APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terlalu Lelah Untuk Bertahan

Terlalu Lelah Untuk Bertahan

Demi menyambung hidup anaknya, Liana terpaksa mengais sisa makanan di pasar. Alih-alih dibantu, ia malah diberi nasi basi oleh Nina, sang mertua yang kejam. Penderitaannya kian lengkap akibat sikap dingin Damar, suaminya yang justru menuduhnya sebagai penyebab masalah keuangan keluarga. Di tengah kelaparan dan kepedihan mendalam, Liana sadar harus keluar dari lingkaran ini. Rasa lelahnya kini berubah menjadi tekad kuat untuk bangkit demi masa depan sang buah hati.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari-hari setelah pertemuan singkat dengan pria yang membeli kalung tua itu, kehidupan Liana terasa sedikit lebih ringan. Meskipun uang yang ia dapatkan tidak cukup untuk mengubah keadaan secara drastis, rasanya seperti angin segar yang menerpa wajahnya yang lelah. Liana tahu bahwa dunia tidak selalu akan memberinya jalan yang mudah, tetapi hari itu ia merasakan sedikit keberuntungan yang memberi secercah harapan.

Namun, tidak semua yang tampak baik di luar adalah kenyataan yang indah. Damar masih tidak berubah. Setiap kali ia pulang, ia selalu tampak terpisah dari dunia keluarga mereka, mengabaikan istrinya yang seolah-olah tidak lagi menjadi bagian dari hidupnya. Seperti biasa, ia duduk di meja makan tanpa memperhatikan Liana atau anak mereka, Nadya.

Pagi itu, seperti biasa, Damar keluar rumah dengan ekspresi datar, dan tanpa sepatah kata pun, Liana menatap kepergiannya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Ada campuran antara kecewa, marah, dan bingung. Ia tak mengerti mengapa suaminya bisa begitu acuh tak acuh terhadapnya dan Nadya. Namun, ia tahu satu hal-ia tidak bisa lagi terus menunggu dengan harapan kosong.

"Jangan terlalu lama, Nak," bisik Liana pada Nadya yang sedang bermain dengan bonekanya. "Ibu akan pergi ke pasar sebentar lagi."

Anak itu mengangguk, meskipun ia belum sepenuhnya mengerti situasi yang sedang terjadi. Liana merasa bersalah karena tidak bisa memberikan kehidupan yang layak untuk anaknya. Tidak ada pelukan hangat dari suaminya, tidak ada perhatian dari orang-orang yang seharusnya mengasihinya. Hanya ada dirinya dan Nadya yang saling bergantung satu sama lain.

Namun, hari ini berbeda. Liana merasa ada sesuatu yang harus diubah dalam hidupnya. Ia tidak bisa lagi hidup dengan terjebak dalam rasa takut, dalam bayang-bayang ketidakpastian. Ada kekuatan dalam dirinya yang mulai tumbuh, meskipun lambat, tetapi pasti. Ia merasa bahwa untuk pertama kalinya, ia bisa mengendalikan nasibnya.

Sejak pagi, ia sudah merencanakan sesuatu yang berbeda. Liana berjalan menuju pasar dengan langkah yang lebih pasti. Ia tahu bahwa ia tidak bisa mengandalkan siapa pun selain dirinya sendiri. Ia harus mencari cara agar hidupnya tidak terperangkap dalam rutinitas yang sama, perasaan yang sama, ketidakpedulian yang sama.

Di pasar, Liana berjalan lebih cepat dari biasanya, memandang setiap penjaja yang menjual berbagai macam barang dengan cara yang lebih tajam. Ia merasa dirinya lebih hidup. Hanya dalam beberapa hari ini, setelah bertemu dengan pria yang membeli kalungnya, ia merasakan seperti ada harapan yang muncul di dalam dirinya. Setiap langkahnya lebih mantap, lebih percaya diri, meskipun ia tahu tantangan yang menanti.

Ketika ia melewati sebuah toko kecil yang terletak di sudut pasar, matanya tertuju pada papan iklan yang menggantung di depan toko tersebut. "Dibutuhkan Pekerja Serabutan." Ada kesempatan, pikirnya. Liana mendekati toko itu dengan rasa gugup, tapi tekadnya mengalahkan rasa takut yang selalu menghalangi dirinya.

Seorang wanita paruh baya yang mengenakan celemek kotor melihat Liana dengan pandangan penasaran saat ia menghampiri.

"Apakah kamu tertarik untuk bekerja di sini?" tanya wanita itu, menyadari bahwa Liana sedang menatap papan iklan dengan penuh perhatian.

Liana menelan ludah. "Saya tertarik. Apa pekerjaan yang ditawarkan?"

Wanita itu tersenyum, meskipun senyum itu terlihat sedikit lelah. "Kami membutuhkan seseorang untuk membantu di dapur, membersihkan, dan melayani pelanggan. Kerjaannya tidak berat, tapi tentu saja memerlukan tenaga."

Liana berpikir sejenak, menilai apakah ia mampu mengemban pekerjaan ini. Namun, kebutuhan mendesak untuk mendapatkan penghasilan membuatnya menerima tawaran itu tanpa banyak berpikir lagi. "Saya siap untuk itu," jawabnya dengan suara penuh tekad.

Wanita itu mengangguk dan memberi instruksi agar Liana kembali ke toko keesokan harinya untuk mulai bekerja. Liana merasa hatinya berdegup kencang, merasa sedikit cemas tentang apa yang akan terjadi. Namun, ada perasaan bangga yang mulai tumbuh di dalam dirinya. Akhirnya, ia merasa seperti memiliki kendali atas hidupnya, sesuatu yang sebelumnya tampak jauh dari jangkauannya.

