APKDock Logo
Sampul Novel Tersesat Dalammu

Tersesat Dalammu

8.5 / 10.0
Catalina terbangun di klinik mewah tanpa ingatan dan didiagnosis mengalami gangguan saraf. Di sana, seorang pria misterius bernama Vittorio Leone muncul dan mengaku sebagai tunangannya. Meski Vittorio menceritakan kisah cinta mereka, Catalina justru merasa sangat ketakutan. Saat terkurung di balik pintu terkunci, ia menemukan rekaman masa lalu berisi peringatan agar tidak mempercayai Vittorio. Kini, Catalina harus mengungkap kebenaran sebelum ia terlanjur mencintai pria yang mungkin adalah algojonya.

Tersesat Dalammu Bab 1

Aku terbangun dalam cahaya putih yang menyilaukan mataku.

Bukan cahaya alami, tapi cahaya yang digunakan di klinik, kasar, seperti di ruang operasi. Dinding-dindingnya berkilau dengan kebersihan yang tak manusiawi. Semua berbau disinfektan. Bau penahanan.

Tubuhku tidak merespons.

Aku merasakan lidahku berat, seolah tidur dengan batu di mulut. Rasa logam itu membuat perutku mual. Aku memuntahkan udara saja.

Kesunyian begitu mutlak hingga aku bisa mendengar napasku yang terputus-putus.

Di mana aku? Siapa aku?

Dengung menusuk tengkorakku. Aku menaruh tangan di dahiku. Tak sampai. Sesuatu menahan pergelangan tanganku. Sebuah infus. Tangan satunya, terikat di samping tempat tidur dengan pita putih.

Rasa takut naik seperti sungai es di punggungku.

Sebuah bayangan bergerak di sebelah kiri.

– Catalina? – Suara itu laki-laki. Dalam. Lembut. Seperti sutra yang menyembunyikan pisau.

Aku memutar kepala. Aku melihatnya.

Wajahnya terpahat, elegan, cantik dengan kecantikan yang berbahaya. Rambut gelap, setelan tanpa kerut, dan mata itu... terlalu terang untuk terasa hangat.

Aku tidak mengenalnya. Tapi tubuhku mengenalnya. Pori-poriku mengenalinya sebelum pikiranku. Sebuah arus melewati kulitku.

Kehadirannya tidak asing bagiku.

Rasanya mual. Dan hasrat. Bersamaan.

– Di mana aku? – tanyaku, dengan suara tipis.

– Di klinik peristirahatan – jawabnya tanpa ragu – Tempat yang aman. Dekat laut. Italia.

Italia. Kata itu terdengar konyol bagiku. Seolah aku baru saja mengada-ada.

Aku melihat sekeliling. Semuanya tampak terlalu sempurna untuk nyata. Terlalu mewah untuk seseorang yang sakit.

– Apa yang terjadi padaku?

Pria itu tidak segera menjawab. Matanya menelitiku. Seperti ilmuwan yang mengamati eksperimen.

– Kau melukai dirimu, Catalina. Parah.

Ia menelan ludah.

– Kau mencoba... menghilang.

Aku merasakan gemetar di jari-jariku. Tidak tahu apakah itu takut, marah, atau dingin.

– Siapa kau?

– Vittorio Leone.

Ia berbicara seolah itu sudah menjelaskan segalanya.

– Tunanganmu.

Jantungku berhenti sejenak.

Tunangan?

Kata itu terasa absurd di mulutku.

Aku tidak ingat pernah mencintai siapa pun. Tidak ingat apa pun.

Tapi sesuatu sakit saat mendengarnya mengucapkannya. Seolah sesuatu yang hilang dalam diriku menangis ingin kembali.

– Kenapa aku tidak mengingatmu?

– Kau dalam keadaan disedasi. Otakmu... butuh istirahat. Emosi yang intens membanjirimu.

– Apakah aku diberi obat?

Ia mengerutkan bibir.

– Kami melindungimu. Dari dirimu sendiri.

Ruang berputar. Keringat dingin. Pusing.

Aku mencoba duduk. Vittorio meraih lenganku dengan cepat. Jarumnya hangat, kuat.

Sentuhannya membuatku merinding. Aku ingin menyingkir, tapi ototku lemah.

Ia menahanku dengan campuran kelembutan dan kontrol.

– Jangan berusaha – bisiknya – Kau sangat sakit. Butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

– Menyesuaikan diri dengan apa?

Vittorio tersenyum. Bukan senyum bahagia. Senyum terlatih.

– Dengan kenyataan.

Jam berlalu. Atau hari. Tidak ada jam. Hanya matahari dan bayangan, bergantian di jendela.

Perawat jarang berbicara. Beberapa menghindari pandanganku. Yang lain ramah... terlalu ramah.

Seolah aku sesuatu yang rapuh yang bisa pecah saat disentuh.

Vittorio datang setiap hari. Selalu membawa bunga. Selalu dengan suara lembut yang menyembunyikan sesuatu.

Suatu hari, ia membawaku foto-foto. Dari kami.

Senyuman. Liburan. Cincin di jariku.

– Ini di Yunani – katanya, menunjukkan foto di mana aku tersenyum bersamanya.

– Di sini kau bilang ingin menghabiskan sisa hidupmu denganku.

Aku tidak mengenali diriku. Seolah memperlihatkan foto seorang asing.

– Kenapa aku tidak ingat ini semua?

– Karena pikiranmu memblokir apa yang terjadi setelahnya. Kecelakaan. Krisis.

– Kecelakaan apa?

Ia tidak menjawab.

Sebaliknya, ia mendekat dan menciummu dahiku.

Tubuhku bereaksi dengan gelombang panas. Aku menutup mata sesaat.

Dan saat itu...

