APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpisah Antara Dua Dunia

Terpisah Antara Dua Dunia

Semua orang mengira John adalah suami idaman yang sangat memuja istrinya, Talita. Namun, kebenaran pahit terungkap saat Talita mengetahui perselingkuhan John. Kecewa, Talita menghubungi sistem khusus untuk keluar dari dunia tersebut. Sistem memberinya waktu lima belas hari untuk mempersiapkan kematian palsu dengan melompat ke laut. Setelah rencana matang berhasil dieksekusi, Talita pun lenyap tanpa jejak. Kehilangan ini seketika menghancurkan dunia John, menyisakan penyesalan hebat dan pencarian tanpa arah yang membuatnya hampir gila.
Bab
Bagikan

Bab 4

John berjalan melewati lorong, menuju ke poli kandungan, lalu masuk ke ruang tangga darurat.

Pintu ruang tangga hanya tertutup satu dan dari tempat Talita berdiri, dia bisa melihat dengan jelas seorang gadis mungil dan berwajah manis.

Itu Ivy.

Melihatnya, John langsung mengernyit, “Kenapa kamu ke sini?”

Wajah Ivy cemberut dan menunduk, tapi matanya melirik ke atas menatapnya dengan wajah penuh rasa sedih.

“Pagi-pagi buta pas aku bangun kamu sudah nggak ada, aku takut!”

Sambil bicara, matanya sudah bergenang air mata.

Wajah John langsung terlihat iba dan memeluk gadis itu dengan lembut.

“Takut apa? Aku nggak bakal hilang.”

Ivy mengusap wajahnya ke dada John, “Sebenarnya bukan hanya takut, tapi aku juga rindu denganmu.”

John mengelus puncak kepalanya dengan manja, “Kok kamu jadi begitu lengket denganku?”

Ivy tidak menjawab, hanya menatapnya dari bawah seperti anak anjing kecil, dengan tatapan yang penuh cinta.

Itu tatapan yang paling mudah membuat laki-laki tergoda.

Sama persis seperti dulu saat Talita menatap John.

“John, kamu cinta nggak denganku?”

Begitu pertanyaan itu terucap, Talita tanpa dasar menahan napas, jantungnya ikut berdebar kencang.

Wajah John memuram, bibirnya sempat bergerak tapi tak menjawab. Dia malah tiba-tiba mendorong gadis itu ke dinding dan mencium bibirnya dengan kasar.

Seolah belum cukup, dia pun beralih ke leher gadis itu, menghisapnya pelan, meninggalkan jejak merah yang terlihat jelas.

Mata Talita terasa perih dan jantungnya seakan diremas kuat-kuat hingga dirinya kesulitan bernapas.

Itu adalah tanda kalau John sedang terbawa emosi. Dulu, saat dirinya menatap John seperti itu, John juga selalu kehilangan kendali.

Talita menarik napas panjang, membalikkan badan dan hendak pergi.

Namun, langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Ivy berikutnya.

“John, aku hamil. Kamu harus tanggung jawab.”

Dengan reflek, Talita menoleh untuk melihat reaksi John.

Pria itu langsung membeku, sempat terdiam beberapa saat. Lalu, matanya memancarkan kegembiraan yang begitu jelas, meski akhirnya mengernyit kebingungan.

Talita tahu, John memang sudah lama menginginkan seorang anak.

Dia pun tidak melanjutkan mendengar percakapan mereka dan kembali ke kamar rawat.

Dua puluh menit kemudian, John pun kembali dengan membawa dua porsi bubur ayam dengan telur pitan.

“Bagaimana? Sudah mendingan belum?”

Dia meletakkan bubur ke atas meja, lalu membungkuk, ingin mencium kening Talita.

Talita mengernyit dan memalingkan wajah, menghindar.

John langsung terdiam dengan penuh tanya.

“Aku lapar, ayo makan.”

Butuh waktu lama, sampai akhirnya John kembali berdiri tegak. Dia memandang Talita, tampak ingin bicara tapi ragu.

“Sayang, akhir-akhir ini aku lihat kamu murung terus, ada apa?”

“Apa pun masalahnya, kamu bisa cerita ke aku. Aku pasti bisa menyelesaikannya untukmu.”

Sambil bicara, dia membuka bungkusan bubur dan menyodorkannya ke depan Talita.

Talita menerimanya, lalu berkata pelan, “Nggak ada apa-apa, mungkin hanya lagi nggak enak badan.”

Mendengar itu, John menahan rasa paniknya dan menghela napas lega.

Talita masih perlu menginap satu malam lagi di rumah sakit dan baru keluar keesokan harinya.

Hari-hari setelah itu, dia menghabiskan waktu di rumah, membereskan semua kenangan masa lalu.

Hadiah ulang tahun dan hadiah peringatan pernikahan yang pernah mereka tukar.

Foto-foto saat liburan, tiket kereta, tiket masuk tempat wisata dan suvenir.

Tiket film yang pernah mereka tonton bersama, tiket konser dan berbagai jenis tiket lainnya.

….

Melihat tumpukan kenangan yang berhasil dikumpulkan itu, hati Talita terasa linglung.

Ternyata, enam tahun bisa dilalui dengan begitu banyak hal.

Dia melirik ke arah sofa, tempat John duduk mendengarkan CD.

Alat pemutar CD terus memutarkan lagu, alunan musik pun terdengar mengalun.

Namun, John yang biasanya sangat fokus mendengarkan musik, kali ini malah melamun sambil menatap layar ponselnya.

Beberapa hari ini, dia memang jarang keluar rumah, tapi pikirannya terus melayang entah ke mana.

Di layar ponselnya terpampang foto hasil USG berwarna. Talita hanya melirik sekilas, lalu segera mengalihkan pandangannya.

Saat makan siang, John menerima telepon dari temannya yang merupakan sutradara MV.

“John, jumlah penonton MV pecah rekor lagi. Ayo kita rayakan, ajak pacarmu juga, ya.”

Ekspresi John langsung panik. Dia menoleh ke arah Talita dengan gugup. Begitu melihat Talita tak bereaksi apa-apa, seolah tak mendengar, barulah dirinya menghela napas pelan dan mengiyakan.

Setelah John keluar rumah sore itu, Talita mengirim pesan pada pengacaranya, mengatakan bahwa dirinya akan mengambil surat perjanjian cerainya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Canda Cinta Kirana
8.2
Hidup teratur Kirana hancur seketika saat Zayn menyebut wanita lain sebagai belahan jiwanya di hari pernikahan mereka. Kisah ini membawa kita kembali ke masa sekolah, momen di mana Kirana yang pintar bertemu Zayn, si penerima beasiswa usil dengan luka batin mendalam. Di tengah canda dan rahasia, dua dunia mereka saling bertaut. Ketika perpisahan datang, mampukah kepercayaan kembali tumbuh, ataukah perbedaan besar akan memisahkan mereka selamanya dalam duka?
Sampul Novel Doa Istri Pertama
8.2
Sejak Hamza berpoligami dengan Aina, hidup Annisa berubah total. Namun, alih-alih mendendam pada madunya, Annisa memilih jalur tak biasa melalui doanya sendiri. Ia memohon agar setiap rasa sakit dan air mata akibat pengkhianatan sang suami diubah menjadi tumpukan dosa bagi Hamza. Kisah ini menyoroti perjuangan batin seorang istri pertama yang melawan ketidakadilan suaminya lewat kekuatan doa yang sunyi.
Sampul Novel LEBIH BAIK MUNDUR
8.3
Kehidupan Melani hancur setelah mendapati Robin, sang kekasih, ternyata telah menikahi wanita lain secara rahasia. Kendati telah berkhianat, Robin menolak melepasnya. Saat berusaha menjauh dari mantan pacarnya yang obsesif itu, Melani justru bertemu Yudha, dosen tampan yang bersikap sangat dingin. Kini ia berada di persimpangan jalan. Haruskah ia kembali ke pelukan Robin, atau berjuang mendekati Yudha yang kaku demi menyembuhkan lukanya?
Sampul Novel Masa Lalu Yang Kau Tinggalkan
8.3
Setahun menikah, Hilda dihadapkan pada kenyataan pahit saat Marsel, suaminya, mendesak untuk menjual rumah warisan peninggalan orang tuanya demi investasi masa depan. Bagi Hilda, bangunan itu adalah satu-satunya kenangan fisik yang tersisa dari mendiang ayah dan ibunya. Sikap Marsel yang pragmatis memicu perselisihan hebat di antara mereka. Hilda yang bersikeras mempertahankan aset berharga tersebut kini mulai meragukan ketulusan serta sosok pria yang telah ia nikahi.
Sampul Novel Om, I Love You!!
7.9
Brisya, seorang gadis yatim piatu dari panti asuhan, kini terjebak dalam dilema cinta segitiga yang rumit. Ia dihadapkan pada dua pilihan pria yang sangat berbeda. Haris adalah sosok pria dewasa dengan ketakutan unik terhadap hujan yang baru kembali dari Mesir setelah lima belas tahun. Karakter matangnya sukses memikat hati Brisya walau usia mereka terpaut jauh. Sementara itu, ada Aji, sahabat sekolahnya yang setia dan selalu siap berkorban demi dirinya. Siapa yang akhirnya dipilih Brisya?
Sampul Novel THE LADIES
9.7
Arlyn, Zemi, dan Agnes merupakan tiga perempuan cerdas berprestasi yang memiliki karier cemerlang di Jakarta. Di balik kesuksesan tersebut, mereka justru kerap kali dikhianati dan ditipu dalam urusan asmara. Karena jengah terus terluka, ketiganya sepakat membuat komitmen 'No Man, No Cry' demi fokus pada masa depan tanpa lelaki. Namun, sanggupkah mereka mempertahankan ikrar tersebut saat cinta yang baru datang menguji keteguhan hati mereka?