APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua

Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua

Ketenangan hidup seorang figur publik yang bersih dari gosip seketika runtuh setelah bertemu Thalita, anak kecil yang berniat membelinya. Kejadian itu membuat ayah sang bocah, Aksa Malvino Alexander, seorang duda kaya raya, mulai mengejarnya. Reputasi sang artis pun hancur akibat rumor viral karena status sosial Aksa yang luar biasa. Walau Aksa sangat narsis dan memaksa saat melamar, ia tetap kokoh menolak meski dicap bodoh karena menolak miliarder itu.
Bab
Bagikan

Bab 1

*Happy Reading*

"Tita mau beli Tante ini sekalian ya, Pah. Boleh, kan?"

Hah?!

Seketika, aku pun hanya bisa melongo di tempatku, mendengar permintaan seorang bocah perempuan yang tadi tiba-tiba saja menarik lenganku ke arah kasir, saat aku sedang melihat-lihat deretan jam di toko ini.

Aku tidak mengenal anak itu sama sekali. Melihatnya pun, baru hari ini. Lalu kenapa tiba-tiba dia ingin membeliku? Dia yang tidak bisa membedakan antara manusia dan benda bernama jam, atau ... memang aku ini yang mirip jam?

Yang benar saja. Aku ini model, loh! Masa disamakan dengan benda bulat berdetak begitu?

"Boleh kan, Pah? Yah?"

Aku hanya bisa menggaruk belakang leher yang sebenarnya tidak gatal. Saat lagi-lagi anak kecil itu menatap bapaknya dengan tatapan memelas, dan menanyakan hal aneh itu.

'Eh, bener kan dia bapaknya. 'Pah' itu berarti Papah, kan? Bukan Opah apalagi sampah. Ck, gak mungkin banget. Orang ganteng gitu kok bentukannya. Beneran jadi sampah juga pasti banyak yang mungut itu, mah. Gak perlu didaur ulang dan bisa langsung di pajang. Udah cocok banget pokoknya.'

Kini aku malah membatin tentang pria yang dipanggil 'Papa' oleh anak itu. Tanpa sadar terpesona pada wajahnya yang maskulin, dan tatapannya yang sangat meneduhkan.

Mendengar tanya anaknya, si Papa pun--Duh, maksud aku si papanya anak-anak--Eh, kok jadi papanya anak-anak, sih? Papanya tuh bocah! Astaga!

'Gusti ... kenapa jadi belibet gini omonganku? Tuh cowok hot banget, sih. Kan, aku jadi gak Fokus. Aduh ... aduh, bisa jongkok dikit gak sih, Pa? Gantengnya Papa kelewatan tinggi, tahu. Kan, jadi gak bisa fokus!'

Okeh, lupakan! Sepertinya aku mulai error gara-gara pria ganteng itu. Pokoknya, pria itu lalu berdehem sejenak sebelum melirik aku dan anaknya bergantian.

"Sayang, jangan gitu, dong. Tantenya bukan mainan. Mana bisa dibeli?"

'Ya ampun ... suaranya! Seksi banget! Kupingku Auto istighfar jadinya. Pokoknya jangan sampai aku khilaf dan malah lumer di dadanya minta beneran di bawa pulang. Aduh! Jaga image, Nur! Jual mahal dikitlah biar dikata elegant!'

Aku pun sekuat tenaga menahan diri agar tetap tenang di tempatku. Meski sudah sangat tidak fokus dengan keberadaan pria yang sangat menggoda iman itu.

Bukan aku murahan. Tetapi, bagaimana lagi? Meski aku terkesan cuek selama ini. Aku tetaplah wanita normal. Dan tentu saja, sebagai seorang wanita, aku juga suka melihat pria-pria tampan seperti bapaknya bocah itu. Aku tidak mau munafik.

"Tapi Tita suka, Pa. Tantenya cantik. Tita mau Tante ini aja yang gantiin mama, Pa. Dede bayi juga pasti suka punya mama baru kayak Tante."

Tunggu!

Mama baru? Dede bayi?

Mengerjap pelan, aku pun memaksa otakku mencerna ucapan bocah yang bernama Tita itu, secepat yang aku bisa.

'Gusti ... ini maksudnya apa? Si Papa maksudnya Duda, gitu? Udah Punya anak dua dan ... Ya ampun, jangan bilang nasibku akan seperti Intan.'

