APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Calon Adik Ipar

Terpaksa Menikahi Calon Adik Ipar

Rose menolak keras paksaan untuk menggantikan Rosa, saudara kembarnya, menikah dengan Robert. Bagi Robert, pernikahan ini tanpa cinta; ia hanya butuh Rose berdiri di pelaminan. Demi menundukkan Rose, Robert meluncurkan ancaman kejam. Ia bersumpah menjauhkan Rose dari Kenzie, mendeportasi ayahnya, hingga menjualnya ke rumah bordil jika menolak. Terjebak dalam situasi pelik, Rose kini harus menghadapi pernikahan paksa yang penuh dengan intimidasi dan tekanan.
Bab
Bagikan

Bab 2

ENAM BULAN SEBELUMNYA di RUMAH DUKA

Gigi Rose bergemeletuk melihat pria yang berdiri beberapa meter di hadapannya. Laki-laki berwajah tampan penuh kharismatik, dengan mata yang sebiru lautan dan dihiasi bulu mata yang tebal, saat ini berdiri angkuh menjulang tinggi menatap tajam ke arahnya.

  "Berani-beraninya dia menampakkan batang hidung di tempat ini." batin Rose penuh kebencian.

Kuku-kuku jari Rose yang pendek terbenam keras di tangannya, menggali semakin dalam menusuk ke dalam kulit. Wanita itu sedemikian rupa berusaha menahan emosi yang hendak meluap keluar, ketika pria tak diinginkan itu datang di pemakaman adiknya.

Hampir saja Rose berteriak mengusir pria yang sudah menyakiti Ruby hingga akhir hayatnya. Ingin sekali dia mengatakan pada semua orang agar mereka tahu seperti apakah pria tampan yang begitu dipuja bahkan sangat disegani.

Rahang Rose semakin mengeras ketika pria itu menghampiri dirinya. Secara spontan dia menarik bocah kecil berusia lima tahun untuk berdiri di belakangnya. Tak akan dibiarkan pria brengsek itu menyentuh bocah itu seujung jari pun.

"Rose, aku turut berduka." Suara dalam itu terdengar bersimpati, tetapi tidak bagi Rose.  

Raut wajah lelaki itu kelihatan mendung dengan kepala yang sedikit menunduk menunjukan dengan jelas rasa duka yang dalam akibat kepergian Ruby. Namun, hal itu tak juga menggerakkan hati Rose yang lembut untuk mempercayainya. Bagi Rose, pria itu adalah penipu paling ulung di dunia ini. 

"Buang topengmu dan pergilah dari tempat ini, Robert Miller," desis Rose penuh kebencian.

Robert Miller terpana dengan kata-kata tajam yang keluar dari sosok lembut dan rapuh di hadapannya. Dia tidak percaya jika kalimat kasar itu bisa meluncur keluar dari seorang wanita baik seperti Rose. Raut wajah wanita itu memerah dengan tatapan penuh kebencian.

"Kau marah, aku mengerti. Tapi jangan harap aku pergi tanpa anakku." Ucapan tegas dengan suara rendah Robert membuat Rose tercengang.

"Anakmu? Sejak kapan kau memiliki anak?" Rose dengan sinis menatap tajam ke arah Robert.

"Rose." Robert menggeram  tertahan. 

Robert menghela napas perlahan mengingat bukan waktu yang tepat bagi dirinya untuk bertindak keras saat ini. Rumah duka dipenuhi banyak tamu yang datang untuk bersimpati sebagai penghormatan terakhir. 

Dia tidak dapat memaksakan kemauannya begitu saja dan membuat onar, karena bagaimanapun juga citra dirinya sebagai dokter ternama yang selalu muncul dalam acara kesehatan di televisi dan juga simbol wajah dari rumah sakit, tidak boleh tercoreng. Robert memilih untuk diam dan mengalah saat ini.

"Kenzie, Daddy akan kembali lagi untukmu." Robert memiringkan tubuhnya menatap bocah kecil yang bersembunyi di balik punggung Rose.

"Tidak! Kau tidak akan pernah kembali lagi karena dirimu tidak memiliki hak sedikit pun akan Kenzie." Rose mendesis penuh emosi ke arah Robert.

Dokter tampan itu hanya memberikan tatapan dingin dengan ekspresi angkuhnya ke arah Rose. Ingin sekali dia menyeret wanita itu kemudian membungkam mulut tajamnya dengan kain kasa, membebat bagai seorang mummy agar bibir itu tak bisa lagi meremehkan dirinya.

Robert memilih untuk menjauh, dia duduk di tengah ruangan di mana matanya bisa leluasa menatap secara langsung ke arah Rose. Sikap provokasi yang ditunjukkan Rose membangkitkan gejolak dalam diri Robert untuk membuat wanita itu meregang nyawa dan berlutut memohon ampun padanya.

Pandangan Robert beralih ke arah bocah cilik yang berwajah sangat pucat. Bocah tampan dengan gen keluarga Miller yang tak pernah dia akui sebelumnya. Mata polos itu begitu sembab membuat hati keras Robert menjadi luluh.

    "Tidak aku sangka Ruby akan benar-benar melahirkan anak itu tanpa seijinku." ujar Robert dalam hati.

Masih jelas dalam ingatan Robert ketika dia mencurigai Rubby sengaja mengandung dan meminta pertanggung jawabannya. Ruby adalah salah satu kekasih yang menjadi favorit Robert ketika dia belum menekuni dunia spesialis kedokteran.

Kehamilan Ruby membuatnya marah, bagaimana mungkin seorang calon perawat tidak bisa menjaga diri untuk melakukan pencegahan kehamilan, sementara Robert begitu mempercayai wanita itu hingga tidak pernah menggunakan pelindung ketika mereka berhubungan.

"Ayah!" teriakan melengking dan tangisan pilu yang keluar dari bibir Kenzie menggugah lamunan Robert. 

Matanya tertuju pada sosok pria yang dipanggil ayah oleh Kenzie. Dia bisa melihat bagaimana anaknya menangis dan memeluk pria itu dengan sangat erat. Ada rasa tak nyaman dalam dadanya ketika melihat anak kandungnya lebih akrab dengan pria lain.

"Robert, kau … datang?" 

Robert mengalihkan pandangannya ke arah suara lembut yang menyapanya. 

"Jasmine," sapanya balik pada adik kandung yang baru saja datang.

"Aku senang kau mau datang, Robert." Perkataan tulus Jasmine membuat kekesalan hatinya akibat sikap Rose yang angkuh, sedikit mereda.

"Setidaknya aku harus datang, bukan?" Ucapan acuhnya berbanding terbalik dengan penyesalan dalam hati Robert. 

Tangan Robert masuk ke dalam saku jas biru dongker yang dia kenakan. Dalam saku itu, dia meremas sebuah surat yang baru saja didapatkan dari laboratorium. Sebuah bukti yang sudah sejak lama dia acuhkan jika Kenzie benar-benar anak kandungnya.

Bukti yang terlambat dia percayai, di saat Ruby sudah pergi sebelum bisa menyumpahi dirinya. Robert tersenyum getir dalam hatinya, membayangkan Ruby saat ini menatapnya marah bahkan mungkin mencaci maki dirinya.

Bukan perlindungan yang dia berikan di saat Ruby hamil melainkan penghinaan. Jika saja orang lain tahu, apakah mereka masih akan memberikan gelar dokter terhormat pada dirinya?

"Kau baik-baik saja melihat Conrad begitu akrab dengan anak Ruby?" Robert melirik ke arah Jasmine sepintas dengan senyum tipis di sudut bibirnya.

"Apa kau lupa jika anak Ruby adalah anakmu juga? Kenapa aku harus merasa tidak nyaman akan hal itu?" Jawaban bijaksana Jasmine membuat Robert merasa tersindir.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CRAZY RICH MENIKAHI GADIS POLOS
8.8
Demi kesembuhan ibunya dan membantu sang ayah, Havva, gadis belia asal desa di Ankara, terpaksa menerima pinangan Irlan. Miliarder tersebut terpikat pesona polos Havva saat menginap di tempat kerja ayah Havva. Namun, pernikahan ini justru membawa duka. Havva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Irlan telah beristri. Bilqis, sang istri pertama yang modis, terus menyiksa batin Havva dengan intimidasi kejam. Sanggupkah gadis lugu ini bertahan?
Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.2
Karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mengejar direktur perusahaan mereka, Jillian. Masalah meruncing saat Jillian kehilangan gelang berharga dan langsung menuduh Lucy. Mantan kekasihnya bahkan ikut menghina Lucy sebagai gadis kampungan yang kotor. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa sapi yang dimaksud Lucy berjumlah puluhan ribu ekor, dan keluarganya adalah konglomerat pemilik aset bernilai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel Menjalin Cinta Dengan Musuh Pacarku
8.4
Akibat tindakan kejam kekasihnya yang mendorongnya ke laut demi wanita lain, sang protagonis mengalami trauma hebat hingga tak sadarkan diri di ICU. Setelah siuman, ia didiagnosis kehilangan ingatan tentang pria tersebut. Enggan menerima klaim sang mantan yang bersikeras mengaku sebagai pacarnya, ia akhirnya menyanggah dan menyatakan bahwa Shawn, musuh bebuyutan pria itu, adalah kekasihnya yang asli.
Sampul Novel Rahim Penebus Hutang
9.7
Demi membiayai pengobatan sang nenek, Detta, seorang mahasiswi miskin, terpaksa bekerja di sebuah kelab malam. Di sana, ia bertemu dengan Aleandro, pewaris kaya raya keluarga Smith yang sedang menghindari perjodohan dari ibunya. Aleandro menawarkan uang satu miliar rupiah kepada Detta dengan syarat wanita itu bersedia mengandung anaknya. Kini, di tengah tekanan finansial, Detta dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan harga diri atau menjual rahimnya demi nenek tercinta.
Sampul Novel Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak
8.5
Empat tahun mengabdi sia-sia, Hannah dicampakkan suaminya demi perempuan lain. Sadar cintanya tak berbalas, ia bangkit dari kehancuran dan menjelma menjadi sosok mandiri yang memesona. Saat sang mantan suami mengira Hannah masih mengemis cinta, ia justru kembali dengan megah. Kini, seorang CEO dominan berdiri di sampingnya, dengan bangga mengakui Hannah sebagai istri di hadapan pria sombong yang dulu membuangnya tanpa belas kasihan.
Sampul Novel Saya Mengungkapkan Rahasia Mengerikan
8.4
Selesai menjalankan misi rahasia negara, seorang agen elit mendapati Michelle, putrinya, diculik dari kampus. Kejadian ini terjadi tepat setelah Michelle berhasil magang di PBB setelah berjuang setahun. Dalangnya adalah Lacey Palmer, yang merebut posisi itu lewat kekuasaan ayahnya, sang miliarder. Ironisnya, suami agen tersebut diduga ayah Lacey. Kebenaran pun terkuak saat sang ibu menuntut penjelasan suaminya atas pengkhianatan dan identitas ganda yang dia sembunyikan.