APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikah Dengan Pria Buta

Terpaksa Menikah Dengan Pria Buta

Dipandang sebelah mata karena kebutaan permanennya, Cho Bae-Hyun yang kaya raya dianggap beban oleh keluarganya sendiri. Ia pun dipaksa menikahi gadis muda dari keluarga Eun. Sempat cemas akan menyusahkan sang istri, Bae-Hyun justru menemukan sosok pelindung dan cahaya hidup dalam dirinya. Mampukah pernikahan ini bertahan menghadapi badai siksaan serta cacian yang terus-menerus menghantam hubungan mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Apa karna alasan itu juga, Kakak tidak mau menikah dengan pria itu? Lagipula, dia sangat tampan juga?" tanyanya pada dirinya sendiri, banyak sekali yang ingin dipertanyakan kepada mereka. Tetapi itu semua hanya angan belaka, dia tidak berani menanyakan hal itu semua.

Ga-Eun beranjak dari tempat tidurnya, lalu membuka ponsel dan melihat gambar Bae-Jeon yang terpampang di layar ponselnya. Memang tidak ada perbedaannya, tapi dia belum yakin kalau Bae yang di temui tadi adalah Bae-Jeon.

"Apa dia Bae yang aku maksud?" gumamnya, bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.

Ga-Eun menghela napasnya, kadang dirinya juga merasa bingung karena Mamanya bersikap seperti bunglon. Kadang manis, kadang sebaliknya.

Jujur saja dia mengingikan orangtua yang selalu memberi perhatian dan kasih sayang padanya, bukan Mama yang selalu memanfaatkan anaknya hanya untuk uang.

"Ma, Mama kenapa tidak mengerti Ga-Eun," lirihnya, matanya terpejam. Tidak lama kemudian gadis itu masuk ke dalam alam yang berbeda.

****

Tidak terasa pagi hari ini adalah hari pernikahan Bae-Hyun dengan gadis yang dimaksud keluarganya, yaitu Ga-Eun.

Memang perjodohan sudah turun menurun dari dulu, tapi sebenarnya Bae-Hyun tidak menginginkan perjodohan tanpa rasa cinta, dilain sisi dirinya juga harus melakukan ini karena paksaan orangtuannya.

Soal dekor dan prasmanan sudah di urus oleh keluargannya sendiri. Bahkan semua pembayarannya.

"Tuan, kita turun sekarang juga. Acaranya akan segera di mulai," ujar salah satu Bibi yang berada di sana.

Bae-Hyun membenarkan toxedo miliknya, dan juga rambut yang sudah ditata rapih. Lalu menoleh ke sumber suara, sekilas dirinya mengangguk kecil dan tersenyum lembut pada Bibi itu.

"Sebentar, aku segera keluar," ujar Bae-Hyun dengan sopan. Meskipun posisi dirinya di atas mereka, tapi dia juga harus sopan dengan orang yang lebih tua.

Tidak bisa disangka kalau dirinya akan melepaskan status lajang demi keluarganya. Tidak masalah.

Dan seharusnya dia bersikap dewasa setelah ini, tanpa memperlihatkan emosinya di depan istrinya nanti. Dia harus siap.

Setelah bersiap-siap Bae-Hyun segera keluar dari kamarnya untuk melakukan akad yang harus di lakukan. Sembari menunggu pengantin wanita yang belum juga keluar dari kamar sebelah.

"Bae-- kau sangat tampan hari ini," puji Bae-Jeon. Mendengar perkataan itu, sekilas Bae-Hyun menyunggingkan senyumannya. Sebenarnya ia sangat mual dengan ucapan saudaranya itu.

"Pasti gadis itu sangat cantik, sampai kau menyerahkan dia kepadaku, Bae-Jeon," desisnya sembari tersenyum devil.

Tatapan Bae-Jeon seketika mendatar ketika mendapatkan perlakuan Bae-Hyun yang menurutnya tak pantas. Sedetik pula dia pergi dari hadapan Bae-Hyun tanpa berbicara sedikitpun.

Bae-Hyun tersenyum puas ketika saudaranya tidak membalasnya dengan ucapan panasnya.

"Tuan Bae, pengantin wanitanya sudah datang. Kita tunggu di depan ya?" seorang salah satu seorang perias membantu memapah pria tersebut keluar.

Tentunya Bae-Hyun mengikutinya. "Biar saya berjalan sendiri, terima kasih Bi," ujar Bae-Hyun dengan sopan.

