APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpikat Janda Kakakku

Terpikat Janda Kakakku

Kepergian Candra dalam kecelakaan tragis meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Baskoro. Sebagai putra kedua, Arga kini harus memimpin bisnis keluarga. Namun, situasi rumit muncul saat rahasia pernikahan siri mendiang kakaknya dengan Anjani terungkap. Ratu, sang istri sah yang dahulu sempat dekat dengan Arga, juga mengetahui kebenaran ini. Kini, Arga harus menghadapi konflik batin hebat demi melindungi nama baik keluarga serta kelangsungan perusahaannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dulu, sebelum memiliki Dharma, Anjani bekerja di sebuah perusahaan kecil sebagai staf keuangan. Hasilnya lumayan bisa menghidupi ibu dan adiknya yang saat itu masih sekolah. Candra pernah melarangnya bekerja waktu itu, tapi ia berkeras karena tak ingin keluarganya sepenuhnya menjadi beban untuk suaminya. Apalagi pernikahan mereka tidak direstui hanya karena keluarga suaminya menganggap mereka sebagai parasit yang akan selalu bergantung pada Candra.

Tapi kini, ia dan ibunya membuka sebuah warung makan kecil di depan rumah. Anjani ingin tetap menghasilkan uang tanpa meninggalkan putranya di rumah. Apalagi Dharma masih membutuhkan asi untuk pertumbuhannya. Anjani mendirikan warung makan dari hasil pesangonnya saat bekerja dulu. Sebenarnya masih ada uang tabungan peninggalan Candra, uang bulanan yang dulu rutin diberikan oleh suaminya dengan angka yang lumayan besar. Tapi tabungan itu milik putranya, ia hanya akan menggunakan uang itu untuk kepentingan Dharma kelak.

"Pagi nanti aku tidak pulang kayaknya, lagi banyak banget kerjaan di bengkel," seru Randika yang sudah menuntun motornya keluar halaman.

Randika mengolah bengkel yang dulu pernah dikelola ayahnya, yang setelah ayahnya meninggal, bengkel itu diolah oleh salah satu tetangga dekat yang sudah seperti saudara bagi keluarganya.

"Mau mbak bungkuskan bekal nggak?" tanya Anjani.

"Nanti mas Keling yang kesini untuk ambil, nggak enak soalnya kalau nggak anget," ucap Randika.

"Ya udah, biasa kan tiga bungkus?" ujar Anjani.

"Iya mbak, Randika berangkat ya. Assalamualaikum," pamit Randika.

“Walaikumsalam, hati-hati, Dik!!" Jawab Anjani.

Pagi itu seperti biasa, Anjani menyiapkan segala sesuatu untuk warungnya. Mereka beruntung, sejak pertama kali membuka warung makan, mereka cukup ramai pembeli.

"Dharma mana, Bu?" tanya Anjani.

"Habis ibu mandikan, malah tidur. Nanti sebentar lagi pasti bangun karena dari tadi belum kamu susui," jawab ibu Ningsih.

"Iya, Bu."

Ibu Ningsih dan Anjani menengok keluar saat mereka mendengar deru mobil yang berhenti di depan rumah mereka.

"Papah mamahnya Mas Candra," lirih Anjani, melihat ibunya.

Ibu Ningsih mengelus punggung putrinya seakan tahu apa yang dirasakan Anjani saat ini. "Biar bagaimanapun, mereka kakek dan neneknya Dharma, Nak."

Anjani hanya mengangguk, kemudian masuk ke dalam kamarnya. Dia ingin menata hatinya terlebih dahulu, dan hanya putranya yang bisa menenangkannya.

“Assalamualaikum.." ucap Galih.

"Waalaikumsalam, mari masuk, Pak, Bu," Jawab bu Ningsih, Galih dan istrinya masuk ke rumah sederhana itu.

"Apakah kedatangan kami mengganggu?" Tanya Galih, bu Ningsih langsung memotong perkataan besannya.

“Sama sekali tidak, Bu. Dharma pasti senang bisa melihat kembali kakek dan neneknya," jawab bu Ningsih dengan lembut.

"Kalian masih bisa begitu baik setelah apa yang kami lakukan pada Anjani dan Candra," Dara mulai terisak, ia mulai ingat kembali dengan apa yang sudah mereka lakukan pada Candra dan istrinya.

