APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Pesona Bodyguard

Terjerat Pesona Bodyguard

Karir menyanyi Aura Gracesyella Park terancam hancur setelah malam tak terduga bersama Axel Xavier. Ia memilih melarikan diri demi menjaga nama baiknya sebagai bintang pop. Namun, Axel mendadak muncul lagi sebagai pengawal pribadinya. Demi memantau kemungkinan kehamilan, keduanya terpaksa tinggal bersama secara rahasia. Di bawah intaian publik dan kejaran cinta Lionel, sanggupkah Aura menutupi hubungan gelap ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aura berjalan menuju restroom dengan tubuh sedikit oleng akibat alkohol meski tidak parah, hendak mencuci tangan setelah melahap french fries yang berminyak. Sebenarnya sebagai penyanyi Aura harus menghindari segala jenis makanan dalam bentuk gorengan untuk menjaga kualitas suara, tapi karena setelah ini waktunya liburan jadi Aura pikir tidak masalah melanggar kebiasaannya sesekali. Toh hanya makan sedikit!

Sedangkan di dalam sana semua orang masih asyik bercengkerama, bermain truth and dare sambil menenggak alkohol, termasuk Max yang awalnya hanya ingin minum sedikit namun ternyata selalu kalah dalam permainan hingga membuat pria itu hampir tumbang! Aura hanya bisa terkekeh saat melihat bodyguard yang biasanya tangguh ternyata tidak kuat minum banyak! Dan nyaris tidak sadarkan diri! Astaga!

Aura mengeringkan tangan dan baru hendak kembali ke ruangan saat tubuhnya disenggol seseorang, untung orang tersebut dengan sigap menyangga tubuhnya! Jika tidak, Aura pasti akan langsung mencium lantai! Aura tidak berani membayangkan betapa memalukannya jika hal itu sampai terjadi, benar kan?

“Maaf! Maafkan saya!”

“Tidak apa, saya juga minta maaf karena sedikit tidak fokus,” ucap Aura sambil membungkukkan tubuh, saat ini dirinya sedang berada di Korea, jadi itu adalah hal yang wajar. Lagipula Aura harus menyembunyikan wajahnya agar tidak ketahuan!

“Sekali lagi maaf,” ucap orang tersebut yang dibalas anggukan Aura.

Setelah itu Aura kembali ke ruangan dimana semua orang masih asyik bertingkah gila, bernyanyi dengan suara sumbang, dan melahap makanan yang disajikan terus menerus tanpa henti. Aura menggeleng pelan sambil tersenyum, menyeruput minuman miliknya yang masih tersisa sedikit.

‘Setelah ini aku akan kembali ke kamar untuk istirahat,’ putus Aura.

Setelah minumannya tandas, Aura langsung menghampiri Kang Ji Hwan, managernya, dan berucap sedikit kencang agar suaranya tetap bisa terdengar di tengah suara hiruk pikuk yang kian menggila. Seolah semua orang di dalam ruangan adalah orang-orang tuli!

“Aku kembali ke kamar dulu, okay? Tagihannya dibebankan ke kamarku saja,” ujar Aura yang dijawab anggukan sumringah Ji Hwan. Niatnya malam ini ingin berpesta dengan menggunakan uang perusahaan, tapi siapa sangka kalau Aura justru berbaik hati untuk membayarnya? Mentraktir mereka semua! Baguslah! Artisnya ini memang loyal dari dulu!

Aura menghampiri Max yang ternyata sudah pingsan! Tidak sadarkan diri! Tidur pulas!

‘Besok siang aku akan mengucapkan perpisahan dan terima kasihku pada Max karena sekarang pun percuma, pria itu sudah pingsan!’ batin Aura dengan senyum kecil.

Aura meninggalkan ruangan dengan tubuh sedikit sempoyongan. Aura sadar kalau dirinya sudah agak mabuk, maka dari itu dirinya memutuskan untuk meninggalkan ruangan, tidak ingin pingsan sepenuhnya di dalam sana. Bisa jadi bahan gossip nantinya!

