APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Mafia Kakak Beradik

Terjerat Cinta Mafia Kakak Beradik

Savana terpaksa diserahkan sang ibu kepada Luca Zeno demi melunasi utang. Bukannya takut, ia justru terpikat kebaikan Luca yang mengajaknya menikah kontrak dua tahun untuk donor sel telur. Namun, keadaan berantakan saat Savana mengandung. Terungkap bahwa ayah biologis bayi itu adalah adik kandung Luca, Ziv Zeno. Kini, dua bersaudara dari klan mafia tersebut saling bersaing ketat dan ekstrem demi merebut hati serta menguasai Savana sepenuhnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Jadilah pemuas nafsu saya jika memang kamu tidak mau saya nikahi." Luca mengatakan dengan senyuman nakal.

Senyuman serta perkataan yang langsung tidak bisa Savana terima dengan perasaan apapun.

Savana pun langsung membisu setelah Luca mengatakan hal itu padanya. Dia merasa sangat direndahkan sebagai seorang perempuan yang menjaga dirinya dengan sangat hati-hati selama ini.

"Jangan terlalu banyak bergurau anak kecil. Tugasmu hanyalah patuh pada perintah orang tua kamu yang sudah melahirkan kamu ke dunia ini. Lucau kamu menolak perintah mereka, maka kamu akan dicap sebagai anak durhaka." Luca malah sengaja meledeknya saat dia melihat raut wajah murka yang tengah menyelimuti wajah ayu Savana.

"Tuan rentenir memangnya tahu apa soal anak durhaka? Memangnya Tuan rentenir sudah menjadi anak yang berbakti pada kedua orang tua, Tuan rentenir?" Savana dengan berani membalas perkataan Luca sambil membangunkan tubuhnya untuk kembali berdiri tegak.

Ucapan Savana pun cukup membuat Luca terkejut sekaligus merasa lucu.

"Sejujurnya, saya tidak tertarik bercinta dengan anak kecil. Seperti yang kamu katakan tadi, Lucau kamu belum berpengalaman dan pastinya kamu tidak pandai melayani saya di atas ranjang. Akan tetapi," Luca berjalan perlahan mendekati Savana, lalu dia mendekati wajah Savana yang lebih pendek darinya.

Savana semakin merasa ketakutan saat wajah antara dia dan Luca hanya berjarak 5 cm saja dari unjung hidung mereka.

"Saya ingin menjadi anak yang berbakti pada kedua orang tua saya, persis seperti apa yang saya katakan pada kamu tadi."

"Ma-maksud, Tuan rentenir?"

"Yang saya butuhkan hanyalah sel telur kamu."

APA???!!!

"Sederhananya, saya ingin kamu melahirkan anak untuk saya karena saya sangat membutuhkan keturunan."

Savana syok bukan main saat mendengar keinginan utama Luca. Baginya, pernikahan saja sudah seperti neraka untuknya, apalagi sampai dia harus mengandung dan melahirkan. Savana tidak sanggup membayangkannya, dia merasa terjebak sekarang.

Tatapan mata yang tajam dan dibalut dengan senyuman penuh rencana membuat Savana tidak kuat terlalu lama menghadapi Luca. Dia pun perlahan menurunkan pandangan matanya dan merunduk diam dalam kelemahannya.

Luca lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya untuk menghubungi seseorang. Dengan singkat Luca langsung memerintahkan seseorang untuk segera masuk ke dalam ruangan itu sekarang.

Kemudian, Luca kembali duduk di kursi tadi dengan posisi duduk yang sama, yakni menumpuk kakinya dan bersedekap. Namun kali ini, dia tidak menatap tabletnya melainkan Savanalah yang dia tatap dengan senyuman penuh seringai kekuasaan.

Tak lama kemudian, seorang wanita paruh baya masuk ke dalam ruangan itu. Atas perintah Luca, wanita tua itu segera meraih tubuh Savana untuk ikut pergi bersamanya.

"Tuan rentenir, saya mau dibawa ke mana?" Savana panik kembali.

"Kamu akan mengetahuinya nanti."