"Sudah, dari kemarin saya sudah bilang untuk tidak mengungkit masa lalu. Semua sudah terjadi dan kita hanya akan mengambil hikmah dari semua ini," ucap Bu Ningsih dengan bijaksana.

"Ibu benar, Nyonya. Semua sudah digariskan oleh Yang di Atas. Kita cuma menjalani saja. Anjani tidak pernah membenci tuan dan nyonya, karena biar bagaimanapun kalian adalah kakek dan nenek dari putraku," Anjani tiba-tiba keluar dari kamar dengan menggendong Dharma.

"Tolong jangan ingatkan kesalahan kami dengan panggilanmu kepada kami. Kami bukan Tuan dan Nyonya! Kami hanya tua renta yang memohon belas kasih darimu," kata Dara dengan isakan.

Galih hanya menunduk, laki-laki parubaya itu terlihat sangat sedih. Raut penyesalan sangat terlihat di wajahnya. Mereka menolak gadis sebaik Anjani hanya karena ambisi mereka untuk memperbesar jaringan usaha mereka.

Mereka bahkan tidak peduli dengan perasaan putra mereka sendiri. Mereka nekad menikahkan Candra, walau mereka tahu putranya sudah menikahi Anjani. Mereka menikahkan Candra dan Ratu agar Anjani mau melepaskan putranya. Dan nyatanya, ikatan cinta mereka lebih kuat. Rumah tangga Candra dan Anjani mampu bertahan walau diterjang berbagai cobaan yang berasal dari orang tua mereka. Dan Ratu, yang sejak awal mereka harapkan menjadi menantu kesayangan, malah bersikap jauh dari perkiraan mereka.

"Anjani, maukah kau memaafkan kami? Dan bolehkah kami menebus semua kesalahan kami?" ujar Galih menatap sendu Anjani.

"Sejak awal, Anjani sudah memaafkan papah dan mamah. Jika Anjani menjadi kalian, mungkin Anjani juga akan melakukan hal yang sama. Anjani akan melakukan yang terbaik untuk anak-anak. Dan tak ada yang harus ditebus! Semua sudah berlalu, sekarang hanya Dharma yang Anjani pikirkan. Kalian boleh kesini kapan pun untuk melihat Dharma," ucap Anjani dengan penuh keikhlasan.

"Ya Allah, terimakasih Anjani," Ibu Dara yang ingin bersujud di depan Anjani, tapi sebelum tubuh ringkih itu sampai ke bawah, Anjani sudah terlebih dahulu merengkuhnya.

"Jangan begini, Anjani yakin Mas Candra bahagia di sana. Dia bahagia melihat putranya bisa bersatu dengan kakek neneknya," ucap Anjani.

"Kau juga putri kami," ujar Galih.

"Anjani juga putri kalian," Ibu Ningsih ikut memeluk wanita yang direngkuh putrinya.

Siang itu mereka menangis, tapi tangis mereka adalah tangis bahagia. Akhirnya Galih maupun Dara sadar bahwa kebahagiaan bukan hanya tentang harta dunia, tapi keluarga adalah sumber kebahagiaan yang sebenarnya.

"Pah, apakah keputusanmu untuk menikahkan mereka tidak terlalu cepat?" tanya Dara pada suaminya.

Saat ini, mereka sedang berada di balkon kamar mereka dengan dua cangkir teh di depannya. Sore itu, Galih dan istrinya sedang membahas sesuatu.

“Cuma itu cara kita untuk menebus kesalahan kita dulu, Mah! Arga anak yang baik, walau sekarang ia tidak seramah dulu lagi. Anak itu juga sangat bertanggung jawab. Papah yakin dia bisa membahagiakan Anjani dan Dharma." Ujar Galih.

"Tapi kita jangan mengulangi kesalahan yang sama, kita harus bertanya dulu pada Anjani maupun Arga. Mamah tidak ingin pernikahan ini membuat Anjani menderita lagi! Jika Anjani menderita, maka Dharma juga tidak akan bahagia!" tukas Dara. Bukannya ia tidak setuju dengan rencana suaminya, tapi menurutnya pernikahan memang harus di landasi dengan cinta.

