APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Kawin Kontrak Dengan CEO

Terjerat Kawin Kontrak Dengan CEO

Menghadiri pesta elit bersama Niko, sang sahabat, menjadi penyesalan terbesar bagi Nea. Keputusan itu justru menjebaknya dalam pernikahan kontrak dengan Aciel Cale, CEO raksasa konstruksi yang sangat berkuasa. Di saat banyak orang merasa iri dengan nasib baiknya, Nea justru merasakan hal yang berbeda. Menjadi istri dari pria berpengaruh tersebut bukanlah sebuah anugerah, melainkan awal dari mimpi buruk yang mengancam ketenangan hidup yang selama ini ia jalani.
Bab
Bagikan

Bab 2

Awal Petaka

Kekacauan hidup Nea dimulai saat Niko, sahabat Nea satu-satunya datang ke rumahnya. Nea sudah menyadari kehadiran Niko ke rumahnya bukan pertanda baik. Lihatlah saat ini Niko sedang berbincang dengan kedua orang tuanya, seakan mengambil hati orang tua Nea.

“Cih! Gayanya sok jadi anak lemah lembut,” cibir Nea melihat Niko yang terlihat kalem dibanding biasanya.

“Biasanya kayak topeng monyet aja pun berlagak jadi anak kalem.”

Nea sudah muak melihat Niko yang sedang berpura-pura. Ia memilih duduk di teras menikmati angin sore yang sejuk. Menjadi kebiasaan Nea jika tidak kerjaan di sore hari, ia akan duduk sambil menikmati angin yang membelai wajahnya.

“Nea,” panggil Niko saat gadis itu melewatinya.

“Ya?” Oleh karena Niko memanggilnya, Nea menoleh dengan sebelah alisnya terangka.

“Aku mau ngomong sama kamu,” ucap Niko memberi kode pada Nea untuk keluar terlebih dahulu.

Nea memutar bola mata malas dan berjalan ke teras rumah terlebih dahulu. Ya, memang awalnya ia ingin duduk di teras.

“Om Tante, Niko izin keluar dulu ya?” ucap Niko lembut, sembari berdiri membungkukkan tubuhnya.

“Ada apa?” sembur Nea saat Niko keluar dari rumah.

Lelaki itu duduk di sebelah Nea dan menghirup udara segar. Rumah Nea terbilang sejuk karena di kelilingi oleh pepohonan yang menjulang tinggi. Ia begitu fokus menikmati udara sejuk ini dan mengabaikan tatapan Nea padanya.

“Tumben seorang Niko datang ke rumah kecil Aku.” Lagi dan lagi Nea menyudutkan Niko yang bahkan belum mengeluarkan satu patah kata pun.

“Dasar Gemini, kebiasaan nuduh orang mulu. Aku kangen sama Putri Gemini,” ucap Niko sembari tersenyum manis.

Nea rasanya ingin muntah melihat ekspresi itu terlebih lagi pada panggilan Niko padanya. “Aku tahu kedatanganmu ke rumah ini pasti ada sesuatu. Mana mungkin seorang pangeran dari rumah besar datang ke rumah kecil ini.”

Niko lelah melihat Nea yang terus merendahkan dirinya sendiri. Padahal gak ada salahnya rumah Nea ini. Mengapa gadis itu terus merendah seperti itu.

“Pangeran ini sudah lelah hidup di kerajaan dan mau memulai hidup di gubuk kecil milik putri Gemini.”

Nea melirik sinis. “Plis, berhenti panggil Aku Gemini. Benci banget dipanggil gitu.”

Niko tertawa renyah melihat ekspresi kesal Nea. Memang dirinya suka memanggil Nea dengan sebutan Gemini hanya untuk melihat ekspresi itu.

“Kamu kan emang Gemini.”

“Bodo amat.”

Setelah Niko selesai tertawa, keduanya sama-sama terdiam menatap lurus ke depan. Nea sengaja memejamkan mata menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya. Tidak lama kemudian, Indri, ibu Nea datang dengan secangkir teh dan semangkuk biskuit.

“Niko, diminum dulu tehnya. Pasti seret ya ngomong nggak minum. Maafin, Nea yang nggak peka, ya,” ucap Indri memukul pundak putri sulungnya.

Nea menatap tidak terima sambil memutar bola mata malasnya. Biasanya Niko akan datang ke dapur dan mengambil minum atau makanan sendiri.

“Saya paham Tante, Nea emang begitu. Makasih banyak Tante, jadi ngerepotin.”

“Nggak kok, di minum.” Indri kembali ke dalam meninggalkan mereka berdua.

