APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Pesona Sang Pembantu

Terjerat Pesona Sang Pembantu

Alya memutuskan merantau ke Jakarta demi mencari biaya pengobatan ibunya. Ia bekerja menggantikan posisi sang ibu sebagai asisten rumah tangga di rumah mewah milik pasangan Aris dan Lina. Namun, niat tulus Alya untuk bekerja justru menyeretnya ke dalam konflik yang sangat rumit. Di tengah kemewahan tempatnya bekerja, kehidupan sederhana gadis ini seketika berubah drastis akibat terjebak dalam pusaran masalah yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aris menghampiri Lina dengan senyum lebar, mencoba bersikap setenang mungkin. "Hai, sayang. Kenapa pulang lebih awal?"

Lina menghela napas, melepas sepatunya dan meletakkannya di rak. "Tadi ada rapat yang dibatalkan, jadi aku pikir lebih baik pulang saja. Lagipula, aku sudah cukup lelah hari ini."

Alya yang masih bersembunyi di balik pintu, menahan napasnya. Dia bisa mendengar setiap kata yang diucapkan Lina, dan ketakutan akan ketahuan membuat tubuhnya kaku.

"Oh, begitu," sahut Aris, mencoba mengalihkan perhatian Lina dari arah kamar tidur. "Mau aku buatkan teh? Kamu kelihatan lelah sekali."

Lina tersenyum lemah, mengangguk setuju. "Itu ide bagus. Terima kasih, Aris."

Alya memanfaatkan momen itu untuk cepat-cepat merapikan diri. Dia memberanikan diri keluar dari kamar, melangkah pelan menuju pintu belakang dapur, berharap bisa pergi tanpa ketahuan. Namun, langkah kakinya terhenti ketika mendengar suara Lina memanggil namanya.

"Alya, kamu di mana?" suara Lina terdengar dari ruang tamu.

Alya menelan ludah, mencoba menenangkan dirinya sebelum menjawab. "Iya, Bu. Saya di dapur," jawabnya, berusaha menjaga suaranya tetap stabil.

Lina berjalan menuju dapur, dan Alya segera berbalik, berpura-pura sedang membereskan piring. Ketika Lina masuk, Alya menundukkan wajahnya, tidak berani menatap langsung ke arah majikannya.

"Kamu kelihatan pucat, Alya. Apa ada yang tidak beres?" tanya Lina dengan nada khawatir.

Alya menggeleng cepat. "Tidak, Bu. Saya hanya sedikit lelah."

Lina mengangguk, tampak berpikir sejenak. "Kalau begitu, setelah ini istirahatlah. Kamu sudah bekerja keras."

"Terima kasih, Bu," jawab Alya dengan lirih.

Lina tersenyum dan kembali ke ruang tamu, meninggalkan Alya yang masih terguncang oleh ketegangan tadi. Setelah yakin Lina sudah cukup jauh, Alya menghela napas lega, namun hatinya masih terasa berat. Dia tidak tahu berapa lama lagi bisa terus menjalani kehidupan seperti ini, terperangkap antara kewajiban dan kehancuran moral.

**Malam yang Sama**

Malam itu, setelah Lina tertidur, Aris kembali ke kamar Alya. Tidak seperti biasanya, malam ini dia tidak mengajak Alya ke kamar atau ruang kerjanya. Sebaliknya, dia mendekati Alya dengan ekspresi serius.

"Alya," panggilnya pelan, namun tetap dengan nada yang penuh kendali. "Kita harus lebih hati-hati. Lina hampir saja menemukan kita tadi."

Alya mengangguk pelan, tidak tahu harus berkata apa. Ada perasaan lega karena Aris menyadari risiko, tetapi juga ketakutan akan masa depan yang semakin suram.

"Aku akan pastikan kita tidak ketahuan," lanjut Aris. "Tapi kamu juga harus lebih waspada. Jangan sampai Lina mencurigai sesuatu."

