APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Dinikahi Majikan

Terpaksa Dinikahi Majikan

Azizah terpaksa bekerja sebagai asisten rumah tangga demi melunasi utang judi ayahnya dan menyokong sang ibu. Siapa sangka, kebaikan hatinya justru memikat sang majikan yang kemudian memilihnya menjadi menantu. Azizah pun terikat dalam pernikahan tak terduga dengan pria kaya raya di rumah itu. Sanggupkah ikatan ini berubah menjadi cinta sejati? Simak kisah perjuangan hidup baru Azizah yang penuh rintangan dalam balutan romansa yang menyentuh hati.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah subuh, Azizah bersiap untuk pergi dari rumah. Ibunya membantu mengangkat tas baju yang akan ia bawa. Azizah menyempatkan diri untuk mencium kedua adiknya yang masih tertidur.

Kemudian Azizah memeluk ibunya yang ringkih dengan berlinang air mata. "Azizah pergi ya, Bu. Ibu jaga adik-adik. Nanti kalau Azizah punya uang, Azizah akan kirim buat Ibu," ucapnya sambil berlinang air mata.

"Kamu jaga diri baik-baik, Nak. Gak perlu mikirin Ibu sama adik-adik mu," lirihnya dengan suara tersendat karena menahan air matanya yang seperti sungai yang meluap. "Cepatlah pergi sebelum ayahmu bangun," ujarnya seraya mendorong anaknya ke pintu. Begitu Azizah keluar dari pintu, ibunya segera mengunci pintu. Tubuhnya luruh ke lantai dengan bersandar di daun pintu. Isak tangisnya yang memilukan dia tutup dengan kedua telapak tangan agar suaranya tidak sampai ke telinga suaminya.

Sedangkan dari luar, Azizah juga merapatkan tubuhnya ke daun pintu yang sama dan berkata, "Azizah sayang sama Ibu dan adik-adik. Jika suatu saat Azizah menjadi orang sukses, Azizah akan bawa Ibu dan adik-adik. Ibu harus mau pisah dari Ayah," lirihnya dengan berlinang air mata.

Kemudian Azizah segera meninggalkan rumah dengan berat hati, karena takut ayahnya akan segera bangun lalu menahannya.

Selangkah demi selangkah ia berjalan menyusuri jalan raya yang masih lengang. Ia ingin segera sampai di tempat tujuan. Karena berjalan tergesa-gesa, dia hampir ditabrak sebuah mobil sport mewah keluaran terbaru.

"Akh...." Tas yang dibawanya terjatuh dibawah kakinya.

Pengemudi itu turun dari mobilnya. Azizah ingin marah, tapi melihat wajah tampannya, dia malah terpana. Namun, tanpa basa-basi pria ini langsung berkata kasar kepada Azizah. "Apa kamu tidak punya mata?" tanya pria itu dengan nada yang lembut tetapi dengan kalimat yang kasar.

Azizah menatap laki-laki itu tak percaya. Bagaimana bisa dia bicara seperti itu? Dia hampir saja menghilangkan nyawa Azizah, tapi bukannya minta maaf, dia malah berkata kasar padanya.

Azizah menstabilkan tubuhnya yang masih berguncang hebat karena terkejut dan rasa takut. Matanya berkedut dan napasnya dia hempaskan kasar, baru kemudian dia mulai bicara.

"Maaf, karena tadi saya tidak melihat ada mobil yang ugal-ugalan dari arah belakang saya, sebab mata saya ada di depan. Untungnya saya sempat melihat kebelakang, jika tidak saya pasti sudah almarhum sekarang," jawabnya dengan kesal tapi dengan nada yang sama lembutnya dengan lelaki itu.

Mendengar kalimat Azizah, membuat dia sadar kalau dia memang salah. Karena tadi dia menunduk untuk mencari ponselnya yang terjatuh, dia tidak melihat ke jalan. "Maafkan saya. Tadi saya memang salah. Apa ada yang luka?"

"Tidak ada luka luar," jawabnya enteng.

"Apa ada luka dalam? Kalau begitu, saya akan antar kamu ke rumah sakit." Raut kecemasan terlihat di wajah lelaki itu.

Azizah melengos kesal. "Tidak usah, terima kasih," ucapnya sambil mengambil tasnya yang ada di kakinya.

"Anda mau ke mana? Biar saya antar."

"Sepertinya aku harus menerima tawaran orang ini jika tidak mau disusul oleh ayah. Lagi pula, aku tidak punya uang untuk bayar ongkos angkutan umum," batinnya.

"Boleh kalau tidak merepotkan. Saya mau ke jalan mawar," ucapnya dengan senyum sumringah.

"Ayo kalau begitu," ucap lelaki itu sambil masuk ke dalam mobilnya.

Azizah masih berdiri di samping pintu mobil, dengan pikirannya sendiri. Dia berharap akan dibukakan pintu oleh yang punya mobil. Tapi sekian detik lamanya berdiri, tak juga dibukakan, membuat Azizah agak sedikit serba salah.

"Kok dia tidak membukakan pintu mobil untukku? Kalau di filem-filem kan pintu mobilnya dibukakan untuk sang cewek yang baru dikenalnya? Oh iya, ini kan di dunia nyata," kekehnya sambil menepuk jidatnya. Bergegas dia membuka pintu mobil dan duduk di samping pengemudi, setelah yang punya mobil memanggilnya untuk masuk.

"Heeh, iya...."

Setelah di dalam, Laki-laki berwajah ganteng dan kulit yang putih mulus dengan sedikit jambang yang tertata rapi itu memecah suasana dengan mengajak Azizah untuk berkenalan.

"Nama kamu siapa?"

"Saya Azizah," jawabnya seraya mengulurkan tangannya.

"Saya Yanto. Emm, maaf soal yang tadi. Saya benar-benar tidak sengaja."

"Sudahlah. Tidak apa-apa, kok."

Azizah kemudian diam seribu bahasa. Pikirannya sekarang berada di rumahnya. Air matanya yang dengan susah payah dihilangkannya tadi, sekarang hampir jatuh lagi, meski tak jadi jatuh. Sebisa mungkin jangan sampai orang melihat air matanya.

Tidak berapa lama, mereka sampai di sebuah rumah berukuran besar.

"Saya berhenti di rumah besar ini ya," ucapnya sambil menunjuk sebuah rumah yang mempunyai pagar tinggi dan ada pos satpam.

"Kamu turun di sini?" Yanto menunjuk balik rumah yang di tunjukkan Azizah. Dia tersenyum kecil, karena rumah itu adalah rumahnya sendiri.

"Iya.... Saya diterima bekerja di rumah ini. Dan ini adalah hari pertama saya bekerja. Terima kasih atas tumpangannya," ucapnya, lalu keluar dari mobil dan minta izin ke satpam untuk masuk ke dalam pekarangan rumah. Setelah mendapat izin, Azizah melambaikan tangan ke arah mobil yang masih belum beranjak dari depan gerbang rumah itu. Lalu dia masuk sesekali dia melihat ke belakang. "Kenapa mobil itu tidak pergi juga?" batin Azizah.

Sesampainya di dalam, Azizah langsung disambut oleh majikannya. "Saya senang kamu datang sepagi ini, Azizah," ucapnya, lalu dia memanggil seseorang.

"Mak Icun..."

Tak berapa lama tampak seorang wanita paruh baya datang tergesa-gesa. " Ya, Nyonya...."

"Kenalkan, ini Azizah." "Azizah, ini Mak Icun." "Mak Icun antar dia ke kamarnya, nanti Mak Icun kasih tahu apa-apa saja kerjaannya, ya," titahnya kepada wanita paruh baya bernama Mak Icun Itu.