Apalagi Max sedang tidak bisa menjaganya karena permintaan Aura sendiri yang menyuruh pria itu untuk ikut berpesta! Aura menggeleng, berharap dengan begitu kesadarannya kembali pulih, namun bukannya pulih tapi Aura merasa semakin oleng! Alkohol sudah mengambil alih kesadarannya meski hanya separuh.

Aura mengambil kartu kamar dari saku jaket dan melihat nomor kamarnya dengan susah payah, efek dari pandangan matanya yang kian buram. Saat ini Aura sangat ingin tidur. Serius, Aura ngantuk, lelah, ditambah lagi dengan efek alkohol, lengkap sudah!

Aura masuk ke dalam lift dan menekan nomor lantai. Tepat di depan pintu kamar Aura menempelkan akses card dan suara pintu terbuka membuat Aura mendesah lega, tanda kalau dirinya tidak salah kamar, namun yang Aura tidak sangka adalah ternyata di dalam kamarnya sudah ada seorang pria berdiri tegak di depan jendela, seolah sedang menunggu kehadirannya! Namun Aura tidak tau siapa pria itu. Pandangan matanya yang kian buram dan berbayang membuat Aura tidak bisa melihat dengan jelas!

***

Beberapa saat sebelumnya…

Axel menghubungi seseorang di seberang sana, entah siapa dan hanya berucap singkat,

“Aku ingin kau mengirim seorang wanita ke kamarku malam ini! Di hotel X dengan nomor kamar 2522,” pinta Axel, nada suaranya terdengar begitu memerintah.

“Okay, aku akan mengirimkannya sesegera mungkin.”

Telepon ditutup dan orang yang baru saja dihubungi Axel kembali menelepon seseorang.

“Kesempatan bagus. Aku memiliki pelanggan di hotel yang sama dengan wanita yang ingin kau singkirkan.”

“Oh ya? Berikan aku nomor kamarnya dan aku akan mengirim wanita sialan itu ke kandang buaya!” ucap seorang wanita, raut wajahnya penuh kebencian, menatap tajam ke arah Aura dengan sengit bagai musuh bebuyutan.

“2522 atas nama Axel Xavier.”

“Okay! Aku akan mengirim wanita itu ke 2522, biar saja dirinya diterkam buaya semalam suntuk! Aku ingin melihatnya hancur dalam sekejap mata!” ucapnya sadis.

“Jangan lupa bagianku karena sudah memberimu informasi sepenting ini, okay?”

“Bisa diatur! Sekarang aku akan meminta kunci duplikat 2522 ke receptionist.”

“Apa bisa? Bukankah harus ada konfirmasi langsung dari pemilik kamar? Aku tidak ingin kau membuat pelangganku curiga!”

“Tenang saja, aku memiliki banyak akal!”

“Terserah kau saja, tapi ingat jangan buat masalah, okay? Aku tidak ingin membuat pelanggan setiaku kabur karena ulahmu!” peringat sang mucikari tegas, mengingatkan hal yang paling penting baginya. Tidak ingin mengambil resiko.

Ya, bukankah akan rugi jika dirinya kehilangan pelanggan setia dan royal seperti Axel?

“Okay. Aku janji tidak akan merugikanmu.”

“Baiklah, aku akan pegang janjimu!”

Dan telepon pun ditutup membuat wanita itu bergegas melakukan rencananya sebelum targetnya kembali ke kamar. Dirinya harus mencari cara untuk memasukkan kunci kamar 2522 ke dalam saku Aura tanpa membuat wanita itu curiga. Bagaimanapun caranya!

Beberapa saat kemudian sepasang mata nyalang memandang penuh kebencian ke arah Aura yang hendak menuju restroom. Kesempatan bagus! Di tangannya sudah ada kunci duplikat dari kamar 2522, kunci yang baru saja didapatkannya dari receptionist.

Dengan akal bulusnya bukan hal yang sulit untuk mendapatkan kunci duplikat, dirinya hanya perlu berdusta sedikit dengan mengatakan kalau kuncinya tertinggal di dalam kamar hingga membuatnya tidak bisa masuk dan dalam sekejap mata, kunci duplikat sudah ada di tangannya! Cerdas kan?