Galih tak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti pernikahan putranya dan Ratu. Keluarga yang mereka harap bisa membantu untuk mengembangkan perusahaan Baskoro malah merongrong kekayaan mereka secara diam-diam.

“Hanya itu cara agar Dharma Fajar Baskoro mempunyai kedudukan yang kuat di keluarga ini. Kau tahu kan pernikahan Candra dan Anjani tidak terdaftar oleh negara. Mereka hanya menikah siri." Ucap Galih.

Dara hanya menghela nafasnya, nyatanya semua perkataan suaminya adalah benar. Mereka harus membuat kedudukan Dharma kuat di keluarga ini. Galih tak ingin suatu saat keluarga Ratu bisa mengusik kedudukan Dharma di kemudian hari.

"Ya sudah, malam ini kita coba bicara pada Arga." Ujar Dara.

Sementara itu, di sebuah apartemen mewah yang ada di pusat kota, seorang wanita cantik sedang berbagi peluh dengan seorang pria yang lebih muda darinya.

" Rayhan. lebih cepat, baby!!" Ratu tidak bisa lagi menyembunyikan suara-suara indahnya ketika pria muda yang ia sewa siang ini sangat pandai untuk memuaskannya.Pria muda bernama Rayhan itu terus saja memacu tubuh polos yang ada di bawahnya. Dia sangat pandai bermain di ranjang karena ia memang bekerja sebagai pemuas wanita-wanita kaya yang kesepian.

Sebelum keduanya mencapai puncak, Rayhan melepaskan penyatuannya dan segera membalikkan tubuh Ratu hingga wanita itu membelakangi dengan posisi yang sudah siap untuk digempur kembali.

"Cepet, Rayhan!" Dengan tak sabaran, Ratu meraih ular yang masih berdiri tegak menantang itu agar cepat masuk.

Rayhan hanya tertawa melihat wanita dibawahnya yang sudah sangat tidak sabar ingin meneruskannya. Ratu adalah pelanggan yang sangat ia sukai. Selain karena cantik dan bertubuh sintal sempurna, Ratu juga mampu membayarnya dengan bayaran paling tinggi di antara pelanggan lainnya.

Rayhan meremas dan memukul bokong Ratu dengan kedua tangannya. Dia bahkan menggigit gemas punggung wanita itu hingga terdengar erangan yang membuatnya semangat untuk melanjutkan. Dan benar saja, kali ini dengan penuh nafsu, Rayhan memacu tubuh Ratu dari belakang tanpa ampun.

"Rayhan, don't stop it." Ucap Ratu.

"Tidak akan, bahkan jika kau memohon pun aku tak akan berhenti. You're so delicious, baby." Sahut Rayhan.

Suara mereka bersahutan di ruangan itu. Mereka tak peduli dengan keadaan berantakan yang mereka timbulkan. Pakaian tersebar di semua sudut kamar, dan ranjang sudah tak berbentuk akibat permainan mereka.

Tak lama kemudian, keduanya ambruk dengan posisi saling berpelukan. Terlihat kepuasan di wajah mereka. Tubuh Rayhan masih berada di atas Ratu yang masih tertidur dengan posisi tengkurap.

"Makin hari kau makin pintar bermain, baby. Tak salah jika aku sudah berani membayarmu mahal," bisik Ratu nakal di telinga Rayhan yang masih mengatur nafasnya yang tersengal.

"Kau yang mengajariku hingga semahir ini, sayang," balas Rayhan tak kalah sensual.

Pria muda itu membalikkan tubuh Ratu hingga telentang. Dua jarinya dengan nakal sudah kembali menerobos area favoritnya.

"Puaskan dirimu karena sebentar lagi mungkin aku tidak akan memakaimu lagi," kata Ratu dengan melebarkan kedua kakinya agar tangan Rayhan bisa mengeksplorasi area bawahnya.

"Why!?" tanya Rayhan.

"Aku akan menikah lagi," rintihnya kembali menahan nikmat.

"Cih, jangan-jangan dia sama bodohnya seperti suamimu yang dulu, yang bahkan tak mau menyentuhmu sekalipun," cibir Rayhan yang sudah mengetahui kisah Ratu dan Candra.

Ratu yang memimpin permainan kali ini, dia sudah ada di atas tubuh kekar Rayhan dan mengurut pelan ular yang perlahan-lahan terbangun kembali dari tidurnya. Rayhan mendesis dan meraih dua bukit yang terlihat menantangnya.