Sebelum dia mengekor dengan Mak Icun, Azizah masih menyempatkan melihat ke belakang. Dia heran melihat mobil yang dia tumpangi masih terpampang di tempatnya berhenti tadi.

"Kenapa tu mobil gak pergi-pergi ya? Dia tidak punya pekerjaan apa, aneh!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku (Bukan) Anak Mafia
8.5
Kehidupan damai Rehan Putra Narendra lenyap setelah tragedi mengubahnya menjadi sosok emosional. Di usia tujuh belas tahun, pelajar SMA ini dipaksa memimpin klan mafia milik ayahnya. Beban beratnya kian bertambah saat ia harus menikahi musuh bebuyutannya di kelas. Kini, Rehan terjebak di tengah kerasnya dunia kriminal dan konflik benci jadi cinta bersama sang istri.
Sampul Novel Budak Nafsu 2
8.5
Kekaisaran Maxwell kini terancam runtuh akibat kekacauan yang diperbuat oleh anak-anak Alfons. Dendam asmara masa lalu memicu pertempuran hebat di kalangan kelompok mafia. Situasi kian menegangkan setelah Fredrick Hansen bebas, mengancam hubungan keluarga Maxwell dan Hansen berujung pada pertumpahan darah. Di tengah badai amarah dan konflik yang memanas ini, hanya kekuatan cinta sejati antara Alfons dan Ayu yang diharapkan mampu meredakan permusuhan serta menyatukan faksi-faksi tersebut.
Sampul Novel PEREMPUAN PALING SULIT DITAKLUKKAN  (Seni Untuk Merawat Luka)
8.3
Ujian berat menanti sepasang kekasih yang mendambakan kebahagiaan, saat bayang-bayang masa lalu yang kelam datang mengusik. Rasa cemas yang mendalam melahirkan krisis kepercayaan serta kerumitan cinta segitiga. Kini, keputusan sulit harus diambil antara bertahan demi masa depan atau menyerah pada dampak masa lalu. Perjalanan ini membuktikan bahwa cinta sejati bukanlah sekadar kekaguman fisik, melainkan seni menyembuhkan luka dan komitmen kuat untuk terus melangkah bersama.
Sampul Novel Kembalinya Istriku
8.0
Demi menyelamatkan keluarganya dari krisis keuangan dan musibah sang suami, Maharani rela bekerja keras sebagai TKW di negeri orang. Malang, pengorbanan tulus itu justru dikhianati oleh Rudi yang tega menipunya. Luka hati Rani kian menganga saat putra tunggalnya wafat akibat kelalaian keluarga suaminya. Kini, berbekal kepedihan yang mendalam, Rani bersiap menuntut balas kepada setiap orang yang telah menghancurkan hidup dan masa depannya.
Sampul Novel Super Genius Man
9.5
Masa-masa penuh penindasan dan hinaan yang menghancurkan harga diri Andre di kota ini telah berakhir. Kini, ia kembali membawa kekuatan baru untuk menuntut balas atas semua luka masa lalunya. Namun, misi utamanya tidak hanya tentang pembalasan dendam. Andre bertekad kuat untuk melindungi dan menjaga gadis yang dicintainya dari berbagai bahaya yang mengancam. Mulailah perjuangan penuh aksi dan asmara demi menebus kepahitan masa lalu.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Calon Adik Ipar
7.9
Rose menolak keras paksaan untuk menggantikan Rosa, saudara kembarnya, menikah dengan Robert. Bagi Robert, pernikahan ini tanpa cinta; ia hanya butuh Rose berdiri di pelaminan. Demi menundukkan Rose, Robert meluncurkan ancaman kejam. Ia bersumpah menjauhkan Rose dari Kenzie, mendeportasi ayahnya, hingga menjualnya ke rumah bordil jika menolak. Terjebak dalam situasi pelik, Rose kini harus menghadapi pernikahan paksa yang penuh dengan intimidasi dan tekanan.