"Saya tidak mau pergi. Tolong biarkan saya pulang ke rumah sekarang!" Savana terus memohon pada Luca agar dibebaskan. Tapi, sekuat apapun dia berteriak dan memohon, permintaannya itu tetap diabaikan oleh Luca.

Savana pun terpaksa ikut wanita tua pergi.

Sepanjang dia berjalan di belakang wanita tua itu, Savana melihat ke sekitaran tempat dia berada saat ini. Tempat yang sangat asing yang dipenuhi dengan area terbuka dari taman-taman yang bersih dan rapih, area pacuan berkuda, dan juga lapangan golf yang cukup luas.

Savana pun berpikir Lucau dia sedang berada di kediaman rumah Tuan rentenir itu. Dia juga bergumam soal kekayaan yang Tuan rentenir itu miliki sangat diluar naralnya.

"Lucau aku punya kekayaan sebanyak ini, aku tidak perlu lagi bekerja keras. Selain itu, aku tidak akan seperti Tuan rentenir yang sampai susah payah menagih hutang pada orang miskin seperti keluargaku. Aku akan mengikhlaskannya. Tapi, dia malah mempersulit orang misikin seperti keluargaku. Dasar manusia serakah!" Decitnya di dalam hati.

"Silahkan masuk!" Wanita tua itu mempersilahkan Savana untuk masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup besar, ruangan yang bisa disebut dengan kamar merangkap perpustakaan karena ada begitu banyak buku-buku yang tersusun rapih di rak-rak besar yang berada di salah satu spot dinding di kamar itu.

Savana pun berjalan perlahan masuk ke dalam. Dia melihat ke seluruh bagian dari ruangan itu, terlihat nyaman dan menenangkan dengan lampu bercahaya hangat dan juga pemandangan indah ketika Savana membuka tirai besar di kamar itu.

"Nona akan tinggal di sini untuk sementara waktu sampai Tuan Luca memberikan perintah kembali pada saya."

"Memangnya, Ibu siapanya Tuan rentenir?"

"Tuan rentenir?" Wanita itu terkejut mendengar panggilan tersebut yang ditujukan pada majikannya.

"Iya, Tuan rentenir."

"Maaf, Nona. Ada baiknya Nona menggantikan panggilan untuk Tuan Luca dengan panggilan lain, karena sebenarnya pekerjaan Tuan Luca bukanlah rentenir." Kata Wanita tua itu menjelaskan dengan hati-hati.

Kemudian, Wanita tua itu segera undur diri dari kamar itu dan meninggalkan Savana sendirian.

Savana pun dibuat bingung setelah mendengar penjelasan dari Wanita tua itu.

"Lalu, siapa dia yang sebenarnya? Kenapa aku bisa ada di sini bersamanya? Dan sebenarnya, siapa orang yang sudah meminjami Ibu uang sebanyak itu selama ini?"

Savana benar-benar dibuat penasaran dan bingung bukan kepalang dengan sosok Luca sekaligus sosok rentenir yang telah meminjami uang pada Ibunya.

**

Malam harinya, setelah selesai makan malam, Savana merasa sangat ngantuk sekali. Lantaran dia kurang tidur beberapa hari belakangan ini karena memikirkan dirinya yang telah dijual oleh Ibunya, akhirnya Savana baru merasakan ngantuk yang sangat hebat setelah dia bisa merasakan nikmatnya makanan lezat yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya.

Savana pun segera kembali ke kamarnya yang tidak jauh dari ruang makan. Dia berjalan cukup sempoyongan lantaran tubuhnya sudah tidak kuat menahan ngantuk.

Setelah dia tiba di kamar dan melihat ranjang di depan matanya, tubuhnya langsung dilempar ke atas ranjang super empuk itu dan langsung melelapkan tubuhnya.

Tapi, keesokan paginya saat Savana terbangun berkat sinar cahaya matahari yang menusuk kedua matanya dan menyorot tajam hampir ke seluruh ruangan di kamar itu, Savana langsung dikejutkan dengan kondisi tubuhnya yang sudah tanpa busana. Hanya selimut tebal berwarna putih yang menutupi hampir seluruh tubuhnya yang tanpa sehelai kain pun.

Savana segera membangunkan tubuhnya untuk menyadarkan dirinya Lucau yang terjadi padanya saat ini hanyalah mimpi.