Candra tak pernah menyentuh Ratu karena memang tidak ada cinta antara mereka. Hingga kemudian Ratu mencari kepuasan dari lelaki lain, dan Rayhan adalah salah satunya.

"Tak mungkin dia tak mau menyentuhku. Aku adalah cinta pertamanya, baby," kerling Ratu pada Rayhan yang sudah kembali on.

"Tapi aku tak akan melepasmu. Hanya aku yang bisa memberimu kepuasan." Ujar Rayhan dengan percaya diri.

"Kita lihat saja nanti!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aldrich Delano And His Wound
8.0
Kebahagiaan Aldrich begitu membuncah saat mengetahui kehamilan Ara. Langkah besar ini ia ambil sebagai bentuk penebusan atas dosa-dosa masa lalunya. Ara yang selalu setia mendampingi keputusan Aldrich mulai menyadari bahwa masa sulit mereka belum usai. Alih-alih membawa kedamaian, kehamilan Ara justru menjadi titik awal dari babak baru yang penuh ujian. Badai konflik yang jauh lebih besar kini siap menguji ketahanan hubungan mereka berdua.
Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Billionaire
7.9
Krystal dihadapkan pada pilihan sulit demi menyelamatkan adiknya yang sedang sakit. Ia terpaksa berutang budi pada miliarder bernama Kaivan Bastian Mahendra demi biaya pengobatan. Namun, bantuan finansial itu menuntut imbalan yang sangat berat. Krystal harus rela dinikahi sebagai istri kedua Kaivan. Kini, ia terperangkap dalam mahligai pernikahan rumit yang penuh tekanan. Sanggupkah Krystal bertahan di tengah belenggu takdir dan cinta yang sarat pengorbanan ini?
Sampul Novel Gairah
8.4
Cinta sering kali dianggap indah, tetapi bagaimana jika perasaan itu tumbuh untuk seseorang yang telah berkomitmen dengan sosok yang sangat kita sayangi? Kisah romansa dewasa ini menyoroti pergolakan batin yang menyiksa serta hasrat terlarang yang membara. Di tengah situasi yang begitu rumit, kesetiaan dan hati nurani para tokohnya benar-benar diuji dalam menghadapi dilema asmara yang penuh rintangan ini.
Sampul Novel Surgaku Tak Lagi Sempurna
8.5
Dunia Nadira yang indah seketika runtuh tanpa sisa. Padahal, sarjana seni kriya ini hampir meraih segalanya: pekerjaan impian di depan mata dan rencana pernikahan dengan seorang calon dokter. Namun, takdir berkata lain saat badai masalah menghancurkan seluruh rencana masa depannya. Kini, di tengah kehancuran dan keputusasaan, Nadira harus mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya untuk bangkit kembali, hanya dengan mengandalkan satu-satunya tumpuan dan surga terakhir yang tersisa.
Sampul Novel Takdir yang Sulit Ditempuh
8.2
Kehadiran ibu baru dan putrinya memicu kebencian mendalam dari sang kakak tiri dalam novel modern Takdir yang Sulit Ditempuh. Pria itu menganggap mereka sebagai perusak keharmonisan keluarganya. Sikap dingin, cacian kejam, hingga harapan agar adiknya mati terus dilontarkan setiap hari. Namun, saat maut benar-benar menjemput gadis itu, penyesalan hebat justru melanda dirinya. Ia menangisi perpisahan mereka dan memohon kepulangannya, meski segalanya telah terlambat karena kematian telah memisahkan mereka selamanya.
Sampul Novel UNPERFECT MARRIED
9.2
Keberhasilan Kaira sebagai istri membuat Sunny merasa terasing dan tertekan. Demi melepaskan beban tersebut, ia berselingkuh dengan Diva, murid menulisnya sendiri. Saat Kaira mengetahui perselingkuhan ini, tidak ada amarah yang meledak-ledak. Alih-alih melabrak suaminya, ia memilih menuangkan segalanya ke dalam karya tulis terbaru. Lewat untaian kalimat yang ia susun secara perlahan, Kaira tengah merancang sebuah pembalasan yang sangat menyiksa bagi Sunny.