APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Duda Lumpuh

Terpaksa Menikahi Duda Lumpuh

Senja terpaksa menikah dengan Aksa Wijaya, duda beranak satu yang lumpuh akibat kecelakaan tragis. Setelah koma sebulan, Aksa ditinggalkan oleh istrinya, Riyanti, yang menolak merawatnya. Meski kondisi Aksa terpuruk, Senja tetap yakin suaminya bisa sembuh. Kini, ia bertekad merawat Aksa dengan sabar sekaligus berjuang melunakkan hatinya demi kesembuhan sang suami.
Bab
Bagikan

Bab 1

Terpaksa Menikahi Duda Lumpuh

Part 1

Senja buru-buru melangkahkan kakinya. Dia tidak boleh terlambat. Ketua rumah sakit memanggilnya secara langsung. Ini agak aneh karena orang dengan jabatan rendah seperti dia jarang berurusan dengan pejabat tinggi rumah sakit. Namun benar, Senja tidak bermimpi. Dia mendapat telepon pukul tiga pagi dan jam enam pagi dia sudah harus sampai di rumah sakit.

Jarak rumahnya dengan rumah sakit tempatnya bekerja sejauh lima belas kilometer. Tidak ada angkutan umum pagi buta seperti itu. Angkutan umum biasanya tersedia pukul tujuh pagi. Akhirnya, Senja terpaksa berangkat dengan sepeda tuanya. Sepeda tua yang menemani masa sekolah menengah atasnya.

Senja terengah-engah berjalan di lorong. Dia bukan hanya lelah karena telah mengayuh sepeda selama satu jam. Senja juga merasa kalau dia hampir saja terlambat. Ini masih pagi yang dingin tapi peluh mengucur deras di pakaian kerja wanita muda itu.

Senja sudah sampai di depan pintu ruangan ketua rumah sakit.

"Masuk!" sebuah suara terdengar setelah ketukan ketiga yang dilakukan senja.

Senja menghadap ketua rumah sakit dengan gugup. Dia mengingat-ingat lagi apakah dirinya ada membuat kesalahan atau semacamnya. Tapi tidak! Senja tahu kalau dia selama ini bekerja sesuai prosedur dan tidak melakukan pelanggaran yang membuatnya harus dipecat.

"Senja Dwi Utami!"

"Saya, Bu," ucap Senja dengan gugup. Ketua rumah sakit menatap lekat di balik kacamata tebalnya. Senja merasa tidak nyaman. Dia merasa seperti akan mendapat masalah besar.

"Dari laporan yang saya baca ... juga laporan teman-teman kamu. Katanya kamu ...."

"Saya janji tidak akan membuat kesalahan apapun lagi, Bu. Tolong, jangan berhentikan saya. Saya mohon." Belum sempat wanita di depannya menyelesaikan kalimatnya, Senja sudah bersujud di lantai.

Bu Mega yang merupakan ketua rumah sakit menyeritkan kening melihat pekerja medisnya bersikap aneh seperti itu.

"Kamu kenapa, Senja?" tanyanya heran.

Senja bangkit dari sujudnya di lantai.

"Ibu mau memecat saya kan?" tanya Senja dengan air mata yang hampir menetes.

"Siapa yang memecat kamu? Makanya kamu dengarkan dulu perkataan saya sampai selesai!" Bu Mega berkata dengan geram. Wanita itu sesungguhnya memiliki kesabaran seluas ember cucian. Kecil.

Senja nyengir. Wanita muda itu merasa lega karena dia tidak dipecat. Tapi, apa tujuan dia dipanggil ke sini?

"Kamu dianggap sebagai tenaga medis yang kompeten. Kamu juga rajin, teliti dan sangat patuh pada prosedur. Jadi kamu akan dipekerjakan secara khusus untuk merawat anak salah satu pengusaha besar yang ada di kota ini."

"Maksud Ibu bagaimana?" tanya Senja yang masih belum mengerti. Perasaan yang tadi gugup sekarang berubah menjadi penasaran.

"Ya, kamu akan dipekerjakan untuk merawat seseorang secara khusus. Artinya, kamu merawat dia full enam belas jam. Hanya dia saja. Uang tambahan, pasti ada. Saya percayakan ini sama kamu. Bisa?"

Mendengar kata uang tambahan, Senja mengangguk dengan sangat bersemangat.