"Iya tidak apa Tuan. Itu sudah kewajiban saya. Saya duluan ya Tuan," ucapnya sembari menunduk 90 derajat dengan sopan, sebelum dirinya pergi dari tempat tersebut.

Bae-Hyun hanya mengulas senyumannya. Terdengar alunan musik yang merdu di sana, dan tentunya membuat suasana hati semakin damai dan juga suara tamu yang mengisi kediaman rumah Bae-Hyun. Ya, pernikahannya berlangsung di tempat tertutup yaitu di rumah kediaman Bae-Hyun sendiri. Akan tetapi dekornya sangatlah bagus, sehingga membuat orang-orang yang berada di sana menginginkan pernikahan mewah seperti yang dilakukan oleh keluarga Bae-Hyun.

"Silahkan pengantin wanita, memasuki tempatnya," ujar salah satu pembawa acara yang berada di sana.

Ga-Eun masih terdiam di tempat melihat pria yang sudah di tempat yang sudah di sediakan di atas sana. Dia tidak salah kalau pria kemarin adalah pria yang akan di nikahinnya.

"Ayo Sayang, suamimu sudah menunggumu di atas," suruh Mamanya dengan nada lembut. Tentunya membuat lamunan Ga-Eun buyar. Dengan perasaan gugup, jantung berdegup dengan kencang, dirinya melangkah ke red karpet yang sudah disediakan menuju ke panggungnya. Beberapa dayang membantu dirinya untuk memapah ke tempat tersebut.

Tidak butuh waktu lama, dirinya sudah di hadapan calon suaminya. Pandangannya seperti kemarin, dan dia tidak melihatnya.

"Pria kemarin bukan?Apa aku menikah dengan orang buta seperti dia? Terus bagaimana kalau dia tidak kenal aku waktu dia sudah bisa melihat?" batinnya sembari menatap Bae-Hyun iba.

"Apa kau menatapku? Kau berpikir kalau kau akan pergi setelah ini kan? Because I'm blind?"

Mata Ga-Eun membulat. "Apa dia bisa mendengar suara hatiku?" batinnya, gadis itu sangat tidak percaya.

Bae-Hyun menyunggingkan senyuman devilnya, dia salah paham dengan gadis itu. Ya, meskipun dia tidak bisa melihat, tapi dia bisa merasakan apa yang orang itu rasakan.

Ga-Eun menggeleng dengan cepat. "Ti-tidak---"

Pernikahan mereka berlangsung dalam satu hari itu, dan acara terakhir adalah acara pemasangan cincin di jari manis dua orang mempelai.

"Pinjam tanganmu," ucap Bae-Hyun dengan lembut, sembari menarik lembut tangan milik gadis tersebut dan memakaikan cincin tersebut tepat dijari manisnya. Ga-Eun membiarkan pria tersebut memeakaikan cincin tersebut, jujur saja tangan pria itu sangat lembut.

Setelah memasangkan cincinnya, Bae-Hyun mencium punggung tangannya dengan lembut, lalu mencium kening gadis itu.

"Aku akan menjagaku, kau tidak perlu khawatir," ujar Bae-Hyun dengan pelan. Entah kenapa hati gadis itu terhanyut dengan perkataannya. Entah benar atau tidak, dia sekarang hanya menginginkan pria di hadapannya.

Begitu sebaliknya, Ga-Eun memakaikan cincin pernikahannya ke jari manis Bae-Hyun. Semua bersorak gembira dan bertepuk tangan meriah ketika keduanya sudah resmi menjadi sepasang suami istri.

"Berbahagialah denganku," ucap Bae-Hyun dengan tulus. Pipi Ga-Eun memerah, bibirnya di kulum pelan untuk menahan rasa gugupnya.

Bae-Hyun menarik dagu Ga-Eun. "Entah kau akan mencintaiku atau tidak, atau kau hanya memanfaatkan kekayaanku. Aku tidak peduli, di sini tugasku hanya menjagamu, melindungimu, dan menafkahimu. So? Thanks for being my wife," ucapnya dengan lirih, sembari menatap ke gadis itu dengan tatapan kosong.

"Tidak, seharusnya aku berterimakasih padamu," gumamnya sembari menangis haru menatap pria tersebut.

Bae-Hyun berharap kalau Ga-Eun mengerti ucapannya barusan.

Sebenarnya pria tersebut mengerti apa yang dilakukan keluarganya padanya, gadis itu pasti dipaksa menikah seperti dirinya. Hanya saja dia berpura-pura tidak tau supaya tidak mempengkeruh masalah.

Tugas dia sekarang hanya menjaga Ga-Eun dan memperlakukan gadis itu seperti Tuan Putri.

Bae-Hyun manarik pinggangnya mendekat. Lalu menggenggam tangan gadis itu dengan lembut.

Ga-Eun menatap Bae-Hyun dari samping, tidak sadar senyumannya semakin melebar. Tangan Bae-Hyun mengusap lembut pipi Ga-Eun, wajahnya di dekatkan ke wajah Ga-Eun. Sehingga tidak ada jarak diantara mereka.

Satu kecupan mengenai bibir Ga-Eun dengan lembut, tentunya membuat jantung Ga-Eun berdetak lebih kencang dari sebelumnya.

Tidak lama, Ga-Eun membalas lumatannya. Walaupun terlihat sangat kaku, tapi setidaknya dia menerima ciuman dari suaminya itu.

"Astaga, mereka sangat cocok!" ucap salah satu tamu yang berrada di sana.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayangan Luka di Balik Seragam Putih
7.9
Demi membersihkan nama baik sang adik yang tewas dalam fitnah, Aldian menyelidiki seorang guru bereputasi bersih yang ternyata menyimpan rahasia kelam. Di tengah misi balas dendam itu, ia bertemu Aluna, putri guru tersebut yang hidupnya tertekan oleh ambisi sang ibu. Meski awalnya berniat memanfaatkan Aluna, Aldian menyadari gadis itu juga memendam luka yang sama. Kini, ia bimbang antara menuntaskan dendamnya atau memilih cinta yang tumbuh di tengah kebenaran pahit.
Sampul Novel Cinta Buta Gadis Mafia
7.9
Bagaimana jika takdir memaksa Anda tinggal serumah dengan wanita yang telah menghancurkan pernikahan Anda sendiri? Hidup seorang pria seketika berbalik arah saat kehadiran gadis dari dunia mafia mengacaukan masa depannya secara brutal. Di tengah badai dendam dan kebingungan, ikatan rumit justru mulai terjalin di antara mereka. Akankah kebencian ini berujung pada cinta, atau malah menjadi awal kehancuran yang jauh lebih kelam bagi keduanya dalam romansa mafia ini?
Sampul Novel Doa Istri Pertama
8.2
Sejak Hamza berpoligami dengan Aina, hidup Annisa berubah total. Namun, alih-alih mendendam pada madunya, Annisa memilih jalur tak biasa melalui doanya sendiri. Ia memohon agar setiap rasa sakit dan air mata akibat pengkhianatan sang suami diubah menjadi tumpukan dosa bagi Hamza. Kisah ini menyoroti perjuangan batin seorang istri pertama yang melawan ketidakadilan suaminya lewat kekuatan doa yang sunyi.
Sampul Novel IDOL
8.6
IDOL
Raelyn Agatha harus bertahan hidup dengan menumpang dari satu kerabat ke kerabat lain. Di tengah keputusasaan itu, ia bertemu Min Ho, idola terkenal yang memberi warna baru dalam hidupnya. Namun, hubungan mereka menghadapi rintangan berat saat publik dan orang-orang terdekat Min Ho menentang keras kedekatan mereka. Kini, Raelyn harus berjuang mempertahankan cintanya di tengah tekanan dan penolakan dari seluruh dunia.
Sampul Novel Janda Laila
9.4
Pernikahan Laila selama lima tahun terancam hancur karena belum juga dikaruniai anak. Kini, suami dan ibu mertuanya memberikan tuntutan yang sangat berat. Laila dipaksa memilih antara mengizinkan suaminya berpoligami atau menyetujui perceraian. Menghadapi dilema yang menguras emosi ini, ia harus segera mengambil keputusan besar bagi hidupnya. Apakah Laila akan menerima kehadiran istri kedua, atau memilih pergi dan memulai hidup baru sebagai seorang janda?
Sampul Novel Saat semua Memihak Kakakku
9.5
Hidupku hancur setelah kakak perempuanku merebut novel karyaku yang viral dengan bantuan kakak laki-lakiku yang bertindak sebagai editor. Fitnah kejam itu membuatku dirundung, kehilangan suami miliarder asal Kota Bet yang memilih menikahi kakakku, hingga akhirnya aku diasingkan dan dibunuh olehnya. Di ambang kematian, ibuku bahkan tetap menyalahkanku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun kembali tepat di hari tuduhan plagiarisme itu pertama kali dilayangkan.