Nggak! Nggak! Nggak! Aku gak mau Nikah sama Duda! Buy one get three lagi, ya kan? Astaga! Kayak gak ada cowok single nganggur aja. Tuhan, jangan iseng, dong.

"Tapi--"

"Ekhem!" Tak ingin hanya berpangku tangan melihat si papa membujuk anaknya. Aku pun sengaja berdeham cukup keras, agar mendapat sedikit atensi mereka. Bagaimana pun, Ini juga menyangkut masa depanku, ya kan? Aku harus buka suara.

Tentu saja, keinginanku terkabul. Sedetik setelah aku berdehem. Anak dan bapak itu pun menoleh ke arahku. Membuat mataku pun tak sengaja bersirobok dengan mata si Papa dan ... 'Gantengnya ....'

'Fokus, Nur! Ingat buy one get three!' batinku pun berseru mengingatkan.

Benar. Aku gak boleh jatuh ke pesona si Papa, yang sialnya memang hot-nya minta di ajak bikin anak. Menyebalkan! Kenapa sih, cowok ganteng seperti ini selalu bekas orang?

"Sayang, Maaf, ya? Kayaknya Tante gak bisa memenuhi keinginan kamu barusan, buat jadi mama baru kamu dan dede bayi." Akhirnya aku ingat tujuanku berdehem tadi.

"Kenapa?" Bocah itu pun kembali bertanya dengan penasaran.

"Karena ...." Aku menggantung kalimatku, mencari alasan logis secepatnya sebagai jawaban. Sebab aku tidak mungkin jujur untuk alasan yang sebenarnya.

"Karena Tante udah punya tunangan," jawabku asal, mengikuti ide random yang melintas begitu saja di otak.

Tidak tanggung-tanggung. Demi meyakinkan bocah itu, aku pun mengangkat tangan kiriku, dan menunjukan sebuah cincin polos yang tersemat di jari manisku.

Sebenarnya, tidak ada yang istimewa dengan cincin itu. Hanya sebuah cincin mainan, hadiah dari ciki lima ribu yang dibawa si Nur (Nyonya Ammar) ke toko tempo hari. Karena lucu, dan seperti cincin emas putih sungguhan. Aku pakai aja. Siapa sangka, ternyata tuh cincin lumayan berguna hari ini?

Tolong ingatkan aku untuk membelikan hadiah buat kembaran aku itu, ya?

"Tante punya tunangan?" Bocah itu meminta konfirmasi lagi, yang langsung aku sambut dengan anggukan riang.

"Udah mau nikah?"

"Iya."

"Kapan?"

Eh? Kapan, ya? Kapan aku nikah? Maunya sih besok, tapi ... gebetan aja aku gak punya, gimana bisa menikah, coba? Haduh ....

"Minggu depan." Terlanjur berbohong. Maka sekalian aja tenggelam, ya kan? Toh, aku yakin. Setelah ini juga kami gak akan ketemu lagi. Jadi ya ... santai saja.

Mendengar jawabanku barusan, bocah itu pun mengerjap perlahan, sebelum kemudian menunduk sedih. Membuat aku sebenarnya tidak tega. Tapi ... mau bagaimana lagi?

Aku gak jelek-jelek amat sampai harus dapetin duda. Duda buntut satu sih, gak masalah. Nah ini, buntutnya sudah dua. Yang satu masih bayi lagi. Aku yakin gak bakal sanggup. Jadi, aku terpaksa harus kejam.

"Gitu ya? Ya udah deh. Tita cari mama lain aja."

Untungnya lagi bocah itu tidak sama seperti Si Bella. Karena kalau tuh bocah setipe dengan anak tirinya Intan. Yakin aku dia gak akan menerima begitu aja situasi ini, dan ... jawabannya pasti menyebalkan. Tahu sendiri bagaimana Bella. 'Bikin emosi' sudah jadi sifat permanennya.

Bocah itu akhirnya melepaskan tanganku, dan beringsut ke arah si Papa. 'Aduh, ini lidah gak bisa di kondisikan. Keenakan manggil Papa. Kayak pas aja gitu buat dijadiin panggilan sayang.'

Pria itu lalu merendahkan diri demi bisa menyambut putrinya. Menggendongnya segera dan membelai rambut indah Tita dengan tangannya yang bebas. Kok, aku iri, ya?

"Maaf kalau Tita sudah mengganggu waktu kamu," ucap pria itu lagi, menatapku teduh.