Keesokan harinya, Liana kembali ke toko yang menawarkan pekerjaan itu. Ia mengenakan pakaian sederhana yang sudah agak usang, namun ia merasa sedikit lebih percaya diri. Sesampainya di sana, wanita yang ia temui kemarin, yang bernama Ibu Tania, memberinya tugas pertama-membersihkan meja dan menyiapkan bahan-bahan untuk memasak.

Meski awalnya tampak berat, Liana merasa ada rasa puas setelah menyelesaikan setiap tugasnya. Dulu, ia hanya merasakan beban dan keputusasaan, tetapi kini, ada sedikit rasa pencapaian dalam dirinya. Meskipun pekerjaannya berat dan penghasilannya tak seberapa, Liana merasa bahwa ini adalah langkah pertama untuk memperbaiki kehidupannya. Tidak ada lagi rasa takut atau cemas tentang bagaimana ia akan bertahan hidup. Ia tahu sekarang bahwa ia bisa melakukannya, bahwa ia mampu mengubah keadaan.

Namun, ada satu hal yang masih terus menghantuinya. Meskipun Liana mulai menemukan sedikit harapan, hubungan dengan Damar semakin jauh. Setiap kali ia pulang dari bekerja, Damar tampak lebih sibuk dengan urusannya sendiri. Liana merasa semakin terasingkan dalam rumahnya sendiri. Ia tidak tahu seberapa lama lagi ia bisa bertahan dalam pernikahan yang penuh ketegangan ini.

Tapi Liana tahu satu hal-meskipun suaminya tidak peduli, meskipun mertuanya terus memperlakukannya dengan hinaan, ia tidak bisa menyerah. Nadya membutuhkan ia untuk tetap kuat. Ia sudah menemukan kekuatan dalam dirinya yang sebelumnya tidak ia sadari. Liana tidak akan membiarkan hidupnya dikendalikan oleh ketidakpedulian orang lain.

Setiap malam, ketika ia terbaring di ranjang yang sempit, Liana berjanji pada dirinya sendiri. Ia akan terus berjuang, meskipun jalan yang harus dilalui penuh dengan kesulitan. Ia tahu bahwa suatu hari nanti, ia akan menemukan kebahagiaannya sendiri. Dan saat itu tiba, ia akan lebih siap dari sebelumnya.

Ia menutup mata, menarik napas dalam-dalam, dan tidur dengan sedikit harapan baru. Karena untuk pertama kalinya, Liana merasa bahwa ia tidak hanya hidup untuk bertahan, tetapi untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel I Love You, Om
8.2
Pasca ditinggal pergi sang ayah tanpa kejelasan, hidup Vina berubah. Mahasiswi ini dititipkan untuk magang di perusahaan milik sahabat ayahnya. Selama tinggal bersama, kedekatan yang terjalin justru memicu perasaan yang tidak biasa. Vina jatuh cinta pada pria berumur 29 tahun itu. Di tengah badai emosi dan perbedaan usia, ia kini dihadapkan pada pilihan sulit: akankah ia tetap bertahan memperjuangkan cintanya, atau memilih melangkah pergi?
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Sampul Novel Kembalinya Marsha yang Tercinta
9.5
Pasca didepak dan direndahkan karena terbukti bukan putri kandung, Marsha difitnah sebagai anak petani oleh pewaris asli yang culas. Padahal, ayah kandungnya adalah miliarder nomor satu, lengkap dengan saudara-saudara hebat yang siap memanjakannya. Marsha sendiri sebenarnya pengusaha mandiri yang sukses. Begitu mantan kekasih yang angkuh mendepaknya, sesosok pria misterius yang sangat berpengaruh hadir melindunginya sekaligus membungkam semua orang yang pernah menghinanya.
Sampul Novel Kisah Heroik Sang Menantu
9.6
Baru sehari menikah, sang protagonis langsung menyaksikan kebrutalan di kediaman Keluarga Kuncoro saat ayah mertuanya menyiksa sang ibu mertua. Alih-alih dihargai karena mencoba melerai, ia justru dicaci dan diperkenalkan pada tradisi kekerasan keluarga tersebut. Namun, ketika suaminya sendiri mencoba melakukan tindakan fisik yang sama terhadap dirinya, ia tidak merasa takut. Momen penindasan ini justru menjadi kesempatan emas yang ia tunggu-tunggu untuk membongkar kekuatan super rahasianya.
Sampul Novel Lima Tahun Usai Berpisah
8.0
Tiga tahun membina rumah tangga tanpa anak memaksa Lisa memilih antara dipoligami atau berpisah. Janji setia Farhan sirna setelah pertunangan rahasianya terbongkar, membuat Lisa murka dan memutuskan pergi. Lima tahun berselang, takdir mempertemukan mereka lagi saat Farhan menjadi bos baru Lisa. Keadaan kian pelik ketika Farhan bersua Davin, putra Lisa, dan menyadari bahwa mantan istrinya itu sedang mengandung saat mereka bercerai dahulu.
Sampul Novel Look at Me, Elle
8.3
Demi menyatukan kembali keluarganya yang sempat terpisah, Leonathan terus mendekati Brielle. Ia meminta Brielle memikirkan tumbuh kembang anak mereka yang memerlukan figur ayah. Namun, luka mendalam membuat Brielle bersikap keras. Baginya, Leonathan telah tiada karena selama tiga tahun ini ia sanggup membesarkan anaknya sendirian. Walau terus ditolak dan diusir, Leonathan bertekad pantang pergi sebelum membawa istri dan anak kandungnya pulang bersama.