Niko menatap wajah Nea dari samping. Ia bimbang untuk bicara. Ragu bila Nea akan menolak ajakannya. Nea adalah gadis yang sulit di tebak, tidak akan mudah membujuknya.

“Kalau mau ngomong, ngomong aja jangan natap Aku mulu,” ujar Nea dengan mata yang tetap lurus ke depan.

Niko menunjukkan deretan giginya. “Nanti malam bokap nyuruh datang ke acara pertemuan teman-teman bokap, nah masalahnya—“

Nea mengangkat telapak tangannya tepat di depan wajah Niko sehingga pria itu berhenti bicara. “Perasaan Aku nggak enak, Kamu lagi nggak ngerencanain sesuatu, kan?”

Nea memicingkan matanya.

“Ngg—nggak kok, sembarangan main nuduh aja.”

Nea menghela napas lega walaupun ada kecurigaan yang belum menghilang. Gadis itu berusaha berpikir positif.

“Temenin aku ke sana ya, Ne? Aku nggak ada temen di sana.”

Plak!

Nea spontan memukul pundak Niko. Ternyata tidak salah menaruh curiga pada laki-laki ini.

“Wah, nggak sopan sama Abang,” ucap Niko sambil mengelus pundaknya yang terasa perih.

Usia mereka berdua memang terpaut tiga tahun. Keduanya bertemu saat keduanya di bangku SD. Pertemanan mereka memang cukup lama.

“Bodo, pergi ya pergi aja jangan ngajak Aku,” ucap Nea tidak terima.

Niko meraih tangan Nea dan mengeluarkan Puppy eyes miliknya. Hanya Nea yang bisa menyelamatkan hidupnya kali ini.

“Ayolah Ne, kalau Aku nggak datang ke pertemuan itu, tamat hidupku. Semua kartu di blokir sama bokap.”

Nea memilih menutup telinga. Mendengarkan keluhan Niko yang tiada habisnya hanya akan menyusahkan hidup Nea. Ini bukan. Kali pertama Niko mengajaknya. Jawaban Nea selalu tidak. Niko tahu apa jawaban Nea, tetapi tetap saja semangatnya membujuk Nea tidak Sirna.

“Nona Gemini, tolonglah anak malang ini,” pinta Niko sambil memeluk lengan Nea.

Spontan Nea mendorong tubuh Niko. Kontak fisik dengan lelaki masih hal yang tabu untuk Nea, tetapi Niko masih saja tidak menyadari itu.

“Aku nggak peduli, kalau kamu malang Aku apa? Sekarat? Aku dah puyeng nyari kerja, jangan nambah beban hidupku lagi.”

Niko langsung berdiri sambil tersenyum cerah menghadap pada Nea. Gadis itu memicing curiga. Akal bulus apa lagi yang disiapkan Niko kali ini.

“Kali ini apa?”

Niko berlari menuju mobilnya. Setelah mengambil sesuatu dari dalam sana Niko kembali menghampiri Nea yang sedang melipat tangan di dada dengan alis terangkat.

“Abang Niko mau meringankan beban Nea.” Niko menyerahkan sebuah amplop coklat yang ia dapatkan dengan susah payah.

“Apa ini?” tanya Nea curiga.

“Buka aja.”

Masih dengan perasaan curiga Nea membuka amplop yang diberikan oleh Niko. Terdapat selembar kertas yang menyatakan bahwa Nea Halina mendapatkan tawaran pekerjaan. Mata Nea langsung berbinar. Ini adalah impiannya. Perusahaan yang sangat ia idam-idamkan menawarkan pekerjaan padanya.

“Bagaimana bisa?” tanya Nea menatap Niko.

“Apa yang nggak bisa, Kamu mau pergi sama Aku nanti malam kan?”

Nea memasukkan kembali kertas tersebut ke dalam amplop coklat, ia kembali menatap ke arah Niko. “Kali ini aku akan temanin,” ucap Nea dengan gembira.

Niko melotot tak percaya. Spontan dirinya melompat girang sambil memeluk Nea. Seperti biasa, Nea akan mendorong tubuh Niko sampai lelaki itu terjatuh. Mendengar suara benda terjatuh yang cukup kuat, Indri kembali ke luar.

“Ada apa?” tanya Indri pada Niko dan Nea.

“Maaf Tante, tadi Niko kesandung terus jatuh,” ucap Niko setelah berdiri.

“Hati-hati, ada yang sakit?” tanya Indri.

Niko menggeleng. “Tidak ada, Tante tenang aja. Oh iya Tante, entar malam pinjam anak Tante ya?”

Indri terkejut. Ia menatap pada Nea bertanya ada apa pada anaknya itu tetapi tidak dijawab oleh Nea.