Alya hanya bisa mengangguk lagi. Dia tahu bahwa situasi ini semakin berbahaya, tetapi dia tidak punya pilihan lain. Dia harus tetap melayani Aris demi ibunya.

Aris mendekat, mengangkat dagu Alya agar mata mereka bertemu. "Ingat, Alya, aku melakukan ini karena aku peduli padamu. Aku ingin kamu dan ibumu tetap aman."

Kata-kata itu membuat Alya merasa semakin terjebak. Aris tidak hanya mengendalikan tubuhnya, tetapi juga pikirannya. Dengan sentuhan lembut dan kata-kata manis, pria itu membuatnya merasa seolah-olah tidak ada jalan keluar selain menuruti semua permintaannya.

"Aku akan pastikan ibumu mendapatkan semua yang dia butuhkan," bisik Aris sebelum menunduk mencium bibir Alya dengan lembut.

Alya menutup matanya, merasakan air mata menggenang di sudutnya. Dia tahu ini salah, tetapi saat ini, dia merasa tidak punya kekuatan untuk melawan.

Malam itu, sekali lagi, Alya menyerahkan dirinya kepada Aris. Desahan nafsu mereka memenuhi kamar, namun di balik itu semua, hati Alya semakin tenggelam dalam kegelapan yang dia sendiri tidak tahu bagaimana cara keluar darinya.

**Beberapa Hari Kemudian**

Hari-hari berlalu dengan ketegangan yang terus meningkat. Alya merasa semakin sulit untuk menjalani rutinitas sehari-hari tanpa merasa cemas setiap kali dia melihat Lina. Ketakutan akan ketahuan terus menghantuinya, dan setiap malam dia berdoa agar semua ini segera berakhir.

Namun, Aris sepertinya tidak memiliki niat untuk mengakhiri hubungan terlarang mereka. Malah, pria itu semakin berani, mengajak Alya ke kamar saat Lina sedang di rumah, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Alya yang awalnya hanya merasa terjebak, kini mulai merasakan desakan nafsu yang tak terbendung setiap kali Aris menyentuhnya.

Suatu malam, ketika Lina sedang menghadiri acara di luar kota, Aris mengajak Alya ke kamarnya. Tanpa basa-basi, Aris mencumbu Alya dengan penuh gairah. Tangannya yang kuat menjelajahi tubuh Alya, membuat desahan lembut keluar dari bibirnya.

"Aris...," desah Alya, setengah berusaha menolak namun tubuhnya tidak bisa menahan reaksi terhadap setiap sentuhan Aris.

"Alya, jangan melawan... Nikmati saja," bisik Aris, suaranya berat penuh nafsu.

Alya tahu dia tidak bisa melawan. Tubuhnya sudah terlanjur merespon setiap sentuhan pria itu. Dia hanya bisa menyerah, membiarkan desahan demi desahan keluar dari bibirnya saat Aris membawanya ke puncak kenikmatan yang selama ini membuatnya merasa terjebak dalam dosa.

Desahan mereka semakin keras, memenuhi kamar dengan suara-suara yang seharusnya tidak pernah terdengar di rumah ini. Namun malam itu, tidak ada yang menghentikan mereka. Alya dan Aris terhanyut dalam gelombang gairah yang tak bisa mereka kontrol.

Setelah semua selesai, Alya terbaring di samping Aris dengan pikiran yang kembali dipenuhi oleh rasa bersalah. Dia memalingkan wajahnya, menatap langit-langit kamar yang tampak begitu asing sekarang.

"Aku benci diriku sendiri," bisiknya pelan, hampir tak terdengar.

Aris, yang masih terengah-engah di sampingnya, tidak mendengar bisikan itu. Dia hanya menarik Alya ke pelukannya, membiarkan gadis itu bersandar di dadanya.

"Jangan khawatir, Alya. Aku akan selalu menjagamu," kata Aris dengan suara tenang, seolah-olah semua yang terjadi adalah hal yang wajar.