...sebuah gambar singkat melintas di kepalaku:

Sebuah kamar yang terbakar.

Seorang wanita berteriak memanggil namaku.

Pintu tertutup.

Aku membuka mata dengan cepat. Napasku tersengal.

Vittorio menatapku.

– Apa yang kau lihat?

– Tidak ada. Hanya... ingatan. Setidaknya begitu rasanya.

– Bagus. Kau mulai sembuh.

Malam itu, aku tidak tidur.

Aku duduk di tempat tidur, menatap bulan yang memantul di laut. Semua terlalu sunyi.

Aku mulai menulis di bagian belakang buku yang kutemukan di meja samping. Kata-kata terpisah. Kalimat yang tidak ingat pernah kupikirkan:

Jangan percayai siapapun.

Tidak semua yang kau rasakan nyata.

Kulit juga bisa berbohong.

Aku bangkit. Berjalan tanpa alas kaki ke pintu.

Terkunci dari luar.

Aku menyentuh kenopnya. Tidak ada.

Vittorio bilang itu demi keselamatanku.

Tapi aku tidak merasa aman.

Aku merasa terkekang.

Hari ketiga, aku menemukan ponselku di laci meja. Seseorang lupa menaruhnya di sana. Atau sengaja memberikannya padaku.

Terkunci. Tapi aku mencoba sidik jari. Berhasil.

Jantungku berdetak di tenggorokan. Aku membuka galeri. Foto. Video.

Sebuah hidup penuh yang tidak kuingat. Catalina yang tersenyum. Berjemur. Jatuh cinta.

Namun, aku merasa jijik.

Ada yang tidak cocok.

Aku menemukan folder bernama "HANYA JIKA LUPA"

Kubuka.

Satu video. Hanya satu.

Kuclick play.

Aku muncul di layar.

Rambut acak-acakan. Mata panda. Panik.

Aku. Tapi berbeda.

Suara ku retak.

– Jika kau menonton ini... berarti kau lupa.

Aku menelan ludah. Di video. Dan di dunia nyata.

– Jangan percayai Vittorio.

Jeda.

– Bahkan dirimu sendiri.

Video itu berhenti.

Aku terpaku, ponsel di tangan, merasakan dunia runtuh di bawah kakiku.

Ketika Vittorio kembali malam itu, aku pura-pura tidur.

Aku melihatnya dari sela mataku.

Ia duduk di samping tempat tidurku. Menatapku lama.

Lalu mengeluarkan botol dari saku. Meletakkannya di meja samping. Pil berwarna merah muda.

– Untuk mimpimu – bisiknya.

Ia menyentuh pipiku dengan punggung tangannya.

– Aku tidak ingin kehilanganmu lagi.

Aku merasakan air mata di mataku. Tidak tahu apakah itu air mataku. Atau Catalina lain yang berbicara di video.

Tengah malam itu, aku bermimpi.

Aku berada di taman. Gelap. Dengan bunga hitam.

Ada seorang wanita membelakangi. Rambut panjang. Gaun putih.

Ia menoleh.

Itu aku.

Tapi matanya kosong.

Aku terbangun berteriak.

Vittorio tidak ada. Tapi pintu terbuka.

Dan di lorong, ada jejak basah di lantai.

Kecil. Tanpa alas kaki.

Kucikuti sampai ujung koridor sambil gemetar ketakutan.

Pintu sedikit terbuka. Gelap di dalam.

Seseorang bernapas. Lambat. Dalam. Seolah menungguku.

Sebuah tangan menyentuh bahuku.

Aku melonjak ketakutan. Berbalik.

Tidak ada siapa-siapa.

Saat kembali ke kamar, ponselku sudah hilang.

Aku jatuh di tempat tidur. Gemetar.

Pintu tertutup kembali dengan klik kering yang sama.

Aku merasa seperti tawanan.

Tapi yang paling buruk bukan kandangnya.

Yang paling menakutkan adalah, di lubuk hatiku terdalam, sebuah suara berkata:

Kau memilih ini.

Dan itu...

lebih menakutkan daripada ingatan apapun.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Tersesat Dalammu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam bagi sang wanita. Apakah pernikahan ini berjalan atas dasar cinta lama yang tersisa, ataukah sang suami tengah menyusun rencana balas dendam demi membalas luka masa lalunya? Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, pasangan suami istri ini harus berkomitmen di tengah bayang-bayang masa lalu. Kini, rahasia serta konflik mulai menguji kesetiaan dan keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer terkemuka serta pengusaha tanpa sokongan kekayaan keluarganya. Namun, di tengah keberhasilan dan kemandirian yang kini ia nikmati, Aaron mendadak muncul kembali. Sang mantan suami didera penyesalan mendalam dan memohon dimaafkan. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya saat koma, tetapi setelah sadar, ia malah menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi meninggalkan segalanya dan menuju bandara.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Demi menguji perasaanku, Bramantyo dan Bima tega menyiksaku lewat kehadiran Sandra. Puncaknya, mereka membiarkan tanganku hancur dalam sebuah kecelakaan demi menolong Sandra, hingga karier musikku hancur total. Mereka menanti kemarahanku, tetapi aku hanya diam, bahkan saat Sandra merusak liontin peninggalan ibuku. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku sirna. Ini bukan cinta, melainkan siksaan kejam. Kini, aku bersiap melarikan diri dan membalas semua kehancuran ini.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong Alif dan Hana ke sebuah apartemen sederhana. Di hunian baru itu, takdir mempertemukannya dengan Yudha, duda menawan yang juga berjuang mengasuh putrinya, Mira, pasca-tragedi memilukan. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan memantik getaran rasa di hati mereka yang sama-sama terluka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi masa lalu atau berani membuka hati bagi cinta yang baru.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan