APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ternyata Ada Aku Dan Istrimu! "Tapi Aku Bukan Pelakor"

Ternyata Ada Aku Dan Istrimu! "Tapi Aku Bukan Pelakor"

Depresi akibat trauma masa lalu menyadarkanku bahwa cinta tidak selamanya indah. Di saat impian masa depan mulai dirajut, sebuah kenyataan kelam justru terbongkar. Lelaki yang telah mendampingiku selama bertahun-tahun rupanya telah beristri selama dua tahun. Kendati dikhianati, aku bersyukur kebenaran terungkap sebelum terjerumus dalam poligami. Kisah nyata penuh emosi ini menjadi bukti nyata bahwa kepalsuan serapat apa pun pasti akan tercium juga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Belum Sebulan setelah pertemuan itu, dia menembak ku lewat telepon, akhirnya dia mengatakannya juga, ternyata dia memang mencintaiku. Kirain cuman iseng aja. Dari Awal aku sudah tau klo dia menyukaiku semenjak sebelum pertemuan itu terjadi, namun aku gak terlalu berharap banyak padanya. Gak sebegitu antusiasnya ingin mengenalku lebih jauh klo dia gak menyukaiku.

Kali ini lagi-lagi aku dinyata'in cinta lewat telepon, dasar ya cowok gak punya keberanian untuk mengatakannya langsung di hadapanku. Kenapa hari itu aku langsung menerimanya. Aku juga jadi bingung, aku gak punya cara untuk menolaknya demi pertimbangan sikap baiknya dia terhadapku selama ini, kenapa aku gak mencobanya. Aku juga lagi butuh seseorang untuk melupakan seseorang yang telah meninggalkanku. Ini bisa dibilang hanya pelarian semata. Diapun juga sama. Jadi, gak ada yang salah, kan?

Hari demi hari, di saat lagi di landa asmara dan cinta yang menggebu-gebu, kemanapun aku pergi bersamanya. Terkadang, kuliahku jadi korban, kadang pun aku gak masuk di saat sibuk nge-date. Hari-demi hari berlalu, aku mulai sangat mencintai dia, apapun aku korbankan untuk dia baik materi maupun non materi. Di sini jangan berpikir macam-macam yah, belum sejauh itu kok. Aku selalu ingat kata-kata kakek. Tapi, aku harus korbanin uang dan waktu untuk pergi bersama dia, jalan berdua kemanapun kaki kami melangkah pergi.

Segala macam cobaan kami lalui bersama selama udah berbulan-bulan bersama, aku harus mendapatkan nilai buruk dari salah satu mata kuliah. Karena aku sering bolos. Aku harus kehilangan dompet dan uang ratusan ribu. Aku harus melalui masa pahit bersama keluargaku.

Ketika ayahku dan pamanku harus mendekap dipenjara selama dua tahun lebih akibat kasus pemukulan yang seharusnya gak bersalah. Aku tau ayah gak bersalah, dia hanya menyelamatkan pamanku. Paman adalah saudara kandungnya ayah. Karena dia menyelamatkan istrinya dari perselingkuhan dari sang sopir. Dia seorang yang dipukuli ayah yang tak lain adalah sopirnya pamanku. Ayah sudah gak tahan atas pengakuan pamanku yang memergoki istrinya berdua di kamar melakukan hubungan suami istri yang bukan muhrimnya. Na' Uzubillah. Perzinaan gak boleh dibiarin seperti itu bukan. tapi paman gak berani melawan laki-laki itu, dia hanya pingsan ketika melihat kejadian langsung di depan matanya.

Meski ayah main hakim sendiri, tapi klo dibiarin seperti itu akan semakin jatuh ke dosa paling besar, dosa yang paling besar apalagi orang sudah berumah tangga. Masih adakah kata ampun bagi orang seperti itu, ayah dan pamanku yang gak bersalah itu justru dijerumuskan ke penjara. Dimana sisi keadilan negeri ini, yang bersalah, yang berzina, justru itu yang dibenarkan. Hukum negeri ini hanya butuh bukti semata, kalo orang lagi berzina apa itu bisa dinyatakan bukti yang bisa diperlihatkan untuk umum??"

