APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpisah Antara Dua Dunia

Terpisah Antara Dua Dunia

Semua orang mengira John adalah suami idaman yang sangat memuja istrinya, Talita. Namun, kebenaran pahit terungkap saat Talita mengetahui perselingkuhan John. Kecewa, Talita menghubungi sistem khusus untuk keluar dari dunia tersebut. Sistem memberinya waktu lima belas hari untuk mempersiapkan kematian palsu dengan melompat ke laut. Setelah rencana matang berhasil dieksekusi, Talita pun lenyap tanpa jejak. Kehilangan ini seketika menghancurkan dunia John, menyisakan penyesalan hebat dan pencarian tanpa arah yang membuatnya hampir gila.
Bab
Bagikan

Bab 7

Saat John pulang ke rumah, jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.

Dia membawakan semangkuk seblak untuk Talita.

Talita meliriknya sekilas, “Aku sudah makan malam, nggak lapar sekarang.”

John terdiam sejenak, “Kalau begitu, simpan saja dulu.”

Dia duduk di samping Talita dan menggenggam tangannya, “Sayang, besok aku ada urusan ke Kota Belia, mungkin harus pergi lima hari ….”

“Iya, aku tunggu kamu pulang.”

Jawab Talita dengan senyuman ringan.

John tertegun, keningnya sedikit mengernyit, “Kamu nggak tanya untuk urusan apa?”

“Memangnya perlu ditanya? Aku percaya denganmu.”

John memandangi wajahnya beberapa detik, ada rasa bersalah di tatapannya.

Dia merangkul bahu Talita, “Sayang, tenang saja. Begitu urusan ini selesai, aku janji akan lebih banyak habiskan waktu bersamamu.”

Sudut bibir Talita terangkat sedikit, membentuk senyuman sinis yang samar.

Tak perlu, lagipula tiga hari lagi, dirinya juga akan pergi.

Awalnya, saat memikirkan kepergiannya, Talita sempat merasa sedih dan berat hati. Bagaimanapun, ini dunia yang sudah ditinggali selama enam tahun dan penuh kenangan.

Namun sekarang, yang dirinya rasakan hanyalah kelegaan. Seolah-olah akan terlahir kembali dan memulai hidup baru.

Bahkan, dirinya bersyukur jalur keluar dari dunia ini butuh waktu 15 hari, karena selama itu pula, dirinya bisa benar-benar sadar, sehingga saat kembali ke dunia asalnya, dia tak perlu melewati masa penyesuaian lagi.

Keesokan paginya, setelah membereskan barang-barangnya, John pun berangkat. Dia sempat berpesan pada Talita agar jangan keluyuran dan tetap hati-hati, menunggu dengan manis sampai dirinya kembali.

Begitu John pergi, Talita mulai membuang barang-barang yang sebelumnya sudah disortir. Yang harus dibuang, sudah dibuang, yang perlu dibakar, juga dibakar, sisanya didonasikan.

Setelah semuanya beres, rumah yang telah ditinggali selama tiga tahun itu langsung terasa kosong. Jejak masa lalu pun memudar.

Talita merasa puas.

Dia bahkan menantikan reaksi John saat kembali dan melihat rumah dalam keadaan seperti itu, meski dirinya juga tak bisa melihatnya.

Di hari kepergiannya dari dunia ini, Talita bangun pagi-pagi sekali.

Sistem mengingatkannya, [Perhatian tuan, lokasi jalur keluar berada di Ocarina. Akan terbuka pada pukul dua belas siang. Jangan terlambat.]

Saat mendengar lokasi Ocarina, Talita sempat terkejut.

Namun kemudian, dia teringat bahwa saat pertama kali datang juga dirinya mendarat di sana. Pikirannya jadi jauh lebih tenang.

Semuanya berakhir seperti saat dimulai.

Dia mengambil surat cerai dari mobil dan meletakkannya di atas meja ruang tamu yang paling mencolok.

Setelah itu, dia mengemudi menuju Ocarina.

Di tengah jalan, ponselnya bergetar. Layar menyala, menunjukkan permintaan pertemanan baru.

Entah kenapa, Talita merasa harus menyetujui.

Dan benar saja, seseorang mengirimkan foto.

Di foto itu, John tertidur lelap di ranjang hotel dengan dada telanjang, sementara Ivy tersenyum manja di pelukannya.

“Hari itu di luar studio kamu pasti dengar apa yang aku lakukan dengan John, ‘kan? Aku mengandung anaknya. John itu milikku!”

“Dia bilang mau ke Kota Belia untuk kerja? Dia bohong. Dia ke sini untuk liburan denganku. Kamu lihat sendiri, dia begitu mencintaiku dan kamu itu hanya buangannya.”

Tak berhenti sampai situ, Ivy mengirim beberapa foto lagi, semuanya foto liburan mereka berdua.