Tapi bagi Alya, janji itu justru terasa seperti belenggu yang semakin erat mengikat dirinya. Dia terjebak dalam situasi yang tidak pernah dia bayangkan, dan satu-satunya cara untuk keluar adalah dengan merelakan bagian dari dirinya sendiri yang hilang dalam proses ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dipaksa Menikahi Mafia Kejam
9.1
Niat baik Grazella Elnara Wesley menolong orang asing berujung petaka. Dia dipaksa menikah oleh Gabriel Leonard Mattew, bos mafia kejam asal Italia yang terobsesi padanya karena kemiripan fisik dengan masa lalunya. Meski terjebak di dunia Leon yang keji, mahasiswi psikologi ini bertekad melindungi hatinya. Sembari berjuang demi kesembuhan sang adik, Grazella harus bertahan menghadapi kekejaman pria yang merasa dirinya tuhan tersebut.
Sampul Novel Mantra Cinta
8.7
Tiga hari menjelang pernikahan, dunia Tasya runtuh karena perselingkuhan Ravi, sang tunangan. Setelah sebulan tenggelam dalam kesedihan, ia tak sengaja menemukan akun Twitter misterius @yourwitch yang menawarkan kutukan. Iseng, Tasya meminta agar mantan kekasihnya itu menjadi impoten. Tak diduga, Ravi tiba-tiba mendatangi apartemennya dengan ketakutan. Sambil bersimpuh memohon maaf, ia mengaku kehilangan kejantanannya akibat karma instan yang aneh.
Sampul Novel My Lovely Teacher
8.7
Zayn Abidzar, murid SMA bermasalah dengan keluarga yang retak, hampir menyelesaikan sekolahnya. Takdir mempertemukannya dengan Evelyn Green, seorang guru muda, lewat kejadian tak terduga. Pertemuan itu membuat mereka saling berbagi kepedihan masa lalu, termasuk pengkhianatan yang melukai Zayn. Perlahan, cinta terlarang tumbuh di antara guru dan murid ini. Mereka pun terpaksa menyembunyikan hubungan ini dari lingkungan sekolah. Sanggupkah keduanya bertahan tanpa ketahuan?
Sampul Novel Naughty Neighbor
8.0
Demi menyambung hidup dan menghindari gosip tetangga, Rania Swaraswati bekerja dari rumah sebagai peretas profesional berpenghasilan tinggi. Namun, ia tidak menyadari bahwa Zean, tetangga baru berpenampilan sempurna yang tinggal di depan rumahnya, diam-diam selalu mengawasinya. Saat hubungan keduanya semakin dekat, Rania mulai lengah. Kelalaian dalam menjaga rahasia pekerjaan ini pun berujung fatal, mengundang bahaya besar yang kini mengancam keselamatan nyawanya.
Sampul Novel Terjebak dengan sang CEO
8.6
Akibat jebakan sang mantan, seorang wanita terpaksa melewati malam bersama pria asing. Sebagai bentuk balas dendam, ia berani menikahi lelaki misterius tersebut demi memanfaatkan status barunya di tengah badai skandal sang suami. Walau terus dikhianati, ia mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah dan pergi. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Ia pun heran mengapa sang CEO masih terus mengejar dan mengusik kehidupannya.
Sampul Novel Tumbal Pernikahan
9.6
Bagi Amanda, pernikahan bukanlah penyatuan cinta, melainkan belenggu paksaan yang menyiksa. Sebagai istri yang sabar, dia rela mengesampingkan ego dan harga dirinya demi melunakkan hati sang suami yang dingin. Meski badai ujian dan konflik tiada henti menguji ketegarannya, Amanda tetap bertahan dan enggan menyerah. Akankah perjuangan tulusnya mampu meruntuhkan keangkuhan sang suami, atau justru sikap dingin itu akan bertahan selamanya?