Akan tetapi, mimpi itu disadari oleh Savana tidaklah nyata. Karena yang terjadi padanya bukanlah mimpi melainkan kenyataan Lucau dia habis bercinta dengan seorang laki-laki asing yang belum pernah dia lihat sebelumnya

"Siapa kamu?" Savana bertanya dengan panik. Sambil menutupi bagian dadanya dengan selimut Savana memperhatikan secara detail wajah laki-laki muda itu.

Laki-laki muda itu pun mencoba membuka kedua matanya yang masih terasa sepet setelah dia mendudukan tubuhnya.

"Akulah yang seharusnya bertanya, siapa kamu? Kenapa kamu bisa ada di kamarku?"

"Apa!?? Kamar kamu???" Savana langsung melihat dengan kaku ke sekeliling seluruh ruangan itu.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Hasrat Tuan Yavuz
8.2
Demi melindungi saudaranya dari jebakan satu malam, seorang gadis malah terjebak rencana jahat pria asing dan dipaksa menjalani inseminasi. Walau hamil tanpa bersentuhan, ia terpaksa menikahi tunangan saudaranya, lalu bercerai dan kabur untuk menyembunyikan rahasia itu. Sialnya, rencana hidup tenang sirna saat ia tahu ayah biologis anaknya adalah bos mafia kejam yang kini tengah memburunya kembali.
Sampul Novel Hati yang Kau Hancurkan Tak Bisa Kembali
8.6
Pasca penembakan sang kekasih, Rafael Von Ardent, bos organisasi gelap, bertekad menghancurkan dinasti Elmore. Ia menyandera Lyra Elmore di The Black Fortress untuk membalas dendam. Namun, dugaannya meleset karena Lyra tidak sombong. Di tengah dendam membara, ketegangan di antara mereka berubah menjadi ketertarikan berbahaya. Rafael kini terperangkap dalam dilema antara amarah membara dan obsesi mematikan pada putri musuhnya.
Sampul Novel I'm Not a Gangster
9.8
Demi bertahan hidup, seorang pemuda desa memutuskan merantau ke kota besar dengan impian sederhana menjadi pengawal profesional. Namun, takdir berkata lain saat ia justru terseret ke dalam gelapnya dunia kriminal. Tanpa diduga, ucapan masa lalunya menjadi kenyataan pahit yang mengubahnya menjadi seorang gangster. Kini, ia harus terjebak di tengah pusaran konflik dunia bawah tanah yang menguji seluruh prinsip hidup serta keberaniannya.
Sampul Novel Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore
8.4
Felix Salvatore didera dendam kesumat kepada Veronica Reager. Ia menuduh putri musuhnya itu sebagai dalang atas tewasnya sang ibu. Lewat ancaman mati, Felix memaksa Veronica untuk menikahinya. Meski berniat menyiksa sang istri, pertahanan Felix goyah saat perasaan cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Akankah kebenaran tentang kesalahpahaman masa lalu terungkap sebelum amarah Felix telanjur menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Jeratan Cinta Wanita Pendendam
9.3
Sejak umur tujuh tahun, Clarissa menanggung pedih setelah pamannya menghabisi ibu serta adiknya demi menguasai warisan. Ia juga terpaksa melihat sang ayah disiksa tiada akhir. Dipicu amarah mendalam, Clarissa memilih jalan sebagai mafia untuk membalas kehancuran keluarganya. Bersama lelaki idaman hatinya, ia merancang strategi matang demi menumbangkan sang paman. Mampukah Clarissa menyelamatkan ayahnya dan menuntaskan dendam masa lalu ini?
Sampul Novel Obsesi Mafia Tampan
9.0
Terperangkap dalam dunia model dewasa, nasib Haruka Arsya kian malang setelah diculik oleh penggemar fanatiknya, Agaskara Angkasa. Demi memiliki Haruka, pria itu nekat memakai obat terlarang untuk merusak hubungan Haruka dengan kekasihnya. Upaya kabur Haruka justru membawanya ke dalam bahaya baru ketika ia disandera oleh musuh Agaskara. Kini, Haruka terjebak di tengah perseteruan kejam dunia mafia dan obsesi gila yang mengancam keselamatan jiwanya.