar-benar membenci laki-laki yang dengan tega merenggut masa depannya.

Jam dinding di apartemen itu masih menunjukkan pukul dua dini hari, artinya Briana terjebak bersama laki-laki selama lebih dari empat jam. Ia merasa sangat tercela saat ini. Briana terus menangis, hingga akhirnya lelah dan tertidur dengan wajahnya yang basah oleh air mata.

Keesokan paginya, laki-laki itu terbangun dengan kepala yang terasa berat.

"Sial, aku pasti mabuk lagi semalam," umpatnya, lalu membuka selimut. Ia sangat terkejut melihat bahwa ia telanjang bulat. "Gila! Apa yang sudah aku lakukan?"

Kepalanya terasa semakin pusing, dan kepingan memori perlahan kembali ke dalam ingatannya.

"Berapa hargamu sekali main? Sejuta? Dua juta? Atau lima juta? Aku akan memberikan bonus lebih banyak. Tidak boleh ada yang memilikimu, kamu cuma milikku. Aku mencintaimu, Briana. Aku benci sama kamu."

"Ya Tuhan, Briana," laki-laki itu berbalik ke samping, dan matanya tertuju pada gadis yang masih tertidur di sampingnya. Meskipun wajahnya tidak terlihat, rambut gadis itu sudah sangat dikenalnya. "Ya Tuhan, apa ini mimpi?" Laki-laki itu menampar wajahnya sendiri dengan keras.

Ternyata sakit. Ini bukan mimpi. Ini nyata. Ia telah berdosa pada Briana, wanita yang selama ini dicintainya secara diam-diam.

Laki-laki itu terus memandangi tubuh Briana yang tertutup selimut. Tiba-tiba, Briana terbangun dan menatapnya dengan kebencian.

Mereka terdiam cukup lama. Laki-laki itu merasa Briana akan mencabik-cabiknya dengan tatapan mata yang mirip singa betina.

Laki-laki itu mengambil boksernya dengan cepat, memakainya, dan membuat Briana mengalihkan pandangan dari laki-laki yang tidak tahu malu itu.

Pakaian Briana berserakan di lantai, terlihat kusut dan compang-camping di setiap bagian. Laki-laki itu semakin merasa bersalah. Dia telah melakukan kesalahan besar semalam.

Setelah mengenakan boksir dan menatap pakaian Briana yang hancur, laki-laki itu mengambil ponselnya, lalu berkata, "Aku... aku akan membelikanmu pakaian baru."

Briana tidak peduli. Dia semakin marah dan kecewa karena laki-laki itu, bukannya meminta maaf, justru lebih memperhatikan pakaian yang harganya tidak sebanding dengan harga dirinya.

Takut akan tatapan Briana, laki-laki itu keluar dari kamarnya. Ia mencoba menuju ruang kerjanya untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi melalui rekaman CCTV.

Sementara itu, dengan perasaan yang sangat buruk, Briana memunguti pakaiannya. Tidak ada satu pun yang layak, kecuali rok miliknya dan kemeja laki-laki itu.

Briana mengambil pakaian yang bisa ia kenakan, lalu mengambil tasnya dan berniat untuk keluar dari situ. Ia juga mengambil uang yang berserakan di kasur laki-laki itu. Saat keluar dari kamar apartemen itu, Briana kembali bertemu dengan laki-laki yang telah menodainya.

"Aku sudah memesan baju untukmu, Bri," ucapnya dengan lirih.

Briana menatapnya penuh benci. "Aku tidak membutuhkan baju atau uang darimu." Lalu, ia melemparkan uang yang digenggamannya pada laki-laki itu. "Aku akan mengembalikan kemeja ini. Aku tidak bersedia menyimpan apa pun yang kamu miliki." Briana meninggalkan apartemen dengan hati yang sangat terluka. Bagaimana masa depannya akan menjadi? Bagaimana jika keluarganya mengetahui?

Sementara di apartemen, laki-laki yang pengecut dan bodoh itu hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri.

"Bodoh, seharusnya aku meminta maaf padanya daripada berbicara tentang pakaian." Laki-laki itu memukul kepalanya sendiri.