Talita hanya tersenyum pelan sambil menatap layar, seolah sedang menonton badut bereaksi.

“Kalau begitu, aku ucapin selamat duluan.”

Tanpa menunggu balasan Ivy, Talita langsung memblokirnya dan merekam seluruh percakapan itu.

Saat tiba di Ocarina, waktu menunjukkan pukul 11:53.

Talita mengangkat ponselnya dan memotret dirinya dengan latar belakang pantai Ocarina.

Dalam foto itu, dia berpose dengan tanda peace, wajahnya dipenuhi senyuman lega.

Dia mengirim foto tersebut, lengkap dengan rekaman layar percakapan dan rekaman suara di studio hari itu kepada John.

Lalu menambahkan satu kalimat, “Selamat tinggal, John. Selamat tinggal untuk selamanya.”

Setelah itu, dia memblokir semua kontak John.

Talita duduk di tepi pantai, memandangi ombak Ocarina yang terus bergulung tanpa henti, lalu perlahan memejamkan mata.

Dalam kepalanya, sistem mulai menghitung mundur dari sepuluh sampai satu. Begitu hitungan selesai, tubuhnya seolah terlempar ke dalam kehampaan yang gelap dan kacau.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Another Maze
9.6
Uji coba mesin waktu memicu ledakan bola misterius akibat sentuhan Robert Hans. Insiden ini menghancurkan laboratorium dan menyisakan ilmuwan Zora sebagai satu-satunya penyintas. Demi menyelamatkan Hans yang tak sadarkan diri, Zora nekat melintasi ruang waktu tanpa arah jelas. Di dimensi lain, Dewi Penjaga Waktu memberi tahu bahwa mereka hanya bisa pulang jika berhasil mengumpulkan serpihan Air Mata Aldebran di berbagai alam asing sebagai kunci penyelamat.
Sampul Novel Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan
9.6
Terbangun dari tidur terkutuk selama lima tahun, aku mendapati Kaelan, Alpha-ku, telah menggantikanku dengan seorang Omega. Keluargaku sendiri menyatakan aku mati secara hukum demi melantik Luna baru. Bahkan anakku lebih memilih wanita itu dan mengharapkan kematianku. Saat aku sekarat setelah dicelakai, Kaelan justru menguras darahku demi menyelamatkan kekasihnya. Melihat pengkhianatan mereka, aku sadar keberadaanku hanyalah beban bagi kebahagiaan mereka.
Sampul Novel Broken Vessel
7.9
Trystan, pemuda 21 tahun, terancam bahaya di dunia yang mendewakan kekuatan Arte. Kemampuan langka miliknya memicu perburuan kejam dari pihak-pihak yang ingin melenyapkan atau mengeksploitasinya. Kini, hidupnya dilingkupi pengkhianatan, kepedihan, dan dendam mendalam. Di bawah tekanan tanggung jawab besar, Trystan harus berjuang keras demi melindungi apa yang berharga dari kejaran para musuh yang tiada henti mengincarnya.
Sampul Novel Dari Omega yang Ditolak menjadi Ratu Raja Alpha
9.3
Menjelang Upacara Ikatan Suci, kebusukan Raditya terbongkar lewat pesan batin dari saudara angkatku, Eva. Selama aku dipaksa berpura-pura menjadi Omega yang penurut, Raditya asyik berselingkuh sementara orang tuanya merampas hasil kerjaku untuk diberikan kepada Eva. Mereka meremehkanku, tanpa menyadari identitasku yang sebenarnya sebagai pewaris sah kawanan terkuat di benua ini. Kini, aku telah menyiapkan siaran global untuk mempermalukan mereka semua di hari pernikahan kami.
Sampul Novel Gita Sukma : Lagu Dari Jiwa
9.4
Narendra Wilaga tak bisa lepas dari jerat melodi mistis yang mengusik hidupnya. Alunan magis itu membimbingnya menemui kembali Oceana Bluesha, sosok masa lalu yang menyimpan rahasia besar. Pertemuan tersebut membuka tabir takdir mereka, memicu penyembuhan luka lama sekaligus memulai petualangan penuh bahaya demi memburu pusaka gaib. Kini, keduanya harus menghadapi misteri semesta demi menentukan masa depan mereka.
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso didera dendam hebat usai Mawar, cucunya yang bermata merah, tewas mengenaskan di tebing akibat kejaran dan fitnah warga Ledokombo. Demi membalas kematian keji sang cucu, ia nekat membangkitkan iblis kuno bernama Nyai Larapati yang telah lama tertidur. Jasad Mawar yang tak bernyawa pun dipaksa bangkit kembali untuk mengobarkan aksi balas dendam berdarah tanpa ampun, menyasar seluruh penduduk desa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.