"Tentu saja bisa, Bu. Pasti bisa!" jawab Senja penuh semangat. Tidak hentinya senyum terukir di wajah cantiknya itu.

"Bagus. Kalau begitu kamu pergi ke ruangannya sekarang. Ruang eksklusif A. Kamu pelajari semua yang harus kamu lakukan di buku panduan." Bu Mega mempersilahkan Senja keluar. Senja berlari dengan girang. Dia tidak menyangka akan mendapat pasien semudah ini. Setidaknya selama beberapa hari atau bulan ke depan, Senja tidak akan berurusan dengan pasien cerewet lagi.

Senja masuk ke ruangan eksklusif A. Di sana terbaring seorang pria tampan dengan berbagai selang di tubuhnya. Senja mendekati pria itu. 'Tampan sekali,' bisiknya dalam hati. Tapi tentu saja wajah tampan tidak menjamin keberuntungan seseorang. Buktinya, pria itu terkapar di sini sekarang dengan keadaan koma.

Senja melihat buku prosedur yang diletakkan di sebelah ranjang pria itu. Dia membaca peraturannya. Membersihkan badan, membacakan cerita yang bisa merangsang saraf. Membersihkan badan dua kali sehari. Membacakan cerita tiga kali sehari. Senja sejujurnya ingin tertawa dengan peraturan kedua. Tapi dia paham, pasti ada manfaat dibalik perintah tersebut. Senja juga diharuskan mengecek infus, memeriksa tensi darah secara berkala dan beberapa hal lain yang biasa di kerjakan. Senja melihat jam di tangannya dan dia tahu kalau dia harus memulao semuanya dari tugas pertama. Membersihkan tubuh pasien.

Senja mengambil salah satu handuk basah yang ada di dalam baskom berisi air hangat. Dia memeras handuk itu dan mengelap tubub si pria dengan lembut. Senja takut kalau pria koma itu hanya tidak bisa membuka matanya saja dan dia akan merasa kesakitan.

Senja mengusap lembut wajah pria di depannya. Wajah itu semakin tampan jika basah. Senja bahkan tidak pernah bermimpi akan merawat pria setampan ini. Berdekatan dengannya membuat perasaan Senja berdebar hebat.

"Apakah ini cinta?" gumam Senja pada dirinya sendiri.

"Dasar bodoh. Bagaimana kau bisa jatuh cinta pada seseorang yang bahkan tidak bisa diprediksi apakah dia akan hidup atau mati besok." Senja merutuki dirinya sendiri atas kebodohan yang dia buat. Wanita itu akhirnya kembali melanjutkan tugasnya dengan serius. Senja tidak mau membuat kecewa ketua rumah sakit yang telah menunjuknya langsung untuk menjaga pasien PIV mereka.

Senja membersihkan tangan kekar itu. Dia tidak menyangka kalau tangan kekar lelaki ternyata adalah tangan terseksi yang pernah ada. Senja tidak pernah dekat dengan lelaki sehingga dia tidak pernah menganalisa bagian tubuh mereka dengan insting.

Senja menggosok tangan lelaki itu. Senja merasa kalau dia gemetaran ketika menyentuh pria tampan ini. Senja langsung melakukan kegiatannya seperti tidak terjadi apa-apa. Dia bersikap seolah-olah pria yang sedang dia bersihkan adalah patung.

"Ayolah, Senja. Fokus! Fokus!" Senja menyemangati dirinya sendiri. Dia tidak pernah segugup ini sebelumnya.

Selesai membersihkan tubuh pria ini, Senja kemudian mulai membacakan sebuah cerita. Awalnya, dia tidak bisa mempercayai kalau orang yang sedang koma bisa mendengar jika mereka tidak koma seratus persen. Jadilah Senja membacakan cerita dengan asal-asalan. Dia tidak peduli tentang betapa buruknya dia membacakan sebuah cerita untuk pria koma itu.

"Melelahkan sekali!" Senja melemparkan buku yang baru saja dia baca ke atas meja yang ada di ruamgan pasien. Dia merasa lelah sekali. Senja belum sarapan sejak dia baru bangun dari tidur. Semenjak dapat telepon mendadak dari ketua rumah sakit, senja bahkan tidak sempat minum.