“Sesekali ajak Nea jalan-jalan boleh kan Tante?” tanya Niko sekali lagi.

“Kalau sama kamu Tante nggak perlu khawatir lagi, bawa aja.”

Kebahagian Niko tidak dapat terkontrol, ia menarik tangan Nea menuju mobilnya.

“Woi, aku siap-siap dulu elah. Masa pergi ke acara gede kayak gitu pake daster.”

“Oh iya, Aku juga nggak mau diejek. Entar Aku beliin baju yang bagus, Kamu ganti baju, aku tunggu di mobil, gercep!”

Nea seketika menyesal mengiyakan permintaan lelaki itu.

“Bu, Nea siap-siap dulu. Oh iya, ibu mau nitip makanan?” tanya Nea.

“Nggak, kamu telepon adek kamu tanya jam berapa pulang ya? Ibu nelepon, nggak diangkat.”

“Oke entar Nea telepon, Bu.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akupun Menandatangani Namanya
9.1
Setelah dikhianati oleh suaminya, Marvin Kurniawan, dan diracuni hingga tewas oleh putra kandungnya sendiri demi kekuasaan Irma Fasnitan, seorang wanita mendapatkan kesempatan kedua. Terbangun tepat di hari pernikahannya di masa lalu, ia bertekad mengubah nasib tragisnya. Alih-alih menandatangani dokumen pernikahan, ia menuliskan nama Irma, lalu melarikan diri bersama seluruh harta warisan peninggalan orang tuanya demi menyelamatkan diri dan membalas dendam secara elegan.
Sampul Novel Bertukar Pasangan
8.4
Pertemuan tak sengaja di kapal pesiar memicu ketertarikan terlarang antara dua pasangan muda. Marc dan Valerie merasa terpikat oleh Dylan dan Laura, begitu pula sebaliknya. Didorong rasa penasaran yang memuncak, Dylan mengusulkan ide gila kepada istrinya untuk bertukar pasangan selama satu hari. Keputusan berisiko ini membawa mereka ke dalam hubungan dewasa yang penuh gairah. Akankah eksperimen ini berakhir begitu saja, atau justru mengungkap misteri kehidupan baru?
Sampul Novel Cinta Palsu Dalam Pernikahan Kontrak
7.8
Demi menyelamatkan keluarganya, Aruna Larasati bersedia menjalani pernikahan kontrak dengan Gavin Nugraha. Namun selama lima tahun, pengorbanannya diabaikan dan ia hanya dianggap bagai bayangan. Keadaan kian memburuk saat Elvira, masa lalu Gavin, kembali dan merebut perhatian suami serta anak yang dirawat Aruna. Merasa dikhianati dan hancur, Aruna memutuskan pergi demi kebebasannya. Mampukah ia bangkit menata hidup dan harga dirinya, atau justru tenggelam dalam takdir yang kejam?
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Duda Lumpuh
8.5
Senja terpaksa menikah dengan Aksa Wijaya, duda beranak satu yang lumpuh akibat kecelakaan tragis. Setelah koma sebulan, Aksa ditinggalkan oleh istrinya, Riyanti, yang menolak merawatnya. Meski kondisi Aksa terpuruk, Senja tetap yakin suaminya bisa sembuh. Kini, ia bertekad merawat Aksa dengan sabar sekaligus berjuang melunakkan hatinya demi kesembuhan sang suami.
Sampul Novel Tersadar dari Mimpi, Aku Memutuskan untuk Meninggalkannya
8.6
Pernikahan Sienna hancur seketika saat Levin memilih meninggalkan altar demi membawa adik kesayangannya, Lestari, yang mendadak pingsan ke rumah sakit. Kejadian memilukan itu memicu serangan jantung fatal pada ibu Sienna hingga merenggut nyawanya tanpa ada tamu yang peduli. Di tengah duka kehilangan ibunya, Sienna justru menerima telepon dari Levin yang meminta donor sumsum tulang belakang untuk Lestari. Sadar akan kenyataan pahit ini, Sienna memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka selamanya.
Sampul Novel Tragedi kelam satu malam
7.8
Laura, wanita tangguh yang sempat lenyap tanpa jejak selama bertahun-tahun, mendadak pulang ke Indonesia bersama seorang anak. Kembalinya Laura membangkitkan amarah sekaligus penyesalan mendalam pada diri Kendra Adelio. Selama ini, Kendra telah berupaya keras mencari keberadaan Laura namun selalu gagal. Kini, tabir misteri dari tragedi satu malam yang menjungkirbalikkan takdir hidup mereka perlahan mulai terungkap. Rahasia besar apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu?