APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Bagi sebagian orang, pernikahan adalah jalan menuju kebahagiaan yang dibangun di atas cinta. Namun, nasib buruk justru menimpa seorang gadis muda. Ia terpaksa masuk ke dalam gerbang pernikahan di usia yang masih sangat dini tanpa ada rasa cinta sedikit pun. Pernikahan paksa ini seketika merenggut seluruh mimpi dan rencana masa depannya. Kini, kehidupan yang seharusnya penuh harapan berubah menjadi rangkaian beban berat yang harus ia pikul sendirian.
Bab
Bagikan

Bab 2

Beberapa bulan kemudian,,

Kini, hubungan ku dengan Rio sudah 2tahun. Setiap bertemu, Rio selalu

mencium bibirku. Meski begitu, aku tetap menjaga mahkotaku. Aku tidak

membiarkan dia merenggut keperawananku.

Setiap malam, aku tak bisa tidur nyenyak. Sejak berpacaran dengannya. Baru

2mnggu pacaran ia sudah berani mencium bibirku. Pikir ku saat itu mungkin wajar

namanya juga pacaran pasti ada adegan kissing nya.

Tapi, lama lama. Rio semakin berani dan aku sulit untuk menghindar saat

pertama kali ia mencium bibir, lalu ke leher. Sejak saat itulah aku jadi sering

buat drama seolah aku cemburu buta atau marah marah karena cemburu. Padahal

tujuan ku adalah ingin putus dengannya. Namun sulit, ia selalu mengancam dengan

melukai tangannya. Ia juga pemarah, hingga selalu merusak ponselnya.

Sabtu minggu ia selalu datang ke rumah. Hingga sulit untukku ber istirahat.

Terkadang, aku merasa takut kehilangannya karena dia telah merenggut ciuman

pertamaku hingga aku takut tak akan ada lelaki lain yang akan menerimaku yang

telah ternoda. Tapi, lama lama aku semakin muak dan lelah. Aku tidak ingin

hubungan yang seperti ini. Percuma aku sholat 5 waktu. Tapi aku membiarkan dia

menciumku yang masih status pacaran.

Kini, aku memutuskan untuk benar-benar putus dengannya. Sebelum dia

melakukan hal yang melebihi batas. Aku takut hidupku semakin hancur karena dia.

Hari ini hari minggu, pukul 05.50 wib. Rio bilang dia akan sampai rumah

sekitar jam 07:00 wib.

Seperti biasa, mamah selalu belanja ke pasar minggu. Pulangnya selalu agak

siang sekitar jam 10. 00 wib.

Aku bergegas untuk mandi, sedangkan mamah bergegas siap-siap akan berangkat

ke pasar minggu.

Jam sudah, menunjukkan pukul 06.00 wib. Tiba-tiba, mamah memberitahu bahwa

di depan sudah ada Rio.

"Laras, Rio sudah ada di depan"

Aku terkejut, karena dia bilang akan sampai jam 7.

"Iya Mah,,"

Mamah berangkat ke pasar minggu, dan aku bergegas menyelesaikan mandi.

Kamar mandi di rumah ku menyatu dengan dapur. Dapurnya lumayan lega. Kamar

hanya ada satu yaitu untuk orangtuaku. Tapi, kamarnya hanya di sekat oleh

triplek bukan bata. Dan, tidak ada pintu. Hanya di tutupi tirai. Ini bukan

rumah milik kami. Kami hanya mengontrak tak punya rumah sendiri.

Setelah selesai mandi, aku sangat terkejut melihat Rio sudah duduk di dalam

rumah. Di ruang tamu dekat pintu dan tentunya ia terlihat jelas menatapku dari

bawah hingga rambut. Tak menghiraukannya. Aku bergegas masuk kamar lalu memakai

baju.

Baru ku buka handuk, Rio membuka tirai kamar dan langsung masuk ke kamar.

Aku menarik handuk untuk menutupi badanku. Tapi, Rio malah manjauhkan

handuknya.

"Kamu ngapain masuk!! Pergi!!"

Tak lama kemudian dia mencium bibirku dengan penuh nafsu. Aku berusaha untuk

lepas darinya. Namun sia sia. Tanganku di pegang erat, saat aku mau menendang

kelaminnya dengan kaki, Rio lebih dulu merebahkan badanku ke kasur, tapi

bibirnya tak hentinya melumat bibirku dengan penuh nafsu. Kakiku sulit sekali

di gerakkan. Tangan pun sama, di genggam erat olehnya. Tenagaku jauh lebih

lemah dari Rio. Pada akhirnya aku pasrah, hanya menangis dan menangis. Tak

menyangka, Rio tega melakukan ini padaku. Ia menghancurkan hidupku.

Saat Rio hampir mau memasukkan kelaminnya, ia tersadar saat melihatku

menangis terisak. Itu berarti mahkotaku masih utuhkan?.

Rio membenarkan celananya lalu duduk dan menutupi badanku dengan handuk.

"Maaf,," Ujar Rio. Terlihat merasa bersalah.

Maaf?? Setelah ia nikmati, mudahnya ia bilang maaf? Apakah dengan maafnya

harga diriku bisa kembali? Tidak! Dia sudah menodaiku, juga menghancurkan masa

depanku!! Tega!!

Aku hanya menangis tanpa menghiraukan ucapannya.

"Pakai bajumu, Aku mau bicara.."

Aku tak menjawab nya, aku tak tau bagaimana aku bisa menjalani hidupku

dengan penuh dosa ini. Rasanya ingin mati saja!

Kesal,sakit, marah. Semuanya menyatu. Hidupku kini hancur, masa depanku

hancur, impian dan cita cita ku pun hancur. Aku malu pada diriku sendiri yang

tak mampu menjaga diri sendiri. Andai Mamah tau, apakah aku akan di usir dari

rumah? Apakah Mamah masih menganggapku anaknya? Aku takut, aku takut Mamah tak

menganggapku anak nya lagi jika ia tahu aku telah di nodai. Aku takut.

***

Setelah satu jam, Laras keluar dari kamar dan duduk berjauhan dengan Rio di

ruang tamu. Laras hanya memandang ke bawah seperti tak sudi lagi melihat Rio.

Karena apa yang telah Rio lakukan itu sudah melewati batas.

"Duduk disini," Ujar Rio sambil menepuk tempat di sisinya.

Laras hanya diam tak menjawab. Ia masih menangis, mata nya sangat merah dan

sembab.

Rio menghampiri Laras dan duduk di sebelahnya. Mencoba meraih tangan Laras,

tapi tangan Laras langsung menghindari tangan Rio dengan cepat.

"Sayang, Maaf. Aku pasti akan tanggung jawab. Aku gak akan ninggalin

kamu. Maafkan aku Laras, Aku sayang kamu. Aku cinta kamu. Maafkan aku."

Ucap Rio.

"Maaf? Tanggung jawab? Apa dengan begitu, harga diriku sebagi wanita

bisa kembali?! Hiks..."

"Aku udah lama pengen putus dari kamu, dan hari ini aku udah siapin

hati dan mental aku untuk ngadepin kamu setelah memutuskan mu. Tapi apa?! Semua

gagal! Hiks..."

"Kamu malah menghancurkan hidupku Rio!! Hiks,, bagaimana bisa kamu

lakukan ini padaku??!! Hiks,,, apa salah ku sama kamu!! Kenapa kamu

tega!!" Ucap Laras sambil menangis.

Rio memeluk Laras, namun Laras menangkisnya. Seolah ia benci di sentuh Rio.

"Aku minta maaf, tolong jangan nangis lagi. Sebentar lagi mamah kamu

pulang."

Tak lama kemudian Bu Fatimah datang.

"Assalamualaikum" Ucap salam Bu Fatimah. Langsung masuk ke dapur.

"Waalaikumslam" Balas Rio pelan.

"Apa aku beritahu mamah? Bahwa Rio telah menodaiku? Nggak,, aku takut

mamah malah mengusirku. Aku takut mamah kecewa padaku. Aku harus

bagaimana?" Ucap Laras dalam hati.

Meski Laras sudah diam. Namun, air matanya tak juga berhenti. Tentu saja,

wanita mana yang bisa tenang setelah di nodai?

Laras, ia anak yang pendiam. Ia bahkan tak bergaul seperti layaknya anak

muda jaman sekarang. Pernah beberapa kali di ajak ke puncak,tapi ia menolak.

Pergaulannya tak sebebas gadis lain. Ia mudah di bodohi,penakut,dan tertutup.

Di saat seperti ini pun ia tak bisa terbuka pada orangtuanya. Ia terlalu

penakut. Wajar saja, umurnya masih 17th kurang. Belum bisa berpikiran

panjang dan banyak rasa takut.

Waktu sudah menunjukan pukul 24.20 wib. Rio sudah pulang sejak pukul 23.00

wib. Seharian, Laras dan Rio hanya saling diam. Rio sudah berusaha meminta

maaf, tapi tak ada sedikitpun respon dari Laras sampai Rio pulang.

Semuanya sudah tidur kecuali Laras. Laras melamun sambil menangis.

Tring,,

Suara pesan masuk di ponsel, Laraspun membuka layar ponselnya.

"Laras, aku minta maaf. Tolong jangan marah lagi. Kamu boleh bilang

kasar, kamu boleh marah.keluarkan semua amarahmu sampai kamu lega. Setelah itu,

aku mohon maaf kan aku. Kamu jangan khawatir. Aku pasti akan bertanggung

jawab"

Laras tak membalas pesan Rio. Ia bangkit dari tidurnya. Menuju dapur. Lalu

meraih pisau yang paling tajam. Ia arahkan pisau yang ia genggam ke dadanya.

Tatapannya sangat kosong, air matanya sudah kering, matanya merah dan bengkak.

Badannya sangat lesu dan pucat. Laras sudah sangat putus asa.

"Gak ada gunanya lagi aku hidup, aku sudah di nodai. Dosaku sudah

terlalu besar. Hidupku telah hancur, harapan dan impian ku pun hancur

bersamaan. Aku tak ingin bersamanya, dari pada harus hidup bersamanya. Lebih

baik aku mati!" Ucapnya dalam hati.

Laras mengangkat pisaunya dengan penuh tenaga dan..

" Apa kamu sanggup menerima hukuman Allah di akhirat? "

Seketika Laras terhenti, pisau yang di ganggamnya jatuh. Ia melihat ke

seluruh arah. Tak ada siapa pun.

" Suara siapa itu? Kenapa suaranya sangat jelas berbisik di

telingaku?" Tanya Laras dalam hati.

Laras bingung.

Laras meletakkan kembali pisau pada tempatnya. Dan kembali ke tempat tidur.

Sebelum itu, ia mencoba mengintip kedua Orangtua nya untuk memastikan. Semuanya

tidur. Setelah memastikan, Laras kembali merebahkan badannya di tempat tidur.

"Tadi siapa? Jelas sekali ada seseorang yang membisikan itu

padaku" Tanya Laras dalam hati.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biarlah Kau Jadi Kakak Ipar Selamanya
8.7
Kematian kakak kembar suaminya membuat sang kakak ipar hilang ingatan dan mengklaim suami saya sebagai pasangannya. Demi kesehatannya, suami dan ibu mertua membujuk saya menyetujui sandiwara ini. Saya terpaksa melihat mereka hidup bersama, sementara putri kami harus menyaksikan ayahnya dipanggil papa oleh anak lain. Saat putri saya sakit parah, perselisihan pecah hingga gunting menancap di dada saya. Namun, saya justru terbangun kembali di hari keputusan fatal itu dimulai.
Sampul Novel DARK LOVE
8.2
Kehidupan Aluna di keluarga Dewantara melahirkan benih cinta terlarang bersama saudara angkatnya, Albert. Namun, hubungan itu membuat Albert pergi. Saat Aluna mencoba bangkit dan bersiap menikah dengan Mark yang penyayang, Albert mendadak pulang. Ia membawa kebenaran masa lalu serta rahasia kelam tentang Mark. Kini, Aluna terombang-ambing dalam dilema besar antara cinta lama dan rencana masa depannya.
Sampul Novel IMPERFECT BOSS
8.1
Elgar dikenal sebagai bos yang sempurna, namun semua itu hanyalah kedok belaka. Hidupnya yang tenang seketika terusik saat Lea, salah satu pegawainya, berhasil mengungkap rahasia gelap yang selama ini ia simpan rapat. Demi melindungi reputasinya, Elgar mencoba menekan Lea agar bungkam. Namun, tindakan itu malah memicu rasa bersalah dalam dirinya. Perlahan, kebencian Elgar terkikis dan berubah menjadi benih cinta yang mulai tumbuh di hatinya yang dingin.
Sampul Novel Jangan Hancurkan Hatiku
8.2
Evelyn Carter awalnya dikagumi karena dinikahi Victor Blake, pewaris Beaumont yang berjanji menjaganya terlepas dari keterbatasan fisiknya. Sialnya, mimpi indah itu sirna ketika Evelyn tahu bahwa cacat di kakinya adalah akibat perbuatan suaminya sendiri. Merasa dikhianati oleh sosok yang paling ia percayai, ia menolak untuk terus terpuruk. Kini, Evelyn bertekad menata ulang hidupnya dan bangkit demi membalaskan semua rasa sakit hati yang telah ia lalui.
Sampul Novel Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu
8.4
Pasca dirundung duka selama dua tahun, Reno Adiprana memutuskan pindah tugas ke Yogyakarta demi memulihkan diri. Ia tinggal di kediaman Bude Ratna yang asri di lereng Merapi. Di sana, Reno tak sengaja berjumpa dengan Mira Pradipta, seorang sarjana gizi yang tulus berdagang bubur demi mengurus sang ayah yang mengidap demensia. Pertemuan rutin tersebut perlahan mendekatkan dua hati yang sama-sama terluka, memicu getaran cinta, dan mendefinisikan ulang arti kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Ketika Kapal Tenggelam, ⁠Tunanganku Menolong Cinta Pertamanya
9.3
Tragedi tenggelamnya kapal pesiar menyisakan luka mendalam bagi Zayden yang memilih menyelamatkanku dibanding cinta pertamanya, Caitlyn, yang akhirnya tewas. Meski tetap menikahiku, selama lima tahun Zayden menyiksaku karena dendam atas kematian Caitlyn. Saat aku meminta cerai, dia justru menyeret kami berdua ke dalam kematian. Beruntung, takdir membawaku kembali ke hari kecelakaan maut itu terjadi. Kali ini, aku memutuskan merelakan tempat di perahu penyelamat untuk wanita yang sangat dia cintai.