Di mana hati nurani para hakim-hakim itu, membela yang salah. Apa mesti dengan rekaman video baru bisa percaya. Terus klo gak punya alat rekam, atau gak sempat merekamnya. Apa itu gak cukup masuk akal. Wahai para pelaku hukum?? Walaupun aku udah membuka aib keluargaku, tapi gak ingin kejadian itu terulang bagi orang lain.

Selain itu, cobaan terus datang kepadaku, sore itu menjelang mahgrib aku pulang dari tempat biasa, dari danau menghabiskan waktu bersama. Aku mengalami kecelakaan, aku korban tabrak lari ketika aku menyeberangi jalan raya. Semenjak itu, Aswar punya firasat sebelumnya dia seperti gak mengijinkan ku menyemberangi jalan raya sendirian, padahal sebelum-sebelumnya, dia slalu mengantarku. Maklum sore itu sangat ramai di saat orang-orang pulang kerja.

Penabrak itu jatuh dan kemudian terlempar jauh bersama jauh. Kayaknya dia gak pa-pa sih, justru dia memarahiku, salahnya sih larinya sih kencang banget, hingga aku gak melihatnya dari belakang mobil, dan mobil itu sejak tadinya berhenti, tapi motor itu dari arah belakang, tiba-tiba menghantamku, menghantam kepalaku. Namun saat itu aku jatuh dan kepalaku jadi pusing banget tapi masih sempat aku berdiri. Saat itu, luka aku gak cukup parah.

Namun luka di kepalaku, mengeluarkan darah hingga teman-temanku sekilas membantuku mengobatinya, hanya lecet dibagian lenganku karena saat itu aku memakai jaket hingga gak sampai begitu parah, terus jam tangan yang aku pake, jadi pecah sih menghantam aspal. Sempat aku mau di bawa ke rumah sakit terdekat tapi aku gak mau, aku gak ingin keluargaku tau kalo aku habis kecelakaan, aku juga memiliki keluarga dekat di sini tapi aku gak berani memberi tahunya, pasti dia akan mengintrogasiku kok bisa terjadi, aku dari mana, aku bersama siapa. Karena mereka gak menginginkan aku pacaran. Mereka mengatakan aku harus konsentrasi kuliah. Tapi, aku gak menurutinya, jadi aku harus backstreet. Dan aku juga gak ingin membuat mama jadi khawatir memikirkanku, apalagi ayah. Aku gak ingin membuat mama menjadi stress mikirin aku dan ayah.

Saat itu, sesampai aku di rumah kost, aku langsung menghubungi Aswar yang masih di jalan pulang, dia sempat panik, tapi aku jadi berharap dia kembali tapi aku juga gak mengijinkanya. Kasihan juga sih dia, harus kembali lagi, apalagi udah masuk waktu shalat maghrib. Dan sekarang efek kepalaku yang terbentur di bagian setir motor, aku harus merasakan sakit kepala yang cukup parah. Hanya luka ringan tapi efeknya lebih besar, saat itu pula aku baru selesai menyelesaikan ujian semester. Dan aku masih sementara ujian untuk beberapa hari ke depannya saat kecelakaan itu terjadi.

Tepat pada hari Sabtu kejadiannya. Aku terbaring lemah selama sehari penuh di hari minggu itu. Dan hari senin pun kemudian aku harus memaksakan diri ke kampus ikut ujian kembali, rasa sakit itu sangat mengganggu konsentrasiku. Kepalaku masih tetap diperban sampai beberapa hari kemudian.

Sepenggel kisah ini, gak seberapa banyak cobaan yang harus aku tanggung saat itu. Aku juga memikirkan gimana bisa aku terus melanjutkan kuliah di saat ayah gak bekerja lagi. Aku sempat putus asa, dan sempat terpikirkan untuk berhenti aja. Aku gak mungkin melanjutkannya tanpa uang, aku juga butuh makan, butuh pembayaran rumah kost-an, Aku malu memiliki ayah di penjara, pemikiran pertama kalo orang-orang tau pasti mereka mengira orang yang dipenjara itu adalah orang jahat yang bersalah. Makanya aku gak pernah memberi tau teman-temanku. Tapi, Aswar tau tentang apa yang terjadi dengan keluargaku.