***

Dua bulan setelah kejadian itu, Briana mengalami mual-mual dan sakit kepala. Ia sudah memiliki prasangka buruk bahwa dirinya sedang hamil. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa semenjak Briana diperkosa, ia tidak lagi mengalami menstruasi bulanan.

Pagi ini, dengan alat tes kehamilan yang telah dia beli beberapa minggu lalu, Briana harus memberanikan diri untuk memastikan hasilnya. Dengan tangan gemetar dan hati yang terus merapalkan doa, Briana menatap alat tes berwarna biru yang sebelumnya telah dicelupkan ke dalam air seninya. Dua garis merah terlihat jelas di sana. Briana benar-benar sedang mengandung.

"Tidak, aku tidak ingin mengandung anak dari dia. Aku tidak ingin menerima anak ini."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Half You
8.5
Demi lepas dari dunia kelam sang ayah setelah tragedi keluarganya, Haslyn Rubby Ozier nekat memalsukan identitas. Namun, ia justru dipertemukan dengan Kenan Rexton, bos mafia yang sangat antipati terhadap perempuan. Di balik sikap Rubby yang menggoda dan membuat Kenan terusik, tersimpan sebuah misteri besar. Saat benih cinta mulai tumbuh, keduanya terseret dalam misi berbahaya memburu pembantai keluarga mereka. Rubby melanggar janjinya, dan Kenan takkan melepaskannya.
Sampul Novel Nafsu Besar Sang Dokter
8.9
Di balik jubah putihnya, seorang dokter tetaplah manusia biasa dengan emosi mendalam. Kesehariannya tidak melulu soal medis, melainkan juga dipenuhi gejolak perasaan, empati, dan hasrat alami yang manusiawi. Kisah ini mengungkap sisi lain dunia kedokteran, tempat di mana insting dasar dan perasaan sering kali berbenturan dengan dedikasi profesi. Sebuah pembuktian bahwa di balik ketenangan medis, ada hati yang juga bisa cinta.
Sampul Novel Pesona Ibu Angkat
8.2
Meski tubuhnya sangat lelah, Dewi tetap merapikan pakaian di pinggir tempat tidur sambil memilih untuk diam. Anang yang melihat hal itu langsung menggendong Dewi kembali ke kamar walau sempat ditolak. Usai meminta maaf dengan kecupan di dahi, Anang pun pergi. Esok paginya, rumah terasa sepi tanpa sarapan karena Dewi belum keluar kamar. Tante Lina yang masih memendam amarah akhirnya memutuskan untuk menghampiri kamar Dewi guna mencari tahu apa yang terjadi.
Sampul Novel Petualangan Gairah Kenikmatan
8.0
Akibat sebuah kejadian tidak terduga, Randy dan Ririn terjatuh hingga tubuh mereka saling berhimpitan sangat dekat. Dalam posisi intim tersebut, Randy dapat merasakan embusan napas dan detak jantung Ririn yang kian cepat. Sentuhan fisik itu seketika menyulut gairah membara yang sulit dikendalikan oleh keduanya. Di tengah ketegangan asmara yang kian memuncak, Ririn akhirnya terbawa suasana dan meminta Randy untuk segera menyatukan perasaan cinta mereka.
Sampul Novel Super Genius Man
9.5
Masa-masa penuh penindasan dan hinaan yang menghancurkan harga diri Andre di kota ini telah berakhir. Kini, ia kembali membawa kekuatan baru untuk menuntut balas atas semua luka masa lalunya. Namun, misi utamanya tidak hanya tentang pembalasan dendam. Andre bertekad kuat untuk melindungi dan menjaga gadis yang dicintainya dari berbagai bahaya yang mengancam. Mulailah perjuangan penuh aksi dan asmara demi menebus kepahitan masa lalu.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Kakak Ipar
9.1
Kinan Maharani tak berdaya menolak kehendak orang tuanya untuk menikahi Rangga, kakak iparnya sendiri. Demi masa depan keponakannya yang membutuhkan figur ibu, kedua belah keluarga sepakat menjodohkan mereka. Meski Rangga pria mapan dan tampan, Kinan merasa pernikahan ini tidak etis. Kini ia terjebak dalam kebimbangan besar, menghadapi amukan sang ibu yang galak sekaligus cibiran tetangga yang siap menghakiminya.