Senja menatap pria di sebelahnya yang masih terbaring kaku tidak sadarkan diri. Kesadarannya ada dalam ensitas lain dan Senja percaya kalau pria itu tidak mungkin mendengar ucapannya. Jadi Senja dengan mudah berkata seeanaknya.

"Aku akan merawat kamu dengan baik. Sampai kamu sadar dan pulih kembali. Aku yakin, kamu akan sembuh, Aksa," lirih Senja yang sambil menatap dalam wajah tampan di depannya. Sepertinya Senja akan kecanduan menatap setiap inci wajah Aksa yang memang sangat tampan. Tanpa Senja sadari, jika sebenarnya dia sudah membuka hati untuk tersakiti.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After Of You
9.2
Tiga tahun menemani Alvin merintis karier dari bawah hingga sukses, Laura justru dikhianati. Perselingkuhan Alvin dengan sang sekretaris menghancurkan hati Laura hingga ia memutuskan pergi. Terjebak depresi berat, Laura berniat mengakhiri hidupnya. Namun, saat maut hampir menjemput, sesosok pria misterius hadir menyelamatkannya. Sebelum pingsan, hanya satu hal yang Laura dengar: suara dingin pria itu yang menyebutnya wanita bodoh.
Sampul Novel Arwah Istri Sah
9.1
Demi membalas penderitaan selingkuhannya yang sempat terjebak di dalam mobil, seorang suami miliarder tega menghukum istri sahnya dengan sangat kejam. Tanpa memedulikan jeritan dan penjelasan sang istri, ia mengurungnya di dalam peti kayu yang dipaku rapat. Ditinggal berlibur selama seminggu bersama wanita idaman lain, sang suami tidak pernah menduga bahwa hukuman sadis itu akan berakhir fatal. Saat peti akhirnya dibuka kembali, sang istri telah kehilangan nyawa dalam kondisi mengenaskan, meninggalkan jasad dingin yang penuh luka.
Sampul Novel Bittersweet Passion
8.5
Sejak lama, hati Joice hanya terkunci untuk Marcel De Luca. Walau berulang kali menerima penolakan pahit, ia tetap tak mampu melupakan cinta pertamanya itu. Namun, tepat ketika Joice mulai lelah dan berniat untuk mundur, sebuah peristiwa satu malam mengubah jalannya takdir. Mereka kini terjebak dalam ikatan rumit yang sangat sulit dilepaskan. Akankah Joice memilih bertahan di tengah badai emosi ini, atau justru melangkah pergi untuk selamanya?
Sampul Novel Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi
8.1
Banyak orang menantikan kabar perceraian Rhett dan Jillian demi kembalinya sang mantan kekasih. Namun, kejutan besar terjadi dalam konferensi pers. Sang CEO justru memamerkan bayi mereka ke publik dan membantah rumor miring tentang rumah tangganya. Rhett menegaskan bahwa pernikahan mereka sangat harmonis dan kian bahagia dengan kehadiran buah hati mereka. Harapan publik untuk melihat pasangan ini berpisah pun akhirnya pupus seketika.
Sampul Novel Cinta tanpa koma
9.2
Bagi Rudi, Rindu adalah cinta pertama dan terakhirnya. Namun, keyakinan itu runtuh saat Jaka, sahabat karibnya sendiri, merebut Rindu. Di tengah kehancuran hatinya, Rudi berusaha ikhlas dan tegar menerima kenyataan pahit tersebut. Meski waktu berlalu dan banyak wanita baru mencoba mendekatinya, kenangan masa kecil bersama Rindu tak pernah pudar dari benaknya. Akankah keteguhan hati dan kesetiaan Rudi berujung pada kebahagiaan? Ikuti kisah perjuangan cintanya yang penuh liku.
Sampul Novel Dunia Pelita
9.8
Pelita, model tangguh berlatar keluarga retak, kehilangan kesuciannya akibat insiden tragis. Kejadian ini mengikat takdirnya dengan Adhim, pemimpin geng motor yang juga putra kiai. Demi menebus dosa, Adhim menawarkan pernikahan. Namun, Pelita yang enggan berkomitmen menjadi ragu. Perbedaan dunia mereka yang kontras kini menjadi ujian terbesar. Mampukah hubungan mereka bertahan di tengah bayang-bayang masa lalu kelam dan konflik yang terus mengintai?