Tapi kami gak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya butuh kesabaran dan jalan terbaik agar aku bisa terus melanjutkan pendidikan sampai selesai, dan aku juga memikirkan Aswar ketika aku harus meninggalkan kota ini, berarti aku harus meninggalkan dia juga. ini gak boleh terjadi, pasti ada jalan keluarnya, pasti ada solusinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 10 Miliar Menjadi Pelakor
8.3
Demi membiayai operasi ginjal sang ayah, Calla terpaksa mendatangi sebuah klub malam. Di sana, ia bertemu Lucian Donovan yang menawarkan uang 10 miliar rupiah. Syaratnya, Calla harus merusak pernikahan Caspian Hawthorne. Calla terkejut saat tahu Caspian adalah pria culun yang dulu ia abaikan sewaktu SMP. Kini, Caspian telah menjelma menjadi miliarder dingin yang berkuasa. Terdesak kemiskinan, Calla pun bimbang memilih antara harga diri atau menjadi pelakor demi bertahan hidup.
Sampul Novel Berakhir Menjadi Tawanan
9.5
Demi menghidupi adik-adiknya di ibu kota, Liana rela melakoni pekerjaan apa pun, mulai dari berpindah kontrakan hingga menjadi pacar sewaan. Namun, kehidupannya yang penuh perjuangan mendadak kacau setelah ia bertemu dengan Arsen, pemilik kos barunya. Sosok pria misterius ini tidak sekadar mengusik ketenangannya, tetapi juga menjebak Liana dalam situasi rumit. Kini, Arsen menjadi ancaman sekaligus penentu masa depan Liana.
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Janda
8.7
CEO muda sukses, Rio Darmawan, merasa jenuh dengan tekanan perjodohan dari keluarganya yang terus-menerus. Ia selalu menolak calon pilihan orang tuanya karena tidak ada yang cocok. Namun, segalanya berubah saat ia terpikat oleh Denanda Kusuma, seorang ibu tunggal yang mandiri. Walau hubungan mereka ditentang keras oleh keluarga besar, Rio bertekad kuat memperjuangkan cintanya. Kini ia menghadapi pilihan sulit antara mengikuti kata hati atau tunduk pada tuntutan keluarga.
Sampul Novel Fragile Heart (Hati yang Rapuh)
8.0
Kehidupan Jasmine runtuh ketika sang kekasih pergi tanpa penjelasan. Setelah bertahun-tahun berupaya menyembuhkan luka dan melupakan masa lalu, takdir mempertemukannya kembali dengan Xavier, pria yang mencampakkannya. Rasa sakit Jasmine kian mendalam saat menyadari Xavier kini menjadi calon suami kakak kandungnya sendiri. Ia pun terjebak dilema besar antara memendam perasaannya atau merusak kebahagiaan sang kakak demi cinta masa lalunya yang kelam.
Sampul Novel Hanya Suami di Atas Kertas
8.0
Agnes Permatasari harus merelakan rumah tangganya hancur. Pernikahannya dengan Rama Pratama kandas akibat tekanan dari ibu mertua serta ipar yang toksik. Setelah perceraian itu, Rama langsung menikahi perempuan kaya pilihan ibunya. Di tengah status barunya sebagai janda, Agnes menjadi sasaran hinaan dan cemoohan orang-orang sekitar. Kini, ia harus berjuang keras menentukan arah hidupnya. Mampukah Agnes bangkit dan bersinar, atau justru semakin terpuruk dalam kehancuran?
Sampul Novel Hari Pamermu, Hari Kematianku
8.9
Demi menyelamatkan diri dari kemiskinan dan kejaran musuh saat Andre bangkrut, tokoh utama memilih memutuskan hubungan dan berpaling ke pria kaya lain. Meski Andre memohon dan menyatakan tidak bisa hidup tanpanya, penolakan kejam dengan siraman wiski akhirnya mengusir pria itu pergi. Enam tahun berlalu, Andre kembali ke Jalan Wandara sebagai taipan keuangan sukses Kota Yorin. Berniat memamerkan tunangan barunya sebagai pembalasan dendam, Andre justru harus menghadapi kenyataan pahit bahwa wanita yang dicarinya telah meninggal dunia tepat di hari kepulangannya.