Apalagi dirinya tau siapa nama pemilik kamar! Axel Xavier, nama yang bagaikan mantra. Tidak heran kalau pihak hotel mudah memberikannya tanpa banyak pertanyaan!

Dan kini dirinya hanya perlu mengintai sang target untuk menjalankan aksinya. Dari cara jalan wanita itu yang sedikit oleng, dirinya yakin kalau targetnya sudah mulai mabuk, meski masih memiliki kesadaran.

‘Bagus! Akan lebih mudah bagiku untuk memasukkan kunci kamar ini ke saku jaketnya!’ batin sang wanita licik dan melakukan rencananya!

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Sang Pewaris Genius
9.7
Yuvina pulang ke keluarganya sebagai pewaris sah yang tersisih. Pengorbanan identitas dan karyanya demi sang saudari angkat justru dibalas dengan sikap abai. Merasa dikhianati, ia memutus hubungan batin dan bangkit menjadi sosok jenius. Kini, Yuvina menguasai bela diri, dunia medis, desain, hingga delapan bahasa asing. Berbekal kemampuan luar biasa ini, ia bersumpah tak akan membiarkan siapa pun merendahkannya lagi. Pembalasan sang pewaris telah dimulai.
Sampul Novel Dendam seorang Janda
9.5
Kehidupan Mutia hancur setelah suaminya tewas dalam kecelakaan. Alih-alih mendapat simpati, ia malah difitnah menggoda pria beristri oleh keluarga mendiang suaminya, lalu diusir hingga mengalami insiden tragis yang merusak wajahnya. Lewat operasi rekonstruksi wajah, Mutia terlahir kembali dengan identitas baru. Kini, ia siap menuntut keadilan dan membalaskan dendamnya kepada setiap orang yang telah merusak hidupnya. Simak aksi berani Mutia dalam membalas rasa sakitnya.
Sampul Novel Gerhana
9.6
Pertikaian antara Gerhana Putri Alam dan preman sangar, Tangguh Langit Ramadhan, tak diduga memicu getaran asmara. Walau Tangguh bersikap cuek dan minder karena status Gerhana sebagai anak jenderal, sang gadis percaya ada ketulusan di hatinya. Meski Tangguh terus mengelak, Gerhana justru kerap menggoda rahasia pria itu yang kedapatan menyimpan fotonya. Akankah cinta mereka mampu mengatasi jurang perbedaan status sosial yang membentang?
Sampul Novel Hot Love - George & Regina
9.8
Akibat terlalu asyik memadu kasih hingga bangun kesiangan, George, seorang agen CIA, dan Regina dari KGB, gagal mengeksekusi misi pembunuhan presiden musuh. Kini, apartemen mereka dihujani tembakan dari helikopter Apache. Diburu oleh organisasi masing-masing serta tentara bayaran, sepasang kekasih ini harus berjuang menyelamatkan diri. Di tengah pelarian maut yang menegangkan, gairah membara tetap menyelimuti keduanya. Mampukah mereka bertahan dari kepungan global?
Sampul Novel Pendekar Pedang Patah
7.9
Pancaka, pemilik pedang legendaris tanpa bilah, adalah musuh yang ditakuti oleh seluruh golongan persilatan hitam maupun putih akibat aksi penghancurannya. Namun, kejayaan sang pendekar runtuh seketika setelah ia mengalami kekalahan telak. Secara misterius, ia terlempar kembali ke masa lalu. Kini, Pancaka dihadapkan pada pilihan hidup yang baru: memperbaiki perilakunya yang dulu atau justru tumbuh menjadi sosok yang jauh lebih kejam.
Sampul Novel Pendekar Pedang Terhebat
9.1
Zero, anak yatim piatu berumur sepuluh tahun, sering menjadi sasaran perundungan akibat mimpinya menjadi pendekar pedang luar biasa walau bakatnya sangat minim. Latar belakangnya yang misterius di bawah bimbingan Master Pedang pun kerap memicu kecemburuan rekan-rekannya. Begitu mengetahui bahwa ayah kandungnya merupakan sosok pendekar legendaris, tekadnya langsung berkobar. Zero kini harus berjuang keras melewati rintangan demi membuktikan kelayakannya meraih gelar tertinggi.