"Gak papa. Gak ganggu, kok. Cuma kaget aja tiba-tiba ada yang narik." Aku pun berusaha menjawab seramah mungkin.

Aku harus jaga image sebagai publik figur, kan?

"Iya, Tita memang--"

"Ekhem! Maaf ganggu. Tapi ... Dev, udah waktunya pergi."

Aku pun mendesah kecewa diam-diam. Saat Lika, asistenku tiba-tiba muncul dan menyela omongan si Papa begitu saja. Lebih dari itu, dia juga mengingatkan jadwal pekerjaan yang tidak bisa aku abaikan. Jadinya, mau tidak mau kami harus berpisah.

"Tante?" Belum sempat aku mencapai pintu toko, Tita memanggilku kembali.

"Ya?" sahutku refleks, menghentikan langkah dan menoleh ke arahnya kembali.

"Kalau Nikahnya batal, bilang, ya? Tita masih mengharapkan Tante sampai bulan depan."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Barter libido yuk, say !
8.8
Kenny Reagen dikenal sebagai pemuda tampan, berimage baik, dan pewaris perusahaan ekspedisi terkemuka. Namun di balik itu, dia menyimpan hasrat yang tak terduga. Ketika bertemu Cherry, dokter spesialis kandungan yang cantik dan berbudi pekerti luhur, Kenny nekat mengajukan tawaran liar: barter seks. Masalahnya, Cherry tengah tunduk dan setia pada pacarnya. Akankah ide gila dan tak masuk akal itu diterima? Atau justru mengubah hidup mereka selamanya?
Sampul Novel Luka Karena CINTA
8.6
Diandra, gadis desa jelita, terobsesi pada Robert hingga terjebak toxic relationship. Meski diselingkuhi dan dikasari saat LDR, ia sempat depresi dan memohon Robert kembali sebelum pria itu akhirnya kena karma. Di tengah kepedihan, hadir Louis, pemuda Jerman penyabar yang tulus mendekatinya. Mampukah Diandra melupakan masa lalunya demi bahagia bersama Louis?
Sampul Novel Pacarku Sagapung
8.1
Pertemuan di pesta topeng kafe membuat Jeff, seorang playboy pemikat, jatuh hati pada Anna. Usai melewati malam penuh gairah, mereka pun sepakat untuk berpacaran. Namun, Anna sama sekali tidak mengetahui niat terselubung kekasihnya. Jeff rupanya telah mempersiapkan daftar aktivitas intim yang menantang untuk mereka berdua. Kini, Anna terjebak dalam pusaran hasrat tak terduga bersama Jeff yang selalu mencari celah untuk membakar gairah cinta mereka.
Sampul Novel Perhitungan Pahit Seorang Istri
9.1
Banyu membohongiku soal kondisi genetik demi menghindari anak, tetapi ia malah menghamili Arini yang dipilih jadi ibu pengganti. Di belakangku, suamiku merancang pernikahan rahasia di Labuan Bajo dan memuja selingkuhannya. Mengetahui pengkhianatan ini, aku tidak akan tinggal diam. Sambil tetap berpura-pura menjadi istri yang setia, aku mulai menghubungi penyedia jasa khusus untuk melenyapkan mereka secara permanen.
Sampul Novel Pernikahan Suami di Rumah Mertua
8.2
Kemala dikhianati oleh Herdian yang memilih wanita lain. Penderitaannya kian berat akibat kekejaman serta keserakahan sang mertua. Sempat terpuruk meratapi nasib, teguran ayahnya menjadi titik balik bagi Kemala untuk bangkit melawan. Di tengah situasi bersuamikan pria yang tunduk pada hasutan ibunya, ia dipaksa mengambil sikap tegas. Mampukah Kemala bertahan dan menghadapi segala penindasan di rumah mertuanya tanpa menyerah?
Sampul Novel Setelah Talak Tiga
8.1
Secara hukum dan agama, suami yang telah menjatuhkan talak tiga tidak bisa langsung kembali pada istrinya karena ikatan pernikahan mereka telah sepenuhnya putus. Agar pasangan ini dapat rujuk dan membina rumah tangga lagi, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi. Sang mantan istri wajib menikah terlebih dahulu dengan laki-laki lain sebagai muhallil. Setelah pernikahan baru tersebut berakhir dengan perceraian, barulah mereka memiliki kesempatan untuk menikah kembali.